
Dihadapan Arashi yang terdesak berdiri tiga iblis tingkat atas dan mereka adalah Venom 'si iblis yang mampu memanipulasi otot dan tulang, Kamui 'sang raja iblis cahaya' dan Karma 'sang raja iblis petir'
"Berhentilah main-main, Venom!! Kita punya urusan yang harus diselesaikan tujuan kita kemari untuk memburu dewa yang kabur itu..." ucap Karma 'raja iblis petir' yang melayang diudara karena kilatan-kilatan petir dikedua kakinya.
Venom malah tertawa, "Hahahahaha... maaf saja karena lupa tujuan kita akan tetapi aku menemukan lawan yang menarik!!!"
"Yah, kalau begitu biar aku saja yang mengurus dewa itu..." ucap Kamui 'raja iblis cahaya' dengan entengnya.
Arashi yang mendengar pembicaraan mereka menjadi geram, "Kalian bertiga tak akan pergi kemanapun..." teriaknya dengan meningkatkan energi.
"DHUUAARR...!!!!!" Ledakan api muncul dari kedua pijakan kaki Arashi dan terciptalah kobaran api yang membumbung tinggi sampai menutupi dirinya.
"...!!!" Kamui dan Karma terkejut pada tekanan energi milik Arashi akan tetapi dilain sisi Venom malah tersenyum menyeringai dihadapan kobaran api yang membumbung tinggi itu, "Cih, sudah ku duga bocah ini belum serius melawanku..."
Ketiga iblis itupun sampai terdorong dari tempatnya semula dan secara perlahan Arashi keluar dari ledakan api itu, "Mode Dragon!!!" Sesosok naga api bersisik merah dengan satu tanduk muncul tepat dihadapan ketiga iblis itu.
Kamui dan Karma menjadi waspada akan tetapi Venom terlihat sangat senang, "Menarik sekali!! Sudah lama aku tak bertemu dengan ras naga..." iapun langsung saja berlari ke arah Arashi dan memukul dengan kepalan tangan besarnya.
"Jbbuuak...!!!" Arashi menahan dengan cengkraman cakar kakinya meski sedikit terdorong kebelakang.
"Jangan meremehkanku, sialan!!!" Teriak Arashi dengan melesatkan cakaran tangan pada lengan Venom yang ia tahan dengan kaki, "Sllash!!!"
"Cruat!!!"
"ARRGGH...!!!" Venom kehilangan lengan kanannya dan hal itupun membuat Kamui dan Karma terkejut.
"Dia lawan yang tangguh..." Kamui menggunakan kemampuannya dan dalam sekejap saja menggunakan kecepatan cahaya ia sudah berada dibelakang Arashi, "Terima ini!!!" Iapun menendang dengan kaki berlapiskan tembakan laser.
"Sllash!!" Beruntung Arashi memiliki insting yang tajam sehingga mampu menghindar dengan menunduk.
"Cih, melesat..." ucap Kamui yang jengkel karena serangan super cepatnya dapat dihindari.
Arashi menyerang balik dengan melesatkan cakaran pada Kamui akan tetapi mudah saja dihindari oleh iblis berkecepatan cahaya itu.
"Terlalu lambat..." ucap Kamui yang telah berada diudara, "Sekarang giliranku..." Kamui mengangkat tangan kanan ke atas dan terkumpulah kilauan cahaya.
Ya, sebuah pedang cahaya berukuran raksasa terbentuk, "Cobalah untuk menghindari yang ini!!!" Kamui melemparkan pedang besar yang terbuat dari cahaya itu.
Arashi terkejut dengan ukurannya dan tak hanya itu kecepatannya juga secepat cahaya, "Mustahil untuk menghindar..." pikir Arashi yang kemudian menahan serangan itu dengan kedua telapak tangannya.
__ADS_1
"Jleeb...!!!" Pergerakan Arashi terlalu lambat sebelum sempat ditahan terlebih dahulu pedang cahaya super besar itu menembus dadanya, "Sialan!!!!" Ucapnya yang kesal.
"Khehehehe..." diatas Kamui tersenyum menyeringai.
Arashi berusaha menarik pedang besar yang menusuk dadanya itu akan tetapi Kamui melesat turun dari atas dan menendang Arashi, "Jbbuuak...!!"
Arashi terbaring dengan tubuh menghadap ke atas lalu Kamui berdiri diatasnya dengan satu kaki menginjak gagang pedang cahayanya.
"Khehehe... aku suka membuat lawanku menderita dahulu sebelumnya membunuhnya..." ucap Kamui dengan menekan pedang cahaya yang menusuk Arashi dengan menggunakan kaki.
Arashi meringis kesakitan dan tak berdaya, "Brengsek!!!"
Dilain sisi Karma mendekati rekannya yang tengah terluka dan bertanya, "Kau tak apa, Venom?"
"Aku baik saja..." jawab Venom yang nampak kesakitan karena lengannya telah putus, iapun meningkatkan energi dan memfokuskannya pada lengannya yang terluka itu.
Ya, secara perlahan tulang tumbuh lalu dibalut otot kemudian daging dan lengan Venom kembali tumbuh lagi.
"Sialan, tak ku sangka bocah itu mampu memutuskan lenganku..."
"Itu karena kau terlalu meremehkannya..." sahut Karma 'raja iblis petir'
"HIIAA...!!!" Tekanan energi kuat itupun berasal dari Arashi, ia yang tak bisa melepaskan pedang yang menusuk dadanya meningkatkan energi.
Kamui 'raja iblis cahaya' yang berdiri diatas tubuhnya langsung menjaga jarak, "Dia memiliki elemen kegelapan? Dia melahap pedangku?" Ucapnya ketika melihat pedang cahaya miliknya yang menusuk Arashi perlahan menghitam terbalut elemen kegelapan.
Arashi terus meningkatkan energi sehingga dari pijakan kakinya meluapkan kegelapan pekat sampai membumbung tinggi ke langit, "Mode : Devil!!" Arashi menggunakan wujud iblisnya.
Sekarang ini ia memiliki kuku cakar dikaki dan ditangan, sepasang tanduk, rambut hitam, ekor dan duri-duri panjang dipunggung serta tatapan matanya berubah menjadi tajam.
Kamui 'sang raja iblis cahaya' terbelalak dengan perubahan lawannya, "Kau adalah naga tapi bagaimana mungkin memiliki kekuatan iblis?"
"Aku tak perlu menjelaskannya padamu..." ucap Arashi dengan sorot mata tajam, iapun memfokuskan energi kegelapan pada telapak tangan kanan lalu dengan kemampuannya menarik paksa lawan.
"Apa!!!" Kamui terkejut karena dirinya ditarik secara paksa dan meski ia memiliki kecepatan cahaya tapi tak berdaya pada gaya tarikan lawannya.
Arashi menarik dengan tangan kanannya lalu tanpa ragu menyerang dengan kuku cakar tajam ditangan kirinya, "Cruat...!!!" Iapun melubangi tubuh lawannya dengan cakar tangan kirinya.
"Uhuk!!" Kamui memuntahkan darah.
__ADS_1
"Aku juga suka menyiksa lawanku sebelum membunuhnya..." ucap Arashi yang kemudian menarik tangannya yang menembus tubuh lawan.
Iapun mencengkram wajah lawan dengan tangan kanannya erat-erat dan menyeretnya.
"Sialan!!!" Gumam Kamui dalam hati yang tak berdaya, iapun berusaha melawan akan tetapi cengkraman tangan Arashi terlalu kuat.
Setelah puas menyeret lawannya lalu Arashi melempar tubuh Kamui jauh-jauh, "Jbbuuak...!!!" Iblis itu terjatuh dengan keras akan tetapi ia segera berusaha bangkit lagi.
Dilain sisi Arashi memfokuskan energi pada ujung kedua tanduknya lalu bola energi hitam yaitu Cero terbentuk.
"WUUSS...!!!" Iapun tanpa ragu menembakan cero tersebut.
"...!!!" Kamui 'sang raja iblis cahaya' terkejut.
"DHUUAARR...!!!!!" Ledakan yang cukup besar tercipta akan tetapi Kamui dengan kecepatan cahayanya mampu menghindar meski satu lengannya putus karena ledakan cero.
Iapun berdiri diatas pohon dan menatap ke arah asap kepulan ledakan, "Sial..." ucapnya yang kesal.
Arashi langsung menerjang kepulan ledakan dan iapun langsung saja menarik lawannya dengan elemen kegelapan, "Ugh!!!" Kamui mencoba melawan akan tetapi ia tetap tertarik.
Arashi langsung saja memukul wajah si iblis begitu ia dekat dengannya, "Jbbuuak...!!!"
Kamui terlempar cukup jauh akan tetapi ia berusaha berdiri kembali.
"Aku akan membunuhmu sekarang..." ucap Arashi dengan sorot mata tajam, iapun berjalan ke arah lawannya yang terluka parah itu.
"Sllash...!!" Sebuah kilatan petir melesat dari langit, Arashi yang memiliki insting tajam segera melompat kebelakang sehingga kilatan petir itu hanya mengenai tanah.
Kilatan petir itu adalah teknik dari Karma yang muncul bersama Venom.
"Sudah ku duga dia lawan yang menarik..." ucap Venom saat melihat wujud iblis lawannya.
"Hati-hati Venom!! Dalam pertarungan satu lawan satu mungkin dia bisa membunuhmu..." ucap Karma memperingatkan.
Kamui segera memulihkan diri dengan kemampuan regenerasi, "Cih, ku pastikan aku akan membunuh bocah ini!!"
Arashi yang melihat ketiga 'raja iblis' berdiri dihadapannya menjadi geram, "Seharusnya tadi aku tak bermain-main..." gumamnya dalam hati.
Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 956 : Melawan Tiga Raja Iblis II
__ADS_1