Kosuke Arashi 2

Kosuke Arashi 2
Chapter 915 : Pendahulu


__ADS_3

Secara mendadak pulau berguncang hebat dan membuat semuanya panik tak terkecuali para tetua pulau itu karena mereka baru pertama kali ini merasakan guncangan hebat seperti sekarang ini.


"Apa yang sebenarnya terjadi?" Pikir Misaki yang melihat para siluman berlarian ke sana ke mari.


Arashi dan Senju Rain menjadi sangat serius karena merasakan energi kuat yang berasal dari Pohon Abad.


Secara perlahan pulau tersebut berhenti bergetar dan membuat kepanikan perlahan menghilang.


Semua pandangan mata tertuju pada Pohon Abad yang dibatangnya muncul sebuah lubang.


"Tap... tap... tap..." seorang pria tua berjalan keluar dari lubang tersebut, ia berpakaian putih dan meskipun umurnya sangat tua tapi rambutnya berwarna hijau.


Semua siluman yang ada disana tanpa terkecuali bersujud dihadapan orang itu.


"Kau sangat cerdas putraku!!" Ucapnya dengan menatap Senju Rain, "Dan juga senang bertemu denganmu, Kosuke Arashi 'si pengacau'..."


Arashi menjadi agak kesal karena merasakan aura kuat darinya, "Cih, kau mengenalku akan tetapi aku sama sekali tak mengenalmu jadi kesimpulannya siapa dirimu, pak tua?"


"Hahahaha... Aku adalah 'sang penguasa hutan' yang hidup 2.000 tahun yang lalu dan asal kau tau saja aku setara dengan 'sang penguasa ilmu' dan Dewa Kematian lalu kau yang merupakan naga pasti juga mengenal temanku Naga Emas Legendaris..."


"Sayang sekali aku tak mengenal Naga Emas yang kau maksud itu..." ucap Arashi.


"Benarkah? Kalau begitu itu aneh? Hmm... kisah Naga Emas Legendaris diceritakan oleh para naga secara turun temurun jadi apa kau tak berasal dari pulau Ohara?"


"Entahlah, akupun tak tau dimana aku dilahirkan..." jawab Arashi dengan sorot mata tajam.


Misaki mendekati Arashi dan berbisik padanya, "Arashi, dia memiliki kemampuan yang luar biasa hebat dan akupun tau kau mengetahui hal itu jadi sebisa mungkin jangan menjadikan dia sebagai musuh kita..."


"Cih, kau takut?"


"Ya..." jawab Misaki.

__ADS_1


Senju Rain mendekati orang tua itu dan berkata dengan tegas, "Berhenti memanggilku putra, orang asing!!"


"Hahahaha...!! Bisa-bisanya kau memanggilku orang asing setelah aku memberikanmu kekuatan hebat..."


"Aku tak memintanya..." balas Senju Rain dengan sorot mata tajam.


'Sang penyihir hutan' itu malah tersenyum menyeringai, "Ya, akupun tak mempermasalahkan dirimu memanggilku dengan sebutan orang asing tapi apa yang membuat kalian datang ke tempatku ini?"


Arashi menjadi agak kesal karena lawan bicaranya yang bertele-tele akan tetapi ia tetap bersabar, "Kami ingin tau apa yang dilakukan para iblis setelah Kekaisaran Dewa runtuh?"


Ia sekali lagi tersenyum menyeringai, "Sungguh mengejutkan karena kalian tak mengetahui konsekuensi dari runtuhnya Kekaisaran Dewa..."


Arashi dan Senju Rain bertambah jengkel karena ia terus berbicara yang tak penting akan tetapi Misaki tetap berhati-hati dan tak ingin menjadikan penyihir hutan itu sebagai musuh, "Anu... bisakah kau katakan pada kami akibat dari runtuhnya Kekaisaran Dewa?"


"Baiklah, akan ku katakan pada kalian agar kalian mempersiapkan diri..." ucapnya dengan nada datar, "Akan ku mulai dengan proses terbentuknya Kekaisaran Dewa itu..."


"Kekaisaran Dewa terbentuk 2.000 tahun yang lalu oleh Enam Pendiri dengan Naga Emas Legendaris, Dewa Kematian, 'sang penguasa ilmu' dan aku sendiri yang menjadi saksi terbentuknya era itu..."


"Kala itu Enam Pendiri sepakat bahwa semua hal yang ada didunia atau segala kekuasaan diserahkan ke pihak dewa..."


Arashi menjadi agak kesal, "Cukup bicara yang tak penting tentang sejarah 2.000 tahun yang lalu yang ingin ku dengarkan adalah pergerakan iblis..."


"Kau memang tak sabaran 'si pengacau'..." ucapnya dengan tersenyum dan iapun berkata lagi, "Dimasa lalu pemberontakan pertama pada Kekaisaran Dewa dilakukan oleh pemilik jalan ksatria yang berjumlah 10.000 orang akan tetapi pemberontakan itu dapat diatasi oleh satu iblis yang memiliki julukan 'si akhir'..."


"...!!" Seketika Senju Rain, Arashi dan Misaki terkejut mendengarnya.


"Itu adalah iblis legenda yang sedang dicari-cari para iblis..." gumam Senju Rain dalam hati.


Misaki tak percaya, "Bagaimana mungkin hanya satu iblis mampu mengalahkan 10.000 ksatria? Itu mustahil!!!"


"Kenyataannya memang begitu dan bukti dari pertarungannya adalah tempat yang bernama 'Dataran Pedang'..." jelasnya lagi.

__ADS_1


"Lalu bagaimana dengan 'si akhir' itu sekarang? Dimana dia?" Tanya Arashi dengan sorot mata tajam.


"Pertanyaan yang bagus!! Sampai sekarang ini 'si akhir' masih hidup dan dia disegel disuatu tempat..."


"Kebangkitannya akan menjadi masalah besar karena kekuatannya yang sangat luar biasa itu sangat diinginkan oleh ras iblis untuk mengembalikan kejayaannya..."


"Aku mengerti..." ucap Senju Rain dengan serius, "Saat ini adalah kejatuhan Kekaisaran Dewa jadi saat ini juga merupakan saat yang tepat untuk kebangkitan 'si akhir' itu..."


"Benar sekali!! Ini adalah era sulit bagi kalian karena para iblis telah memulai pergerakannya setelah sekian lama berdiam diri..."


Senju Rain berkata, "Semuanya sekarang jadi masuk akal, para mencuri Raja Pedang dan memberikannya pada siluman dengan harapan memperlemah militer para dewa akan tetapi mereka gagal mencapai tujuannya karena kita telah menghentikan para siluman..."


"Lalu yang sungguh mengejutkan Arashi memancing kemarahan para dewa dengan mengacaukan Festival Para Dewa yang berakhir dengan perang besar dan berhasil meruntuhkan Kekaisaran Dewa..."


"Rencana para iblis awalnya gagal akan tetapi karena ulah Arashi kini rencana para iblis itu berhasil..." ucap Senju Rain.


"Tepat sekali!!" Sahut pak tua penyihir Pohon Abad, "Dan tinggal menunggu waktu saja sampai 'si akhir' bangkit kembali!! Asal kau tau saja 'si akhir' itu kuat karena dia mampu mengalahkan 10.000 ksatria..."


"Dan 'si akhir' adalah satu-satunya iblis yang mampu menyatukan para raja iblis dan membuat pergerakan besar karena kekuatannya..."


Penjelasan itu membuat Misaki dan Senju Rain terdiam karena keduanya sekarang mengetahui dampak dari runtuhnya Kekaisaran Dewa.


Dilain sisi Arashi malah tertawa, "Hahahahaha...!!"


"Apanya yang lucu, kampret!!! Kita sedang dalam masalah serius jadi apa yang kau tertawakan??" Ucap Misaki yang agak kesal.


Arashi tak mempedulikan kata-kata rekannya itu dan malah berkata, "Hey, pak tua!! Bukankah kau hidup 2.000 tahun yang lalu dan merupakan pembimbing 6 pendiri..."


"Hmm... jadi antara kau dan 'si akhir' itu siapa yang lebih kuat?"


"Khi..." penyihir hutan itupun tersenyum menyeringai, "Ya, kalaupun kami bertarung maka mungkin 'si akhir' itu akan menang!!!"

__ADS_1


"Kalau begitu aku akan mengalahkanmu dulu sebelum berhadapan dengan iblis yang memiliki julukan 'si akhir' itu..." Arashi mendadak memasang kuda-kuda, iapun meningkatkan energi lalu mengepalkan tangan dan tanpa ragu memukul perut penyihir hutan itu, "Jbbllast...!!!" Pukulan kuat Arashi itupun membuat penyihir hutan terlempar dan mengejutkan semuanya.


Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 916 : Pohon


__ADS_2