Kosuke Arashi 2

Kosuke Arashi 2
Chapter 1219 : Konflik


__ADS_3

Para pasukan aliansi dari 3 kerajaan terkejut setelah mendengar kekalahan para iblis.


"Itu tidak mungkin..." ucap Raja Avalon yang tak ingin percaya.


Leona tersenyum menyeringai, "Bodoh, bila para iblis itu masih ada disini dapat dipastikan kalian tak bisa mendekat..."


"Ya, jika para iblis belum dikalahkan mungkin pasukan kalian sudah dihempaskan oleh gelombang gempa penghancur atau kalian sudah dihujani tembakan cero..."


Raja Avalon sebagai panglima perang jadi sangat geram karena mengetahui musuh telah dikalahkan, "Sialan..."


"Lalu bagaimana dengan sisa-sisa pasukan iblis?" Ucap Raja Avalon yang masih tak ingin percaya.


"Bahkan tadi malam, sisa-sisa pasukan iblis telah berhasil diusir seorang diri oleh 'si jenius' Senju Rain..." ucap Leona.


Litha berkata dengan sorot mata tajam, "Pulanglah, kalian tak diperlukan ditempat ini!!"


Perwakilan dari Angelion yaitu Jendral Shura melompat dari kudanya dan jatuh tepat dihadapan Leona dan Litha.


"Tuan Raja Avalon, memang memalukan kita datang terlambat akan tetapi apa yang kita lakukan sekarang?" Tanya Jendral Shura.


Raja Avalon geram dan kebingungan menjawab, ia melirik ke arah pasukan yang berdiri dibelakangnya dan mendengar gonjang-ganjing tak menyenangkan dari pembicaraan pasukannya.


"Bagaimana ini?"


"Apa yang harus kita lakukan sekarang..."


"Ternyata kita sudah terlambat..."


"Red Eagle sangat kuat karena berhasil mengalahkan para Raja Iblis..."


"Pulang tanpa berperang akan membuat nama kita menanggung malu..."


Raja Avalon mendengar pembicaraan diantara pasukannya dan iapun berkata, "Jendral Shura, ada yang ingin ku bicarakan denganmu dan dengan wakil dari Artaraz jadi perintahkan seluruh pasukan untuk menunggu sejenak..."


Jendral Shura mengangguk paham, "Ya, aku mengerti!!"


Kemudian Jendral Shura memerintahkan seluruh pasukan untuk diam sejenak menunggu keputusan selanjutnya.


*****


Lalu didalam Kota Kronoz yang telah hancur, Master Izumi berdiri diatas sebuah gedung yang sebagian bangunannya telah runtuh.

__ADS_1


"Tempat ini dan kota ini benar-benar telah hancur..." ucap Master Red Eagle itu sambil menatap kejauhan.


"Sepertinya gedung yang merupakan peninggalan Master Yamaji harus dibangun ulang lagi..."


"Master Yamaji, Kanzaki-senpai, Sauma, Takuma dan juga Hoshimiya-sensei..."


"Ya, mereka semua yang seangkatan denganku telah mati dalam perang..." ucapnya dengan raut wajah sedih.


"Tap... tap... tap..." dengan langkah perlahan Daisuke berjalan mendekat, "Master... Emm... maksudku ibu..."


"Ada apa?" Master Izumi mengangkat wajahnya dan sebisa mungkin menyembunyikan kesedihannya.


"Apa yang akan kita lakukan setelah ini?" Tanya Daisuke, "Maksudku, kita telah melalui berbagai hal bahkan memenangkan perang melawan iblis terkuat dan hal itu menghancurkan segala yang ada..."


Master Izumi secara perlahan tersenyum, "Entah apapun yang terjadi aku sangat bersyukur anak-anak Red Eagle baik-baik saja..."


"Ya, jika bertanya padaku apa yang akan kita lakukan sekarang maka aku akan memberikan jawabannya..."


"Sebagai Master Red Eagle maka prioritas kita sekarang adalah membangun segala yang telah hancur karena perang termasuk akademi dan Kota Kronoz..."


"Ya..." jawab Daisuke dengan ekspresi lega.


"Zink!!" Mendadak saja Yami muncul dengan kemampuan teleportnya bersama dengan Senju Rain.


"Diluar dugaan setelah aku berhasil mengusir sisa-sisa pasukan musuh ada pihak ketiga yang sampai ke tempat ini..." jelas Senju Rain.


"Benar Master, mereka adalah pasukan aliansi dari tiga kerajaan dan jumlah mereka sangat banyak..." sahut Yami.


Master Izumi terdiam sejenak dan berfikir, "Aku sudah menduga mereka akan bergerak..."


"Lalu apa yang harus kita lakukan?" Tanya Daisuke.


"Menghindari konflik adalah jalan yang terbaik karena kondisi kita tidak menguntungkan setelah melawan para iblis..." sahut Senju Rain.


"Benar..." Master Izumi setuju, "Kalau begitu ku perintahkan kalian bertiga mengumpulkan seluruh anggota Red Eagle..."


"Ada hal yang ingin ku bicarakan pada mereka semua..."


"Baik, kami mengerti..." jawab ketiganya serentak.


Lalu ketiganya dalam sekejap mata saja menghilang dengan kemampuan teleport milik Yami.

__ADS_1


*****


Ditempat lain.


Pasukan aliansi tiga kerajaan mendirikan tenda sementara dan disana berkumpul perwakilan masing-masing dari ketiga kerajaan, mereka sedang mendiskusikan langkah selanjutnya setelah mengetahui para iblis telah dikalahkan.


Ada 9 petinggi para pasukan yang berkumpul disana.


"Sialan!!!" Raja Avalon menggebrak meja, "Kita sudah jauh-jauh datang kemari akan tetapi tak pernah terduga para iblis telah dikalahkan..."


Jendral Shura wakil dari Anggelion berkata, "Yang lebih penting lagi para iblis itu dikalahkan oleh sekumpulan bocah..."


"Mereka bukan bocah biasa..." ucap salah satu dari mereka yang merupakan wakil dari Kerajaan Artaraz, "Militer iblis mampu menumbangkan Kekaisaran Dewa dan menjatuhkan Aera..."


"Dan tanpa terduga militer sekuat itu dikalahkan oleh sekumpulan bocah yang artinya meski mereka bocah tapi kekuatan mereka tak dapat dianggap remeh..."


Wakil dari Anggelion berkata, "Kosuke Arashi dan Senju Rain, karena kehebatan mereka membuat nama mereka sangat terkenal dan lebih penting lagi dari informasi yang ku dengar 3 senjata terkuat dimiliki oleh mereka..."


Mereka sejenak terdiam.


Jendral Shura menjadi sangat geram, "Kurang ajar!! Para iblis telah dikalahkan dan Red Eagle sangat kuat akan tetapi apakah kita harus pulang tanpa berperang!!!!! Ya, jika kita pulang tanpa melakukan apapun maka dunia akan mentertawakan kita!!! Kita akan jadi aib bagi 3 kerajaan dan menanggung malu seumur hidup..."


Sembilan wakil dari tiga kerajaan itu kembali terdiam.


Raja Avalon mendadak membuat keputusan gila, "Mari tangkap bocah-bocah itu!!"


"Apa!!!!" Semuanya terkejut.


"Mereka tengah terluka setelah perang melawan iblis lagi pula bila dibiarkan para bocah-bocah itu dimasa depan bisa menciptakan kekuatan tempur baru yang mungkin saja kehebatan mereka mampu melampaui militer gabungan 3 kerajaan..."


"Lagi pula jika kita tak melakukan apapun maka harga diri kita akan hilang..."


Mereka terdiam dan berfikir.


"Siapa yang setuju dengan ideku angkat tangan?"


Ya, secara mengejutkan 7 dari mereka secara perlahan mengangkat tangan.


Raja Avalon tersenyum menyeringai, "Ya, kalau begitu mari kita bergerak menangkap bocah-bocah itu!!!!"


Sebuah keputusan yang kelak akan disesali telah dibuat.

__ADS_1


Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1220 : Bubar


__ADS_2