Kosuke Arashi 2

Kosuke Arashi 2
Chapter 1191 : Mari Bangkitkan Dia!!


__ADS_3

Para anggota Red Eagle sudah sampai di medan perang dan siap berhadapan dengan dua bos musuh akan tetapi scene berpindah tempat ke negeri para dewa yaitu Aera.


"Tap... tap... tap..." dengan langkah cepat dewa yang mampu melihat masa depan yaitu Kaoru berjalan perlahan diantara reruntuhan, "Ketemu!!" Ucapnya ketika melihat seorang pria yang terbaring ditanah.


Ia secara perlahan berjalan mendekat, "Apa maumu?" Ucap pria yang terbaring itu tanpa menoleh ke belakang.


"Eeehh?" Kaoru terkejut.


"Energiku hampir habis dan aku telah kalah dalam pertarungan tiada yang bisa ku lakukan lagi..." ucap pria itu yang tak lain adalah Shirio Torano, setengah siluman serigala yang merupakan pemegang 'raja pedang'


"Omong kosong!!" Daisuke yang merupakan pemegang 'cahaya surga' perlahan turun dari langit dengan kilatan-kilatan petir dikedua kakinya, "Selama kita masih bernafas maka perjuangan belum berakhir..."


"Jangan menyerah dan mari kembali lagi ke medan perang!!" Ucap Daisuke mencoba memberi semangat.


"Benar, kita tak boleh patah semangat..." sahut Kaoru.


Torano secara perlahan berdiri tegak dan malah mengejek ucapan Daisuke, "Omong kosong!! Kau memang memiliki energi tanpa batas akan tetapi tubuhmu telah mencapai batasannya dan jika kau berniat melanjutkan perang maka kemungkinan terburuk kau akan meledak seperti balon pecah..."


"Ya, dan juga wanita yang ada disampingmu itu memang memiliki kemampuan hebat yaitu bisa melihat masa depan akan tetapi tanpa kekuatan hal itu jadi tak berguna..."


Keduanya terdiam.


"Cih, aku bisa saja kembali ke medan perang akan tetapi tubuhku terlalu lemah dan bisa-bisanya 'raja pedang' malah mengambil alih kendali tubuhku jadi aku tak bisa mengambil resiko itu..." jelas Torano.


Untuk sejenak mereka terdiam akan tetapi perlahan Kaoru mengangkat tangan kanannya, "Anu, aku punya ide..."


"Apa idemu? Ku harap bukan sesuatu yang konyol?" Ucap Torano dengan sorot mata tajam.


Kaoru berkata, "Akan ku katakan apa itu ideku akan tetapi kita membutuhkan bantuan Sakazaki Ryusuke..."


"Benar sekali!! Aku tak melihat si angkuh itu jadi dimana dia sekarang?" Ucap Daisuke.


Torano berkata, "Dengan penciumanku yang tajam aku bisa menemukannya dengan mudah..."


"Kalau begitu mari temukan dia..." ucap Kaoru yang bersemangat.


Mereka bertiga bergegas menemukan keberadaan Ryusuke.


Lalu Ryusuke sendiri berada disebuah tempat yang sekitarnya hancur karena pertarungan.


Ia sedang menemani si adik yaitu Airi yang sedang menangis terisak, "Hiks....!! Huuaaww...!! Tuan Kai mengapa kau meninggalkan diriku!!!"

__ADS_1


"Aku memang sudah menemukan kakak ku kembali akan tetapi kehilangan dirimu bagaikan kehilangan sesosok ayah..."


Ryusuke yang berdiri dibelakang si adik secara perlahan berjalan maju dan mengelus kepala si adik dari belakang, "Ini semua salahku!! Jika saja aku tak keras kepala sampai mengejar ke Aera maka tragedi ini tak akan pernah terjadi..."


"Maafkan aku..."


"Emm..." Airi menggeleng-gelengkan kepalanya sambil mengusap air mata yang mengalir membasahi pipinya, "Tuan Kai sendiri yang bersikeras pergi ke Aera..."


"Tetapi aku tak pernah mengira bahwa sang iblis terkuat yaitu 'si akhir' merupakan kakak kandung Tuan Kai..."


"Sungguh kejam, Tuan Kai terbunuh oleh kakaknya sendiri..." ucap Airi yang kemudian menangis lagi dan bahkan lebih keras dari pada sebelumnya.


Ryusuke hanya bisa terus berusaha menenangkan hati si adik dengan mengelus kepalanya dari belakang, "Sudah... sudah... berhentilah menangis!! Tuan Kai akan sedih bila melihat keadaan seperti ini!!"


"HUUAAWW...!!!" Airi menangis sekeras-kerasnya.


"Eeehh...!!!!" Ryusuke yang biasanya tenang dan berwibawa jadi kebingungan harus melakukan apa.


*


Beberapa saat kemudian Airi yang semula menangis perlahan berubah menjadi tenang dan disaat yang bersamaan kelompok Daisuke, Torano dan Kaoru menemukan mereka.


Torano dan Daisuke yang melihat Airi habis menangis menaruh rasa curiga dan langsung salah sangka pada Ryusuke.


"Benar, kau menyakiti hatinya..." sahut Torano.


"Berisik!!!" Bentak Ryusuke yang kesal, "Dia ini adikku...!!!"


"Apa!!!!" Torano dan Daisuke yang awalnya mengira Airi adalah kekasih Ryusuke dan menangis karena meminta pertanggung jawaban sangat terkejut setelah mengetahui fakta bahwa Airi adalah adik Ryusuke, "Apa itu benar?"


Airi lalu membungkukkan badan dan berkata, "Benar, dia adalah kakak ku..." ucapnya yang mulai membuka senyuman.


Daisuke dan Torano yang melihat senyuman cantik Airi bergumam dalam hati, "Jika dia anggota Red Eagle maka akan banyak dari kami yang berebut hatinya..."


"Ehem..." Ucap dewa yang mampu melihat masa depan itu dan semua pandangan mata tertuju padanya, "Ada yang ingin ku sampaikan pada kalian..."


"Apa itu?" Tanya Ryusuke yang berubah kembali jadi serius.


"Aku melihat masa lalu yang jauh..."


"Raja Pedang, Cahaya Surga dan Perisai Harapan adalah tiga senjata terkuat..."

__ADS_1


"Dulu senjata itu pernah dipegang oleh satu orang dan ia hampir menaklukan dunia akan tetapi sebelum sempat menaklukan dunia orang itu dikalahkan oleh Ksatria Emas Legendaris..."


"Yang ingin ku katakan pada kalian adalah mari bangkitkan Kak Arashi kembali dan berikan padanya kekuatan tiga senjata terkuat padanya agar ia bisa mengalahkan 'si akhir'..."


"Apa!!!" Sontak Airi, Ryusuke, Daisuke dan Ryusuke terkejut mendengar ide Kaoru itu.


Kaoru berkata lagi untuk meyakinkan mereka, "Melihat masa depan berbeda dengan melihat masa lalu..."


"Masa depan itu terlihat samar-samar dan berubah-ubah..."


"Di masa depan yang tak jelas aku melihat Kak Arashi bertarung melawan 'si akhir' lagi jadi ku simpulkan kita harus membangkitkan Kak Arashi lagi..."


Keempatnya terdiam dan berfikir tentang ide Kaoru itu.


Kemudian Torano berkata, "Energi dari kebangkitan Raja Pedang bersifat negatif, gelap dan kejam jadi takutnya kita membangkitkan Arashi yang berbeda..."


"Mungkin saja Arashi yang bangkit bisa sangat jahat dan bisa jadi ancaman yang lebih buruk dari 'si akhir' apa lagi setelah ia memiliki kekuatan tiga senjata terkuat siapa lagi yang bisa menghentikannya nanti?"


"Tapi untuk sekarang ini tidak ada orang yang sanggup menghentikan 'si akhir'?" Kaoru bersikeras.


"Kita tak bisa mengambil resiko itu!! Idemu mungkin bisa berakibat sangat buruk bayangkan saja sehabis keluar dari mulut singa kita masuk ke mulut buaya..."


Kaoru terdiam akan tetapi Ryusuke mendadak membuat keputusan yang berlawanan dengan kedua rekannya, "Mari bangkitkan 'si pengacau'...!!!"


"Aku setuju padamu, kakak!!" Sahut Airi.


"Katakan alasannya?" Tanya Daisuke dengan sorot mata tajam.


"Saat sayap emas dan sayap api terbang dinegeri para dewa maka itulah awal perubahan..."


"Kekacauan melawan si akhir..."


"Dan disaat tiga senjata terkuat berkumpul maka mereka yang terburuk akan muncul..."


Ryusuke berkata, "Ramalan itu mengatakan bahwa kekacauan melawan si akhir dan aku yakin kekacauan itu yang dimaksud adalah Arashi..."


Daisuke terdiam akan tetapi mendadak Torano tersenyum menyeringai, "Menarik sekali!!! Kau yang biasanya bersifat idealis percaya pada ramalan yang tak jelas kebenarannya..."


"Ya, aku setuju pada ide kalian jadi mari bangkitkan si kunyuk sialan itu..."


"Hah..." Daisuke menghela nafas panjang lalu berkata, "Aku akan mengikuti mau kalian meski itu sangat membahayakan dunia..."

__ADS_1


"Mari bangkitkan Kosuke Arashi 'si pengacau'...!!!"


Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1192 : Tempat Antara Hidup Dan Mati


__ADS_2