
Sebelum membaca karya ini author minta tolong untuk pada kalian untuk 'like' ataupun 'vote' agar meningkatkan ringking cerita ini.
Ya, selamat membaca karya ini dan author ucapkan terima kasih pada pembaca setia 'Kosuke Arashi'
Hanya itu pesan dari author sekian dan terima kasih.
Selamat membaca!!
*****
'Sang raja iblis pelahap' telah berhasil dikalahkan oleh Arashi akan tetapi disaat Ryusuke ingin menghabisi Rafathar, 'sang raja iblis kematian' Lindouw muncul.
Lindouw muncul dengan kemampuan teleport bersama delapan pelayannya dan disalah satu pelayannya ada Kurosaki Yami/Yemi.
Lindouw tersenyum menyeringai saat melihat rekannya tak berdaya, "Menyedihkan sekali!! Kau yang merupakan iblis kelas tertinggi ternyata dapat dikalahkan juga!!"
"Berhenti mengejekku!!! Jika kau bertarung maka ku yakin kau juga akan babak belur!!" Ucap Rafathar membela diri.
Lindouw yang kesal membekap mulut rekannya dengan telapak kakinya, "Aku tak akan kalah apa lagi dengan mereka para bocah!!! Camkan itu..." Ucapnya dengan sorot mata tajam.
Rafathar sangat jengkel pada sikap rekannya itu akan tetapi ia yang tak berdaya hanya bisa diam dan menatap tajam pada rekannya itu.
'Sang Raja Iblis Kematian' beralih menatap mereka bertiga dan hal itu membuat mereka bertiga sangat waspada, "Ku ucapkan selamat padamu, Kosuke Arashi 'si pengacau' karena kau telah berhasil mengalahkan salah satu dari 3 iblis tertinggi..."
"Kau hebat..."
"Berhenti basa-basi!!! Sebenarnya apa tujuanmu, sialan!!!!" Teriak Arashi yang geram dan meski lemah ia berusaha berdiri tegak.
Lindouw tersenyum menyeringai, "Kau cukup istirahat dulu dan sebagai hadiah telah mengalahkan salah satu dari 3 iblis tertinggi maka jangan khawatir!! Aku tak akan bertarung dengan kalian..."
"Ya, jujur saja aku disini untuk memberikan sebuah undangan pada kalian yang dimana undangan tersebut berisikan tantangan perang...!!!!"
"Perang terbesar abad ini...!!"
Ryusuke menatap tajam, "Apa maksudmu?"
"Bukankah sudah jelas bahwa jika kita bertarung kalian pasti akan kalah karena kalah jumlah dan juga kalah tanding..."
Ketiganya terdiam dan tau betul bahwa jika terjadi pertarungan maka mereka akan kalah.
Alasannya jelas bahwa iblis kelas tertinggi terlalu kuat dan juga Arashi yang telah melemah tak mungkin lagi bertarung.
"Hahahaha...!!" Lindouw tertawa lepas, "Aku akan membiarkan kalian bertiga hidup!!!"
"Aku tak butuh rasa kasihan darimu!!!" Ucap Ryusuke dengan sorot mata tajam.
"Sayang sekali tapi kalian harus tetap hidup lalu bertarung dengan kami lagi..."
__ADS_1
"Sang iblis terkuat yaitu 'si akhir' sedang menyusun panggung perang terbesar dan ia ingin tau apakah kalian bisa menari dengan indah dipanggung itu..."
"17 raja iblis, Pasukan Tatsumi Kidou dan 7 Ksatria Terkutuk melawan kalian..."
"Akupun juga ingin tau apakah kalian dapat bertahan nanti?"
Arashi dan Ryusuke menjadi sangat geram dan merasa diremehkan.
"Kau akan menyesal!! Bila perang besar tiba maka aku akan menghabisi kalian semua!!" Ucap Ryusuke dengan sorot mata tajam.
"Aku tak peduli siapa lawanku nanti akan tetapi ku pastikan kalian semu kalah..." ucap Arashi dengan sorot mata tajam juga.
"Hahahaha...!! Ya, aku sangat menunggu kalian dalam perang nanti..." ucap Lindouw
Rafathar yang tak berdaya ditanah berkata, "Pertemuan kita yang selanjutnya akan ku pastikan kau mati, 'si pengacau'...!!"
"Zink!! Kedua iblis kelas tertinggi itu beserta dengan 7 pelayan Lindouw kemudian menghilang dengan kemampuan teleport.
Ya, disana masih berdiri Yami/Yemi dan ia nampak berbeda karena kulitnya terlihat pucat dan sorot matanya merah.
Dengan instingnya yang tajam Arashi bertanya, "Aku merasakan energi milikmu berubah menjadi energi iblis yang penuh dengan darah dan terasa sangat gelap, jadi apa yang terjadi padamu, Yami/Yemi?"
Yami ataupun Yemi tak menjawab.
"Apa kita sekarang bermusuhan?" Tanya Yui yang tak bisa menerima kenyataan yang ada.
"Zink!!" Lalu ia menghilang tanpa memberikan jawaban pasti.
Tempat yang semula hutan belantara yang sangat lebat ditumbuhi oleh pepohonan kini berubah menjadi tanah lapang dengan puing-puing kehancuran yang berserakan disegala tempat.
Ketiganya terdiam membisu setelah musuh mereka pergi, Arashi yang telah berjuang sekuat tenaga bahkan untuk berdiri tegak pada akhirnya menjatuhkan diri ke pangkuan rekan wanitanya.
"Hah... aku sangat lelah!!" Gerutunya setelah melakukan pertarungan panjang melawan 'raja iblis pelahap'
Yui kembali meningkatkan energi dan mengembangkan sepasang sayap api dipunggungnya yang secara perlahan bagaikan memundurkan waktu menyembuhkan Arashi.
Gadis itupun berkata pelan pada Arashi yang tiduran dipangkuannya, "Hey, Arashi!!"
"Apa??" Jawab Arashi dengan memejamkan mata.
"Bila nanti terjadi perang besar, apakah kita bisa menang?" Tanya Yui dengan agak ragu.
"Entahlah..." jawab Arashi yang tak bisa menjamin kepastian, "Melawan satu iblis kelas tertinggi saja nyaris membuatku kehilangan nyawa..."
"Tapi kan kau menang..."
"Kemenanganku itu bergantung pada keberuntungan dan jika melawan 3 raja iblis tertinggi aku ragu apakah keberuntunganku masih ada atau tidak..." ucap Arashi yang kurang percaya diri.
__ADS_1
"Jadi menurutmu kita akan kalah?"
"Tidak..." sahut Ryusuke yang berjalan ke arah keduanya, "Kita Red Eagle berisikan petarung muda yang bersemangat dan tentu saja keras kepala..."
"Musuh memang kuat akan tetapi kita tak akan kalah dan ku yakin itu!! Dengan segala cara meski musuh memiliki kekuatan yang mampu merubah dunia sekalipun kita tak akan menyerah melawan mereka..." ucap Ryusuke dengan tegas.
Kata-kata itu membuat Yui yang semula ragu menjadi bersemangat lagi, "Kau benar!!!! Kita pasti akan menang dan kita akan merebut tempat tinggal kita kembali..."
"Hadeh..." Arashi yang telah mendapatkan kembali sedikit staminanya perlahan berusaha bangkit lagi, "Jadi sekarang kau punya rencana apa?"
Ryusuke terdiam lalu ia menjawab dengan pasti, "Aku telah kehilangan dua senjataku di Aera jadi aku berencana mencari yang baru..."
"Aku ingin mampir di Lembah Penempa Pedang..."
Yui menjadi sangat ceria, "Benar sekali!! Tempat itu tak jauh dari sini dan disana kau bisa menemukan senjata yang cocok untukmu, Arashi..."
"Hah?" Arashi memasang wajah tak peduli, "Maaf, aku sama sekali tak bisa menggunakan pedang dan yang bisa ku gunakan hanya pisau dapur..."
"Disana kau akan mememukan senjata yang cocok untukmu..." ucap Yui lagi.
"Apa kau tak dengar yang ku katakan barusan?"
Ryusuke memperjelas, "Lembah Penempa Pedang adalah tempat yang spesial Arashi..."
"Spesial?" Arashi tak mengerti.
"Di Lembah Penempa Pedang, kita bisa menciptakan pedang dengan energi kita sendiri jadi meski kau tak bisa menggunakan pedang ku yakin kau akan menemukan senjata yang cocok untukmu..." jelas Ryusuke.
Arashi yang belum pernah ke tempat itu tak percaya akan apa yang dikatakan rekannya, "Hah... aku ikut saja dengan kalian deh..."
Yui dan Ryusuke tersenyum dan senang, "Kalau begitu mari kita pergi ke Lembah Penempa Pedang..." ucap Ryusuke.
Ya, dalam rangka mendapatkan kekuatan tambahan untuk menghadapi perang Arashi, Ryusuke dan Yui bergerak menuju Lembah Penempa Pedan.
Akan jadi seperti apakah petualangan mereka bertiga nanti?
Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1048 : Pedangku!!
******
Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini
Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.
Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi
Trima kasih atas perhatiannya.
__ADS_1
*****