
Arashi tanpa pikir panjang memukul 'penyihir hutan' yang merupakan pencipta Pohon Abad hingga terhempas jauh membentur batang Pohon Abad.
"...!!!!" Semuanya terkejut melihatnya kecuali 'si jenius' Senju Rain yang masih bersikap biasa.
Para siluman yang semula bersujud penuh rasa tunduk kini bangkit dan segera mengepung tiga anggota Red Eagle itu. Kini para siluman tersebut menganggap Arashi sebagai ancaman karena berani menyerang 'penyihir hutan'
Misaki berteriak penuh amarah, "Brengsek!! Kunyuk!! Sialan!! Apa yang kau lakukan!! Kenapa tiba-tiba kau menyerangnya, kampret!!"
Arashi tak mendengarkan teriakan rekannya itu dan Senju Rain menepuk pundak Misaki dari belakang lalu berkata, "Biarkan dia melakukan apa yang ia inginkan!!"
"Eehh?? Kenapa??" Misaki terkejut dengan respon Senju Rain.
"Apa beberapa hal yang ingin ku pastikan..." jelas Senju Rain.
Lalu 'penyihir hutan' itupun kembali berdiri tegak dan terlihat baik-baik saja, "Kalian para siluman menjauh saja karena ini urusanku dengan 'si pengacau'..."
"Ya, kami mengerti..." jawab pemimpin pulau itu yang merupakan siluman tikus tua, ia dan para siluman akhirnya mundur.
Kini Arashi berhadapan secara langsung dengan 'penyihir hutan'
"Jadi apa alasanmu menantangku, 'si pengacau'?"
"Hahahaha... Alasanku singkat, jika kau tak mampu mengalahkan 'si akhir' maka aku harus mengalahkanmu dahulu sebelum nantinya berhadapan dengan 'si akhir' itu..." jelas Arashi dengan tersenyum lebar.
'penyihir hutan' itupun juga tersenyum menyeringai, "Alasan yang konyol akan tetapi aku menyukai alasanmu itu!! Ya, akupun juga ingin tau seberapa kuat bocah yang mampu membuat keributan sampai-sampai Kekaisaran Dewa runtuh..."
Arashi menyeringai dan iapun melesat maju bagaikan angin yang berhembus lalu tanpa ragu memukul dari arah depan, "Jbbuuak...!!!"
'Penyihir Hutan' menahan dengan menyilangkan kedua tangannya tanpa bergerak dari tempatnya berpijak, "Lemah sekali..."
"Aku baru saja mulai tau...!!!" Teriak Arashi dengan meningkatkan energi dan energi itu terfokus pada kepalan tangannya.
Mendadak kepalan tangannya itu terbakar dan membuat 'penyihir hutan' yang menahannya terlempar kebelakang, "Lumayan juga..." ia yang terlempar segera berdiri tegak.
Arashi bergerak cepat iapun sudah berada disamping kiri lawan, "Sudah ku bilang aku baru saja mulai...!!!"
"Jbbllast...!!!" Arashi memukul kepala 'penyihir hutan' dari arah samping dan berdampak luar biasa.
'Penyihir Hutan' itupun terlempar jauh menembus pepohonan dan berakhir dengan jatuh ke laut.
Hal itupun membuat para siluman dan Misaki terkejut karena Arashi mampu mendesak Sang Penyihir Agung.
__ADS_1
Arashi segera mengembangkan sayap apinya dan terbang mengejar lawannya, iapun tau bahwa pukulannya itu belum cukup untuk mengalahkan 'penyihir hutan'
Ia yang melayang diudara menatap ke laut yang merupakan tempat jatuhnya 'penyihir hutan' dengan penuh kewaspadaan, "Jangan main-main denganku!! Keluarlah sekarang aku tau kau tak akan tumbang dengan mudah...!!!"
Mendadak tekanan energi yang luar biasa kuat terasa dari dalam lautan yang tenang itu.
Arashi yang memiliki insting tajam tentu saja dapat merasakannya dan iapun terlihat serius, "Aku harus berhati-hati..." pikirnya dalam hati.
Ya, secara mendadak akar-akar pohon berukuran raksasa melesat tinggi ke angkasa dari air laut.
"...!!!!" Arashi terkejut akan tetapi dengan instingnya yang tajam iapun terbang meliuk-liuk diudara sehingga mampu menghindari serangan hebat itu, "Yang benar saja!!! Dia mampu menciptakan sebuah teknik yang benar-benar gila..." pikir Arashi sambil menghindar.
Arashi mengepakan sayap apinya lebih cepat akan tetapi akar-akaran terus saja mengejarnya dibelakang, "Cih...!!" Ia yang jengkel kemudian melesat ke angkasa dan langsung menarik nafas panjang.
"AUMAN NAGA API...!!!"
"WUUSS...!!"
"DHUUAARR...!!" Arashi membakar habis akar yang mengejarnya sampai-sampai tercipta ledakan besar.
*
"Pantas saja kami tak mampu menang melawannya!! Dia benar-benar kuat..." pikir Morgan, siluman kera yang semula bertarung dengan Arashi.
Misaki nampak khawatir dan berkata, "Apa tak masalah membiarkan keduanya bertarung?"
"Tenang saja, aku akan kesana ikut campur dan menghentikan pertarungan keduanya jika keadaan sudah mendesak..." jelas Senju Rain.
*
Kembali ke pertarungan dimana kobaran api ledakan perlahan menghilang.
Ya, Arashi terlihat melayang diudara dengan kobaran sayap api dipunggungnya sementara itu 'penyihir hutan' berada diatas sebuah pohon kecil yang tumbuh diatas laut.
"Instingmu benar-benar tajam 'si pengacau' akan tetapi hal itu tak cukup untuk mengalahkanku..."
Arashi menjadi kesal dan langsung saja meledakan kobaran api diseluruh tubuhnya, "DHUUAARR...!!" setelah ledakan menghilang ia muncul dengan sayap asli, sisik-sisik merah diseluruh tubuh dan cakar.
"Mode : Dragon"
Arashi menatap tajam ke bawah, "Aku baru saja mulai jadi jangan terlalu cepat menilai kemampuanku..." iapun melesat dengan cepat ke bawah dan langsung saja mengepalkan tangan.
__ADS_1
'penyihir hutan' menatap tajam dan iapun segera menciptakan sebuah dinding dari akar pohon yang muncul dari laut.
"Percuma saja!!" Teriak Arashi yang tanpa ragu memukul dinding akar itu.
"Jbbllast...!!!" Pukulan tersebut sangatlah kuat yang sampai menghancurkan tempat berpijak 'penyihir hutan' dan membuat air terangkat ke angkasa.
'penyihir hutan' itupun terkejut dan sekarang berdiri mengambang dipermukaan air, "Kuat..." ia sekarang sangat waspada dan sama sekali tak meremehkan Arashi.
"Sllash...!!!" Arashi yang mengetahui serangannya belum berhasil langsung saja terbang melesat ke lawan.
'penyihir hutan' mulai meningkatkan energi dan bergumam dalam hati, "Mulai sekarang akan ku perkeras tubuhku..." iapun berubah warna menjadi hitam pekat.
Arashi dengan instingnya yang tajam mampu merasakan peningkatan energi dari lawan akan tetapi ia tak peduli. Sambil terbang melesat Arashi mengumpulkan energi api pada kepalan tangannya dan memukul sekuat tenaga.
'Penyihir Hutan' menahan dengan menyilangkan dua tangan akan tetapi Arashi melemparkan energi yang telah ia kumpulkan sekaligus saat ditahan oleh lawan, "Jbbllast...!!"
Pukulan tersebut benar-benar mematikan karena berhasil menghancurkan tubuh bagian atas lawan.
"Apa itu tadi?" Pikir 'penyihir hutan' yang tubuhnya menjadi dua bagian.
Iapun segera meregenerasi tubuhnya dengan jaringan pohon sehingga tubuhnya dapat tersambung lagi.
"Regenerasi yang luar biasa dan tak heran kau menjadi seorang legenda..." ucap Arashi dengan tersenyum menyeringai, iapun kembali melesat ke arah lawan.
'Penyihir Hutan' sekarang sangat berhati-hati dan menjaga jarak dari Arashi, iapun meletakan kedua telapak tangan pada permukaan air, "Tsunami...!!!" Mendadak air laut terangkat tinggi ke udara membentuk sebuah gelombang.
"...!!!!" Arashi terkejut dan iapun berhenti sejenak untuk menarik nafas panjang, "AUMAN NAGA API...!!!"
"WUUSS...!!"
"DHUUAARR...!!"
Kobaran api yang sangat besar beradu dengan gelombang Tsunami dan berakhir dengan kalahnya serangan Arashi.
Arashi tersapu gelombang itu dan terbawa entah kemana.
Meskipun begitu 'penyihir hutan' tetap waspada, "Dia memang bocah akan tetapi aku tak boleh meremehkannya..."
"Kekuatannya itu selevel dengan 'raja iblis'..."
Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 917 : Pohon II
__ADS_1