
Torano yang sebelumnya terlempar jauh akhirnya muncul kembali dengan kemampuan teleport, "Zink!!" Ia berdiri tegak disamping kedua rekannya dan ketiganya lalu menatap ke arah kepulan asap penuh dengan kewaspadaan.
"Aku harus lebih hati-hati lagi..." gumam Torano yang sebelumnya terkena serangan telak lawan dan terlempar, ia menggenggam erat pedang angin dan pedang kegelapan yang ada dikedua tangannya, ia juga menggunakan api putih yang berasal dari jubah putih dipunggungnya.
Kepulan asap belum menghilang akan tetapi 'si akhir' segera melesat keluar dari sana dengan sekali lompatan, "Hahahahaha..."
"Enyahlah..." Daisuke mengarahkan jari telunjuknya ke depan lalu menembakan kilatan petir.
'Si akhir' dapat dengan mudah menghindari serangan itu dan terus bergerak maju, "HIIAA...!!" Iapun memfokuskan energi pada satu titik yaitu kepalan tangan kanannya.
Kepalan tangan kanannya itupun berbalutkan api dan ia lalu memukul sekuat tenaga sambil melemparkan semua energi yang terkumpul sekaligus, "Jbbllast!!" Ryusuke memblokade serangan itu dengan tubuhnya, ia memperkuat pijakan kedua kakinya lalu membiarkan tinju 'si akhir' mengenai perutnya.
"Luar biasa sekali!!! Biasanya tinjuku mampu melubangi dinding baja..." ia malah tersenyum menyeringai memuji betapa kuatnya Perisai Harapan yang melekat pada tubuh Ryusuke.
Ryusuke tak menjawab, iapun langsung saja menebasan pedangnya, "Sllash!!" Lengan 'si akhir' yang digunakan untuk memukulnya langsung terpotong dan hal itu membuat si iblis menjaga jarak.
Tetapi Daisuke telah berada dibelakang punggungnya dan meletakan dua telapak tangannya pada punggung 'si akhir', "...!!" 'Si akhir' terkejut.
"DHHUUAARR...!!!" Iapun terkena ledakan petir secara langsung tanpa dapat menghindar.
"Apa kita telah berhasil?" Tanya Torano.
"Biasanya serangan seperti itu dapat mengakhiri nyawa 'raja iblis' akan tetapi lawan kita lebih kuat dari pada 'raja iblis' itu sendiri jadi ku yakin serangan itu tak mempan padanya..." jawan Ryusuke.
Kepulan asap belum menghilang dan Daisuke berniat menjaga jarak dengan melompat ke belakang akan tetapi sebelum sempat ia melakukan hal itu terlebih dahulu 'si akhir' mencengkram wajah Daisuke.
"Khehehe..." 'si akhir' tersenyum menyeringai.
"Apa!!!" Daisuke merasakan sesuatu yang buruk.
'Si akhir' memusatkan seluruh energinya pada cengkraman tangannya, "DHUUAARR...!!!" wajah Daisuke terkena ledakan secara langsung dan iapun berakhir pingsan.
"Dasar payah..." 'si akhir' melempar tubuh Daisuke
Tubuh Daisuke melayang diudara lalu mendadak meledakan kilatan-kilatatan petir sebelum jatuh ke tanah.
'Si akhir' tersenyum menyeringai lalu memuji, "Boleh juga..."
"Tubuhku memang tak sadarkan diri akan tetapi jiwa dan semangat ku tetap sadar sehingga energiku membuat aku tersadar kembali..." ucap Daisuke yang kening kepalanya berdarah.
"Hahahaha..." 'si akhir' tertawa lepas, "Jleebb...!!" Ia lengah sehingga mendadak Torano muncul dibelakangnya dengan kemampuan teleport dan langsung menusuk.
__ADS_1
"Sialan!!" Ucap 'si akhir' yang secara perlahan menoleh ke belakang.
"Jantungmu telah hancur dan sekarang tinggal memenggal kepalamu..." ucap Torano dengan sorot mata tajam.
Bagaikan hembusan angin, Ryusuke muncul tepat dihadapan sang iblis dan langsung saja mengayunkan pedangnya, "Sllash!!"
"Cruat...!!" Kepala 'si akhir' jatuh dari tempatnya dan hal itu membuat darah menyembur lewat leher bagaikan air mancur.
"Tap... tap..." ketiga petarung Red Eagle itupun berkumpul.
"Apa kita berhasil?" Tanya Torano.
Daisuke memperhatikan tubuh 'si akhir' yang tak bergerak ataupun beregenerasi, "Entahlah, sepertinya kita berhasil membunuhnya..."
"Aku merasa ada yang aneh..." ucap Ryusuke, "Ini terlalu mudah..."
Tubuh itupun mendadak dan berdiri tegak lalu 'si akhir' mengambil kembali kepalanya yang terpotong dan memasangnya kembali, "Hahahahaha...!! Sakit sekali!!" Ia tertawa lepas lalu tersenyum lebar.
Daisuke dengan sorot mata tajam bertanya, "Padahal kami telah memenggal kepala dan menghancurkan jantungmu akan tetapi mengapa kau masih hidup juga?"
"Itu karena kutukan yang ada pada diriku!! Kutukan tersebut membuatku dibenci oleh kematian..." jelas 'si akhir' dengan sombongnya.
'Si akhir' tersenyum lebar dan berkata dengan sombongnya, "Pedang pembelah benua dan dibenci kematian adalah beberapa kemampuan yang menjadikan diriku sebagai iblis terkuat..."
"Tetapi akan ku tunjukan pada kalian salah satu kemampuan milikku yang paling ku suka..." ia mengiris jari telunjuknya dengan pedang Excalibur lalu darahpun menetes hingga 3 tetes.
Tiga tetes darah itu jatuh ditiga tempat yang berbeda lalu beregenerasi dengan sangat cepat membentuk tiga bentuk yang berbeda.
Yang pertama berbentuk manusia yang memiliki sepasang sayap dipunggungnya dan kepala elang, Ikarus
Yang kedua berbentuk badak tricerator yang berdiri dengan dua kaki serta memiliki dua gada berduri dipunggungnya.
Lalu yang ketiga berbentuk menjadi ular naga seperti naga cina.
Baik Torano, Daisuke maupun Ryusuke menjadi sangat waspada melihat 3 makluk tersebut, merekapun sadar bahwa 'si akhir' tengah menunjukan sebuah kemampuan yang sangat merepotkan.
"Mereka adalah Ark milikku..." jelas 'si akhir' dengan tersenyum menyeringai penuh rasa bangga.
Daisuke menatap tajam, "Bukankah Ark senjata dewa yang hidup sangat langka tapi bagaimana kau yang merupakan seorang iblis bisa memilikinya?"
"Hahahaha...!! Tentu saja aku membunuh dewa pemilik Ark sebelumnya lalu merebutnya..."
__ADS_1
"Ark pertama yang berbentuk Ikarus memiliki kemampuan Dewa Surga..."
"Lalu Ark yang berbentuk tricerator memiliki kemampuan Dewa Bencana..."
"Dan terakhir, Ark yang berbentuk naga memiliki kemapuan Dewa Langit..."
"Ya, ketiganya merupakan Ark terkuat..." jelas 'si akhir'
Ketiganya waspada.
"Baiklah, dari pada banyak menjelaskannya lebih baik kalian coba langsung kemampuan dari ketiga Ark milikku..." ucap 'si akhir' dan ketiga Ark tersebut meningkatkan energi.
"HIIAA...!!!!" Ark tricerator melapisi kepalan tangan kanan dengan lava pijar dan memukul dari kejauhan, "Jbbllast!!!" Bola magma yang bagaikan meteor melesat ke arah ketiganya.
"Omong kosong!!" Ryusuke maju, iapun menggenggam erat sebilah pedangnya lalu menebas bola magma itu, "Sllash!!" Bola magma itupun terpotong jadi dua bagian akan tetapi setelah terpotong mendadak Ark yang berbentuk naga melesat lalu meraung tepat dihadapan Ryusuke.
"WOOAARRGG...!!!!" Ryusuke dan kedua memperkuat pijakan kedua kakinya akan tetapi mereka tak mampu bertahan karena raungan Ark naga memiliki gaya pendorong kuat seperti kemampuan Dewa Langit.
Ketiganya terdorong jauh hingga menabrak tiga bangunan yang berbeda.
Setelahnya Ark yang berbentuk Ikarus terbang melesat ke udara dan mengepakan sayap-sayapnya sehingga bulu-bulu putih berterbangan.
Disalah satu tempat, "Sialan!!" Torano perlahan bangkit kembali akan tetapi ia terkejut begitu melihat bulu-bulu berterbangan disekitarnya, "Apa ini?" Iapun bertanya-tanya tetapi mendadak bulu-bulu itu bersinar terang.
"DHUUAARR...!! DHUUAARR...!!" bulu-bulu itupun meledak.
*
'Si akhir' yang melihat ledakan-ledakan diberbagai tempat malah tersenyum menyeringai, "Ini menyenangkan sekali!!!" Iapun merasa senang.
"Tap... tap... tap..." mendadak terdengar suara langkah kaki cepat ke arah sang iblis.
"Oh, jadi kau?" Ucap 'si akhir'
"Hentikan semua ini atau sesuatu yang buruk sebentar lagi akan terjadi...!!!!"
"Meski kau bisa melihat masa depan tapi ucapanmu itu tak membuatku takut jadi berhentilah menakut-nakutiku..." ucap 'si akhir' dengan sorot mata tajam.
Kaoru muncul akan tetapi kata-katanya diabaikan oleh 'si akhir'
Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1136 : Kegelapan Raja Pedang
__ADS_1