
Disuatu tempat yang segalanya serba putih Arashi bertemu kembali dengan Ksatria Emas Legendaris.
"Yap, pada akhirnya kau kembali lagi ke tempat ini..." ucap Ksatria Emas yang merupakan penjaga tempat antara hidup dan mati.
"Kenapa tak bilang padaku bahwa kekuatan yang kau berikan bisa membuatku mati?" Protes Arashi dengan rasa agak kesal.
Sang Ksatria Emas tersenyum tipis, "Bukankah kau sudah tau resikonya setelah menyaksikan sendiri kematian pelayanku Asamaru..."
"Benar juga sih..." ucap Arashi dengan tertunduk, "Ayahku mati karena menggunakan kekuatanmu..."
"Hey, jangan terlihat sedih begitu!! Akupun tau kau akan tetap menggunakan kekuatanku meski sudah mengetahui resikonya untuk menghentikan sang iblis..."
"Hmm..." Arashi mendadak duduk bersila lalu berfikir sejenak, "Aku tak merasa sudah mengalahkan iblis itu? Hmm... jadi apa aku benar-benar telah menang?"
Sang Ksatria Emas tersenyum tipis, "Kau menang dan iblis itu membuat keputusan yang tepat..."
Arashi agak bingung, "Apa maksudmu?"
"Semakin sedikit yang kau ketahui semakin baik..." Ksatri Emas enggan menjelaskan, ia mengangkat tangan kanan ke atas lalu menjentikan jarinya, "Sekarang sudah waktunya bagimu untuk pergi ke akhirat..."
"Tek..." sekejap setelah Ksatria Emas menjentikan jarinya mendadak saja tercipta sebuah gerbang putih besar dibelakang punggungnya.
"Hah..." Arashi secara perlahan berdiri kembali, "Aku sudah banyak sekali menjalani petualangan dan pertarungan..."
"Yap, mungkin sudah waktunya bagiku untuk mengakhiri semuanya..." ucap Arashi yang sekejap saja teringat pada semua hal menyenangkan, susah payah dan kesedihan yang selama ini ia alami bersama-sama dengan teman-temannya.
Iapun melangkahkan kaki berjalan mendekati gerbang tersebut, Arashi sejenak berbalik dan bertanya, "Hey, Ksatri Emas!!"
"Apa?"
"Apakah teman-temanku akan bersedih bila aku mati?"
__ADS_1
"Mana ku tau!! Itu teman-temanmu bukan teman-temanku!! Lagipula itu bukan urusanku jadi cepat pergi sana..." ucap Ksatria Emas.
Arashi agak kesal, "Menyebalkan..." iapun berjalan menuju gerbang akhirat.
Secara perlahan gerbang akhirat terbuka dan nampaklah seorang gadis kecil berdiri ditengah-tengah gerbang itu, ia terlihat sedang menunggu Arashi.
Gadis berambut biru itupun tersenyum, "Aku sudah menunggumu sangat lama sekali..."
"Maaf, karena sudah membuatmu menunggu lama dan sekarang aku kembali, Aoi..." ucap Arashi dengan tersenyum lebar.
Gadis kecil itu adalah teman masa kecil Arashi yang sudah lama mati.
Aoi mengulurkan tangan kanannya lalu secara perlahan dengan senyuman diwajahnya, Arashi mengangkat tangan kanannya akan tetapi ketika tangan kanan Arashi hampir saja menjabat seseorang muncul, "Tap..."
Arashi menurunkan tangan kanannya dan menoleh ke belakang, "Apa kau akan pergi?" Ucapnya dan ia tak lain adalah Kosuke Yui.
Arashi agak kesal, "Hey, ayolah Yui!! Biarkan aku pergi ke akhirat..."
"Akan tetapi... akan tetapi... akan tetapi..." Yui menutup wajahnya lalu secara perlahan meneteskan air mata deras, "Akan tetapi kami akan bersedih..."
"Setidaknya rayakan kemenangan kita..."
"Hah..." Arashi menghela nafas panjang lalu berkata, "Bisakah kau menunggu sedikit lebih lama lagi, Aoi?"
Aoi tersenyum, "Lagi-lagi kau membuatku menunggu..."
"Yah, tentu saja aku akan lebih marah padamu bila kau membuat rekan-rekanmu bersedih..."
Arashi tersenyum menyeringai lalu berjalan ke sisi Yui, "Sampai jumpa lain waktu, Aoi..."
"Ya..." jawab Aoi dan secara perlahan pintu gerbang akhirat tertutup kembali.
__ADS_1
Arashi bertanya pada Ksatria Emas, "Jadi bolehkah aku hidup lagi?"
Ksatria Emas agak kesal, "Sialan, Kosuke Arashi!! Kau benar-benar disukai oleh kematian..."
Arashi tersenyum menyeringai, "Ya, memang begitulah diriku!! Aku akan hidup dan mati sampai berulang kali..." ucapnya mengejek Ksatria Emas yang merupakan penjaga tempat antara hidup dan mati.
Arashi berdiri tepat dihadapan Yui lalu berkata, "Meski merepotkan akan tetapi kalian adalah tempat aku kembali jadi mari pulang..." ucapnya dengan memegangi tangan kanan Yui.
Yui mengusap air matanya lalu secara perlahan tersenyum, "Emm... mari pulang!!"
"Ya..." jawab Arashi.
Didunia nyata secara perlahan Arashi membuka matanya dan ia melihat semua rekan-rekannya mengelilinginya lalu keempat anak asuhnya memeluk erat dirinya sambil menangis terisak, "Papa!!"
"Jangan tinggalkan kami!!
"Kami tak bisa hidup tanpamu!!"
"Ya, kurasa aku akan hidup!! Hidup yang damai bersama dengan kalian..." gumam Arashi dalam hati saat mengetahui semua orang khawatir padanya.
*****
Pertarungan melawan sang iblis terkuat telah berakhir akan tetapi sebuah masalah yang lain segera datang.
Ya, ditempat yang jauh pasukan aliansi tiga kerajaan sedang bergerak.
"Kita hampir sampai ke medan pertarungan jadi persiapkan diri kalian!!" Teriak Raja Avalon yang merupakan penglima perang pada para seluruh pasukannya.
"Ya...!!!!!" Jawab seluruh pasukan serentak.
Satu masalah telah selesai dan datang lagi satu masalah yang lainnya.
__ADS_1
Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1218 : Mereka Yang Tidak Diharapkan