
"Eeeehhh...!!??" Arashi maupun Misaki terkejut mendengar penjelasan dari 'sang siluman elang putih' bahwa temannya merupakan seorang pewaris dari Pohon Abad.
"Apa maksudmu?" Tanya Misaki.
"Maksudku teman kalian yaitu Tuan Senju Rain kelak dikemudian hari mungkin bisa membuat Pohon Abad kedua. Ya, akupun tak tau secara pasti dan itupun hanya pendapat dari pemimpin siluman yang ada disini..."
Misaki masih bingung dan sama sekali tak mengerti akan tetapi Arashi mencoba memahami apa yang dijelaskan dan menghubungkan kemampuan Rain yang berhubungan dengan pohon, "Hmm... ku rasa aku paham!!"
"Apanya yang kau pahami?"
"Kau tak perlu tau!! Otakmu gak akan nyampai, wanita bodoh!!"
Misaki menjadi kesal dan ia yang berada diatas punggung langsung saja memukul kepala Arashi, "Tyeng!!"
Kepala Arashi benjol dan iapun menjadi sedikit goyah, "Apa sih maumu? Kau ingin kita jatuh?" Bentak Arashi yang agak kesal.
"Bodoh ah!! Sekarang katakan padaku apa yang telah kau pahami!!"
"Cih..." ucap Arashi yang sebenarnya malas menjelaskan, "Jujur saja aku terkejut dengan apa yang dikatakannya akan tetapi dengan mempertimbangkan kekuatan Rain yaitu memanipulasi pohon maka hal itu jadi tak mustahil..."
"Dan jika perkiraanku benar maka orang yang akan kita temui nanti dan orang itu mengetahui pergerakan ras iblis adalah pengguna sihir sama seperti Rain, sang pencipta Pohon Abad itu sendiri..."
Misaki terdiam dan mencoba memahami apa yang dikatakan rekannya itu, "Kalau yang kau katakan benar maka kekuatan Rain itu hebat banget..."
"Ya, akupun menolak untuk mempercayainya..."
"Tapi bukankah pohon abad umurnya sudah sangat lama yang artinya penyihirnya pasti juga berumur tua banget itupun kalau dia masih hidup..."
"Cih, jangan terus menerus bertanya padaku karena akupun juga tak tau!! Aku juga penasaran tapi aku menahan diriku dan yang jelas kita pastikan saja nanti..." ucap Arashi yang merasa terbebani dengan pertanyaan yang tak bisa dijawabnya.
"Khihihi..." sementara itu Misaki hanya tertawa.
'Sang siluman elang putih' berkata, "Kita akan segera sampai jadi persiapkan diri kalian!!"
"Ya..." jawab Arashi.
Mereka perlahan mulai mendekat ke pusat pulau. Diluar dugaan pusat pulau sangatlah ramai dengan perkampungan para siluman dari berbagai jenis.
__ADS_1
Para siluman itu mendongak ke atas dan sepertinya cukup terkejut saat melihat Arashi dan Misaki.
Ya, secara perlahan ketiganya mendaratkan kaki dipermukaan pulau.
"Hey, kenapa para penduduk menatap kami seolah-olah kami adalah bahaya? Aku merasa mereka takut pada kami?" Tanya Misaki.
"Itu karena kalian manusia dan sangat jarang sekali manusia datang ke tempat ini!! Masamune Kanzaki berserta rekan-rekannya adalah salah satu kelompok petualang yang mampu mencapai tempat ini..." jelas 'sang siluman elang putih', "Manusia itu serakah jadi sangat jarang ada yang diperbolehkan mendekati pulau utama..."
"Dan jika kalian tadi tak terbang dengan kawalanku dapat dipastikan kalian akan mendapatkan serangan udara..."
Misaki dan Arashi hanya bisa terdiam mendengar pernyataan itu. Keduanya tak mampu menyangkal kenyataan bahwa sifat dasar manusia adalah serakah dan egois.
'Sang siluman elang putih' berkata lagi, "Yah, selama menunggu Tuan Senju Rain sampai ditempat ini kalian bisa menghabiskan waktu untuk bersenang-senang"
"Benarkah?" Ucap Misaki senang.
"Ya, kalian adalah tamu besar kami karena merupakan teman Tuan Senju Rain..."
"Cih, tapi bagaimana bisa kami bersenang-senang kalau ku lihat saja sorot mata penduduk tempat ini membenci kami?" Ucap Arashi.
"Hah... itu benar juga" siluman elang putih itupun menghela nafas panjang lalu berteriak, "Semuanya dengarkan aku!! Kedua orang ini adalah rekan dari Tuan Senju Rain jadi perlakukan mereka semestinya...!!!"
Ya, keduanya sampai dibuat kerepotan oleh mereka karena mereka ternyata sangat ramah.
'Sang siluman elang putih' hanya tersenyum menyeringai lalu berjalan meninggalkan Arashi dan Misaki, ia bergegas pergi menuju kediaman pemimpin Pulau Abad dan menyampaikan informasi tentang kedatangan Senju Rain.
Tak butuh waktu lama Arashi mampu membaur dengan anak-anak kecil yang ada disana dan terlihat ia sangat disukai oleh anak-anak.
Lalu dilain sisi impian Misaki menjadi populer benar-benar terwujud, iapun dikelilingi oleh para lelaki yang mengaguminya dipulau itu.
*
Waktupun terus berjalan dan Arashi maupun Misaki sangat menikmati waktu yang dihabiskan dipulau utama itu.
Lalu rombongan Senju Rain berlabuh ke pulau utama dan iapun segera bergegas menuju perkampungan siluman itu.
Kemunculan Senju Rain itu sekali lagi membuat kehebohan karena semua siluman yang ada disana mendadak bersujud dihadapannya.
__ADS_1
"Jadi kau sudah sampai, Rain?" Tanya Misaki.
"Ya, dan apakah kalian menikmati tempat ini?"
"Tentu saja!! Tempat ini menyenangkan akan tetapi terlalu dipuja seperti ini membuatku tak nyaman..." ucap Arashi.
Senju Rain mengerti akan apa yang dimaksud Arashi dan iapun memberikan perintah, "Semuanya, angkat kepala kalian!!"
Secara perlahan para penduduk mengangkat kepala mereka dan hal itu membuat Arashi maupun Misaki bertanya-tanya karena tak mengerti alasan mengapa Senju Rain sangat dihormati.
Sang pemimpin tempat itu datang bersama dengan para siluman lain yang merupakan tetua pulau abad.
Pemimpin Pulau Abad merupakan siluman tikus, "Selamat datang dipulau abad Tuan Senju Rain dan rekan-rekannya!!"
"Ya, aku sangat menghargai penyambutanmu ini..." jawab Senju Rain.
Arashi melompat langsung ke hadapan pemimpin tempat itu, "Jadi kau pemimpin tempat ini, ya?"
"Benar sekali!!" Ucapnya dengan nada datar, "Dan aku sangat senang sekali bisa bertemu denganmu, Kosuke Arashi 'si pengacau'..."
Kata-kata pemimpin tempat itu membuat para siluman lain terkejut bahkan untuk Arashi sendiri, "Eeehh...!!?? Kau mengenalku?"
"Tentu saja!! Meskipun tempat ini jauh dari keramaian dan letaknya ditengah lautan akan tetapi kabar dari sepak terjangmu sampai ditempat ini..."
"Kau yang mengakhiri perang melawan siluman, membobol Arkstrem dan memicu perang melawan dewa adalah sebuah pencapaian yang luar biasa..."
"Hahahahaha... aku jadi malu!!" Ucap Arashi yang malah tertawa.
Senju Rain mendadak berubah menjadi serius, "Cukup basa-basinya!! Penyambutan ini memanglah meriah akan tetapi kami kemari untuk bertemu dengan dia yang mencapai level tertinggi...!!!!" Iapun menunjuk ke arah Pohon Abad.
"Keluarlah!! Kau adalah pencipta tempat ini dan tempat ini adalah tubuhmu lalu akupun tau bahwa kau telah mendengar semuanya..."
Secara mendadak pulau berguncang hebat dan membuat semuanya panik.
Arashi dan Senju Rain menjadi sangat serius karena merasakan energi kuat yang berasal dari Pohon Abad.
Ya, sebuah lubang perlahan muncul dipohon tersebut lalu seorang pria tua berjalan keluar dari lubang tersebut, "Kau sangat cerdas putraku!! Dan juga senang bertemu denganmu, Kosuke Arashi 'si pengacau'..."
__ADS_1
Penyihir yang memiliki level tertinggi telah menunjukan diri!!
Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 915 : Pendahulu