Kosuke Arashi 2

Kosuke Arashi 2
Chapter 1086 : Kemarahan Sang Kematian II


__ADS_3

Sebelum membaca karya ini author minta tolong untuk pada kalian untuk 'like' ataupun 'vote' agar meningkatkan ringking cerita ini.


Ya, selamat membaca karya ini dan author ucapkan terima kasih pada pembaca setia 'Kosuke Arashi'


Hanya itu pesan dari author sekian dan terima kasih.


Selamat membaca!!


*****


Ashura telah mendapatkan grimoire hitamnya kembali akan tetapi dipertarungan yang lain clon dari Torano malah menyarungkan dua pedangnya.


Lindouw bertanya, "Mengapa kau malah menyarungkan kedua senjatamu? Kau tak mungkin menyerah, 'kan?"


"Tentu saja aku tak akan menyerah!!! Hanya saja aku akan menggunakan kekuatanku yang sebenarnya..." Torano melentangkan lengan kanan lalu dalam genggaman tangannya kegelapan pekat terfokus.


Kegelapan itupun memadat dan terciptalah sebuah pedang berserta dengan sarungnya, "Ini hanya tiruan tapi dalam hal kekuatan tak ada bedanya dengan yang asli..."


"Ini adalah salah satu senjata terkuat yaitu Raja Pedang..."


Lindouw menjadi sangat geram saat mengetahui Torano menggunakan kekuatan dari 'raja pedang', "Sialan!!! Kau juga bisa menggunakan senjata terkutuk itu rupanya!!!"


"Benar, tapi 'raja pedang' yang ini hanya sekedar tiruan akan tetapi dalam hal kekuatan tak berbeda dari yang aslinya..." ucap Torano yang kemudian menggenggam erat senjata terkuat itu dan kemudian mengacungkannya pada lawan, "Dan sekarang mari kita mulai pertarungan yang sesungguhnya!!"


Lindouw yang sangat geram berkata, "Sialan!!! Meski kau hanyalah tiruan tapi aku semakin tertarik padamu!!! Kemampuan meniru milik gadis itu sangat luar biasa!!"


"Aku juga akan menjadikan gadis itu sebagai pelayanku!!" Iapun meluapkan energi kegelapan dari pijakan kedua kakinya.


"Sayang sekali!! Tapi aku tak akan membiarkan Misaki jatuh ke tanganmu, iblis sialan!!!" Ucap Torano.


"Zink!!!!" Mendadak keduanya menghilang dengan kemampuan teleport dan muncul lagi diangkasa yang tinggi.


Keduanya saling menebaskan senjatanya, "Cthing!!!" Dua senjata mereka saling beradu dan energi kuat terpancar ke segala arah.


"Zink!!" Keduanya lalu melakukan teleport lagi dan muncul dipermukaan tanah.


"HIIAA...!!!" Mereka berdua sama-sama mengangkat senjata dan mengayunkan sekuat tenaga, "Sllash!!"


"Cthing!!" Senjata keduanya berbenturan dan kegelapan yang merupakan aura kematian menyebar ke segala arah.


Semua yang ada didekat merekapun hancur lebur menjadi debu lalu tempat berpijak keduanya berubah menjadi cekungan luas yang dalam.


"Bagaimana mungkin sebuah tiruan bisa sekuat ini? Apa ini nyata?"

__ADS_1


"Bila saja gadis itu memiliki energi tanpa batas maka sudah dipastikan ia akan jadi yang terkuat yang pernah ada..." gumam 'sang raja iblis kematian' dalam hati.


"Kau lengah!!" Torano melesatkan sebuah tendangan dari arah depan dan tepat mengenai perut lawan, "Jbbuuak!!" 'sang raja iblis kematian' terpental sangat jauh ke belakang.


"Zink!!" Dibelakang Torano muncul dengan kemampuan teleport dan iapun mengayunkan pedangnya sekuat tenaga, "Sllash!!"


"Cruat!!!" Darah 'sang raja iblis kematian' menyembur bagaikan air mancur. Iapun langsung menjaga jarak akan tetapi Torano berteleport lagi, "Zink!!"


"Kau kehilangan konsentrasi!!" Ia muncul disamping kiri dan menebas, "Sllash!!"


"Cruat!!!" Lengan kiri 'sang raja iblis kematian' putus terpotong.


"Kurasa sudah dipastikan akulah yang akan memenangkan pertarungan ini..!!" Ucap Torano dengan rasa bangga.


Bekas lengan yang terpotong dan sayatan dipunggung 'sang raja iblis kematian' tak berhenti mengeluarkan darah dan iapun menatap tajam, "Kau hanyalah tiruan tapi sangat kuat sekali jadi seberapa kuat dirimu yang asli? Seberapa mengerikan kekuatan Raja Pedang?"


"Kau tak perlu tau karena kau akan kalah ditempat ini!! Tetapi ku beri tahu satu hal diriku yang asli 10X lipat lebih kuat..." ucap Torano dengan semangat karena telah memojokan lawan.


'Sang raja iblis kematian' menyeringai, "Begitu rupanya!! Kalian yang tak abadi sangat kuat dan hal itupun membuatku iri!!!"


"Aku sangat marah!!!!"


"DYYEESS...!!!!" 'sang raja iblis kematian' meluapkan energi hebat akan tetapi Torano dengan kemampuan teleport mendadak muncul tepat dihadapannya dan menebas, "Sllash!!"


"Cruat!!" Dada 'sang raja iblis kematian' tertebas.


*****


Dua raja iblis kematian telah dipojokan akan tetapi dipertarungan yang lain nampaknya ia mengalami keunggulan.


'Sang raja iblis kematian' melawan kombinasi Rikie dan Minaka.


Rikie menunjukan apa yang ada dibalik perban yang membalut kedua lengannya, "Yah, ini kondisi yang sangat kritis dan karena kau sangat ingin tau maka aku akan memperlihatkan padamu apa yang ada diperban ini..." ucapnya dengan perlahan membuka perban yang ada dikedua tangannya.


'Sang Raja Iblis Kematian' terkejut begitu kedua lengan Rikie memancarkan cahaya keemasan yang sangat menyilaukan mata, "Bagaimana mungkin kau bisa memilikinya!!! Itu adalah lengan Naga Emas yang tak dapat dilukai oleh serangan seperti apapun bahkan kematian sekalipun..."


"Bagian tubuh yang sangat spesial itu bagaimana mungkin bisa ada padamu, bocah!!!!"


Rikie menyeringai dan mengejek lawannya, "Itu rahasia dan tak akan ku beritahu padamu!!!"


"Baik, aku tak peduli lagi!!! Kau harus mati dan akan ku dapatkan kedua lengan itu..." ucap 'sang raja iblis kematian' dengan sorot mata tajam dan iapun meluapkan energi kuat.


"Sayang sekali!! Lengan ini dipercayakan padaku dan aku akan menjaganya dengan mempertaruhkan nyawaku!!" Ucap Rikie dengan rasa percaya diri tinggi.

__ADS_1


'Sang raja iblis kematian' semakin marah.


"Hey, berhenti memprovokasinya!!" Ucap Minaka.


"Tak masalah!! Aku ingin ia terbawa emosi lalu kehilangan konsentrasi..."


"Cih, licik sekali!! Ku harap kita dapat mengatasi kemarahannya itu..." ucap Minaka.


"Zink!!" Lindouw muncul tepat ditengah-tengah keduanya dan iapun mengayunkan tebasan pada Minaka, "Akan ku bunuh kau lebih dulu!!!"


"Cthing!!!" Rikie menyelamatkan Minaka dengan menahan tebasan 'sang raja iblis kematian' menggunakan lengannya.


"Cih, mengganggu saja!!" Iapun mengayunkan lagi sabitnya sekuat tenaga, "Cthing!!!" Rikie menahan sabit yang tajam itu dengan menempelkan dua telapak tangannya pada dua sisi sabit.


"Aku telah mengunci pergerakannya!! Sekarang gilirannya mu beraksi, senpai!!!"


"Ya..." jawab Minaka dengan meningkatkan energi, iapun menciptakan lengan-lengan bayangan yang tak terhitung jumlahnya dan memukuli lawan, "Jbbuuak!! Jbbuuak!!"


'Sang raja iblis kematian' benar-benar menjadi samsak tinju bagi pukulan-pukulan bayangan.


"Sialan!!!!" Ia yang murka meledakan energi dan membuat mereka berdua terhempas.


"Ugh!!" Rikie membentur tanah dengan keras dan iapun dengan cepat berusaha bangkit.


"Zink!!!" Lindouw muncul tepat dibelakangnya, "Yang spesial darimu hanya dua lengan itu!!!" Teriak 'sang raja iblis kematian' dengan mengayunkan sabitnya.


Tetapi Minaka merespon cepat, ia menciptakan lengan bayangan yang panjang lalu menarik kaki 'sang raja iblis kematian'


Serangannya gagal dan bahkan ia terjatuh ke tanah, Rikie segera memanfaatkan keadaan dengan menendang wajah lawan, "Jbbuuak!!!" Iapun terlempar.


"Kau menyelamatkanku, senpai..."


"Tak perlu berterima kasih tapi kita harus hati-hati!! Satu kali saja terkena serangannya maka kita akan langsung terkirim ke akhirat..." ucap Minaka dengan tatapan serius.


Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1087 : Kemarahan Sang Kematian III


******


Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini


Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.


Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi

__ADS_1


Trima kasih atas perhatiannya.


*****


__ADS_2