
Belial dan Dante telah berubah menjadi satu karena mengenakan sebuah topeng iblis.
Keduanya bergerak cepat ke arah Arashi dan bagaikan teleport saja, Sang Iblis gabungan sudah berada tepat dihadapan Arashi dan melesatkan cakaran dari arah samping, "Sllash!!"
Arashi yang telah mempertajamkan insting segera menghindar dengan melompat ke belakang akan tetapi cakaran Sang Iblis tetap saja mampu menjangkaunya, "Cruat!!!" Perut Arashi tersayat.
"Sial..." ucapnya dengan memegangi perutnya yang mengeluarkan darah.
"Kau bisa menghindarinya!!!!" Sang Iblis sangat geram dan iapun melesat lagi ke arah Arashi.
Dalam sekejap saja luka diperut Arashi pulih akan tetapi ia juga segera memasang sikap waspada, "Instingku memang tajam tapi entah mengapa hal itu tak berguna melawannya..." gumamnya dalam hati yang kesal.
Sang Iblis sekejap mata saja telah berada tepat dihadapan Arashi dan ia mengangkat tangan kanan lalu melesatkan cakaran.
Arashi tak mampu membaca pergerakan lawan meski memiliki insting tajam akan tetapi ia yang tak bisa menghindar tak kehabisan akal.
Ia segera melapisi kedua lengannya dengan berlian dan segera menyilangkan kedua tangan, "Cthing!!!!" Serangan cakaran tersebut mengenai tepat lapisan berlian dan membuat Arashi terdorong ke belakang.
Sang Iblis menjadi lebih geram dari pada sebelumnya, "Aku terlalu meremehkanmu, bocah...!!!"
Mendadak Arashi tersenyum menyeringai.
"Apanya yang lucu?"
"Sekarang aku mengerti!!" Ucap Arashi.
"Apanya?"
"Kecepatanmu memang cepat akan tetapi tidak secepat kecepatan cahaya dan tak begitu mendadak seperti kemampuan teleport..."
"Awalnya aku heran mengapa instingku yang tajam tak mampu membaca pergerakanmu akan tetapi sekarang aku menyadari satu hal..."
"Apa itu?" Tanya Sang Iblis dengan ekspresi geram.
__ADS_1
Arashi tersenyum menyeringai lagi dan berkata dengan entengnya, "Aku sudah tau trick yang kau gunakan!! Kau menekan instingku yang tajam dan pergerakan tubuhku sehingga tak mampu merespon dengan cepat menggunakan kemampuan telekinesis..."
Sang Iblis yang geram berkata, "Benar, lalu apa yang akan kau lakukan untuk mengatasi trick yang ku gunakan itu?"
"Tidak ada!!" Ucap Arashi singkat dan iapun meningkatkan energi, "Mode : Six Elements"
Enam bola elemen melayang tepat dibalik punggungnya
"Tidak ada rencara untuk mengatasi trick yang kau gunakan akan tetapi aku akan tetap menghajarmu...!!!!"
"Sombong sekali!!!" Ucap Sang Iblis dengan sorot mata tajam, iapun menggunakan kemampuan telekinesis sehingga area tempat mereka bergetar hebat dan semua benda terangkat.
Arashi menjadi waspada dan bergumam dalam hati, "Telekinesis miliknya membuat benda-benda melayang dan membuat pergerakan tubuhku jadi lebih berat..."
"HIIAA...!!!!" Sang Iblis melesat cepat dengan sekali pijakan, ia mempercepat gerakannya dengan kemampuan telekinesis.
"Akan ku perlambat dia..." ucapnya dengan menghentakan kaki kanan ke depan sehingga dalam sekejap saja permukaan tanah terlapisi oleh es iblis, "HIIAA...!!!" Iapun mengepalkan tangan yang sudah terlapisi oleh angin peruntuh dan memukul permukaan tanah yang telah membeku, "Jbbllast!!!"
Sekali pukulan dan lapisan es tersebut hancur lebur terangkat ke udara dan hal itupun menghalangi pandangan mata Sang Iblis, "Apa!!!!" Lawan terkejut akan tetapi ia segera mengendalikan pecahan-pecahan es dengan kemampuan telekinesis.
Sang Iblis terkena telak pada bagian perut, "Uhuk!!" Iapun terlempar jauh ke belakang akan tetapi dengan kemampun telekinesis ia menghentikan tubuhnya sendiri agar tak sampai membentur puing-puing dibelakangnya, "Sial..." Sang Iblis terlihat sangat geram.
"Khihihi..." Arashi tertawa, "Satu pukulan!! Aku telah berhasil mendaratkan pukulan padamu!!"
"Jangan besar kepala, bocah!!" Sang Iblis bertambah marah, ia mengendalikan puing-puing bangunan dengan kemampuan telekinesis dan melemparkannya ke arah Arashi.
Arashi dengan instingnya yang tajam mampu menghindari setiap puing-puing bangunan yang datang.
Tetapi dikejauhan Sang Iblis meningkatkan energi dan mulai membentuk cero diujung kedua tanduknya, "Wuuss...!!!" Ia tanpa ragu menembakan bola energi hitam itu.
Meski sedang menghindari puing-puing yang berterbangan ke arahnya tapi Arashi yang memiliki insting tajam mampu merasakan energi kuat mengarah padanya, "Apa!! Cero!!" Iapun terkejut dan segera mengepalkan tangan lalu memukul bola energi tersebut, "DHUUAARR...!!" Tercipta ledakan yang kuat ketika Arashi memukul cero tersebut.
"Khehehe..." Sang Iblis tertawa puas dan ia dengan kemampuan telekinesis mulai menghilangkan semua asap tebal yang ada disana, "Mari kita lihat seperti apakah dirimu?" Iapun menduga Arashi yang terkena telak serangannya telah hancur berkeping-keping.
__ADS_1
"Apa!!" Sontak Sang Iblis gabungan itupun terkejut ketika Arashi masih berdiri tegak ditengah-tengah tanah yang telah berubah menjadi cekungan.
Ya, Arashi berhasil bertahan dengan melapisi seluruh tubuhnya menggunakan elemen berlian, "Khihihi... aku nyaris saja hancur berkeping-keping!!" Ucapnya dengan tertawa.
Sang Iblis menjadi lebih geram dari pada sebelumnya, "Sialan!!" Dengan sekali lompatan dan sekali kepakan sayap ia mampu melesat sangat cepat.
Iapun mengepalkan tangan dan langsung saja memukul, "HIIAA...!!!"
Dilain sisi Arashi yang melihat musuh mengarah padanya juga mengepalkan tangan yang sudah terlapisi angin peruntuh, ia memfokuskan energinya pada satu titik lalu melemparkannya sambil melesatkan pukulan, "HIIAA...!!"
"Jbbllast!!" Dua kepalan saling beradu.
Lengan Sang Iblis langsung saja hancur lebur akan tetapi dilain sisi Arashi terus saja terdorong ke belakang hingga menembus beberapa bangunan, "Sial, dia mendorongku dengan kemampuan telekinesis..." gumamnya yang kesal.
Sang Iblis segera memulihkan lengannya yang hancur dengan kemampuan regenerasi dan ia segera mengangkat puing-puing bebatuan dengan kemampuan telekinesis lalu melemparkan semuanya pada Arashi yang belum bangkit, "DYYEESS...!!! DYYEESS...!!"
"Kau hanyalah bocah!!" Teriaknya dengan meningkatkan energi dan iapun kembali menciptakan sebuah cero diujung kedua tanduknya, "Hancurlah sialan!!!"
"WUUSS..." cero ditembakan.
"DHHUUAARR...!!" Ledakan yang besar kembali terjadi.
"Hah... hah... hah..." setelahnya Sang Iblis terlihat sangat kelelahan dan iapun secara perlahan mengatur nafasnya, "Sialan, sudah lama aku tak menggunakan topeng ini dan tak ku sangka topeng ini banyak sekali menguras energi..." gumamnya dalam hati.
Mendadak ledakan kobaran api terlihat dari dalam kepulan asap, "Aku terlalu meremehkanmu..." ucap Arashi yang terlihat baik-baik saja meski terkena ledakan cero.
Ia memasang sorot mata tajam dan terus saja meningkatkan energi, "Mode : Dragon"
Kulit Arashi terlapisi sisik-sisik merah, ia menumbuhkan sebuah tanduk pada keningnya, sepasang sayap muncul dipunggungnya, dikedua kaki tangannya tumbuh kuku cakar yang tajam dan terakhir sorot matanya berubah menjadi sangat tajam.
Ya, Arashi menggunakan wujud naga api merah miliknya.
"Bersiaplah!!" Sebuah kobaran api muncul dikedua kakinya dan iapun melesat sangat cepat bagaikan roket dengan kobaran api dikedua kakinya sebagai pendorong.
__ADS_1
Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1105 : Aku Disini!!