
Sorak-sorak para penduduk bergema disegala penjuru menyambut kepulangan sang iblis terkuat.
"Tuan muda kembali!!"
"Dia yang terhebat!!"
"Kami semua akan mengikutimu!!"
"Dia akan membawa kejayaan bangsa iblis!!"
'Si akhir' yang berada didalam kereta jadi besar kepala, "Khehehehe... apa aku sehebat itu sampai-sampai seluruh penduduk menyambut kepulanganku?"
"Ya, kau benar-benar hebat, kak!! Hanya orang-orang tertentu yang bertarung lalu mampu mengalahkan 10.000 petarung sekaligus..."
"Orang-orang menganggap mu setara dengan Naga Emas dan Dewa Kematian..."
"Mereka sangat senang karena petarung sekuat dirimu lahir di bangsa iblis!! Yang artinya semua penduduk menaruh harapan tinggi padamu untuk membawa bangsa iblis ke era kejayaan..." jelas Tuan Kai muda.
"Hehehe... aku jadi malu..." ucap 'si akhir' yang besar kepala.
Ia merasa senang akan tetapi 'si akhir' menyadari ada yang kurang karena semenjak kepulangannya tak melihat senyuman diwajah Reina.
'Si akhir' secara perlahan menggenggam kedua tangan Reina dan berkata, "Maaf karena telah membuatmu khawatir..."
Reina mengangkat wajahnya dan iapun meneteskan air mata yang deras.
"Eeeehh...!!! Kok malah nangis sih?" Ucap 'si akhir' merasa kebingungan.
Reina mengusap air matanya dan berkata, "Aku sangat senang!!"
"Hehehehe... aku jadi lega..." ucap 'si akhir' dengan tersenyum lebar, "Baiklah, Reina!! Aku telah mengumpulkan keberanian bahkan keberanian yang telah ku kumpulkan melebihi saat melawan 10.000 ksatria..."
"Ya... jadi bagaimana kalau kita menikah setelah acara penobatanku berakhir..."
Mendadak Reina menangis lagi.
"Eeehh...!!! Kok malah nangis lagi!!" Sang iblis terkuat itupun kebingungan lagi.
Dilain sisi Tuan Kai muda menatap keluar jendela kereta dan bergumam dalam hati, "Nikmatilah, kak!! Sebentar lagi semua akan berakhir..."
Kereta yang mereka tumpangi perlahan bergerak melewati kerumunan penduduk lalu menuju istana.
Ketiganya turun dan disana sudah ada sang pendiri iblis sekaligus sekaligus ayah 'si akhir'
"Anakku!! Aku sangat senang kau pulang dengan selamat!!" Ucapnya dengan memeluk erat 'si akhir'
"Ya, aku baik saja..." 'si akhir' balas memeluk erat sang ayah.
Sang ayah melepaskan pelukannya, "Masuklah dan semuanya telah menunggu kedatanganmu..."
"Ya..." jawab 'si akhir' dengan semangat.
Merekapun bergerak menuju ke dalam istana.
'Si akhir' sangat senang karena disambut dengan riang gembira dan pesta yang megah, iapun tak pernah menyangka hal baik yang terjadi akan berubah menjadi mimpi buruk.
*
__ADS_1
Diaula pesta.
Disana terdapat orang-orang penting seperti Enam Pendiri, Delapan Dewa Penguasa, bangsawan para iblis, Penguasa Hutan, Penguasa Ilmu, Dewa Kematian dan juga Naga Emas.
Semua riang gembira dalam pesta itu lalu Dewa Kematian berkata, "Semuanya diam sebentar!!!!"
Seketika semuanya terdiam setelah mendengar perintah sang dewa agung.
"Kemarilah nak!!" Ucap sang ayah yang berada disinggasananya, "Hari ini ayah sangat senang..."
"Khehehe..." 'si akhir' tersenyum lebar dan dengan langkah perlahan ia berjalan mendekati sang ayah.
Ia kemudian duduk berjongkok dihadapan sang ayah, "Aku siap kapanpun, ayah!!" Bisiknya dengan suara pelan.
Sang ayah meletakan sebuah mahkota diatas kepala 'si akhir' sambil berkata, "Mulai hari ini anakku akan menggantikanku!! Dia akan menjadi 'raja iblis agung'...!!!"
Semua yang ada dipesta bersorak gembira, 'si akhir' kemudian berdiri tegak dengan tersenyum lebar karena hari itu hari terbaiknya, "Hehehe..." ia turun dari singgasananya menuju ke arah Reina.
Reina yang tertunduk terkejut saat 'si akhir' mendekat dan memegang kedua tangannya dihadapan semua orang.
"Dihari yang sangat membahagiakan ini aku mengumumkan bahwa akan menikah dengan Reina!!!!"
"Apa!!!!!" Sontak hal itu membuat semua terkejut.
"Apakah kau menerima lamaranku?"
Reina terdiam dan menguasap air matanya, "Emm..." iapun mengangguk.
"Hore...!!!!!" Teriak 'si akhir' yang diikuti oleh semua orang.
'Si akhir' yang senang memeluk Reina akan tetapi mendadak sebuah pedang menembus perutnya, "Jlleebb...!!!"
"Maafkan aku..." ucap Reina dengan berlinang air mata.
*
Tuan Kai muda yang duduk disalah satu meja pesta tersenyum menyeringai, "Sudah dimulai!! Takdir yang pahit untukmu sudah dimulai, kak!!!"
*
'Si akhir' yang tak mengerti berteriak pada orang yang dicintainya, "Hey, Reina!! Apa yang terjadi padamu!!!"
"Maafkan aku!! Aku sangat mencintaimu akan tetapi semua ini demi kedamaian dunia..." ucap Reina dengan berlinang air mata.
'Si akhir' terdiam dan tak mengerti, "Sialan!!!" Iapun melepaskan diri dari tusukan akan tetapi tak bisa karena Reina terus menekan kuat-kuat.
Iapun melirik ke seluruh penjuru ruangan yang dimana semuanya hanya diam meski ia ditusuk, "Ada yang tak beres..." pikir 'si akhir'
'Si akhir' menatap ke arah sang ayah, "Ayah, sebenarnya ada apa ini?"
Sang ayah terdiam dan tak menjawab, "Sial, aku dijebak!!!" 'Si akhir' segera sadar dan ia yang tertusuk segera mengambil pedang dipunggungnya.
"HIIAA...!!!" Ia meluapkan energi api kuat sehingga Reina yang menusuk dadanya terhempas, "Akan ku hancurkan tempat ini!!!!" Teriaknya dengan mencengkram erat Pedang Pembelah Benua dengan dua tangan.
"Excalibur...!!!!"
Iapun menebas akan tetapi mendadak Naga Emas melompat tepat dihadapannya dan menahan dengan telapak tangan, "Cthing!!!!"
__ADS_1
Salah satu dari Delapan Dewa Penguasa berkata, "Hiwatari Gami!!! Kau merupakan iblis kuat yang nantinya akan mengacaukan keseimbangan dan kedamaian dunia!! Kau tak boleh hidup..."
"Keberadaanmu akan memicu perang besar...!!!!"
"Apa!!!!!!" Sontak tuduhan dari sang dewa itu membuat 'si akhir' terkejut.
Iapun segera menarik kembali pedangnya akan tetapi Naga Emas mencengkramnya erat-erat, "Paman, lepaskan!!!"
Naga Emas tak menjawab sehingga membuat 'si akhir' kesal, "HIIAA...!!!!" Iapun meningkatkan energi dan meledakan api sehingga seluruh ruangan terbakar.
"Jleebb...!!!!!" Mendadak saja sebuah sabit menusuk punggung 'si akhir' dari belakang.
Sabit itu bukan senjata biasa melainkan senjata milik sang dewa agung, "Sial..." gumam 'si akhir' yang kehilangan pandangan lalu jatuh ke lantai.
Tuan Kai muda berteriak, "Sebelum ia bangkit kita harus cepat!!!!" Semua bergerak cepat dengan keluar dari istana raja iblis.
Di luar.
Enam Pendiri bergerak menyebar keenam tempat berbeda dan mereka mulai merapal sebuah mantra penyegelan, "HIIIAAA...!!!!" Getaran yang luar biasa terjadi dan istana mulai terangkat.
Penguasa Ilmu mulai membaca mantera penyegelan yang ada pada grimoire sehingga diatas langit muncul sebuah portal raksasa.
"HIIAA...!!" Penguasa Hutan meningkatkan energi lalu meliliti seluruh bangunan istana dengan sulur-sulur yang keluar dari telapak tangannya.
"WUUSS...!!!!" Iapun melemparkan istana itu ke dalam portal yang ada diatas langit.
*
'Si akhir' yang sebelumnya dibunuh oleh Dewa Kematian masih terbaring dilantai.
Darah yang berceceran kembali ke semula bagaikan waktu yang berjalan mundur, luka-lukanya pulih dengan regenerasi dan terakhir sang iblis bangkit kembali dari kematian.
Iapun menatap ke sekeliling dan tak melihat siapapun dalam istana.
'Si akhir' melihat keluar dan sangat terkejut ketika mengetahui istana sudah berada ditengah-tengah samudera.
"Aku harus keluar dari sini dan mencari tau apa yang terjadi?" Pikirnya yang kemudian memutuskan untuk berenang.
Tetapi sejauh apapun berenang ia selalu kembali ke tempat semula.
'Si akhir' tidaklah bodoh, ia menyadari bahwa dirinya berada didimensi lain yang tak terikat ruang dan waktu.
"Semua yang telah ku lindungi berbalik menjadi mengkhianati ku lalu memusuhiku tapi mengapa?" Timbul pertanyaan dalam benak pikirannya.
Iapun membuat satu kesimpulan yang merubah pemikirannya, "Setelah aku keluar dari tempat ini aku akan bersumpah menghancurkan semua peninggalan kalian dan memulai era baru dengan aku sebagai pemimpinnya..."
'Si akhir' meledakan energi kuat yang menciptakan kobaran api merah, api merah tersebut secara perlahan berubah menjadi api hitam penuh kebencian.
Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1155 : Turunnya Dua Penguasa.
******
Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini
Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.
Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi
__ADS_1
Terima kasih atas perhatiannya.
*****