Kosuke Arashi 2

Kosuke Arashi 2
Chapter 1139 : Kekuatan Yang Ku Benci


__ADS_3

Ryusuke berhadapan dengan Ark tricerator yang memiliki kemampuan Dewa Bencana.


"Menyebalkan!!" Ryusuke menggenggam erat sebilah pedangnya dengan tangan kanannya dan mengalirkan energi miliknya pada sebilah pedang itu sehingga pedang tersebut berkobar api, "Sllash!!" Gelombang api melesat.


Ark tricerator menghentakan kakinya dan gelombang air tsunami muncul dari bawah, "DYYEESS...!!" Dua serangan kuat itupun berbenturan dan terlihat sama kuatnya.


Serangan Ark tricerator berdampak pada deaerah tersebut karena daerah itu sekarang tergenang oleh air.


Ryusuke melompat ke tempat yang kering dan iapun berdiri diatas sebuah bangunan yang rusak, "Kekuatannya mengerikan sekali karena dapat memunculkan tsunami meski kita berada diatas langit..."


Mendadak bangunan-bangunan bergetar dan hal itu membuat Ryusuke waspada karena serangan Ark tricerator bisa berasal dari mana saja.


Ya, Ark Tricerator mendadak muncul dari bawah tanah tepat dibawah pijakan kaki Ryusuke, "Sial..." dada Ryusuke tertusuk satu tanduk yang merupakan cula tricerator.


Tr,icerator terus mendorong Ryusuke sekuat tenaga hingga ia menabrak beberapa bangunan.


"Sekarang kesempatanku untuk melawan balik..." ucap Ryusuke yang punggungnya menghantam bangunan-bangunan karena terus didorong dan didesat oleh Ark Tricerator.


Ryusuke memiliki ide gila, ia meningkatkan energi api miliknya secara mendadak, "DHUUAARR...!!" iapun bagaikan bom saja dan hal itu membuat Ark Tricerator terlempar.


"Akan ku akhiri dengan sekali serang..." ucap Ryusuke yang menggenggam erat sebilah pedangnya dan melesat maju.


Ark Tricerator bangkit akan tetapi Ryusuke yang melesat menusukan sebilah pedangnya pada bagian dada, "HIIAA...!!!" Iapun terus mendorong sekuat tenaga.


Meski terdorong ke belakang tapi Ark Tricerator tetap baik-baik saja, "Kurang ajar!!" Ryusuke tak punya pilihan lain, ia memusatkan energinya pada satu titik yaitu ujung mata pedangnya yang sedang menusuk Tricerator.


"DHUUAARR...!!" ujung mata pedang milik Ryusuke meledakan kobaran api bagaikan meriam dan hal itupun menghancurkan tubuh Ark Tricerator menjadi berkeping-keping.


"Hah... hah... hah..." Ryusuke perlahan mencoba mengatur nafasnya dan ia terlihat sangat lelah, "Sial, aku terlalu boros energi melawannya!! Energi yang seharusnya ku gunakan untuk melawan 'si akhir' sekarang tinggal sebagian saja..." gumamnya dalam hati.


Ya, setelah mengalahkan Ark Tricerator, Ryusuke bergegas bergerak ke tempat 'si akhir'


*****


Lalu dipertarungan yang lain.


Daisuke yang terbang diangkasa dijatuhkan Ark Naga dengan memperberat gravitasi.


"Menyebalkan sekali!!" Ucap Daisuke yang perlahan bangkit kembali dan dihadapannya Ark Naga sudah siap menerkam.


"WOOAARRGGH...!!" iapun bergerak sangat cepat, menggeliat ditanah.


Daisuke memfokuskan energi pada kedua jari telunjuknya dan menembakan petir, "Sllash!! Sllash!!"

__ADS_1


Ark Naga bergerak lincah menghindari setiap serangan yang datang, "Sial..." Daisuke geram karena setiap serangannya dapat diatasi.


"Meski ukurannya sangat besar tapi gerakannya tak bisa dianggap remeh..." pikir Daisuke.


Lalu Ark Naga sudah berada didepan Daisuke dan siap menyerang, Daisuke berniat menghindar akan tetapi mendadak ia tak dapat bergerak.


"Dia mengunci pergerakanku dengan memperberat gravitasi..." pikir Daisuke yang terkejut.


Ark Naga menyerang dengan cakaran dan Daisuke yang tak dapat menghindar terpaksa menciptakan dua pedang yang terbuat dari elemen petir untuk menangkis cakaran tersebut, "Cthing!!!!" Ark Naga menambahkan gaya dorongan pada cakarannya sehingga membuat Daisuke terlempar.


"WOOAARRGGH...!!!" Setelah menghempaskan Daisuke, Ark Naga membuka mulutnya dan mengumpulkan energi lalu terciptalah sebuah cero berukuran besar.


Daisuke yang bangkit terkejut, "Dia mampu menciptakan cero...!!!"


"WUUSS...!!" Ark naga tanpa ragu menembakan cero tersebut.


Daisuke berniat menghindar akan tetapi ia tak bisa beranjak dari tempatnya karena gravitasi yang sangat berat, "Sial, kemampuan Dewa Langit sangat menyebalkan!! Karena tak dapat bergerak maka aku terpaksa harus menahannya secara langsung..." iapun mengarahkan kedua telapak tangannya ke depan lalu menciptakan sebuah dinding dari elemen petir.


"DHHUUAARR...!!" Ledakan besar terjadi tepat didepan telapak tangan Daisuke akan tetapi meskipun ia dalam keadaan baik-baik saja.


Ark Naga yang melihat hal itu menjadi sangat geram dan iapun melesat ke arah lawan.


"Sekarang giliranku membalas..." ucap Daisuke dengan meningkatkan energi, ia meminjam lebih banyak energi dari Cahaya Surga sehingga mampu bebas dari gravitasi yang menekannya.


Sambil melesat, Ark Naga membuka mulutnya berniat menembakan cero lagi akan tetapi disaat yang sama Daisuke melesat lebih cepat dan masuk ke dalam mulut Ark Naga.


"HIIIAAA...!!!" Ia meledakan energi yang sangat kuat yang ia pinjam dari Cahaya Surga.


Mulut dan tubuh Ark Naga bersinar terang lalu menyebarkan petir, "DHUUAARR...!!!" Iapun diledakan dari dalam tubuh.


Daisuke perlahan turun ke permukaan tanah dan iapun jatuh secara perlahan, "Aku terlalu banyak menggunakan energi Cahaya Surga sehingga tubuhku tak kuat lagi..."


"Sial, aku tak dapat melanjutkan pertarungan..." ucap Daisuke sebelum pingsan.


*****


Dan 'si akhir' sendiri sedang bertarung melawan Torano yang sekarang dikendalikan oleh kegelapan 'raja pedang'


"Hahahaha...!!!" 'Si akhir' menebaskan pedang yang berbalutkan elemen api.


"Zink!!" Torano menghindar dengan cara berteleport, ia muncul lagi dibelakang punggung 'si akhir' dan melesatkan tebasan pedang yang berbalutkan kegelapan.


'Si akhir' yang memiliki insting tajam segera berbalik dan mengayunkan pedangnya, "Sllash!!"

__ADS_1


"Cthing!!!" Kedua senjata mereka saling berbenturan dan beradu energi elemen.


Saat berbenturan api dari sang iblis secara perlahan terserap ke dalam Raja Pedang.


Dan hal itu membuat 'Si akhir' melompat ke belakang untuk menjaga jarak, ia yang biasanya tenang dan santai kini berubah jadi lebih serius, "Kekuatan kegelapan darinya sangat mematikan dan aku akan mati dalam sekejap saja bila terkena serangan darinya..." gumamnya dalam hati.


"Aku ingin tau apakah kau juga bisa menyerap yang ini?" Ucap 'si akhir' yang memfokuskan energi pada ujung kedua tanduknya lalu menciptakan cero berukuran besar.


"WUUSS...!!!" Iapun tanpa ragu menembakan serangan itu.


Torano memasang kuda-kuda dan memperkuat pijakan kedua kakinya, "Sllash!!" Ia membelah tembakan bola energi itu dengan sekali tebasan.


"DHUUAARR...!!" Terjadi ledakan tepat dibelakang Torano.


"Cih, sial!! Ku kira ia akan menyerap seranganku tetapi ternyata ia juga bisa membelah cero miliku..."


"Kegelapannya sungguh sangat mengerikan..." gumam 'si akhir' yang geram, ia yang sangat berpengalaman dalam pertarungan kini merasa disudutkan.


Torano menggenggam erat-erat Raja Pedang dengan dua tangannya dan terus saja meningkatkan energi.


Hal itupun membuat 'si akhir' waspada akan tetapi ditingkat tertentu mendadak jubah putih yang ada dipunggungnya secara otomatis berkobar api biru.


"ARRGGH...!!" Torano berteriak kesakitan karena api putih itu membakar kegelapan Raja Pedang yang telah merasuki tubuhnya.


Ia yang kesakitan bahkan menggeliat bagaikan ulat yang kepanasan.


"Aku tak mengerti akan tetapi api putih itu sepertinya berusaha menghentikan kegelapan Raja Pedang..." gumam 'si akhir' dalam hati.


Torano terus saja kesakitan hingga semua kegelapan yang ada ditubuhnya terbakar habis oleh api putih yang berasal dari jubah dipunggungnya, "ARRGGH...!!!" Ia berhenti berteriak akan tetapi Torano sudah terkapar ditanah tak sadarkan diri.


"Apa-apaan itu?" 'Si akhir' yang melihat lawan terjatuh dan kalah begitu saja menjadi sangat kecewa.


Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1140 : Api Milik Ayah


******


Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini


Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.


Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi


Terima kasih atas perhatiannya.

__ADS_1


*****


__ADS_2