Kosuke Arashi 2

Kosuke Arashi 2
Chapter 1143 : Kerepotan


__ADS_3

Arashi mempertajamkan instingnya dan ia juga menyebarkan sedikit energinya ke udara untuk berjaga-jaga.


"Mari bersaing rekanku!! Siapa yang lebih dahulu menumbangkan naga kecil ini maka ia pemenangnya..."


"Aku setuju pada idemu itu..." jawab 'sang raja monster dengan tersenyum menyeringai.


Keduanya melesat ke arah Arashi dengan kecepatannya masing-masing.


'Si akhir' menggenggam erat pedang yang berkobar api hitam dan melesatkan tebasan-tebasan cepat, "Sllash!! Sllash!!" Arashi mampu mengelak tanpa kesusahan dan sesekali ia menangkis dengan kepalan tangan berbalutkan elemen besi.


"Menyebalkan!!" Arashi agak kerepotan dan iapun menarik nafas lalu menyerang sambil menghindar, "Auman Naga Api...!!"


"WUUSS...!!"


"DHUUAARR...!!" Sang iblis terkena serangan dari jarak dekat dan terlempar lalu meledak dalam kobaran api.


Dilain sisi setelah berhasil menyingkirkan satu lawannya, Tatsumi Kidou menyerang dengan pukulan super kuatnya, "Gyahahaha...!! HIIAA...!!"


"Celaka!!" Arashi terkejut akan tetapi ia segera menyilangkan kedua lengan untuk bertahan, "Jbbllast!!" Ia yang tak mampu menahan tinju 'sang raja monster' sehingga terhempas jauh ke belakang hingga menembus beberapa bangunan.


Arashi segera berdiri tegak akan tetapi diangkasa 'si akhir' sudah mengangkat kedua telapak tangannya ke atas dan mengumpulkan energi api, "WUUSS...!!" Bola api raksasa dilemparkan pada Arashi.


Arashi yang tak memiliki kesempatan menghindar terkena ledakan.


"Gyahahaha..." Tatsumi Kidou tertawa lepas, "Ku harap ia tak mati..."


"Jangan bercanda!! Kosuke Arashi 'si pengacau' itu kuat jadi ku yakin ia akan segera bangkit..."


"Tap... tap..." dengan lapisan berlian diseluruh tubuhnya, Arashi perlahan berjalan pada kobaran api.


Tatsumi Kidou terkejut dan bergumam dalam hati, "Berlian putih? Bagaimana bisa bocah itu memilikinya?"


Arashi berdiri tegak dihadapan keduanya, "Yah, dengan begini kalian tak akan dapat melukaiku..."


'Si akhir' menyeringai dan berkata, "Bila kita bertiga tak dapat terluka maka pertarungan ini akan berakhir jika energi yang kita miliki habis..."


"Benar, dan itu menarik sekali..." sahut Tatsumi Kidou.

__ADS_1


Arashi agak kesal dan bergumam dalam hati, "Aku sangat dirugikan bila menunggu energi habis untuk memenangkan pertarungan..."


"Aku harus melakukan sesuatu..." pikirnya yang waspada.


Pertarungan dimulai kembali.


'Si akhir' menyerang dengan tusukan pedang yang berbalutkan api, "Cthing!!" Arashi menahan dengan menyilangkan kedua lengannya yang terlapisi oleh berlian.


Arashi memperkuat pijakan kedua kakinya meskipun begitu 'si akhir' terus mendorong sekuat tenaga bahkan ia melapisi kedua kakinya dengan kobaran api agar lebih kuat, "HIIAA...!!"


Arashi terseret ke belakang dan yang lebih buruk lagi Tatsumi Kidou memukulnya dari arah samping, "Jbbllast!!" Iapun terlempar.


'Si akhir' mengangkat pedangnya dengan dua tangan, ia meningkatkan energi lalu memfokuskan energi pada sebilah pedangnya, "Excalibur!!!"


"Sllash!!!" Untuk pertama kalinya 'si akhir' menunjukan kemampuan Pedang Pembelah Benua dinegeri langit dan hal itu membuat seperlima Aera terpotong.


Pada akhirnya bagian seperlima Aera yang terpotong itupun jatuh ke bawah.


'Sang raja monster' melompat ke samping sang iblis, "Kekuatan yang sangat hebat akan tetapi kau terlalu berlebihan menggunakannya..."


"Aku tak peduli!!" Ucap 'si akhir' dengan sifat acuh, "Aku menggunakan kekuatan Excalibur yang sebenarnya untuk mengetes seberapa keras lapisan berlian ditubuh Kosuke Arashi 'si pengacau'..."


"Dasar, kau benar-benar gila..."


Arashi berhasil selamat dan tak ikut jatuh ke bawah karena berpegangan pada sebuah pipa, ia terlihat sangat marah ketika melihat seperlima pulau langit jatuh.


"Sialan, dia benar-benar membuatku murka!! Ku harap mereka yang ada dibawah sana baik-baik saja..." ucap Arashi yang kemudian melompat naik.


"Aku harus segera mengalahkan mereka berdua agar kerusakan tak jadi semakin parah..." ucap Arashi dengan mengembangkan sepasang sayap api dan iapun terbang melesat ke udara.


"WUUSS...!!"


"DYYEESS...!!" Arashi jatuh tepat dihadapan keduanya dan ia langsung memusatkan energi pada kepalan tangan kanan yang berlapiskan api dan elemen petir, "HIIAA...!!" Dengan sekali pijakan kuat, iapun melesat.


Tatsumi Kidou yang memiliki lapisan berlian berdiri tegak menghadang.


"Itu bukan berlian asli melainkan hanya sebatas energi yang dibentuk semirip mungkin dengan berlian sehingga sangat keras..." gumam Arashi dalam hati yang mempertajamkan instingnya, "Ya, samar-samar aku bisa melihat celah yang ada pada energi pembentuk lapisan itu..."

__ADS_1


"Celahnya sangat kecil jadi aku harus lebih memfokuskan energi..." iapun melesatkan pukulan sambil melemparkan semua energi yang terkumpul, "Jbbllast!!!" Arashi memukul tepat pada bagian perut.


Tatsumi Kidou terdorong dari tempatnya berpijak, "Khehehe..." ia tersenyum menyeringai dan merasa bangga karena lapisan berlian ditubuhnya yang tak tertembus, "Uhuk!!" Mendadak 'sang raja monster' batuk darah.


"Apa!!!!" Hal itu membuat 'si akhir' terkejut, "Bagaimana mungkin kau bisa terluka?"


Tatsumi Kidou tak menjawab dan iapun mengusap darah yang ada dimulutnya, "Bocah, sialan!! Jarang ada orang yang bisa melukaiku..."


"Ya, meskipun bocah tapi aku harus menghabisimu..." ucap 'sang raja monster' dengan meningkatkan energi dan hal itu makin membuat berlian hitamnya mengkilap.


'Si akhir' yang berada disampingnya berkata, "Aku punya firasat buruk tentang bocah ini jadi kurasa kita harus berkerja sama untuk mengalahkannya..."


"Terserah kau saja..."


Arashi memasang sikap waspada meski telah berhasil melukai 'sang raja monster', iapun bergumam dalam hati, "Aku telah mempertajamkan instingku ke tingkat tertinggi dan sekarang aku mampu melihat celah-celah pada berlian yang menempel ditubuhnya itu..."


"Ya, meski merepotkan tapi sepertinya aku dapat melukainya lagi..." ucap Arashi yang melihat celah-celah kecil pada lapisan berlian


Tatsumi Kidou melesat ke arah Arashi dengan sekali pijakan dan iapun memukul lawan secara langsung.


Arashi mempertajamkan instingnya dan ia menyebar sedikit energinya ke udara sehingga mampu membaca gerakan lawan dan gerakan lawan terasa lambat baginya.


Iapun menghindari tinju Tatsumi Kidou dengan menunduk lalu melesatkan tinju dari bawah dan tepat mengenai rahang lawan, "Jbbllast!!" Tatsumi Kidou terlempar dan serangan Arashi itu sukses membuatnya sakit meski memiliki lapisan berlian diseluruh tubuh.


Dilain sisi, 'si akhir' melesat dengan sangat cepat saat kedua kakinya terlapisi api hitam, ia menyerang dengan tusukan.


Serangan seperti itu terasa lambat bagi Arashi dan mudah saja dibaca olehnya.


Arashi memfokuskan energi pada satu titik yaitu kepalan tangan kanan dan memukul ujung mata pedang tersebut sambil melemparkan energi yang terkumpul, "Cthing!!!" Kepalan tinju Arashi bagaikan bola meriam yang terbuat dari baja.


"Yang benar saja!!!" 'Si akhir' terus berusaha mendorong akan tetapi dapat diimbangi oleh Arashi.


Iblis dari 2.000 tahun itupun teringat pada sesuatu yang ada dimasa lalu, "Benar aku ingat betul!!! Teknik dan gaya bertarung bocah ini mirip sekali dengannya..."


"Mungkinkah dia murid dari Naga Emas..."


Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1144 : Kerepotan II

__ADS_1


__ADS_2