Kosuke Arashi 2

Kosuke Arashi 2
Chapter 1204 : Evolusi II


__ADS_3

"Jlleeb...!!" Yami muncul dan berhasil menusukan belati pada kening sang iblis, ia menarik nafas panjang lalu berteriak dengan lantang, "Ia telah mati segel dia, Rain!!!"


"Aku mengerti!!" Jawab Senju Rain dengan menyatukan dua telapak tangan didepan dada dan mulai meningkatkan energi.


"Semuanya, jaga jarak dari tubuh iblis itu...!!" Teriak Senju Rain dan semua anggota Red Eagle menjauh.


Senju Rain merapal segel tangan lalu disekeliling tubuh 'si akhir' tumbuh enam batang pohong berwarna hitam pekat, "Aku akan mulai memisahkan tubuh dan jiwanya lalu kemudian menyegel jiwanya..." gumamnya yang mulai fokus.


Dari keenam pohon tersebut muncul sulur-sulur yang mengikat tubuh 'si akhir' lalu Senju Rain berlari mendekat dan kemudian meletakkan telapak tangan pada kening sang iblis, "Ini kesempatan emasku dan aku tak boleh gagal..."


"Aku akan mencabut nyawanya..." ucap Senju Rain yang secara perlahan menarik jiwa 'si akhir' keluar dari dalam tubuhnya.


Ya, secara perlahan tapi pasti Senju Rain berhasil mencabut nyawa 'si akhir' dan kini jiwa sang iblis terkuat itupun berada dalam genggaman tangan kanan 'si jenius'


"Tinggal menyegel jiwanya dan perang ini akan selesai..." Senju Rain berjalan menjauh lalu menciptakan sebuah bunga yang masih kuncup.


"Ya, aku berhasil dan kami menang..." ucap Senju Rain yang secara perlahan hendak memasukan jiwa 'si akhir' pada bunga tersebut.


Tetapi hal yang mengejutkan terjadi yaitu tubuh sang iblis tanpa jiwa bergerak sendiri lalu menebas enam pohon yang melilitinya, "Apa!!!!" Senju Rain terkejut.


"Jlleebb!!" Tubuh tanpa jiwa itupun melemparkan pedang Excalibur dan berhasil menembus tubuh Senju Rain.


Ya, penyegelan jiwa sang iblis gagal dan jiwa itupun kembali ke tubuhnya lagi.


"Bagaimana mungkin?" Ucap Senju Rain yang masih tak percaya akan apa yang terjadi, "Seharusnya ia tak memiliki jiwa jadi bagaimana ia bisa bergerak?" Gumamnya dengan suara pelan.


'Si akhir' tersenyum menyeringai lalu berjalan ke arah Senju Rain dan menarik pedang Excalibur yang menembus punggungnya.


"Kau membuat kesalahan!! Tubuhku memang tanpa jiwa akan tetapi pedang milikku masih memiliki kehendak sendiri sehingga disaat aku sangat terpojokkan pedangku masih dapat bergerak..." Jelas 'si akhir'


"Sllash!!" 'Si akhir' menebas tubuh Senju Rain hingga ia terbelah jadi dua bagian.


Dikejauhan Kiba berkata, "Sudah ku duga iblis itu tak akan mudah disegel..."


"Ya..." sahut Shirou.


"Kita harus membunuhnya lagi akan tetapi kita harus menyingkirkan pedangnya lebih dulu..." ucap Ritsu.


Masamune agak kesal, "Nada bicara kalian terlihat santai padahal kita sedang melawan iblis terkuat dan juga pasti ia akan sangat waspada kali ini..."

__ADS_1


"Tap... tap... tap..." dengan langkah perlahan 'si akhir' mendekati anggota Red Eagle.


Senju Rain kembali lagi akan tetapi dalam wujud kecil seukuran telapak tangan, ia berkata, "Kalian harus bertahan sampai aku pulih kembali lalu membunuhnya dan aku akan berusaha menyegelnya lagi!!"


"Ya..." jawab semuanya serentak.


'Si akhir' tersenyum menyeringai, "Trick dan cara yang sama tak akan mempan padaku..." iapun menggenggam erat pedang Excalibur dengan kedua tangan dan mengarahkan ke depan, "Krak!!" Mendadak pedang Excalibur retak.


"...!!!" Hal itu membuat seluruh anggota Red Eagle terkejut.


"Pedangnya retak..." ucap Kiba.


"Keberuntungan ada dipihak kita karena kita tak perlu repot-repot mengurus pedang itu..." ucap Shiro.


"Ya..." sahut Ritsu.


"Pertarungan yang lama dengan banya senjata pasti berdampak pada senjata itu hingga membuatnya perlahan hancur..." ucap Masamune.


"Tetap hati-hati..." Senju Rain memperingatkan dengan ekspresi serius.


Meski pedang miliknya retak tapi 'si akhir' malah tersenyum menyeringai lalu berkata, "Keberuntungan kalian telah habis..."


"Dulu sekali ada sesosok iblis purba yang sangat kuat menteror dunia..."


"Akan tetapi meski sangat kuat iblis itu berhasil dikalahkan oleh Enam Pendiri..."


"Lalu setelah kalah Pendiri Naga menempa sebuah pedang dari kuku cakar, tanduk dan taring sang iblis itu..."


"Pendiri Naga juga memasukan energi dan kekuatan iblis purba itu pada senjata pedang yang ia tempa..."


"Pedang yang sangat kuat tercipta akan tetapi pada akhirnya tiada satupun yang cocok untuk menggunakan pedang tersebut..."


"Ya, singkat cerita aku berhasil menaklukan pedang tersebut dan pedang tersebut adalah Excalibur, pedang pembelah benua..." jelas 'si akhir' dengan penuh rasa bangga.


Mendadak retakan pada Excalibur semakin banyak dan pedang itu mengeluarkan cahaya terang yang sangat menyilaukan, "Hal yang unik dari pedang Excalibur adalah akan berevolusi jadi semakin kuat karena merespon semangat bertarung dari musuh-musuh yang dihadapinya..."


"Krak!! Krak!!" Pedang bagian luar Excalibur hancur akan tetapi sebuah pedang yang ukurannya lebih kecil tercipta.


"Sllash!!" 'Si akhir' secara asal menebas ke arah samping dan api pemotong yang menggores tanah bagaikan jurang sejauh mata memandang tercipta.

__ADS_1


"...!!!!!" Para anggota Red Eagle terkejut.


"Kuat sekali!! Sekarang aku mampu membelah benua tanpa harus memasang kuda-kuda dan tanpa harus menggegam pedangku dengan dua tangan..." ucap 'si akhir' dengan rasa senang.


Senju Rain dengan tatapan tajam berkata, "Sekarang kita tau bahwa pedang itu harus disingkirkan lebih dahulu..."


"Ya..." jawab seluruh anggota Red Eagle.


"Serang!!!!!!" Teriak Senju Rain.


"Zink!!" Mendadak Masamune berteleport tepat ke hadapan musuh dan langsung menebas, "Sllash!!"


"Cthing!!" Masamune menggenggam pedangnya dengan dua tangan dan terus mendorong akan tetapi 'si akhir' terlihat santai dengan menggenggam pedangnya dengan satu tangan kanannya.


"Sekarang kalian bukan levelku..." ucap 'si akhir' yang menghempaskan Masamune dengan sekali ayunan.


Kanzaki Shirou berlari secepat mungkin lalu melompat ke udara menggenggam erat pedangnya dengan dua tangan ke atas, "100 ton!!!!" Iapun memperberat pedangnya dan menghantam.


"Cthing!!" Lagi-lagi pedang super berat dari Kanzaki Shirou ditahan menggunakan satu tangan oleh si iblis.


"Cih..." Kanzaki Shirou yang serangannya tak berpengaruh langsung melompat mundur.


Lalu Kiba dan Ritsu berlari secara zig-zag dan keduanya secara serentak melesatkan tebasan yang menghasilkan angin pemotong, "Sllash!!"


"Konyol sekali!! Serangan seperti itu bukan lagi masalah untukku..." ucap 'si akhir' dengan mengayunkan pedangnya menggunakan satu tangan untuk membalikan serangan keduanya itu.


"Apa!!!!" Para Red Eagle terkejut dan menghentikan serangannya.


Senju Rain yang telah pulih normal kembali bergumam dalam hati, "Jangankan menghabisinya untuk mendekatinya terasa sulit sekaran..."


"Apa yang harus kami lakukan?"


Iapun menatap ke arah rekan-rekannya yang sudah sangat kelelahan, "Apa kemenangan sudah mustahil untuk kami raih?" Gumamnya dalam hati yang mulai putus asa.


'Si akhir' tersenyum lebar dan tertawa lepas, "Hahahahaha...!! Aku sudah berkembang jadi sangat kuat dan mungkin sekarang ini aku bisa mengalahkan Naga Emas dengan mudah..."


"Ya, kalian sudah bukan lagi mainan yang cocok untukku!! Kalian membuatku bosan..."


Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1205 : Ikatan Masa Lalu

__ADS_1


__ADS_2