Kosuke Arashi 2

Kosuke Arashi 2
Chapter 1147 : Kakak ku!!


__ADS_3

2.000 tahun yang lalu.


Tiga iblis muda mendapatkan perintah untuk menangkap Aldios sang naga lava.


Tuan Kai muda yang terluka diobati oleh Utsugi Reina.


Reina mengumpulkan kegelapan dikedua telapak tangannya lalu menempelkannya pada wajah Tuan Kai muda yang terkena cipratan lava pijar.


Ya, kegelapan tersebut menyerap luka Tuan Kai muda dan perlahan menyembuhkannya.


"Penyembuhanmu memang selalu menakjubkan, Reina..." Tuan Kai muda memuji.


"Simpan pujianmu karena ada masalah yang harus kita hadapi..." ucap Reina dengan tatapan serius pada Aldios.


Aldios menciptakan sebuah sayap dari lava pijar dan iapun perlahan naik ke atas, "WOOAARRGGH!!!!" Ia meraung dengan keras.


Diudara sang naga meningkatkan energi sehingga hal itu membuatnya terlapis sebuah bola lava pijar dan tak butuh waktu lama iapun keluar dari lava pijar itu dengan wujud naga sempurna.


Tuan Kai muda menjadi geram, "Sial, dia menggunakan wujud naganya dan sepertinya ia serius ingin bertarung jadi sekarang apa yang harus kita lakukan?"


"Tap... tap... tap..." 'Si akhir' tersenyum menyeringai dan melangkahkan kaki maju, "Bukankah sudah jelas adikku!! Kita akan membawanya dengan cara paksa meski harus membunuhnya!!!!"


"Kakak!! Jangan terlalu gegabah!! Ingat Tuan Aldios itu setara dengan ayah!!" Tuan Kai muda memperingatkan.


"Hah??" 'Si akhir' menoleh ke belakang dengan ekspresi tak peduli.


Reina agak kesal pada sikap rekannya itu, "Jangan sembrono kunyuk!!!!"


"Hahahaha...!! Tak perlu khawatir, aku ini dibenci oleh kematian..." ucap 'si akhir' yang tak peduli, ia meningkatkan energi lalu melesat ke atas menuju ke tempat sang naga.


"Dasar!!!" Utsugi Reina masih kesal.


"Maafkan sifat kekanak-kanakan dari kakak ku itu..."


"Tak masalah!!" Ucap Reina yang masih kesal, "Masalah yang sesungguhnya harus segera dihadapi..."


"Kalian berdua yang merupakan iblis api harus bertarung melawannya sementara itu aku hanya bisa mensupport dari belakang..."


"Ya, itu bukan ide yang buruk..." jawab Tuan Kai muda setuju.


*


Diudara.


Aldios sang naga lava melawan 'si akhir'


"Bocah bodoh!!! Melawanku sama halnya menantang kematian...!!!" Teriak Aldios yang melesat dengan serangan cakar.


"Cthing!!" 'Si akhir' menangkis dengan pedangnya dan berkata sambil tersenyum menyeringai, "Aku memang bodoh akan tetapi aku tak suka menantang kematian karena aku memang sudah dibenci oleh kematian itu sendiri..."

__ADS_1


Ia meningkatkan energi sehingga seluruh tubuhnya berkobar api.


"Cih..." Aldios sang naga lava menjaga jarak, "Melawan api dengan lava adalah sebuah tindakan konyol..." iapun memfokuskan energi pada cengkraman tangan kanan yang kemudian terkumpul lava pijar lalu menyerang.


"Cthing!!!" 'Si akhir' menangkis dengan pedangnya dan iapun terhempas jauh jatuh ke bawah.


Aldios tersenyum menyeringai, "Pada akhirnya kau hanya bocah ingusan..."


"WUUSS...!!" Dari bawah Tuan Kai muda melesat bagaikan roket dengan kedua kaki berkobar api dan iapun tanpa ragu menebas.


"Apa!!!" Aldios terkejut dan iapun menyilangkan kedua tangan untuk bertahan.


"Sllash!!!"


"Cruat!!!" Darah menyembur ke udara.


Tuan Kai muda hanya mampu melukai wajah sebelah kiri sang naga lava, "Tuan


Aldios, meski anda kalah dalam perebutan tahta Raja Naga bukan berarti hal itu membuat kehormatan dan martabat anda turun..."


"Anda tetap dikagumi oleh bangsa naga dan Kekaisaran Dewa!!!"


"Berisik!!!" Sang naga lava terlihat semakin geram, "Bocah ingusan sepertimu tau apa!!!!" Teriaknya dengan lantang.


Iapun mengangkat ke dua tangannya lalu membentuk bola lava pijar yang sangat besar, "HIIIAAA...!!!" Aldios tanpa ragu melemparkannya.


Tuan Kai muda menghindar akan tetapi ia tersadar bahwa dibawah permukan tanah ada Reina, "Sialan!!!!" iapun bergegas turun.


"DHUUAARR...!!!" Ledakan besar terjadi dan Tuan Kai muda tak sempat menyelamatkan rekannya.


Ya, kegelapan dari Reina tak cukup kuat untuk menelan meteor sang naga lava sehingga daerah yang sebelumnya hutan belantara kini berubah menjadi lautan api.


"Sialan!!!" Tuan Kai muda menjadi sangat geram melihat dampak serangan lawan terlebih ia sangat murka karena serangan itu ditujukan untuk Reina.


"Hahahaha...!!!" Aldios tertawa lepas penuh kepuasan, "Aku berhasil menghabisinya!!! Putri Naga Emas telah mati!!"


Iapun merasa senang akan tetapi dari hutan yang telah terbakar mendadak sebuah energi terkumpul.


Ya, kegelapan perlahan menyebar dan menelan kobaran api disegala tempat. Kegelapan itu adalah teknik milik Utsugi Reina.


Meski sebelumnya Reina tak mampu menahan serangan Aldios tapi kini ia terlihat baik-baik saja karena dilindungi oleh 'si akhir'


"Khehehehe..." 'si akhir' tersenyum lebar dan berkata pada rekan wanitanya, "Kau berhutang padaku..."


"Ya, akan ku bayar nanti..."


"Hmm... kau bisa membayarnya dengan berkencan denganku nanti..."


"Jangan bercanda!!" Ucap Utsugi Reina dengan ekspresi kesal.

__ADS_1


Meski terlihat kesal ia malah tersipu malu, "Kau boleh minta apapun asal bukan itu..."


"Apapun?"


"Yah, asal tak aneh-aneh..." Reina malah salah tingkah.


"Yap, ku pikirkan nanti kalau begitu..." ucap 'si akhir' dengan meningkatkan energi dan iapun kembali melesat ke angkasa.


'Si akhir' terbang dan sekarang ia berada disamping Tuan Kai muda.


"Aku senang kalian baik-baik saja..."


"Aku akan kena marah Naga Emas bila membiarkan putrinya terluka..." ucap 'si akhir'


"Baiklah, bicaranya nanti saja karena kita harus menghajarnya..."


Tuan Kai muda setuju, "Kurasa tak ada pilihan lain..." ucapnya dengan meningkatkan energi sehingga ia terbalut kobaran api pekat.


"Mode : Devil" Tuan Kai muda menggunakan wujud iblisnya.


Lalu Aldios yang berada dihadapan keduanya bertambah marah, "Sialan!!! Padahal kalian itu iblis tapi mengapa kalian mati-matian melindungi Kekaisaran


Dewa!!!"


"Bukan urusanmu!!!" Ucap 'si akhir' dengan sorot mata tajam.


Baik Tuan Kai muda dan 'si akhir' terbang melesat ke arah sang naga.


Keduanya menendang dari dua arah yang berlawanan, "Jbbuuak!!!" Lengan kanan Aldios menahan kaki kiri 'si akhir' sementara itu lengan kirinya menahan kaki kanan Tuan Kai muda.


"Sudah ku bila api tak mempan padaku!!!"


Keduanya tak peduli pada ucapan lawan dan keduanya meningkatkan energi lalu memusatkannya pada kaki mereka.


"Krak!!!" Kedua lengan kuat Aldios patah dan membuat ia mundur ke belakang.


"Kurang ajar!!! Tak akan ku ampuni!!" Sang naga lava lebih murka dari pada sebelumnya.


"Kami tak butuh ampunanmu..." ucap 'si akhir' dengan tersenyum lebar.


"Lagi pula kau telah kehilangan kedua tangan jadi kami tak perlu takut padamu..." sahut Tuan Kai muda.


"Berhenti meremehkanku!!!" Teriak Aldios sang naga lava dengan mengepakan sayapnya dan bola-bola lava pijar berjatuhan.


'Si akhir' dan Tuan Kai muda bergerak, merekapun berkombinasi dalam pertarungan untuk menumbangkan Aldios Sang Naga Lava.


Dipermukaan tanah.


Utsugi Reina yang melihat kombinasi kompak keduanya tersenyum tipis, "Dasar, mereka itu saudara jadi masalah seperti apapun pasti dapat diselesaikan oleh mereka..."

__ADS_1


"Aku tak perlu khawatir pada pertarungan ini!! Mereka akan menang!!" Gumam perempuan iblis itu dengan penuh keyakinan.


Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1148 : Kakak ku!! Bagian 2


__ADS_2