Kosuke Arashi 2

Kosuke Arashi 2
Chapter 1157 : Mereka Abadi II


__ADS_3

Dipertarungan yang lain.


Mogura 'si iblis ribuan tangan' dan Venom 'si iblis otot dan tulang' berhadapan dengan dua kapten Red Eagle yaitu Kanzaki Shirou dan Yoshimura Kiba.


"Bocah-bocah bodoh!! Kalian berani menantang kami yang merupakan 'raja iblis'..." ejek Mogura.


Kedua kapten Red Eagle itu terdiam dan sama sekali tak terprovokasi ucapan musuh.


"Omong kosong!! Kami tak takut pada kalian..." ucap Kiba.


"Ya, benar!! Aku lebih suka membuktikan kehebatanku dengan tindakan dari pada sekedar omongan..." sahut Shirou.


Venom memperkuat pijakan kakinya lalu melompat dan jatuh tepat dihadapan keduanya dengan hentakan yang kuat, "DYYEESS...!!!" Keduanya tetap berdiri tegak meski tanah tempat mereka berdua goyah.


Venom mengepalkan tangan kanan yang diperbesar dengan kemampuan memanipulasi otot sehingga ukuran kepalan tangannya berubah jadi 20X lipat dari sebelumnya, "HIIAA...!!!"


Kanyaki Shirou segera menarik pedang besar yang ada dipunggungnya dan menancapkannya pada permukaan tanah, "50 Ton!!" Pedang besar tersebut beratnya berubah.


"Jbbllast!!!" Pukulan yang sangat kuat dilesatkan dan tepat mengenai pedang besar yang tertancap ditanah itu.


"Apa-apaan ini?" Venom terkejut ketika kepalan tangan yang penuh kekuatan tak mampu menggeser pedang besar yang tertancap ditanah itu.


Kiba segera menarik dua pedang yang tersarung dipinggangnya dan menebas, "Sllash!! Sllash!!"


"Cruat!!" Tangan Venom yang sebelumnya memukul terpotong.


"ARRGGHH...!!!" Si iblis otot dan tulang itupun berteriak kesakitan.


Mogura yang berada dibelakang berteriak, "Venom, mundur!!!" Venom mengerti maksud rekannya, iapun memperkuat pijakan kedua kakinya lalu melompat ke belakang.


Mogura beraksi, ia mengarahkan kedua telapak tangan ke depan lalu dari telapak tangannya itu muncul lubang dan dari lubang tersebut muncul dua lengan lagi.


Ya, kejadian itu berulang-ulang sehingga lengan Mogura berubah menjadi ribuan dan setelah jumlahnya sangat banyak cero-cero terbentuk ditelapak tangannya itu.


"...!!" Baik Kiba maupun Shirou yang sebelumnya meremehkan kedua lawannya terkejut dan keduanya bersiap menghadapi serangan yang datang.


"WUUSS...!! WUUSS...!!" Cero-cero yang tak terhitung jumlahnya melesat dan kemudian terciptalah ledakan beruntun tanpa jeda.


Mogura berkata, "Apa kita berhasil?"


"Jangan meremehkan mereka!!" Ucap Venom dengan sorot mata serius.


*****


Dilain tempat ada pertarungan Excel 'sang raja iblis es' yang berhadapan dengan Aogami Ritsu dan Toushiro Yuri


Excel meletakan kedua telapak tangannya pada permukaan tanah, "Krak!! Krak!!" Secara perlahan tanah membeku dan terciptalah gelombang es.


"Dia datang!!" Ucap Yuri.

__ADS_1


"Aku tau!!" Teriak Ritsu.


Ritsu mengangkat tangan kanannya ke atas dan terkumpullah kegelapan, kegelapan itu memadat dan terciptalah sebuah topeng. Ritsu mengenakan topeng tersebut dan tekanan energinya meningkat.


"HIIAA...!!!" Yuri juga meningkatkan energi, ia menggenggam pedangnya dengan dua tangan lalu menebas, "Sllash!!!"


"Krak!! Krak!!" Gelombang es yang tak kalah besar melesat dari arah yang berlawanan.


"DYYEESS...!!" Dua gelombang es itupun berbenturan.


Ritsu beraksi, ia memusatkan energi pada ujung jari telunjuk tangan kanannya dan kemudian menembakan laser, "Sllash!!" Bongkahan es yang menghalanginya hancur dan ia kemudian melesat langsung ke arah lawan.


"Sllash!! Sllash!!" Ritsu melesatkan tebasan akan tetapi 'sang raja iblis es' mampu menangkis setiap tebaran dengan menggunakan cakar.


"Topeng memang senjata iblis yang dianggap terkuat karena mampu memaksimalkan kekuatan dan potensi pengguna akan tetapi hal itu tak cukup untuk mengalahkanku..."


Ritsu menjaga jarak, "Kau terlalu sombong!!" Iapun memusatkan energi pada ujung mata pedang dan menembakan laser warna hitam.


"Sllash!!" Excel terkejut dan ia menangkis dengan telapak tangan kanan meski pada akhirnya telapak tangannya malah hancur.


"Sial!!" Pikir Excel yang dengan cepat memulihkan diri menggunakan regenerasi.


Tetapi Yuri tak tinggal diam, ia berlari ke arah lawan dan melesatkan tendangan pada perut lawan, "Jbbuuak!!" Excel yang sedang dalam pemulihan tak menyadari pergerakan lawan.


Ia terhempas akan tetapi segera bangkit, "Kurang ajar!!" Ucapnya yang telah pulih.


Tetapi Ritsu melesat sangat cepat lalu menebas leher Excel dari belakang, "Sllash!!"


Meskipun begitu ia masih berdiri tegak dan karena jantungnya belum hancur maka Excel berusaha memulihkan diri dengan regenerasi.


"Tak akan ku biarkan kau pulih...!!!!" Teriak Yuri yang berlari dan segera menusuk dada 'sang raja iblis es'


"Jlleebb...!!!" Setelah menerima tusukan regenerasi Excel terhenti dan iapun membeku dalam balokan es.


"Hah... hah... hah..." baik Yuri maupun Ritsu mengatur nafasnya.


Secara mendadak sebuah kuncup bunga jatuh dari langit dan kemudian secara perlahan kuncup bunga itupun mekar, Excel keluar dari kuncup bunga tersebut.


"Maaf mengecewakan!! Kalian sudah susah-susah menghabisi diriku akan tetapi aku malah bangkit lagi..." ucap Excel dengan tersenyum menyeringai.


"Brengsek!!" Gumam Ritsu dan Yuri dalam hati yang bersiap bertarung lagi.


*


Dilain tempat.


Yasaka Sena anggota Red Eagle yang merupakan Dewa Langit berhadapan dengan Karma 'sang raja iblis petir'


"Menarik sekali!!" Ucap Sena dengan meningkatkan energi sehingga gravitasi menjadi sangat berat.

__ADS_1


Karma tetap tenang dan iapun berkata, "Rupanya kau adalah Dewa Langit!! Pantas saja kau mampu memanipulasi gravitasi..."


"Kau bahkan membuat diriku tak dapat bergerak sampai-sampai aku kesulitan bernafas..."


"Aku tak butuh pujianmu!! Aku hanya ingin menghancurkanmu, iblis..." ucap Sena yang dengan sekali pijakan melesat ke arah lawan.


Ia mengepalkan tangan dan memukul, "Jbbuuak!!" Karma menahan dengan menyilangkan kedua tangannya akan tetapi pukulan Sena bukan pukulan biasa melainkan sebuah tinju yang telah dilapisi gaya dorong.


Ya, dengan sekali pukulan 'sang raja iblis' petir terhempas jauh.


Karma segera bangkit dan ia terlihat sangat geram, "Sialan!! Aku terlalu meremehkannya..." iapun meningkatkan energi sehingga dikedua pijakan kakinya muncul kilatan-kilatan petir, "Sllash!!" Karma melesat secepat kilat.


Sena yang melihat lawannya mendekat langsung mengaktifkan kemampuannya, "Gravitasi Zero!!" Seketika gravitasi menghilang dan hal itu membuat puing-puing berterbangan.


Gerakan Karma melambat akan tetapi ia tetap mendekat dan memukul dengan tinju berbalut petir, "Jbbllast!!" Sena juga melakukan hal yang sama, ia memukul dengan tinju yang diperkuat gaya dorongan.


"HIIAA...!!!" Keduanya saling mengadu kemampuannya dan tak mau ada yang kalah.


Karma kalah dan iapun terlempar ke belakang, "Kau membuatku muak, bocah!!" Iapun membuka dan menembakan bola petir.


"Sllash!!" Bola elemen petir itupun melesat cepat tanpa terpengaruh gravitasi yang telah dihilangkan.


"Celaka!!!" Sena terkejut dan iapun membelokan bola petir itu dengan tendangan berlapiskan gaya dorongan, "Jbbuuak!!"


"DHUUAARR...!!" Ledakan yang hebat tercipta dilangit.


*****


Dilain tempat.


Silka 'si wanita iblis' dan Tesla 'si iblis gravitasi' mengincar salah satu anggota Red Eagle yaitu Hibari Kitsune.


"Yang benar saja!! Semua serangan kita meleset?" Ucap Tesla.


"Aku juga tak mengerti!! Sebanyak apapun kita menyerang tapi tak satupun yang mengenainya..." ucap Silka.


"Aneh!! Benar-benar aneh..." gumam keduanya yang terheran-heran.


Kitsune sendiri berlarian kesana kemari dengan menjerit ketakutan, "Siapapun selamatkan aku!!!!!"


Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1158 : Mereka Abadi III


******


Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini


Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.


Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi

__ADS_1


Terima kasih atas perhatiannya.


*****


__ADS_2