
Perang berlanjut.
Minaka berhasil menjebak empat raja iblis masuk ke dalam wilayah kekuasaannya.
Leonidas 'sang raja iblis gempa' memilih tak menggunakan kekuatannya dan beralih bertarung menggunakan pedang melawan Tsuruna.
"Sllash!!"
"Cthing!!" Leonidas menebas akan tetapi Tsuruna menahan dengan pedangnya, 'sang raja iblis gempa' menatap tajam lalu menembakan laser dari matanya.
Tsuruna yang memiliki insting tajam segera menghindar dengan melompat ke belakang dan hal itu membuat Leonidas terkejut, "Bagaimana mungkin? Gerakan gadis buta ini sangat lincah dan ia sepertinya memiliki pengalaman bertarung yang banyak..."
Tsuruna menghentakan tanah dengan kaki kiri dan membuat puing bangunan terangkat lalu ia menendang puing bangunan tersebut dengan kaki kanannya, "Jbbuuak!!"
Puing bangunan melesat akan tetapi Leonidas menyelimuti tubuhnya dengan kemampuan gempa sehingga puing bangunan itu hancur lebur jadi debu begitu mendekat padanya.
Tanpa sepatah katapun, Tsuruna menghentakan tanah lagi dan lagi lalu ia menendang puing bangunan lagi dan lagi.
Puing-puing bangunan melesat dan hancur lalu terciptalah kepulan debu tebal tepat diwajah Leonidas.
"Sial, dia berniat menghilangkan pandanganku..." ucap Leonidas yang menyadari apa yang diinginkan Tsuruna.
Leonidas berniat keluar dari kepulan debu akan tetapi Tsuruna melesatkan tusukan, "Apa!!!!" Leonidas terkejut begitu ujung mata pedang yang tajam mengarah padanya.
Ia berusaha menghindar akan tetapi tusukan bergerak lebih cepat, "Jleebb...!!" Mata kanan Leonidas tertusuk dan iapun buru-buru melompat ke belakang, "Sial..." ucap Leonidas dengan tangan kanan memegangi mata kanan yang berdarah.
"Sialan, sejak awal kau memang mengincar mataku!!!"
"Ya, memang itu yang ku inginkan!! Akan ku buat kau kehilangan pengelihatan hingga sama sepertiku..." ucap Tsuruna dengan nada datar.
"Tak akan ku biarkan hal itu terjadi...!!!!" Leonidas murka, iapun mengepalkan tangan berlapiskan kemampuan gempa dan memukul udara bebas yang ada dihadapannya, "Krak!! Krak!!" Atmosfer memadat lalu tercipta retakan-retakan diudara dan gelombang gempa penghancur segalanya melesat ke arah Tsuruna.
Meskipun begitu si gadis buta tetap tenang karena dari bawah tanah mendadak muncul dinding kegelapan yang melindunginya dengan menyerap serangan gempa.
"Sialan!!!" Gumam Leonidas yang semakin murka.
Tsuruna tak buang-buang waktu, ia segera berlari ke arah lawan.
__ADS_1
Leonidas mencengkram pedangnya erat-erat dan menebas akan tetapi Tsuruna memfokuskan energi pada satu titik yaitu telapak kakinya dan menendang, "Cthing!!" Pedang Leonidas beradu dengan telapak kaki Tsuruna dan disaat itulah 'si gadis buta' melemparkan semua energi yang telah terkumpul sekaligus.
Ya, tendangan Tsuruna yang ditangkis oleh Leonidas bagaikan tembakan meriam saja dan hal itu membuat 'sang raja iblis gempa' terlempar.
Leonidas segera berdiri tegak akan tetapi Tsuruna menghentakan kaki kanan sehingga puing bangunan terangkat dan iapun menendangnya, "WUUSS...!!" Puing bangunan melesat mengenai Leonidas tepat sebelum ia bangkit.
'Sang raja iblis gempa' terjatuh lagi akan tetapi ia segera berdiri tegak, "Gerakannya sangat cepat..." pikir Leonidas dan disaat yang sama ujung mata pedang yang tajam mengarah pada matanya, "Jleebb!!"
"ARRGGH!!!" Teriak 'sang raja iblis gempa' yang telah kehilangan kedua matanya.
"Sudah ku bilang bukan?" Ucap Tsuruna yang telah berada dihadapan Leonidas, "Akan ku buat kau buta..."
"Dan sekarang akan ku bunuh kau..." ucap Tsuruna yang tanpa ragu memenggal kepala 'sang raja iblis gempa' dan iapun tak lupa menusuk jantung Leonidas.
Meskipun Tsuruna berhasil menghabisi Leonidas tapi keadaan rekan-rekannya yang lain berbeda.
Guts berhasil mengalahkan Fuyuki dan Yume lalu Belial terus saja mempermaikan Hayate dan Asuka.
Lalu dilain sisi Jiro yang berhasil meniru wujud musuhnya tetap saja tak mampu mengimbangi Dante dan ia mulai kerepotan menghadapinya.
*
"Apa-apaan mereka itu!! Bagaimana mungkin mereka bisa dikalahkan padahal aku sudah memberikan bantuan?"
"Teknik kubah bayangan yang ku punya seakan tak berguna!! Ya, selain Tsuruna semuanya hanya beban saja..." gumam Minaka.
Pengguna elemen kegelapan itu berniat melakukan sesuatu lagi akan tetapi mendadak Leonidas yang sebelumnya telah dihabisi jatuh dari langit dengan pijakan kuat, "DYYEESS...!!!"
"...!!!" Minaka terkejut dan segera berbalik akan tetapi Leonidas tanpa ragu melesatkan kepalan tinju berlapis kemampuan gempa pada punggungnya, "Krak!! Krak!!" Atmosfer memadat dan retakan-retakan tercipta tepat dibelakang punggung Minaka.
Ya, ia terkena serangan penghancur secara telak, "Ugh!!" Minaka jatuh ke tanah dan tempatnya jatuh berubah jadi cekungan.
Pengguna kegelapan berhasil disingkirkan dan hal itu membuat kubah bayangan perlahan menghilang.
Leonidas menatap Tsuruna yang berada dikejauhan dan berkata, "Ya, sekarang mari mulai ronde kedua..." Leonidas tanpa ragu melesatkan kepalan tinju berlapis kemampuan gempa pada udara bebas yang ada dihadapannya, "Krak!! Krak!!" Atmosfer memadat dan retakan-retakan tercipta lalu gelombang penghancur segalanya melesat ke arah si gadis buta.
*****
__ADS_1
Ditempat lain, Senju Rain berdiri diatas puing bangunan yang hancur.
Ia menatap ke atas dimana dilangit yang gelap ada 3 raja iblis kelas tertinggi, "Ada yang aneh?" Pikir Senju Rain.
"Mengapa 3 iblis tertinggi itu hanya menonton saja padahal bila mereka bertarung maka semuanya akan cepat selesai..."
Iapun berfikir keras, "Benar, kunci kemenangan mereka adalah keabadian raja iblis jadi 'sang raja iblis pelahap' dan 'sang raja iblis kematian' sedang menjaganya..."
"Ya, keabadian para raja iblis ada pada Va'al..." ucap Senju Rain dengan menatap ke atas, "Aku harus ke sana...!!"
"Zink!!" Yami muncul dengan kemampuan teleport dan ia membawa Misaki, Ashura dan fusion dari 5 anak asuh Arashi.
Senju Rain dengan sorot mata serius berkata, "Aku telah memutuskannya dan aku butuh bantuan kalian untuk menghancurkan keabadian mereka..."
"Jadi kau sudah menemukan sumber keabadian mereka?" Tanya Ashura.
"Entahlah, aku masih belum yakin akan tetapi ide ini layak dicoba!! Kita tak akan pernah bisa memenangkan perang bila keabadian mereka tak dihancurkan..."
"Sebuah pertaruhan, ya?" Gumam Misaki dengan suara pelan.
"Apa yang bisa kami bantu?" Tanya Fusion Yuuka.
Senju Rain berkata dengan serius, "Bantu aku untuk terbang tinggi menuju langit!! Bukakan jalan untukku agar aku bisa mendekat pada 'sang raja iblis hutan'..."
Yami menatap ke atas, "Disana ada 'raja iblis pelahap' dan 'raja iblis kematian', apa kau yakin ingin kesana?"
"Ya..." jawab Senju Rain tanpa ragu.
Misaki berkata, "Yah, apa boleh buat!! Meski terlihat sulit tapi demi kemenangan kita harus terus maju..."
"Tak perlu berlama-lama lagi ayo berangkat!!" Ucap Ashura si pemilik kekuatan hantu.
"Ya..." jawab semuanya serentak.
Senju Rain membuat keputusan dan sedikit demi sedikit arah perang mulai terbuka!!
Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1160 : Buka Jalan II
__ADS_1