
Beberapa saat yang lalu Arashi dan Yui menginjakan kaki dipermukaan negeri para dewa.
Keduanya nampak shock ketika melihat kondisi Aera tersebut yang kacau balau hancur karena para iblis.
"Tempat ini seperti habis terkena bencana saja..." ucap Yui yang melihat ke sekeliling.
Arashi menjadi kesal, "Cih, tempat ini hancur lebur sama seperti perang dulu!! Ku harap kita tak berhadapan dengan sesuatu yang merepotkan..."
"Apa maksudmu, Arashi?"
"Yui, apa kau tak menyadarinya?"
"Hmm... apa maksudmu sih?" Yui masih tak mengerti.
Arashi dengan ekspresi wajah serius berkata, "Baru saja Turnament Lima Bintang dihentikan karena ulah tiga raja iblis dan sekarang aku punya firasat bahwa yang membuat Aera sampai seperti saat ini adalah para raja iblis yang lainnya..."
Yui sejenak terdiam lalu bertanya, "Lalu sekarang apa yang akan kita lakukan?"
__ADS_1
"Tujuan kita kemari untuk menemukan Ryusuke jadi jika dalam kondisi mendesak seperti pertarungan yang tak mungkin dimenangkan maka kita sebisa mungkin harus lari..." jelas Arashi serius.
Yui terdiam sejenak lalu berkata, "Sip, aku mengerti..."
*****
Saat ini Ryusuke telah dikalahkan oleh 'si akhir' dan juga kondisi yang merepotkan terjadi yaitu para raja iblis telah berkumpul.
Meskipun kondisi sangat tak menguntungkan tapi Arashi memberanikan diri membuka pintu ruangan tempat mereka berkumpul lalu berkata, "Halo semuanya!!! Aku kemari mencari kawanku dan apakah kalian melihatnya??" Ucapnya secara terang-terangan dengan tersenyum lebar meski dihadapannya berdiri para iblis terkuat.
"...!!" Semua raja iblis yang ada disana terkejut dengan kemunculan Arashi.
Arashi melirik ke belakang punggungnya dan berbisik, "Yui, mundurlah!! Dan bila ada kesempatan kau harus segera membawa Ryusuke menjauh..."
"Aku mengerti..." jawab Yui yang paham.
Dari kejauhan Arashi melihat Ryusuke yang berada dibawah kaki 'si akhir' dan iapun tetap mencoba untuk tenang, "Hey, kalian!! Apa kalian melihat rekanku? Yah, aku tau dia kemari jadi ku harap dia tak membuat masalah dengan kalian..."
__ADS_1
Para raja iblis yang semula terkejut pada kemunculan Arashi kini menjadi lebih tenang akan tetapi salah satu dari mereka yaitu si iblis muda Heliel tetap geram, "Kosuke Arashi si pengacau, ku habisi kau!!!!!" Teriak Heliel.
"Zink!!!" Sekejap mata saja ia menghilang dengan kemampuan teleport.
Heliel merupakan lawan yang pernah dihadapi oleh Arashi langsung saja muncul dari arah belakang dan memukul.
Arashi mempertajamkan insting dan dengan cepat berbalik lalu menahan pukulan Heliel menggunakan telapak tangan, "Jbbuuak...!!" Arashi terdorong ke belakang dan membalas Heliel dengan tendangan meski tendangan tersebut dapat dihindari dengan mudah menggunakan kemampuan teleport.
"Dia menghilang lagi!! Kemampuan teleportasi memang merepotkan..." gerutu Arashi dengan mempertajamkan insting karena menyadari lawannya bisa muncul dimanapun dan kapan saja.
"Zink!!" Heliel muncul diatas dan ia melesatkan cakaran, "Sllash!!"
Arashi yang memiliki insting tajam menghindar dengan melompat ke samping, iapun membalas dengan pukulan akan tetapi lagi-lagi Heliel mampu menghindar dengan teleport.
"Teleport memang merepotkan tapi aku tak punya waktu main-main dengannya jadi sebisa mungkin aku harus bisa melesatkan serangan telak padanya yang membuatnya kalah seketika..." pikir Arashi yang waspada.
Heliel muncul dan berdiri tepat dibelakang Arashi, iapun terlihat kesal karena lawan berulang kali dapat menghindar, "Kosuke Arashi 'si pengacau', betapa senangnya diriku bisa berhadapan denganmu karena aku bisa membalas dendam atas kekalahanku dulu..."
__ADS_1
"Cih, jujur saja aku lupa kapan aku bertarung denganmu sampai membuatmu dendam..." ucap Arashi.
"Jangan pura-pura lupa, sialan..." ucap Heliel dengan sorot mata tajam, iapun mengangkat satu tangan kanan ke atas dan mulai terkumpul kegelapan pekat lalu terbentuklah senjata iblis penuh kebencian yaitu topeng.