
"Tap... tap... tap..." Yume bangkit kembali dan dengan langkah perlahan ia berjalan mendekati mayat 3 anggota Red Eagle.
Ia tertunduk penuh kesedihan dan terlihat sangat menyesal, "Sialan, hanya karena aku lemah mereka bertiga mati..." gumamnya dalam hati.
Yume mengepalkan tangan dan terlihat sangat geram, "Perang ini telah banyak merenggut banyak nyawa jadi kami harus menang apapun yang terjadi..."
"Perang ini harus segera diakhiri agar korban tak bertambah lagi..."
*
Sementara itu, Minaka yang berada diluar kubah bayangan mulai kelelahan karena terlalu banyak mengeluarkan energi, "Menyebalkan sekali!! Menciptakan kubah bayangan sebesar ini membutuhkan banyak sekali energi dan sekarang ini energiku hampir habis..."
"Aku tak akan bertahan lebih lama lagi..." gumamnya dalam hati dengan keringat diwajahnya, "Ku harap mereka bisa mengalahkan para iblis itu..."
*
Situasi makin kritis karena saat ini keempat raja iblis tengah berkumpul dihadapan Tsuruna.
Tsuruna yang telah mengaktifkan jubah raja sama sekali tak takut menghadapi keempatnya, "Aku juga beruntung kalian telah berkumpul jadi aku bisa menghabisi kalian berempat sekaligus..."
"Sombong sekali!!" Ucap Dante yang melesat dengan sekali pijakan, ia mengaktifkan sebuah tatto yang mampu merubah tangan kanannya menjadi pedang dan iapun langsung saja menyerang dengan tusukan.
Tsuruna memfokuskan energi pada telapak kaki kanannya dan menahan serangan yang datang, "Cthing!!!" Dante terus mendorong dan hal itu membuat Tsuruna terdorong ke belakang.
Dante geram karena serangannya tak mampu melukai Tsuruna, "Apa-apaan tatapanmu itu!!! Jangan memandang rendah kami!!" Ia memperkuat gaya dorongan dan menghenghempaskan Tsuruna ke angkasa.
Tsuruna berputar diudara dengan bersalto dan iapun menginjakan kaki dipermukaan tanah dengan perlahan.
Dilain sisi, Leonidas bergerak, ia melesat dengan sekali pijakan, "Meski jubah raja milikmu kuat tapi tak mungkin bisa bertahan dari tinju gempa..." ia mengepalkan tangan berlapiskan kemampuan gempa dan memukul langsung dari arah depan.
Tsuruna menahan dengan sebilah pedangnya akan tetapi serangan gempa terlalu kuat untuknya, "Krak!! Krak!!" Atmosfer terpusat tepat dihadapannya dan iapun terhempas jauh ke belakang.
"Mereka menyerangku secara bertubi-tubi dan bahkan tak memberikan ruang untuk ku menyerang balik..." pikir Tsuruna yang segera bangkit.
Begitu ia berdiri tegak lagi sebuah kepalan tangan super besar melesat dari atas.
"Gawat..." ucap Tsuruna yang segera berlari menjauh.
__ADS_1
"DYYEESS..." Pukulan Guts 'sang raja iblis bumi' menghantam tanah dengan sangat kuat sampai menciptakan cekungan luas dan dalam akan tetapi Tsuruna beruntung bisa lolos.
"Gadis kecil itu tak bisa dianggap remeh..." ucap Dante.
"Ya, dia memiliki insting tajam, penguasaan energi dan pertahanan hebat jadi jika kau tak berhati-hati melawannya kau bisa terbunuh..." ucap Belial yang terlihat geram karena tak ingin mengakui kemampuan lawan.
"Sejak awal kita salah memperhitungkan, awalnya kita mengira mereka hanyalah sekumpulan bocah nakal tapi nyatanya mereka adalah lawan yang seimbang..." ucap Leonidas yang kemudian mengepalkan tangan berlapiskan kemampuan gempa lalu memukul ke depan.
"Krak!! Krak!!" Atmosfer terpusat lalu memadat yang kemudian udara dihadapan Leonidas retak-retak dan terciptalah gelombang penghancur segalanya.
"Wuuss...!!" Gelombang gempa itupun menyapu dedebuan yang merupakan tempat bersembunyi Tsuruna.
"Dimana dia?" Pikir keempat raja iblis itu yang tak melihat keberadaan Tsuruna meski gelombang gempa telah menghancurkan segala apa yang ada disekitar.
Keempatnya sangat waspada karena tau Tsuruna tengah merencanakan sesuatu, "Krak!!" Mendadak saja tanah tepat tengah-tengah ketiganya yang berkumpul retak dan Tsuruna muncul dari bawah tanah.
"...!!!" Leonidas, Belial dan Dante terkejut dan segera melompat menjauh.
Tetapi Tsuruna mengincar salah satu dari mereka dan langsung saja menebas dari arah bawah ke atas, "Sllash!!"
"Cruat!!" Darahpun menyembur ke udara.
Tsuruna menggenggam erat pedangnya dengan dua tangan dan melesatkan tusukan yang beberapa centi saja hampir mengenai kening Belial.
"Sial..." Leonidas bergerak cepat, ia mengepalkan tangan berlapiskan kemampuan gempa ke arah Tsuruna.
Tsuruna yang memiliki insting tajam menarik ujung mata pedang yang hampir mengenai kening Belial dan memilih masuk kembali ke dalam tanah.
Belial berdiri tepat dihadapan Dante yang terbelah menjadi dua bagian, "Sialan, Dante!!!! Mengapa kau tak beregenerasi juga!!" Ucapnya dengan berusaha menyatukan dua bagian tubuh rekannya.
Leonidas segera berlari mendekat, "Jantung berserta kepalanya terbelah jadi sepertinya ia akan mati..."
Belial yang mendengarnya jadi shock berat, "Itu tidak mungkin..."
Nafas Dante terngah-ngah dan mulai tak beraturan lalu 'sang raja iblis gempa' berkata lagi, "Angkat kepalamu dan akui saja kenyataan itu..."
"Ini adalah medan perang dan kematian bisa saja datang setiap saat..."
__ADS_1
Dante secara perlahan menghembuskan nafas terakhirnya dan begitu menyadari rekannya telah mati Belial lalu secara perlahan meletakan kepalanya ditanah dan kemudian berdiri tegak.
"Gadis kecil itu akan ku habisi dengan tanganku sendiri..." ucap Belial yang benar-benar emosi.
Leonidas berkata, "Tenangkan dirimu!! Gadis kecil itu bukan lawan yang bisa kau hadapi dengan emosi..."
"Aku tau!!!" Bentak Belial dan secara mendadak Tsuruna muncul tepat dibelakangnya dan langsung saja menusuk, "Jlleeb...!!!" Setelah menembus jantung musuh iapun mengangkat pedangnya ke atas sehingga kepala Belial terbelah.
"Sialan!!!!" Teriak Leonidas dengan lantang karena tak berbuat apapun saat rekannya dihabisi.
Tsuruna menggenggam erat pedangnya yang berlumuran darah dan berkata dengan entengnya, "Aku adalah mantan pembunuh yang dilatih langsung oleh Naga Emas Legendaris dan aku diajarkan olehnya untuk menghabisi target secepat mungkin..."
"DYYEESS...!!" Mendadak saja kepalan tangan raksasa Guts jatuh dari atas tepat mengenai Tsuruna.
"Jangan lengah, Leonidas..." ucap 'sang raja iblis bumi', Guts.
Leonidas langsung saja mengangkat wajahnya dan tegas pada dirinya sendiri, "Ini adalah medan perang dan aku tak boleh lengah..." ia mulai memikirkan sebuah rencana untuk menyerang.
"Gadis kecil itu bertarung dalam tanah karena tau betul tak bisa mengalahkan kekuatan gempa milikku..."
"Aku lebih diuntungkan..." pikirnya
Mendadak saja Tsuruna muncul dari dalam tanah dan berlari mendaki tubuh raksasa tanah milik Guts.
"Dia mengincar Guts..." pikir Leonidas.
Guts berusaha menangkap Tsuruna yang berlari diatas tubuhnya akan tetapi Tsuruna yang memiliki insting tajam dapat dengan mudah lolos dari tangkapan musuh.
Tsuruna sampai dibagian bahu dan ia menggenggam pedangnya dengan dua tangan dan langsung saja memenggal kepala Guts, "Sllash!!"
Kepala raksasa 'sang raja iblis bumi' terpotong akan tetapi ia masih dapat bergerak, "Kurasa tubuh utamanya bukan berada dibagian kepala..." gumam Tsuruna.
Tsuruna lengah sehingga tak menyadari bahwa Leonidas sudah berada dibalik punggungnya, "Krak!! Krak!!" Ia langsung saja melesatkan tinju gempa tepat pada punggung si gadis buta itu.
Tsuruna jatuh dengan sangat keras membentur tanah, "Ku yakin serangan itu berdampak padanya..." ucap Leonidas.
Dari kepulan asap debu secara perlahan Tsuruna berdiri kembali, "Uhuk!!" Ia pun memuntahkan darah, "Sepertinya beberapa organ tubuhku hancur dan juga beberapa tulangku patah..."
__ADS_1
Tsuruna menatap ke atas dan berkata, "Ya, tersisa dua raja iblis dan meskipun sulit aku harus segera menghabisi mereka..."
Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1181: Satu Melawan Dua