
Beberapa saat yang lalu dirumah sakit para petinggi 5 akademi sedang mengintrograsi Mizorogi akan tetapi secara tiba-tiba pintu terbuka lalu seorang gadis muncul dengan nafas tak beraturan karena lari cepat, "Ini gawat!!!!"
Semua mengalihkan pandangan, "Ada apa?" Tanya Master Izumi.
"Hah... hah... hah..." gadis itu adalah Kurosaki Yemi si pemilik kemampuan telepati, "Ini gawat!!! Dengan kemampuan telepatiku, Arashi menghubungiku!! Bahwa ia dan Yui sedang mengejar Ryusuke yang bergerak menuju Aera!!!!"
"Apa!!!!!" Secara spontan semua yang ada disana terkejut begitu mendengar informasi pergerakan Arashi menuju markas musuh.
Master Izumi menjadi sangat geram begitu mendengar ada anggotanya yang bertindak bodoh, "Sialan!!!! Mereka selalu saja begitu dan bertindak seenaknya sendiri...!!!"
"Biarkan saja mereka bertiga pergi ke Aera dan prioritas kita sekarang adalah memperkuat pertahanan karena musuh bisa menyerang kapan saja...!!!!" Ucap Master Izumi memberikan perintah.
Semuanya terdiam akan tetapi Hanami yang merupakan putri menjadi khawatir, "Tapi saat ini Aera menjadi tempat paling berbahaya didunia jadi bukankah seharusnya kita membantu mereka?"
__ADS_1
"Jangan terbawa perasaan!! Ingatlah kau adalah seorang putri kerajaan Alvarez..." ucap Thunder dengan sorot mata tajam.
"Benar, ingatlah Hanami!! Mereka pergi karena keinginannya sendiri jadi biarkan mereka mengurus masalah yang mereka perbuat..." ucap Senju Rain dengan tegas, "Yang bisa kita lakukan sekarang adalah tetap tenang dan berharap ketiganya baik-baik saja di Aera..."
"Aku mengerti..." jawab Hanami dengan wajah tertunduk penuh rasa kekhawatiran.
Pada akhirnya petinggi 5 akademi memutuskan untuk diam saja meski Arashi, Yui dan Ryusuke pergi ke Aera.
*****
Arashi kelelahan sehingga tak mampu masuk wujud dewa menjadi terdiam dan iapun teringat pada pertarungannya melawan Venom yang sangat menguras energi, "Sialan, sejak pertarungan itu aku sama sekali tak istirahat dan akupun belum mengisi ulang energiku..." gumamnya dalam hati yang terdesak.
"Hahahahahaha...!!!" Rafathar tertawa lepas setelah mengetahui kondisi Arashi, "Sepertinya energimu telah habis!!! Aku sungguh kecewa akan tetapi aku mengakui bahwa kau merupakan salah satu petarung yang membuatku dapat bertarung secara serius..."
__ADS_1
Arashi yang hampir kehabisan energi tetap waspada dan kini ia hanya bisa bergantung pada sisa-sisa energi yang dimilikinya dan instingnya yang tajam, "Sial, jalan keluar kami dari tempat ini jadi makin susah saja..." pikirnya dengan menatap ke segala penjuru yang penuh dengan kepungan para raja iblis.
"Tap... tap... tap..." Rafathar berjalan perlahan ke arah Arashi, "Kau yang telah kehabisan energi sekarang ini bagaikan burung yang sayapnya patah dan terperangkap dalam jebakan..."
"Ya, intinya kau lemah..." ia menonaktifkan sisik-sisik hitamnya yang keras karena menganggap Arashi tak berbahaya lagi dan Rafathar kemudian mengarahkan telapak tangan kanannya ke depan.
Telapak tangan kanannya itu muncul sebuah lubang yang mulai terkonsentrasi energi, "Tembakan Api!!!!"
"WUUSS...!!!" Dari lubang ditelapak tangan kanannya itu menembakan bola api raksasa.
Arashi yang terdesak kebingungan harus melakukan apa, "Sialan...!!!" Iapun kemudian mengarahkan dua telapak tangannya ke depan lalu menahan bola api itu dan melemparkannya ke atas.
"DHUUAARR...!!" Bola api itu menembus langit-langit ruangan dan meledak.
__ADS_1
Arashi berhasil selamat meski terdorong agak jauh akan tetapi 'sang raja iblis pelahap' mendadak melesat cepat menjadi bayangan dan muncul lagi dari arah samping lalu bergerak mencengkram kepala Arashi, "Ugh!!"