
Sebelum membaca karya ini author minta tolong untuk pada kalian untuk 'like' ataupun 'vote' agar meningkatkan ringking cerita ini.
Ya, selamat membaca karya ini dan author ucapkan terima kasih pada pembaca setia 'Kosuke Arashi'
Hanya itu pesan dari author sekian dan terima kasih.
Selamat membaca!!
*****
Diatas sebuah bangunan Yui dan Yugiri sedang diikat dengan sebuah rantai khusus yang mengekang energi mereka dan disana Yemi/Yami bertugas menjaga dua sandera itu.
"Yami atau Yemi yang ada disana, apakah kau benar-benar ada dipihak musuh?" Ucap Yui.
Yemi/Yami hanya mematung dan tak menjawab seolah tak memiliki perasaan.
"Bibi Yui, jadi sebenarnya siapa dia?"
Yui berkata, "Dia juga merupakan anggota Red Eagle sama seperti aku dan Arashi..."
"Dari yang ku dengar dari Senju Rain sewaktu insiden penyerangan para iblis terjadi Yemi/Yami bertemu dengan 'sang raja iblis kematian' dan entah bagaimana caranya 'sang raja iblis kematian' membuat Yemi/Yami menjadi pelayannya..."
"Begitu, ya? Jadi ia terperangkap dalam kendali musuh..." Yugiri sedikit paham.
"Yugiri-chan, Yami dan Yemi memiliki satu tubuh akan tetapi punya dua kepribadian dan dua kemampuan yang berbeda..."
"Yami si kakak memiliki sikap keras kepala dan kejam, ia punya kemampuan khusus yaitu teleportasi..."
"Sedangkan Yemi si adik memiliki sifat lembut dan baik hati, iapun bisa mudah memahami isi hati seseorang karena memiliki kemampuan telepati..."
Yugiri terlihat bersemangat, "Itu keren sekali!!! Kita harus segera menyadarkan Kak Yemi dan Kak Yami..."
"Emmm..." Yui menjawab dengan tersenyum dan mengangguk.
Yami/Yami yang berdiri dibelakang keduanya tanpa disadari oleh keduanya meneteskan air mata, "Maafkan aku..." ucapnya dalam hati dan tak terdengar oleh Yui maupun Yugiri.
*****
Lalu dikejauhan 7 pelayan kematian telah dikalahkan oleh mode gabungan dari Yuuki, Yuuka, Yuzuru dan Isla.
"Zink!!!" Tetapi mendadak seorang iblis muncul dengan kemampuan teleport, iapun terlihat sangat tenang meski tujuh iblis telah dikalahkan.
Mode gabungan menatap tajam ke arahnya, "Kau kuat!! Jadi siapa kau?"
__ADS_1
Iapun berkata dengan datar, "Aku adalah salah satu dari tiga iblis tertinggi dan aku adalah 'sang raja iblis kematian'..."
"Oh..." Mode gabungan merespon datar akan tetapi mendadak Rikie, Minaka, Misaki dan clon Masamune berdiri tepat dihadapannya dengan sikap waspada.
"Kau memang kuat akan tetapi jangan sesekali meremehkannya..." ucap Minaka.
"Aku merasa ia memiliki kekuatan yang tak dapat diukur dengan kata-kata..." ucap clon Masamune.
"Dia adalah iblis yang telah menghancurkan desaku dan mengubah Kakak Goto menjadi iblis..." ucap Rikie penuh emosi.
"Cih, aku merasa iblis ini memiliki aura kebencian yang luar biasa..." ucap Misaki.
Mereka berempat merasa Lindouw lawan yang sangat berbahaya akan tetapi mode gabungan berbesar hati dan merasa agak sombong, "Jangan khawatirkan aku!! Sekuat apapun dia pasti dapat ku kalahkan!!"
"Ya. Jika aku tak dapat mengalahkannya setidaknya aku dapat memberikan luka vatal padanya..." iapun melangkahkan kaki maju seolah mengabaikan peringatan dari keempatnya.
Mode gabungan menatap tajam ke arah 'sang raja iblis kematian' akan tetapi Lindouw sendiri nampak sangat tengan.
Lindouw tersenyum, "Sebenarnya aku sangat marah karena kau telah membuat anak-anakku babak belur..."
"Ya, meskipun begitu aku akan memaafkan segala kesalahanmu bila kau mau jadi salah satu anakku..."
"Anak??" Mode gabungan agak kesal.
"Benar sekali!! Kau akan jadi anakku dan akan jadi cucu Dewa Kematian..." ucap Lindouw dengan tersenyum, "Seseorang yang memiliki pecahan Dewa Kematian akan mendapatkan kekuatan yang sangat hebat dan bisa dikatakan sebagai anak dari Dewa Kematian itu sendiri.."
"Ya, bagaimana? Apa kau mau jadi anakku?" Ucap Lindouw dengan entengnya.
Mode gabungan menyeringai lalu tertawa lepas, "Hahahaha... tentu saja aku menolak!! Aku adalah anak dari Kosuke Arashi!!!"
"Kosuke Arashi si pengacau!!!" Ucap Lindouw dengan sorot mata tajam.
"Benar... dialah yang terhebat, ayahku!!!" Ucap Mode Gabungan dengan semangat, "HIIAA...!!!!!!" mode gabungan meningkatkan energi dan meledakan elemen kegelapan dari pijakan kedua kakinya.
"Sllash!!" Dengan sekali pijakan ia melesat dengan sangat cepat lalu seluruh energinya terfokus pada kepalan tangannya dan iapun memukul dengan sekuat tenaga, "Jbbllaast...!!!!!" Semua bangunan yang ada dihadapan mode gabungan hancur tak bersisa dan yang ada hanyalah kepulan debu.
"Kuat sekali!!" Ucap Misaki.
"Tapi jangan lengah lawan kita adalah pemilik pecahan kekuatan Dewa Kematian..." sahut clon Masamune
"Benar, dulu sekali dia bahkan sempat membuat Naga Emas kerepotan..." ucap Rikie.
Minaka berteriak, "Lihatlah!! Kepulan asap perlahan menghilang!!"
__ADS_1
Merekapun memfokuskan pengelihatan ke depan karena dedebuan perlahan menipis.
Mendadak angin berhembus dengan kencang dan menyapu dedebuan lalu nampaklah Lindouw masih berdiri tegak dan terlihat ia menahan pukulan mode gabungan dengan telapak tangannya, "Sayang sekali kau adalah anak dari Kosuke Arashi 'si pengacau' jadi aku harus membunuhmu...!!!!" 'Sang raja iblis kematian' itupun menatap tajam dan meluapkan energi kegelapan pekat yang sangat kuat.
Mode gabungan segera melompat ke belakang karena merasakan bahaya yang hebat dari musuh, "Zink!!" Mendadak Lindouw menghilang dan muncul lagi diatas mode gabungan lalu tanpa ragu memukul.
"Jbbllast!!" Dengan instingnya yang tajam, mode gabungan berhasil menghindar akan tetapi pukulan Lindouw pada permukaan tanah menciptakan retakan-retakan yang semakin meluas ke segala arah dan terciptalah cekungan luas.
Mode gabungan terkejut dengan kekuatan sekali serang dari 'sang raja iblis kematian' dan hal itupun membuat dirinya tak lagi meremehkan lawan.
"Tap... tap... tap..." Minaka, Misaki, Rikie dan Clon Masamune berdiri tepat disamping mode gabungan.
"Ku tarik kata-kataku barusan!! Aku tak akan bisa mengalahkannya jadi bantu aku..." ucap mode gabungan.
"Ya..." jawab keempatnya serentak.
Lindouw 'sang raja iblis kematian' secara perlahan berdiri tegak lagi dan iapun memasang ekspresi datar, "Oh, jadi kalian mau main keroyokan, ya? Baiklah, akan ku ladeni..." iapun mengarahkan kedua telapak tangan ke depan lalu memfokuskan energi.
"Gawat!!!!" Teriak Masamune yang seakan mengetahui teknik musuh, "Semuanya menghindar!!!"
"WUUSS...!!!" Gelombang kegelapan melesat dari telapak tangannya, "...!!" Mereka berempat terkejut dan segera menghindar akan tetapi Masamune segera memfokuskan energi pada cengkraman tangan kanan dan terciptalah sebuah pedang.
"HIIAA...!!!!" Iapun menebas sekuat tenaga dan mampu membelah gelombang kegelapan itu.
"Hah... hah... hah..." Masamune menjadi kelelahan dan perlahan mengatur nafas, ia bergumam dalam hati, "Sial yang tadi itu gelombang kematian dan aku sudah mengerahkan seluruh energi ku untuk menghentikan serangan itu..."
Lindouw yang melihat serangannya dapat dihentikan menjadi agak kesal akan tetapi ia merespon datar, "Hebat juga!! Sepertinya kau juga memiliki sedikit kekuatan Dewa Kematian dalam dirimu..."
"Ya, tak masalah aku ingin lihat antara kau dan aku siapa yang lebih kuat..." ucap Lindouw dengan mengangkat tangan kanannya ke atas sehingga kegelapan berkumpul lalu membentuk sebuah pedang.
Masamune menatap tajam, "Pedang kematian!! Siapapun yang terkena pasti akan langsung mati..."
"Benar sekali!! Aku ingin tau apakah kalian dapat mengatasinya..." ucap Lindouw dan iapun menggenggam pedang itu dengan dua tangan lalu mengangkatnya ke atas.
Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1082 : Sang Raja Iblis Kematian II
******
Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini
Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.
Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi
__ADS_1
Trima kasih atas perhatiannya.
*****