
Sebelum membaca karya ini author minta tolong untuk pada kalian untuk 'like' ataupun 'vote' agar meningkatkan ringking cerita ini.
Ya, selamat membaca karya ini dan author ucapkan terima kasih pada pembaca setia 'Kosuke Arashi'
Hanya itu pesan dari author sekian dan terima kasih.
Selamat membaca!!
*****
Red Eagle membuka jalan dengan cara paksa.
Kesembilan petarung dari Red Eagle melancarkan serangan terbaik mereka.
Serangan mereka itu sangatlah kuat dan mampu menghancurkan apa saja yang dilaluinya tak terkecuali pasukan musuh yang menghalangi, "DHHUUAARR...!!!!" ledakan yang sangat besar tercipta dan sampai menghancurkan gerbang benteng kota.
Senju Rain terlihat sangat puas, "Bagus, jalan terbuka lebar dan sekarang tiada yang menghalangi kita..."
"Kawan-kawanku, mari bergerak maju dan rebut kembali kota Kronoz...!!"
"Ya...!!!!" Jawab para Eagle itu dengan penuh semangat.
Sebelas orang itupun masuk ke dalam kota melalui benteng kota yang telah hancur lebur dan mereka sangat terkejut begitu melihat kota Kronoz yang dulunya sangat indah kini berubah menjadi penuh pabrik-pabrik senjata.
Merekapun terlihat sangat geram akan tetapi Senju Rain berkata dengan tegas, "Jangan sampai terbawa emosi!! Tempat ini memang Kota Kronoz akan tetapi bukan seperti yang kita kenal..."
"Mereka harus membayar mahal karena telah merusak kota indah milik kita jadi jangan sampai kalian terbunuh..."
Mereka memahami dan mengerti akan apa yang dikatakan oleh 'si jenius'
"Lalu apa rencanamu?" Tanya Daisuke.
"Tidak ada rencana!! Kita hanya perlu mengalahkan semuanya agar kota ini menjadi milik kita lagi..."
Mereka pun tersenyum menyeringai saat mendengar jawaban dari Senju Rain.
"Tapi perlu diingat, para raja iblis itu kuat jadi kalau kalian terdesak maka larilah dan juga jika kalian bertemu dengan salah satu iblis kelas tertinggi maka jangan coba-coba melawan karena mereka terlalu kuat dan dapat dipastikan kalian akan mati bila melawan mereka..." jelas Senju Rain dan sepertinya rekan-rekannya sangat mengerti keadaan.
"Kami mengerti..." ucap Ryusuke.
"Kalau begitu waktunya berburu..." ucap Senju Rain dan para Red Eagle itupun mulai bergerak dengan berpencar.
*
Para Red Eagle itu telah memasuki kota dan mereka mulai melakukan perburuan dikota Kronoz.
Akan tetapi beberapa saat yang lalu sekelompok kecil Red Eagle berhasil menyusup ke kota tanpa diketahui oleh musuh.
Mereka menyelinap masuk kota melalui tempat perdagangan.
Ditempat bongkar muat barang terdapat kotak-kotak kayu dengan ukuran besar dan kecil. Lalu disana terdapat satu kotak yang ukurannya sangat besar.
"Aduh, disini sempit banget..." gerutu Misaki yang merasa pengap.
__ADS_1
"Misaki-senpai, berhentilah mengeluh..." ucap Rikie.
"Benar, jika kau terus mengeluh kita bisa ketahuan..." sahut Hinowa.
Dalam kotak kayu super besar itu terdapat beberapa orang sehingga terasa sangat pengap dan sesak, "Tuuutt...!!" Kondisinya diperburuk karena ada salah satu dari mereka yang kentuk.
"Siapa yang kentut?" Bentak Misaki.
"Hehehe... maaf, bibi Misaki..." ucap Yuuki yang merasa bersalah.
Misaki semakin kesal, "Sialan!!! Aku sudah tak tahan lagi..."
"Ayolah, Misaki!! Kita ini sedang menyusup jadi janganlah berisik..." ucap Minaka.
"Masa bodoh, aku keluar dari tempat ini..." Misaki meronta-ronta dan iapun menendang-nendang salah satu sisi kotak lalu kota yang didalamnya ada beberapa orang itupun hancur lebur.
"Hah..." Mereka semuapun menghembuskan nafas lega begitu kotak kayu besar itu hancur.
Kotak besar itu terasa sesak karena berisikan beberapa orang didalamnya dan mereka adalah Misaki, Minaka, Rikie, Hinowa, Goto, Yuuki, Yuuka, Yuzuru dan Isla.
Kelompok kecil yang berhasil menyusup itu terdiri dari 9 anggota Red Eagle.
"Udara luar benar-benar segar..." ucap Misaki dengan menarik nafas panjang.
Minaka yang berada didekatnya bergumam dalam hati, "Padahal aku baru saja kentut..." iapun tak berani mengungkapkannya.
Kelompok itu pun berada disebuah gudang senjata dan mereka segera bergegas keluar sebelum ada seseorang yang datang.
Ya, dengan bergerak secara mengendap-endap mereka akhirnya dapat keluar dari gudang senjata tanpa diketahui oleh para penjaga tempat itu.
Mereka pun masuk gang-gang sempit untuk sembunyi sementara.
Diantara celah-celah gedung mereka pun dapat melihat kondisi kota yang sekarang.
"Apa benar ini kota Kronoz?" Ucap Misaki yang tertegun pada bangunan sekitar yang terlihat sangat berbeda.
"Bunga-bunga dan pepohonan ditempat ini menghilang semua..." Hinowa juga terkejut dan merasa sangat sedih.
Rikie menjadi sangat geram, "Kurang ajar!! Mereka membuat kota tempat tinggal kita jadi hancur bagaikan neraka...!!!"
"Rikie, kau tak boleh emosi..." ucap Minaka.
"Bagaimana bisa aku tak marah saat melihat semua ini...!!!" Bentak Rikie.
"Yang dikatakan Minaka-senpai ada benarnya..." ucap Goto.
"Hah??"
"Emosi hanya akan membuatmu kehilangan konsentrasi dan mungkin bisa membuat nyawamu dan nyawa kita semua terancam..." ucap Goto.
Rikie menjadi sedikit tersadar saat melihat empat anak kecil yang ikut dengan mereka, "Maafkan aku..."
Hinowa bertanya, "Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang?"
__ADS_1
Minaka satu-satunya laki-laki tertua diantara mereka mengungkapkan idenya, "Kita tidak dalam kondisi yang menguntungkan karena membawa empat anak kecil jadi apabila ada musuh setingkat dengan 'raja iblis' maka akan sangat gawat, jadi bagaimana jika kita sembunyi dulu untuk sementara waktu?"
Semuanya terdiam dan memikirkan apa yang dikatakan oleh Minaka itu lalu setelah beberapa saat berfikir Misaki setuju, "Kurasa ide itu tak buruk juga!! Kita ada diwilayah musuh dan juga kita tak sebanding dengan raja iblis jadi sebaiknya kita menghindari mereka dalam pertempuran..."
"Aku juga setuju..." ucap Hinowa.
"Apa boleh buat..." Rikie yang sebelumnya geram pada akhirnya setuju setelah mempertimbangkan matang-matang.
Mereka pun memutuskan untuk diam akan tetapi secara mendadak peti mati yang selalu dibawa oleh Goto bergetar hebat.
"Ugh!!" Goto yang merasa semakin berat meletakannya ditanah.
"Hey, apa yang tengah terjadi padamu?" Tanya Rikie.
"Aku baik-baik saja akan tetapi aku merasa peti mati yang ku bawa semakin berat saja..."
"Bukankah itu aneh?" Ucap Hinowa.
"Benar, memang hal itu tak pernah terjadi..." jelas Goto.
Secara mendadak peti mati itupun terbuka dari dalam dengan cara paksa dan meluapkan energi kuat yang terasa sangat mengerikan.
Misaki, Minaka dan keempat anak kecil yang ada disana menjadi merinding, "Apa yang tengah terjadi?" Teriak Minaka.
"Entahlah, aku juga tak tau..." jawab Goto.
Goto, Rikie dan Hinowa yang ada didekat peti mati itu terlempar oleh kuatnya ledakan energi yang berasal dari dalam.
Lalu secara perlahan kakak perempuan Goto yang telah berubah menjadi iblis keluar dari peti mati itu.
"Siapa dia?" Ucap Minaka.
"Dia adalah kakak perempuan Goto yang telah berubah menjadi iblis..." jelas Rikie yang perlahan berdiri tegak.
"Hinowa, kau jaga anak-anak dan biarkan kami mengatasi masalah ini..." ucap Minaka.
"Baik, senpai..." jawab Hinowa.
Misaki berkata, "Tekanan energinya sangat mengerikan dan dia harus segera dihentikan karena jika tidak ia hanya akan memancing para musuh datang kemari..."
"Aku tau itu..." ucap Minaka dengan sorot mata tajam dan iapun meningkatkan energi lalu menghasilkan kegelapan dari punggungnya yang membentuk lengan-lengan bayangan, "Akan ku tangkap dia..."
Mereka dalam sedikit masalah akan tapi masalah yang sebenarnya datang dari atas sebuah gedung karena disana seorang iblis wanita sedang mengamati, "Ketemu!!! Aku akan segera melapor pada Tuan Lindouw..."
Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1076 : Cucu Dewa Kematian
******
Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini
Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.
Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi
__ADS_1
Trima kasih atas perhatiannya.
*****