Kosuke Arashi 2

Kosuke Arashi 2
Chapter 1153 : Penyesalanku


__ADS_3

Hal mustahil telah dilakukan oleh 'si akhir' yaitu mengalahkan 10.000 pengguna Jubah Raja seorang diri.


Kata-kata 'sang pencipta kehidupan' yaitu Induk Cakra teringat dalam benak kepala Tuan Kai muda.


"Dia akan kembali akan tetapi saat dia kembali maka perlahan perubahan besar akan terjadi..."


"Perang besar ada didepan mata dan hanya kalian berdua yang bisa menghentikannya..."


Tuan Kai muda membuat kesimpulan dari kemenangan sang kakak, "Benar sekali!! Kakak akan kembali dan begitu ia kembali maka seluruh bangsa iblis akan tunduk dan mengakui kehebatannya..."


"Ia akan jadi pemimpin yang sangat hebat nantinya akan tetapi disatu sisi kemenangan kakak membuat para dewa khawatir..."


"Mereka menganggap bangsa iblis sebagai saingan dan kurasa cepat atau lambat perang besar akan terjadi karena pengaruh kemenangan kakak dalam perang melawan 10.000..."


"Ya, aku harus menghentikan perang dengan segala cara dan kurasa menyegel kakak adalah pilihan yang sangat tepat..."


"Jadi selama ini aku dijalan yang benar!! Yang ku lakukan tidaklah salah..." pada akhirnya Tuan Kai muda memantapkan tekadnya.


"Ya, kakak ku yang sekarang hanyalah monster pemicu perang besar..."


*****


Tuan Kai muda bergerak cepat sebelum sang kakak kembali pulang.


Disebuah hutan lebat, Tuan Kai muda menemui salah satu dari Delapan Dewa Penguasa untuk membicarakan sebuah rencana.


"Kau sampai repot-repot menyuruhku untuk turun ke dunia bawah memangnya ada hal penting apakah yang ingin kau bicarakan, bocah iblis?" Ucap sang dewa dengan sorot mata tajam.


"Maaf..." ucap Tuan Kai muda dengan nada merendah, "Ada hal penting yang ingin ku bicarakan dengan anda?"


"Penting? Tiada hal yang bisa ku bicarakan dengan sesosok iblis..."


"Mungkin takdir Kekaisaran Dewa dan dunia ditentukan oleh diskusi kita ini..."


Salah satu dari Delapan Dewa Penguasa itu sedikit tertarik pada ucapan Tuan Kai muda, "Baiklah, aku akan mendengar apa yang ingin kau katakan..."


Tuan Kai muda seketika berubah menjadi serius, "Kakak ku terlalu kuat jadi aku ingin anda mendorong Delapan Dewa Penguasa yang lainnya untuk mengambil sebuah keputusan tentang hukuman untuknya..."


"Aku berencana menyegel kakak ku dan aku meminta bantuan kalian para dewa..."


*****


Tuan Kai muda bergerak secara diam-diam dari balik bayangan dan iapun merencanakan penyegelan kakaknya sendiri.


Lalu setelah membuat kesepakatan dengan para dewa, Tuan Kai muda pergi menemui Utsugi Reina ditebing yang sebelumnya mereka bertemu dengan Induk Cakra.

__ADS_1


"Reina, apa kau sudah memutuskannya?"


Reina tertunduk dan nampak sedih, "Apakah keputusan kita sudah tepat?"


"Entahlah, tapi tanda-tanda perang besar antara Kekaisaran Dewa dan bangsa iblis sudah terlihat sejak kakak mengalahkan 10.000 ksatria..."


"Kemenangan kakak ku telah tersebar ke seluruh penjuru dunia lalu dari informan yang ku percaya para raja iblis tengah berkumpul dan mereka tengah merencanakan sesuatu..."


"Kekuatan bangsa iblis sekarang terkonsentrasi pada kakak dan ku yakin saat kakak naik menjadi pemimpin maka para raja iblis akan bergerak dengan mendorong terjadinya perang..."


"Kita harus bergerak untuk menggagalkan perang dan cara tercepat adalah menyegel kakak sehingga rencana para raja iblis tak pernah terwujud..."


Reina masih tertunduk penuh keraguan, "Apa kau yakin?"


Tuan Kai muda memegang kedua tangan Reina dan berkata penuh keyakinan, "Tentu saja aku sangat yakin!! Dan jika dalam posisi yang sama kakak ku pasti menganggap tindakan kita itu benar..."


Reina perlahan mengangkat wajahnya dan membuat keputusan yang sangat sulit karena berhubungan dengan orang yang ia cintai, "Baik, mari kita lakukan!! Ini semua demi dunia damai yang kita impikan!!"


Tuan Kai muda merasa lega karena rekannya setuju, "Aku sudah mengirim grimoire yang ditinggalkan oleh Induk Cakra pada Sang Penguasa Ilmu dan ia sedang membuat segelnya..."


"Ya, para petinggi Kekaisaran Dewa, Enam Pendiri dan orang-orang penting yang lainnya akan ikut membantu penyegelan..."


"Kau berhasil meyakinkan mereka semua?" Tanya Reina


"Beberapa tidak setuju akan tetapi kebanyakan dari mereka setuju karena melihat kenyataan yang telah terjadi..." jelas Tuan Kai muda.


*****


Hari eksukusi tiba.


Saat itu 'si akhir' kembali dari perang dan ia berada digerbang utama kota.


"Akhirnya sampai juga..." ucapnya yang lelah setelah berperang seorang diri.


Gerbang kota terbuka lalu ia dikejutkan dengan sorak-sorak meriah dari warga kota tersebut.


"Apa apa ini? Festival?" Ucap 'si akhir' yang agak bingung.


Tuan Kai muda dan Reina muncul, keduanya menyambut kedatangannya, "Selamat atas keberhasilanmu, kak!!" Ucap si adik.


"Ya, aku benar-benar tak menduga bisa selamat..." ucap 'si akhir'


"Ya, aku juga..."


"Ngomong-ngomong ada apa ini? Festival?" Tanya 'si akhir'

__ADS_1


"Bukan festival!! Tapi kami semua menyambut kedatanganmu..."


"Pencapaian kakak mengalahkan 10.000 pemberontak adalah hal yang luar biasa jadi semua bangsa iblis merayakanmu..."


"Dan lagi pula penobatan kakak sebagai pemimpin bangsa iblis yang baru dipercepat dan jadi hari ini..."


"Apa!!!!" 'Si akhir' terkejut, "Tapi aku belum siap!!!"


"Terlambat!! Ayah sudah mengundang para petinggi termasuk 6 pendiri untuk menyaksikan acara tersebut..."


"Apa!!!!!" 'Si akhir' semakin terkejut, iapun menelan ludah lalu menerima kenyataan tersebut, "Ya, baiklah!! Apa boleh buat..."


Reina tertunduk dan terlihat sedih lalu 'si akhir' yang baru saja menyadari keberadaannya berkata, "Hey, apa yang terjadi padamu? Ada yang salah?" Ucapnya yang agak heran karena orang yang biasanya banyak bicara menjadi pendiam.


Reina tak menjawab.


"Hey, kau kenapa?"


Mendadak Reina langsung memeluk erat 'si akhir', "A-aku sangat senang kau selamat..." ucapnya dengan berlinang air mata.


"Ya, terima kasih karena telah mengkhawatirkanku..." ucap 'si akhir' dengan penuh rasa kebahagiaan.


"Baiklah, dari pada berbincang-bincang ditempat ini lebih baik kita segera bergegas ke istana karena semuanya sudah menunggu disana..." ucap Tuan Kai muda.


"Ya..." jawab 'si akhir' dengan semangat.


Kereta kuda kerajaan tiba dan merekapun naik lalu bergerak menuju istana.


'Si akhir' melihat keluar lewat jendela kereta dan ia nampak senang karena seluruh penduduk menyambutnya dengan riang gembira.


Tetapi ia masih bertanya-tanya saat melihat wajah penuh kesedihan tergambar pada wajah Reina.


"Hey, apa aku membuat kesalahan sampai kau dari tadi tak tersenyum?"


Reina terdiam.


"Dia hanya sangat senang karena kau berhasil selamat hingga hal itu membuatnya tak bisa mengungkapkan isi hatinya..."


"Begitu, ya?" Ucap 'si akhir' yang langsung percaya.


"Reina juga berharap semuanya berjalan sesuai rencana..."


'Si akhir' tak mengerti, "Apa maksudmu?"


"Tidak ada dan kau akan segera tau nanti..." ucap Tuan Kai muda dengan ekspresi serius.

__ADS_1


Ya, keputusan yang berbuah penyesalan akan segera terjadi!!


Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1154 : Takdir Yang Pahit


__ADS_2