
"Brengsek!!!!" Teriak Va'al dengan penuh emosi, "Bagaimana bisa kau menang dariku padahal sedang bertarung dalam pikiranku sendiri?"
Senju Rain tersenyum menyeringai, "Sejak kalian berhasil menaklukan Kota Kronoz aku mempelajari banyak hal dan melakukan berbagai penelitian..."
"Rasanya aneh saja kalian semua para raja iblis bisa hidup abadi dan hal itu membuat diriku bertanya-tanya..."
"Ya, perkiraanku selama ini benar adanya saat melihat sendiri dengan mata kepalaku bahwa dirimu mampu membangkitkan para raja iblis..."
"Sekarang setelah melalui pertarungan panjang aku paham betul cara kerja teknik abadi kalian..."
"Lindouw 'sang raja iblis kematian' memotong sedikit jiwa para raja iblis dan jiwa itupun kau simpan dalam tubuhmu..."
"Lalu saat para raja iblis mati maka kau membuat salinan mereka yang sama persis dengan kekuatan hutan dan kemudian kau memasukan sebagian potongan jiwa mereka pada tubuh yang baru kau ciptakan..."
"Jika dipikir-pikir kalian para raja iblis tidaklah abadi melainkan berenkarnasi..."
Va'al terkejut Senju Rain mengetahui rahasia terbesar para iblis, "Bagaimana mungkin kau mengetahui semua rahasia itu?"
"Bukankah tadi sudah ku bilang bahwa aku melakukan banyak penelitian..." ucap Senju Rain dengan tersenyum lebar penuh dengan kesombongan, "Ya, mungkin jika kami mau kami bisa melakukan hal yang sama seperti yang kalian lakukan..."
"Sombong sekali!!!"
"Bukannya sombong tapi kalianlah yang terlalu takut sampai-sampai menggunakan teknik seperti itu!!!"
"Kami telah melalui banyak hal selama perang berlangsung dan setelah banyak hal terjadi kami menyadari satu hal bahwa kami ditakdirkan memenangkan perang ini..."
"Bahkan perang belum berakhir tapi mengapa kau begitu sombong, sialan!!!" Teriak Va'al yang emosinya memuncak.
Senju Rain memegang erat Tombak Poseidon dan siap bertarung lagi, ia berkata dengan penuh rasa percaya diri, "Perang memang belum berakhir akan tetapi setelah ku temukan potongan-potongan jiwa raja iblis yang kau simpan maka perang ini satu langkah menuju akhir..."
"Bersiaplah!!" teriak Senju Rain.
"HIIAA...!!!" Keduanya berlari maju.
Senju Rain menyerang dengan tusukan-tusukan Tombak Poseidon sementara itu Va'al menyerang dengan sayatan-sayatan cakar berlapiskan angin pencabik.
Ya, pertarungan secara langsung bukanlah keahlian Senju Rain dan iapun jadi terdesak.
"Hahahaha...!! Kamilah yang akan memenangkan perang ini!!!" Tawa Va'al atas keunggulannya.
__ADS_1
"Berisik!!" Teriak Senju Rain dengan menjaga jarak, ia menancapkan Tombak Poseidon pada tanah dan lalu merapal teknik sihir, "Elemen Air : Bayangan Air" dari dalam tanah muncul air dan dua bayangan Senju Rain muncul disamping kanan dan kirinya.
"Tak akan ku biarkan semua berjalan sesuai dengan keinginanmu..." teriak Va'al yang buru-buru memfokuskan energi pada ujung jari telunjuknya, "Sllash!!"
Senju Rain yang asli mencabut kembali Tombak Poseidon dan memutar-mutarnya ke depan untuk menangkis serangan tembakan laser.
Tembakan laser dapat diatasi dan tercerai berai ke segala arah lalu dua clon Senju Rain yang berada disamping kanan dan kirinya mulai merapal mantera sihir.
Salah satunya menarik nafas panjang, "Elemen Api : Bola Api!!"
Salah satunya lagi meletakan kedua telapak tangan pada permukaan tanah, "Elemen Petir : Kilatan!!"
Va'al terkejut saat dua serangan dari bayangan lawan mengarah padanya, "Jangan remehkan aku!!!" Ia menggunakan pikirannya untuk merobohkan bangunan yang ada disampingnya.
"DHUUAARR...!!" Serangan tersebut gagal mengenai sasaran karena terhalng bangunan yang roboh.
Va'al merasa lega karena dapat menghalau serangan lawan akan tetapi tanpa diduga Senju Rain berlari menerjang ledakan, "HIIAA...!!" Iapun memegang erat Tombak Poseidon dan menusuk.
"...!!" Va'al terkejut dan panik, ia menahan dengan telapak tangan kirinya, "Jlleebb...!!" Alhasil telapak tangan kiri berserta lengan kiri Va'al terpotong.
"ARRGGH...!!" Iapun berteriak kesakitan.
"WUUSS...!!" Sebuah serangan melesat, "DHUUAARR...!!" Va'al terkena serangan telak.
Senju Rain tak menurunkan kewaspadaannya meski serangan lawan sudah terkena serangan darinya, "Keluarlah!! Aku tau kau belum mati..."
Secara perlahan asap ledakan menghilang dan bangunan-bangunan yang hancur perlahan kembali utuh seperti sedia kala.
Senju Rain berkata, "Tempat ini adalah pikiranmu akan tetapi kau yang terlalu berkonsentrasi menyembunyikan jiwa para raja iblis jadi mudah lengah..."
"Ya, hal itupun jadi keuntungan tersendiri bagiku..."
"Sialan!! Tidak lagi!! Mulai sekarang akan ku fokuskan semua pikiranku untuk menyingkirkanmu dari sini..." ucap Va'al.
"Cobalah kalau bisa..."
Secara mendadak bangunan-bangunan bergetar lalu terangkat ke udara dan saling berbenturan satu sama lainnya, semuanya hancur daerah yang semula perkotaan modern sekarang berubah jadi gurun pasir dengan puing-puing bangunan berterbangan diudara.
Senju Rain melirik ke samping kanan dan samping kiri lalu bergumam dalam hati, "Jiwa-jiwa para raja iblis tak terlihat dimanapun yang artinya aku harus mengalahkannya lebih dahulu agar bisa menemukan tempat itu..." ucapnya yang kemudian waspada.
__ADS_1
Va'al yang emosi berkata, "Ini pikiranku dan aku bisa mengendalikan segalanya..."
"WUUSS...!! WUUSS...!!" Ia mengendalikan semuanya dan hal itu membuat puing-puing berterbangan ke arah Senju Rain.
Senju Rain terpaksa melompat ke sana ke mari untuk menghindari setiap puing-puing yang bergerak mengarah padanya, "Yang benar saja!! Ini sangat merepotkan!!" Pikir 'si jenius'
Ia menatap ke arah Va'al yang ada dikejauhan, "Jangankan mengalahkannya!! Untuk mendekatinya saja susah..." Senju Rain berfikir keras untuk menemukan cara mendekat pada lawan.
Va'al yang melihat lawannya bersusah payah menghindari puing-puing tersenyum menyeringai lalu tertawa lepas, "Hahahahaha...!! Meski kau ahli elemen akan tetapi ini pikiranku dan aku bisa mengendalikan semuanya!!"
"Aku tak perlu bersusah payah melawanmu..." ucap 'sang raja iblis hutan' yang serasa sudah mendapatkan kemenangannya.
Senju Rain terkepung dari berbagai sisi lalu Va'al tersenyum menyeringai dan mengarahkan semua puing-puing pada lawannya, "Selesai sudah..."
Puing-puing menghantam Senju Rain dari berbagai sisi akan tetapi malah tercipta ledakan kuat, "DHUUAARR...!!!"
"Apa!!!" Sontak hal itu membuat Va'al terkejut, "Apa yang tengah coba ia lakukan?"
Dalam sekejap mata saja api ledakan menghilang dan nampaklah Senju Rain diatas memegang Tombak Poseidon berukuran raksasa.
"...!!!" Va'al terkejut.
Senju Rain tanpa ragu melemparkan senjatanya itu, "WUUSS...!!!" Va'al mampu menghindar akan tetapi ia terheran-heran, "Sebenarnya apa yang tengah kau lakukan?"
"Sudah terlambat..."
"Hah?" Va'al tak mengerti.
"Kita bertarung dalam satu tubuh dan tempat ini adalah pikiranmu..."
"Aku yang berada didalam tempat ini bagaikan parasit saja dan apa jadinya jika sebuah parasit tak segera disingkirkan?"
"Ya, tentu saja akan menggrogoti tubuh..."
"Dan sekarang dalam tubuh ini aku juga dapat mengendalikan segalanya dan juga dapat mewujudkan segala yang ku pikirkan..."
"Itu tidak mungkin!!!" Va'al tak percaya.
"Mau percaya atau tidak itu urusanmu..." ucap Senju Rain yang membuktikan ucapannya dan ia dengan pikirannya menciptakan sepasang sayap putih dipunggungnya, "Ya, semua telah berakhir..."
__ADS_1
Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1165 : Hancurkan Rahasia Musuh