
Perang berlanjut dan didalam kota para anggota Red Eagle tengah menggila.
Disalah satu tempat Aogami Ritsu dan Toushirou Yuri dikepung oleh puluhan kriminal yang kabur dari Arkstrem.
"Kita tak boleh kalah!!! Mari tunjukan kekuatan kita berdua, sobat!!!!"
"Tentu saja!!!" Jawab Ritsu dengan tersenyum menyeringai.
Keduanya meningkatkan energi.
Aogami Ritsu mengangkat tangan kanannya ke atas lalu terkumpulah kegelapan pekat yang menciptakan sebuah topeng dan iapun mengenakan topeng tersebut.
Sementara Toushirou Yuri meningkatkan energi dan memancarkan hawa dingin dari seluruh tubuhnya, iapun menumbuhkan sepasang tanduk dikeningnya.
Kedua kapten Red Eagle itu menarik pedangnya dan berkata, "Mari mulai!!!"
"Sllash!!" Keduanya melesat dengan sangat cepat bagaikan hembusan angin saja, Ritsu yang telah menggunakan topeng menyerang dengan tebasan-tebasan cepat lalu Yuri mampu membekukan lawan-lawannya dengan sekali tebasan.
Ya, tak butuh waktu lama bagi keduanya untuk menumbangkan banyak sekali petarung dari pihak musuh. Merekapun kalah dalam sekejap saja.
Lalu dari atas sebuah bangunan dua iblis kelas atas bergelar 'raja iblis' tengah mengamati pertarungan dua kapten Red Eagle itu.
"Mereka boleh juga..."
"Ya, mereka bahkan memiliki topeng iblis dan satunya lagi sepertinya merupakan keturunan iblis..."
*
Setelah menghabisi semua petarung yang ada dari pihak musuh, Aogami Ritsu dan Toushirou Yuri perlahan mengatur nafasnya dan menonaktifkan kemampuan mereka.
"Hah..." keduanya menghembuskan nafas panjang secara bersamaan, "Tak ku sangka menghabisi mereka akan sangat melelahkan..." ucap Ritsu yang perlahan menyarungkan kembali sebilah pedangnya.
"Meski melelahkan tapi pada akhirnya mereka hanya pasukan rendahan dari pihak musuh..." ucap Yuri dengan ekspresi agak kesal dan iapun juga secara perlahan menyarungkan sebilah pedangnya.
"Khehehe... mari pergi ke tempat lain dan habisi sebanyak-banyaknya mereka..." ucap Ritsu.
"Ya..." dengan sorot mata tajam Yuri setuju.
Keduanya berniat meninggalkan tempat itu dan merekapun segera berlari cepat pada gang-gang sempit akan tetapi sebelum sempat keluar dari sana sesosok iblis jatuh dari atas dengan sangat kuat tepat dihadapan mereka berdua, "DYYEESS...!!"
Dari kepulan asap dedebuan yang ada tepat dihadapan mereka berdua itu langsung saja terpancar tekanan energi yang sangat kuat.
"...!!" Keduanya terkejut dan langsung memasang sikap waspada lalu menatap tajam.
"Ritsu..."
"Ya, aku tau!! Dia benar-benar kuat..." ucap Ritsu.
__ADS_1
"Tap... tap... tap..." terdengar sebuah langkah kaki yang perlahan keluar dari kepulan asap tersebut.
Ya, sesosok iblis dengan tubuh besar kekar memiliki tinggi 3 meter lalu sebuah tanduk dikeningnya menampakan diri.
"Namaku adalah Belial dan aku merupakan iblis kelas atas..." ucap sang iblis bergelar 'raja iblis' itu.
Keduanya langsung menarik kembali senjata mereka dan malah tersenyum menyeringai.
"Kenapa kalian tersenyum? Memangnya ada yang lucu dariku?" Ucap iblis yang memperkenalkan diri dengan nama Belial itu dengan nada datar.
"Yah, betapa beruntungnya kami karena langsung bertemu dengan salah satu eksekutif musuh..." ucap Ritsu.
"Menghabisi kalian para 'raja iblis' adalah tujuan kami dan setelah kalian kalah perang ini akan berakhir..." sahut Yuri.
'Sang raja iblis' Belial tersenyum menyeringai juga, "Rupanya kalian menarik juga..."
Ritsu langsung saja memperkuat pijakan kedua kakinya dan iapun melesat cepat ke arah musuh, "HIIAA...!!!" Kapten Red Eagle itupun tanpa ragu menyerang dengan tusukan.
"...!!" Iapun terkejut ketika ujung mata pedangnya yang tajam hampir menyentuh wajah Belial mendadak terhenti dan tekanan gravitasi menjadi sangat berat, "Apa-apaan ini?" Pikir Ritsu dan iapun segera melompat kembali ke belakang.
Ritsu nampak geram.
"Ada apa?" Tanya Yuri yang berada disampingnya.
"Entah mengapa seranganku tak mampu menggapainya..."
"Cih, kalau begitu sepertinya ia memiliki kemampuan yang sangat merepotkan..." ucap Yuri yang perlahan meningkatkan energi dan terpancar hawa dingin darinya.
"Krak!! Krak!!" Gelombang es melesat dan membekukan segala yang ada.
Sang raja iblis Belial tetap tenang dan santai, "Yang benar saja..." iapun meningkatkan energi dan dengan sorot matanya yang tajam gelombang es tersebut hancur lebur bahkan sebelum mengenai sasaran.
Ritsu semakin geram sementara Yuri jadi kesal.
"Ritsu, sepertinya kita tak boleh asal dalam menghadapinya..."
"Aku tau!! Sebelum bertarung dengannya terlebih dahulu kita harus mengetahui apa kemampuan sebenarnya darinya..." ucap Ritsu dengan sorot mata tajam.
Keduanya waspada.
Belial berkata, "Ayolah, jika kalian tak mau menyerangku maka biarkan aku yang menyerang kalian..." iapun menyiapkan kuku-kuku cakarnya yang tajam lalu memperkuat pijakan kedua kakinya dan melesat cepat dengan sekali lompatan.
"DYYEESS...!!!" Bahkan pijakan kedua kakinya membekas pada permukaan tanah.
"Dia datang!!" Pikir keduanya serentak.
Belial melesatkan cakaran, "Cthing!!!!" Ritsu yang menahannya langsung terdorong ke belakang lalu disaat yang sama Yuri menyerang dengan tusukan dari arah samping.
__ADS_1
Serangan Yuri hampir saja mengenai mata Belial akan tetapi entah mengapa mendadak melesat, "Apa!!!!" Iapun terkejut lalu Belial melancarkan serangan balasan dengan menendang perut Yuri, "Jbbuuak!!!"
Yuri terhempas membentur dinding bangunan, "Cih..." Ritsu kesal dan iapun melesat cepat dengan sekali pijakan lalu menebaskan pedangnya, "Sllash!!!"
"Cthing!!!" Belial menahan dengan cakaran tangan kiri dan iapun membalas dengan melesatkan cakaran tangan kanannya pada wajah Ritsu, "Sllash!!" Beruntung Ritsu mampu menghindar dengan melompat ke belakang.
Angin pemotong yang meleset dari serangan cakaran Belial mampu memotong bangunan-bangunan dan hal itu membuat dua kapten Red Eagle itu kesal.
"Kau tak apa kawan?"
"Ya..." jawab Yuri yang perlahan berdiri lagi.
Keduanya menatap tajam dan memasang sikap waspada apalagi setelah melihat serangan lawan mampu memotong bangunan membuat keduanya lebih hati-hati.
"Khi..." Belial tersenyum menyeringai dan berkata dengan nada mengejek, "Sepertinya kalian berdua kerepotan melawanku..."
"Ya, baiklah akan ku beritahu sedikit kemampuanku pada kalian berdua agar pertarungan ini jadi sedikit lebih adil..."
"Namaku Belial dan aku memiliki kemampuan telekinesi!! Aku dapat menggerakan sesuatu hal hanya dengan pikiranku saja..."
"Apa!!!" Sontak Ritsu dan Yuri yang mendengar penjelasan tersebut jadi sangat terkejut, merekapun mulai menyadari penyebab gagalnya serangan mereka selama ini karena kemampuan telekinesis.
Yuri yang geram berbisik, "Ritsu, jika ia bisa melakukan telekinesis hanya dengan pikirannya saja itu artinya kita harus menalihkan perhatiannya lalu menyerangnya dengan cepat..."
"Kau benar..." jawab Ritsu yang setuju dan iapun meningkatkan energi lalu mengangkat tangan kanannya ke atas.
Tangan kanannya itu terkumpul energi kegelapan yang mulai memadat lalu membentuk sebuah topeng.
Ritsu mengenakan topeng iblis itu lalu hal itu membuat tekanan energi dan auranya menjadi berkali lipat lebih kuat, "Bersiaplah, kawanku..."
"Ya, akan ku alihkan perhatiannya..." jawab Yuri dengan sorot mata tajam, ia meningkatkan energi lalu memperkuat pijakan kedua kaki dan melesat dengan sekali pijakan.
Ia menggenggam pedangnya dengan dua tangan dan menyerang dengan tusukan, "HIIAA...!!!!"
Belial diam saja ditempatnya dan ia terlihat sangat tenang lalu dengan kemampuannya iapun menghentikan serangan lawan, "Percuma saja!!"
Yuri yang gerakannya terhenti menjadi sangat geram, ia tak menyerah, "Sialan!!!" Ia memusatkan energi pada ujung mata pedangnya dan mendadak meledakan es, "DHUUAARR!!"
"Apa!!" Belial terkejut dan iapun segera menjaga jarak dengan melompat ke belakang.
Lalu disaat yang bersamaan Ritsu yang telah mengenakan sebuah topeng memperkuat pijakan kedua kaki lalu melesat cepat dengan sekali pijakan, ia menerjang pecahan es begitu saja, "Sllash!!"
Dengan sekali tebasan saja Ritsu berhasil memenggal kepala 'sang raja iblis" yang lengah, "Khi..." keduanya tersenyum menyeringai.
"Sialan!!" Tetapi kepala yang terjatuh ditanah itupun dengan kemampuan telekinesis mendadak terangkat dan kembali ke letak semula dan tersambung lagi, Belial menjadi sangat emosi, "Kepalaku terputus dan ku akui aku terlalu meremehkan kalian berdua..."
"Kalian bocah-bocah dari Red Eagle memang tak bisa diremehkan..." iapun mendadak meningkatkan energi dan hal itupun membuat bangunan-bangunan yang ada disekitarnya retak-retak, "Bersiaplah!! Pertarungan sesungguhnya baru saja dimulai!!"
__ADS_1
Keduanya memasang sikap waspada dan berkata serentak, "Kami selalu siap kapanpun...!!"
Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1099 : Sang Iblis Telekinesis