
Perang makin meriah.
Masamune muncul dan menantang Rafathar 'sang raja iblis pelahap'
Ia yang sebelumnya terkena ledakan cero keluar menerjang dan langsung menebas lawannya, "HIIAA...!!!"
"Dasar bocah keras kepala..." Rafathar menarik sebuah pedang besar yang muncul dari perutnya dan iapun menahan tebasan Masamune, "Cthing!!!"
"HIIAA...!!!" Masamune tak menyerah, ia terus meningkatkan energi sambil mendorong lawannya sekuat tenaga.
Rafathar goyah, ia sedikit demi sedikit terdorong ke belakang, "Yang benar saja!! Kekuatan fisik bocah ini tak bisa dianggap remeh..." 'sang raja iblis pelahap' menggunakan kemampuannya.
Mendadak pedang miliknya yang sedang beradu meledakan kilatan-kilatan petir.
"Apa!!!!" Masamune terkejut dan langsung mengambil jarak.
"HIIAA...!!!" Giliran Rafathar mengayunkan senjatanya dan hal itu membuat hujan kilatan petir dari langit.
Masamune menatap tajam dan iapun melesat ke arah lawannya sambil menghindari setiap serangan kilatan petir yang mengarah padanya, "Cthing!!" Sesekali ia menangkis kilatan petir dengan pedangnya.
"Sialan!!!" Masamune yang mendekat sampai tujuan dan langsung menebas.
"Zink!!!"
"Apa!!!"
Ujung mata pedang Masamune hampir saja menggapai tubuh 'sang raja iblis pelahap' akan tetapi mendadak Rafathar menghilang dengan menggunakan kemampuan teleport dan hal itu membuat Masamune terkejut.
"Zink!!!" Rafathar muncul lagi tepat diudara dan iapun langsung menyerang dengan tinju berlapiskan kemampuan gempa, "Jbbuuak!!!"
Tinju tersebut tepat mengenai punggung Masamune, "Krak...!!! Krak...!!" Retakan-retakan diudara tercipta dan Masamune jatuh ke tanah dihantam oleh gelombang gempa penghancur segalanya.
Ya, serangan gempa itupun menciptakan sebuah cekungan luas yang dimana Masamune jatuh ditengah-tengah cekungan itu.
"Hah... hah... hah..." nafas Masamune tak beraturan dan iapun secara perlahan berusaha berdiri lagi.
"Zink!!" Dengan kemampuan teleport Rafathar muncul lagi dan langsung menendang tubuh Masamune, "Jbbuuak!!" Sang Pahlawan Hitam itupun jatuh tersungkur ditanah.
"Sial..." Masamune masih berusaha bangkit lagi.
Rafathar yang melihatnya bersusah payah entah mengapa jadi agak kesal, "Membosankan!! Entah seberapa keras kau mencobanya tapi kau tak akan pernah mencapai level itu..."
"Aku tak mengerti maksud dari kata-katamu itu..."
Rafathar menyeringai, "Kau memang memiliki kekuatan yang merupakan sebagian milik Dewa Kematian akan tetapi kau belum mengoptimalkan kekuatan itu hingga batas maksimal..."
"Kau itu masih lemah dan belum jadi ancaman yang berarti untukku..."
__ADS_1
Masamune agak kesal, "Jika begitu seberapa besar perbedaan kekuatanku dengan kekuatan Arashi..."
"Cukup jauh..." jawab Rafathar singkat, "Jika Kosuke Arashi setara dengan level iblis tertinggi maka kau hanya setara dengan kelas atas..."
Masamune yang telah berdiri tegak tersenyum lalu berkata, "Ternyata perbedaan kami tak terlalu jauh..." iapun menggenggam erat sebilah pedangnya dengan dua tangan, "Akan ku kejar ketertinggalanku dengan mengalahkanmu...!!"
"HIIAA...!!!!" Masamune meledakan elemen dari seluruh tubuhnya, ia mengumpulkan partikel yang ada diudara lalu menyembuhkan luka-luka ditubuhnya, "Bersiaplah!!"
Rafathar sedikit kesal, "Maaf bocah tapi aku tak punya waktu bermain denganmu!! Aku harus segera menghabisi Kosuke Arashi..."
*****
Dilain tempat.
Kelima 'raja iblis' yaitu Blast, Kamui, Tesla, Silka dan Juzo yang tengah menuju ke tempat Arashi mengalami masalah.
Seseorang jatuh dari langit dengan keras tepat dihadapan kelimanya, "Gyahahahahaha...!!!" Dengan tawa lepas ia perlahan berdiri tegak.
Energinya meluap-luap lalu secara perlahan tubuhnya terlapisi oleh berlian, "Buat aku lebih senang lagi!!!!!" Teriaknya yang kemudian tanpa ragu melesat ke arah musuh.
Ya, orang itu tak lain adalah Tatsumi Saburo 'si tinju penghancur'
Tesla sang iblis gravitasi yang melihat musuh bergerak ke arahnya langsung mengaktifkan kemampuannya, "Graviton!!" Mendadak gravitasi menjadi berat dan hal itu membuat Saburo terjatuh ke tanah.
"Siapa dia?" Ucap Silka.
"Kalau begitu ia adalah musuh..." ucap Blast.
"Akan ku habisi..." Ucap Kamui yang memfokuskan energi pada ujung jari telunjuk dan elemen cahaya pun terkumpul.
Meski gravitasi sangat berat tapi Saburo yang keras kepala mampu berdiri tegak, "Gyahahaha...!!" Ia tertawa akan tetapi tembakan laser mengenainya dan membuatnya sedikit terdorong ke belakang.
"Bisakah kau lebih..." ejek Saburo yang nampak baik saja meski terkena tembakan laser.
"Tujuan kita adalah Kosuke Arashi jadi jangan buang-buang waktu..." ucap Juzo 'sang raja iblis lautan'
"Benar..." jawab keempatnya.
Saburo bosan dan iapun lebih dahulu menyerang akan tetapi Blast melesat bagaikan roket dengan kobaran api pendorong dikedua kakinya lalu menendang Saburo, "Jbblast!!"
Pria dengan lapisan berlian diseluruh tubuhnya itupun terlempar akan tetapi ia baik-baik saja dan segera bangkit lagi, "Tak akan ku biarkan kalian pergi kemanapun!! Hibur aku dan buat aku senang!!" Iapun berlari ke arah para raja iblis lagi.
"Keras kepala juga..." ucap Kamui yang mendekat lalu melesatkan pukulan-pukulan cahaya.
Ya, pukulan-pukulan tersebut sangat cepat akan tetapi tak berpengaruh dan langsung dipantulkan oleh lapisan keras berlian ditubuh Saburo.
"Sialan, apa-apaan ini!!" Ucap Kamui yang terus memukul.
__ADS_1
"Membosankan!!" Ucap Saburo dengan menarik dua pedang dipunggungnya dan langsung saja menebas, "Sllash!!"
"Cruat!!" Kedua lengan Kamui yang sedang memukul itupun terpotong.
"ARRGGH!!" Kamui berteriak kesakitan dan iapun segera memulihkan diri dengan kemampuan regenerasi.
Juzo yang melihat serangan rekannya tak mempan lalu dihadang Saburo berkata, "Sepertinya kita tak punya pilihan lain selain menghabisi pria ini lebih dahulu lalu bergegas ke tempat 'si pengacau'..." ucapnya dengan menarik sebilah pedang.
"HIIAA...!!!!" Kelimanya menyerang secara bersamaan dari lima arah yang berbeda dengan kemampuannya masing-masing.
Blast dengan sebuah bola api raksasa, Kamui dan Silka dengan tembakan-tembakan laser, Tesla dengan gaya dorongan yang sangat kuat sedangkan Juzo dengan pisau air.
"DHUUAARR...!!" Serangan mereka berlima itupun menciptakan sebuah cekungan luas dan dalam.
Kepulan asap tebal membumbung tinggi ke langit dan dari dalam kepulan itu sebuah tawa terdengar, "Gyahahahaha...!! Ini menyenangkan sekali!!"
"Apa!!!" Kelimanya terkejut dan mengetahui Saburo dapat bertahan.
*****
Lalu ditempat lain Arashi sedang terbaring dan memulihkan segala luka-lukanya dengan kemampuan regenerasi.
"Sial, disaat kritis seperti ini aku hanya bisa menonton saja..." ucapnya dengan ekspresi kesal, iapun mencoba untuk duduk dan terlihat terkejut begitu sebuah kuncup bunga tumbuh didekatnya, "Eehh? Apa ini?"
Kuncup bunga itupun terus saja tumbuh, membesar dan mekar lalu Senju Rain dan Tsuruna muncul dari dalam bunga itu.
"Eeehh...!!!" Arashi terkejut.
"Jangan bertanya atau kau akan ku hajar..." ucap Senju Rain dengan sorot mata tajam.
"Sayangku, kami sedang lari dari kejaran 8 raja iblis..." jelas Tsuruna.
"Apa!!! Pertarungan ditempat ini sudah begitu rumit dan kalian menambahkan masalah lagi!!" Protes Arashi yang terkejut.
"Berisik!!" Bentak Senju Rain.
Lalu ke delapan 'raja iblis' itupun sampai dengan jatuh dari langit bagaikan bola api. Mereka mengepung dari segala penjuru.
"Kaliam sudah terkepung dan kalah jumlah jadi menyerahlah..." teriak Va'al 'sang raja iblis hutan'
"Sesuai rencana..." ucap 'si jenius' dengan suara pelan, iapun tersenyum menyeringai lalu berkata, "Kalianlah yang seharusnya menyerah..."
"Tap... tap... tap..." terdengar banyak langkah kaki mendekat dan para anggota Red Eagle yang tersebar mulai berkumpul disatu titik.
PERANG YANG SESUNGGUHNYA BARU DIMULAI...!!!
Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1127 : Red Eagle Vs 17 Raja Iblis IV
__ADS_1