Kosuke Arashi 2

Kosuke Arashi 2
Chapter 1087 : Kemarahan Sang Kematian III


__ADS_3

Sebelum membaca karya ini author minta tolong untuk pada kalian untuk 'like' ataupun 'vote' agar meningkatkan ringking cerita ini.


Ya, selamat membaca karya ini dan author ucapkan terima kasih pada pembaca setia 'Kosuke Arashi'


Hanya itu pesan dari author sekian dan terima kasih.


Selamat membaca!!


*****


'Sang raja iblis kematian' membelah tubuhnya menjadi 3 bagian tapi kini ketiga bagiannya itu mengalami kerepotan dalam pertarungannya.


Ashura berhasil mendapatkan grimoire hitamnya dan mampu memojokan satu bagian 'sang raja iblis kematian'


Torano yang memiliki 'raja pedang' telah berhasil memotong kedua lengan 'sang raja iblis kematian'


Lalu dipertarungannya meski berusaha dengan susah payah, Minaka dan Rikie mampu mengimbangi satu bagian 'sang raja iblis kematian'


Dan ditempat yang berbeda 7 pelayan 'sang raja iblis kematian' tengah berkumpul.


Mereka adalah D'maria si pemegang senjata berupa sabit besar


Lina pengguna dua pedang.


Rena sebuah senapan.


Rikka senjata celurit.


Sakura sebuah tombak


Tifa palu


Dan Kanna cambuk.


"Aku merasakan tekanan energi tuan Lindouw tengah melemah..." ucap D'maria.


"Akupun juga begitu..." sahut Lina.


"Kita dikalahkan dan tak ku sangka Tuan Lindouw juga mampu dipojokkan oleh mereka..." ucap Rena.


"Benar-benar tak terduga..." sahut Rikka.


Sakura berkata, "Kita harus siap bila nantinya Tuan Lindouw berniat menggunakan itu..."


"Ya..." jawab Tifa.


Kanna berkata, "Tak ku sangka Tuan Lindouw akan menggunakan wujud yang mengerikan itu..."


Keenamnya tertunduk dan tak menanggapi.


*****


Dipertarungan 3 bagian tubuh 'sang raja iblis kematian' nampak kelelahan, "Hah... hah... hah..." nafas ketiganya nampak tak beraturan dan ketiganya nampak geram pada kondisinya saat ini.


"Sial, kurasa tiada pilihan lain..." gumamnya dalam hati dan iapun tersenyum menyeringai


"Apanya yang lucu?" Tanya Ashura yang ada dihadapannya.


"Kau akan segera tau nanti, adikku..." ucap 'sang raja iblis kematian' yang kemudian menghilang dengan kemampuan teleport, "Zink!!"


Ashura yang telah melihat senyuman licik dari 'sang raja iblis kematian' bergumam dalam hati, "Kurasa dia merencanakan sesuatu yang buruk!!"


*

__ADS_1


Dilain tempat 'sang raja iblis kematian' yang melawan Torano telah kehilangan kedua kakinya dan kehilangan kedua tangannya lalu seluruh tubuhnya penuh luka sayatan.


"Khi..." ia tersenyum menyeringai.


"Meski terjatuh ditanah dan tak mampu beregenerasi tak ku sangka kau malah tersenyum lebar!! Memangnya apa yang kau sembunyikan?" Ucap Torano dengan sorot mata tajam, iapun berjalan perlahan mendekat pada lawan.


"Kau akan segera tau..." ucap 'sang raja iblis kematian' yang kemudian menghilang dengan kemampuan teleport, "Zink!!"


Torano yang tak merasakan keberadaan lawan dengan instingnya yang tajam berkata, "Sial, dia kabur!!! Tetapi aku punya firasat dia akan kembali lagi!!"


*


Dipertarungan yang lain Rikie dan Minaka bertarung secara kompak dan keduanya berhasil mendesak 'sang raja iblis kematian'


"Hahahaha... ayolah!! Kau bilang tadi mau mengambil lenganku tapi sepertinya kau yang sekarang kok melemah?" Ejek Rikie.


"Hey, berhentilah memprovokasi!!"


"Tak apa senpai..." jawab Rikie dengan entengnya.


'Sang raja iblis kematian' merasa diremehkan dan iapun sangat geram, "Dasar bocah-bocah bodoh!! Kalian tak tau apa yang sebenarnya kalian lawan!!" Ucapnya dengan sorot mata tajam dan iapun menghilang menggunakan kemampuan teleport, "Zink!!"


Rikie agak kesal, "Cih, dia kabur!!"


Minaka berkeringat dingin, "Dari kata-katanya aku merasa dia pergi untuk melakukan sesuatu yang mengerikan jadi kita harus segera meninggalkan tempat ini..."


"Hahahahaha..." Rikie tertawa lepas dan dengan bangganya ia berkata, "Hey, ayolah senpai!! Aku memiliki dua lengan Naga Emas Legendaris'!!! Serangan seperti apapun dapat ku atasi!!!"


"Jika dia kembali sekalipun ku yakin kombinasi kita berdua dapat melawannya..."


Minaka bergumam dalam hati, "Ku harap yang kau katakan itu benar..."


"Zink!!" Mendadak Ashura dan Yui muncul dengan kemampuan teleport milik Yami.


Keduanya terkejut, "Ashura!! Yui!! Kenapa kalian berdua bisa bersama dengan si penghianat ini!!!" Teriak Minaka dengan menunjuk kepada Yami.


"Siapa yang kau sebut penghianat, sialan!!"


"Tentu saja kau!!!" Bentak Minaka.


"Tak bisakah kalian diam..." ucap Ashura dengan sorot mata tajam.


Keduanya terdiam.


"Hehehe..." Yui malah tertawa, "Minaka, mungkin Yami/Yemi sebelumnya ada dipihak musuh tapi sekarang ini ia telah kembali menjadi teman kita lagi..."


"Kok gitu?" Tanya Minaka.


"Singkat cerita aku menysucikan jiwanya, dia memiliki kekuatan kematian akan tetapi sudah lepas dari belenggu 'sang raja iblis kematian'..."


Minaka tak mengerti dan memiringkan kepala, "Aku kurang paham akan tetapi kalau yang mengatakannya adalah kau maka aku bisa percaya..."


"Hehehe..." Yui tertawa.


"Cih..." Yami agak kesal karena sebelumnya dituduh oleh Minaka.


Rikie bertanya pada Ashura, "Ngomong-ngomong senpai, bukankah sebelumnya kau telah ditahan oleh musuh?"


"Benar akan tetapi aku telah dibebaskan kembal..."


"Bukankah kau kuat tapi mengapa mereka bisa menangkapmu?" Tanya Rikie lagi.


"Waktu itu mereka menawan para penduduk dan mengancam keselamatan mereka jika aku tak menyerahkan diri dan menyerahkan grimoire ku..."

__ADS_1


"Oh..." Rikie mengangguk paham.


"Lalu bagaimana dengan grimoiremu sekarang?" Tanya Minaka.


"Tenang saja!! Aku telah mendapatkannya kembali..." jawab Ashura dengan menunjukan grimoire sihirnya.


"Oh, baguslah!! Grimoiremu adalah aset kemenangan kita jadi jika sampai jatuh ke tangan musuh maka akan sangat bahaya..." ucap Minaka lega.


Ashura bertanya, "Ngomong-ngomong, dimana lawan kalian?"


Keduanya terdiam, "Dia mendadak pergi menghilang dengan kemampuan teleport..." jawab Minaka.


"Cih, iblis kelas tertinggi itu ku yakin sedang merencanakan sesuatu yang mengerikan..." ucap Yami.


"Kau membuatku takut..." ucap Yui.


Ashura berkata dengan serius,"Meski takut tapi kita harus bersiap menghadapinya..."


Keempatnya terdiam lalu seseorang muncul dengan kemampuan teleport, "Zink!!" Ya, orang itu adalah clon dari Torano.


"Kita ada dimedan perang jadi mengapa semuanya bisa berkumpul disini?" Ucap Torano.


"Itu terjadi karena lawan yang kami hadapi mendadak menghilang..." jawab Ashura.


"Hal yang sama juga terjadi pada pertarunganku!! Dia menghilang disaat aku hampir memenggal kepalanya..." jelas Torano agak kesal.


Ashura berkata dengan serius lagi, "Sepertinya ia merencanakan sesuatu dan meski takut tapi kita harus bersiap menghadapinya bila ia kembali nanti..."


"Ya..." jawab Torano tanpa ragu.


*****


Dilain tempat 3 bagian tubuh 'sang raja iblis kematian' telah berkumpul kembali.


Ya, iapun perlahan menjadi satu lagi, "Sialan!!!!" Lindouw sangat geram.


"Tuan Lindouw, anda baik saja?" D'maria sangat khawatir.


"Suasana hatiku sedang buruk dan mari kita lakukan itu..."


"Baik..." jawab ketujuhnya serentak.


Mereka bertujuh berdiri mengelilingi 'sang raja iblis kematian'


Lindouw merobek perutnya dengan cakar lalu satu persatu para pelayannya masuk ke dalam perutnya itu, "HIIAA...!!!!!" Tekanan energinya meningkat begitu mereka menjadi satu padu.


"Mode : Devil"


Terjadi ledakan energi kegelapan yang sangat kuat.


Ya, 'sang raja iblis kematian' menunjukan wujudnya yang sebenarnya.


Jadi sekuat apakah ia nanti?


Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1088 : Munculnya Sang Pahlawan Hitam.


******


Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini


Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.


Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi

__ADS_1


Trima kasih atas perhatiannya.


*****


__ADS_2