Kosuke Arashi 2

Kosuke Arashi 2
Chapter 1059 : Bergerak!!


__ADS_3

Sebelum membaca karya ini author minta tolong untuk pada kalian untuk 'like' ataupun 'vote' agar meningkatkan ringking cerita ini.


Ya, selamat membaca karya ini dan author ucapkan terima kasih pada pembaca setia 'Kosuke Arashi'


Hanya itu pesan dari author sekian dan terima kasih.


Selamat membaca!!


*****


Empat iblis yang tersisa bertarung dengan kerja sama yang sangat baik dan dengan memanfaatkan kelengahan Ashura, mereka berhasil memojokannya.


"Jleeb...!!" Ashura yang lengah tertusuk dari belakang oleh Yamaru si iblis dengan kemampuan memanipulasi darah.


Ia muncul dari bawah tanah dan langsung menusuknya dengan menggunakan pedang yang ia ciptakan dari elemen darah.


"Kau terlalu meremehkan kami hingga akhir kau lengah dan hal itu memberikan kesempatan bagi kami!!" ucap Yamaru dengan tersenyum menyeringai, "Kamilah yang akan menang..."


Ashura membalikan kepala dan menatap tajam lalu ia mengeluarkan aura yang mengerikan, "Kau pikir kalian akan menang?" Ucap si pemilik kekuatan hantu itu yang sekarang benar- benar marah.


"DYYEESS...!!" Yamaru yang berada dibelakang punggung Ashura mendadak terlempar jauh karena kemampuan telekinesis.


Ashura menarik kembali sebilah pedang yang menusuk dirinya, ia menatap tajam dan mengeluarkan aura mengerikan, "Aku sudah cukup bermain dengan kalian jadi akan segera ku akhiri permainan ini..."


Keempat iblis yang tersisa sangat waspada.


Mendadak Ashura menghilang.


"Itu bukan teleport dan dia hanya menghilang..." pikir Gona yang memfokuskan pendengarannya, ia mampu mendengar langkah kaki Ashura yang lari mendekat, "Bersiaplah, kawan-kawan!!!!"


Si iblis pengendali tanah itu meletakan dua telapak tangannya ke tanah dan terciptalah gelombang tanah, "WUUSS...!!" Ashura yang berlari mendekat terlempar ke udara.


"Mereka mulai belajar bahwa aku tak dapat menggunakan kemampuan-kemampuanku secara bersamaan..." gumam Ashura dalam hati yang tak terlihat.


Ashura menampakan diri dan ia mengganti kemampuan menghilang dengan kemampuan melayang lalu melesat cepat ke arah keempatnya.


"Kau yang tak dapat mengunakan keempat kemampuanmu secara bersamaan adalah suatu keuntungan kami..." ucap Zen dan iapun melesatkan kilatan-kilatan petir.


Ashura menatap tajam dan iapun terbang melesat menghindari setiap kilatan-kilatan petir, "Aku sama sekali tak menyesal memberitahukan pada kalian kemampuanku..." iapun mendekat pada Zen dan langsung menembak keningnya dari atas, "DOORR...!!" Si iblis petir itu berhasil mengelak.


Ashura menginjakan kaki dipermukaan tanah akan tetapi Tatsu si iblis pasir menyerangnya dengan cakaran, "Mengeringlah!!!"


Ashura mampu merasakan bahaya dari serangan lawan jadi iapun mengaktifkan kemampuan menembusnya lagi sehingga cakaran Tatsu percuma, "Apa!!"

__ADS_1


"Mati!!" Ashura menodongkan senapan pada kepala belakang Tatsu dan langsung menembak, "DOORR...!!"


"Cih..." Ashura agak kesal karena Tatsu dapat menghindar dengan kemampuan logia pasir.


Lalu hal yang mengejutkan terjadi yaitu Yamaru si iblis darah mendadak muncul dari bawah tanah tepat dibelakang Ashura, ia langsung menusuk dari belakang menggunakan pedang, "Apa!!!" Iapun sontak terkejut karena Ashura sama sekali tak lengah dan serangannya hanya menembus.


Ashura menodongkan senapan pada kepala bagian belakang Yamaru, "Trick yang sama tak akan mempan padaku..." iapun menarik pelatuk akan tetapi sebelum senapan itu meletus terlebih dahulu Zen melesat dan langsung menebas dengan pedang berlapiskan petir, "Sllash!!" Serangan itupun lagi-lagi hanya menembus tubuh Ashura.


"HIIAA...!!!" Di kejauhan Tatsu menghentakan kaki kanan ke depan lalu terciptalah gelombang pasir, "WUUSS...!!!" Semuanya pandangan tertutup oleh debu pasir lalu hal itupun dimanfaatkan oleh keempat iblis itu dengan berkumpul.


"Hah... hah... hah..." nafas mereka tak beraturan dan mereka terlihat sangat lelah.


"Sialan, apa tiada cara untuk mengalahkannya..." ucap Tatsu.


"Kita hanya bisa menyerangnya bila ia lengah..." sahut Yamaru.


"Kalau begitu satu-satunya cara agar kita bisa menang adalah dengan bertahan dan menunggunya kehabisan energi..." ucap Zen.


"Aku paham maksudmu!! Tapi kita harus waspada karena dia bisa muncul dimana saja..." ucap Gona dengan waspada dan serius akan tetapi Ashura malah muncul tepat dibelakang punggung si iblis yang mampu mengendalikan tanah itu, ia menodongkan senapan pada kepala bagian belakang, "DOORR...!! DOORR...!!"


Gona tumbang dan jatuh ke tanah dengan darah berceceran ke segala arah, "Apa!!!" Ketiga rekannya itupun terkejut dan tak percaya bahwa Ashura akan muncul ditempat yang tak terduga.


Ashura segera melompat ke belakang dan menjaga jarak, "Ya, satu-satunya cara kalian menang adalah bertahan dan menungguku kehabisan energi akan tetapi yang jadi masalah adalah jika kalian tak dapat bertahan maka kalian akan mati..."


Yamaru si iblis darah tak percaya bahwa Gona telah tiada, iapun menggoyang-goyangkan tubuhnya, "Gona, bangunlah!! Kau tak mungkin mati semudah itu!!" Iapun nampak panik.


Tatsu membentak sikap rekannya itu, "Jangan cengeng Yamaru!! Kita ada ditengah-tengah pertarungan dan jika kau lengah maka kau akan mati!!!"


Yamaru tau diri dan iapun mencoba menguatkan hatinya lalu menatap Ashura dengan sorot mata tajam, "Tega sekali, kau!! Mengapa kau membenci iblis!! Memangnya apa salah kami!!"


Ashura tersenyum menyeringai lalu tertawa terbahak- bahak, "Hahahahahaha...!! Lucu sekali!!"


"Apanya yang lucu?" Ucap Zen dengan sorot mata tajam.


"Sadar dirilah kalian!! Alasan aku tanpa ragu menghabisi kalian para iblis sudah jelas!!! Kalian datang ke kota kami membuat keributan dan bahkan menghabisi penduduknya yang tak bersalah..."


"Tapi kalian yang memulai duluan!! Kalian mendiskriminasi kami para iblis!!" Teriak Yamaru yang tak menerima alasan Ashura.


"Hahahaha... jadi itu alasanmu menyerang kota kami? Ya, jika begitu kami sama dengan kalian dan kalian sama seperti kami..." ucap Ashura dengan sorot mata tajam, "Jika begitu maka membunuh atau terbunuh..."


Ketiga iblis yang tersisa itupun mewaspadai musuh mereka pasalnya Ashura meningkatkan energi dan aura yang mengerikan.


"Kita tak mungkin menang melawannya..." gumam Zen dalam hati, iapun memusatkan energi pada ujung ke dua tanduknya lalu tak butuh waktu lama bola energi hitam terbentuk.

__ADS_1


"Cero!! Dia mau menggunakan serangan seperti itu ditempat ini, apakah dia sudah gila?" Ucap Ashura yang terkejut.


Zen mengarahkan cero itu ke atas dan menembakannya tanpa ragu, "WUUSS..."


"DHHUUAARR...!!" Ledakan yang kuat mengenai langit-langit gua.


Atap gua runtuh karena serangan itu dan Ashura terlihat sangat terkejut, "Sial, apa yang dia lakukan?"


"Hmm... aku tau!! Dia melakukan itu untuk melarikan diri..."


Ya, ketiga iblis itupu merasa tak mampu mengalahkan Ashura jadi merekapun memilih melarikan diri dari pada bertarung melawannya.


"Tap... tap..." Aogami Ritsu dam Toushirou Yuri sampai ditempat pertarungan.


"Yah, kita terlambat, deh..." ucap Ritsu.


Yuri bertanya, "Apa kau telah berhasil mengalahkan mereka?"


"Sayang sekali tapi aku hanya bisa menghabisi empat dari mereka dan sisanya ada tiga tapi mereka berhasil melarikan diri..." jelas Ashura.


"Begitu, ya?" Ritsu paham, "Jadi kau tak terluka melawan 7 iblis sekaligus?"


"Dadaku tertusuk jadi aku juga harus segera mencari ahli medis..."


Yuri berkata, "Cepatlah sembuh karena ada perang yang harus kita menangkan..."


"Aku tau!!!" Ucap Ashura dengan semangat.


Ya, pada akhirnya beberapa anggota Red Eagle yang ditahan telah berhasil dibebaskan dan merekapun bersiap melakukan pergerakan besar didalam membebaskan Kota Kronoz dari kekuasaan para iblis.


Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1060 : Perang Terbuka


******


Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini


Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.


Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi


Trima kasih atas perhatiannya.


*****

__ADS_1


__ADS_2