
Yume muncul dan mengambil kesempatan dengan menusuk punggung Sang Iblis dari belakang sampai menembus bagian dadanya.
Kepalanya telah terpenggal lalu jantungnya tertembus sebilah pedang dan hal itu benar-benar membuat Sang Iblis mati.
Ya, tubuh yang sekarang tak bernyawa itu secara perlahan condong ke depan lalu jatuh ke tanah.
"Yah, kau datang dan merusak kesenanganku..."
Dengan sorot mata tajam, Yume secara perlahan menarik kembali pedangnya yang tertancap pada tubuh iblis itu.
"Cih, berhenti main-main Kosuke Arashi 'si pengacau'..."
"Kita ini ada dimedan perang jadi bisakah dirimu lebih serius..."
Arashi menarik nafas panjang dan menonaktifkan wujud iblisnya, "Hah..." iapun menghembuskan nafas secara perlahan lalu berkata dengan santainya, "Hey, ayolah!! Kau tak perlu seserius itu..."
"Yah, kita memang dimedan perang akan tetapi kita juga perlu bersenang-senang sedikit seperti mempermainkan musuh agar lebih rileks..."
"Cih..." Yume bertambah kesal dan iapun mendekat pada Arashi lalu mengacungkan mata pedangnya tepat ke wajah Arashi, "Kau memang kuat akan tetapi lawan kita adalah sekumpulan 'raja iblis'..."
"Mungkin kau bisa mengalahkan 5 raja iblis sekaligus akan tetapi hal itu belum cukup untuk memenangkan peperangan ini..."
Arashi menjadi agak serius, ia mendadak mencengkram pedang Yume dengan tangan kanan hingga darah mengalir pada pedang itu, "Aku tau bahwa seorang diri saja tak mungkin memenangkan perang tetapi aku bersama-sama dengan rekan-rekan yang bisa ku percayai..."
"Jadi jangan ragukan kemenangan kami!! Kami para Red Eagle akan menang entah apapun yang terjadi..."
Yume menjadi lebih kesal dari pada sebelumnya karena menganggap kepercayaan diri Arashi sebagai kesombongan semata, iapun menggenggam erat pedangnya dan mendorong pedang tersebut hingga hampir mengenai hidung.
"Tap... tap..." mendadak saja Yuri dan Ritsu muncul.
"Hentikan perbuatanmu itu, gadis sialan!!" Ucap Yuri dengan nada tinggi dan sorot mata tajam.
"Jangan sakiti dia!! Yah, Arashi memang menyebalkan akan tetapi ia teman kami dan ia adalah aset kemenangan kita dalam peperangan ini..." ucap Ritsu dengan entengnya dan ia terlihat santai.
"Cih..." Yume yang kesal menurunkan senjatanya dan menyarungkan kembali pedangnya tersebut, "Jika bukan demi kemenangan maka aku tak akan pernah mau bersekutu dengan kalian semua..."
"Hey, ayolah!! Jangan berkata seperti itu!! Memangnya apa salahku sampai segitunya kau padaku?" Tanya Arashi dengan nada mengejek.
Yume pun kembali menatap tajam.
__ADS_1
"Hey, Arashi!! Jangan memancing emosinya lagi!!" Bentak Yuri.
"Benar, bodoh!! Kita disini untuk bertarung bersama dan bukannya untuk saling bertarung..." sahut Ritsu dengan entengnya, "Kau tak boleh lupa!! Lawan kita itu kuat dan mereka sekumpulan 'raja iblis'..."
Arashi berfikir sejenak dan setuju pada apa yang dikatakan oleh dua kapten Red Eagle itu, "Kalian berdua benar!! Kita harus bertarung bersama-sama dan berkerja sama mengalahkan musuh..." iapun mengambil sebuah permen lolypop dari saku celananya dan mengemutnya.
"Ngomong-ngomong, kalian sudah istirahat jadi apakah kalian sudah bisa bertarung lagi?"
Ritsu berkata dengan tertawa, "Khehehe... setelah istirahat meski hanya sejenak saja kekuatanku sudah pulih dan sekarang ini sudah 90 persen lebih..."
"Kau tak perlu mengkhawatirkan kami!! Kami sudah siap bertarung lagi..." sahut Yuri dengan serius.
"Begitu, ya?" Arashi menanggapi dengan santai, iapun mengemut permen lolypop miliknya, "Hahahaha...!!" Mendadak Arashi tertawa dan berkata dengan entengnya, "Itu sangat bagus bila kalian berdua baik-baik saja dan siap bertarung lagi!!! Ya, aku dapat mengandalkan kalian!!"
"Cih, kau membuatku kesal 'si pengacau'..." ucap Yume dan ia pun bertanya, "Memangnya kau sendiri bagaimana? Berapa sisa energi yang kau miliki sekarang ini?"
"Hahahaha... aku sudah beberapa kali melakukan pertarungan dan energi sudah banyak ku gunakan..."
"Yah, lebih dari 30 persen energiku telah hilang selama perang berlangsung..."
"Sudah ku duga..." gumam Yuri dan Ritsu dalam hati, keduanya nampak kecewa karena Arashi sudah melemah.
"Musuh kita itu para 'raja iblis' yang entah mengapa bisa kembali dari alam kematian..." Iapun sedikit marah.
Arashi tersenyum menyeringai dan berkata dengan entengnya, "Sudah ku bilang aku akan mengandalkan kalian untuk sementara waktu!! Aku akan istirahat sejenak untuk memulihkan energiku dan sekarang ini giliran kalian untuk melindungiku..."
"Entah apapun yang terjadi kita akan memenangkan perang ini..."
"Dan aku yakin meski mereka abadi sekalipun mereka masih tetap bisa dikalahkan...." ucap Arashi dengan tersenyum menyeringai.
Yume bertambah kesal akan tetapi ia terdiam sejenak, "Terserah kau saja!!!"
"Hahahaha...!!" Arashi yang memenangkan perdebatan dengan Yume malah tertawa.
Ritsu juga tersenyum tipis dan iapun bertanya, "Jadi apa yang harus kita lakukan sekarang ini?"
"Tentu saja kita harus mencari mangsa selanjutnya..." jawab Yuri.
Yume berkata, "Mengusir mereka semua dari tempat ini terdengar mudah, jadi yang harus kita lakukan hanyalah mencari lawan lagi dan mengalahkannya..."
__ADS_1
"Yah, tapi yang jadi masalah ada banyak musuh ditempat ini dan kita tak bisa mendatangi mereka satu persatu karena akan memakan banyak waktu yang tentu saja hal itu buang-buang energi..."
"Khehehehe..." Arashi tersenyum menyeringai lalu berkata dengan entengnya, "Simpel saja, akan ku kumpulkan semua musuh pada satu titik dan nantinya kita tinggal habisi mereka semua..."
Ketiganya tak mengerti akan apa yang dikatakan Arashi itu, Ritsu bertanya, "Bagaimana caranya kau melakukan hal itu?"
"Hehehe... hal itu mudah saja bagiku..." ucap Arashi yang lagi-lagi tersenyum menyeringai, iapun meningkatkan energi lalu sepasang sayap yang terbuat dari api berkobar-kobar dipunggungnya.
"WUUSS...!!!" Iapun melesat terbang tinggi ke angkasa dengan satu lompatan saja.
"Apa yang akan ia lakukan?" Pikir Yume, Ritsu dan Yuri yang jadi agak penasaran, merekapun punya firasat buruk tentang hal yang akan diperbuat Arashi.
Diangkasa yang tinggi, Arashi memperbesar sayap apinya sehingga semakin berkobar-kobar dan terlihat dari berbagai sudut tempat dikota itu.
Iapun menarik nafas panjang lalu berteriak dengan lantang, "Semuanya!!!! Dengarkan aku!!!! Aku Kosuke Arashi 'si pengacau' ada disini!!!!'
"Kemarilah!!! Aku menantang kalian semua!!!!"
Teriakan Arashi itupun terdengar ke segala penjuru, "Apa!!!!" Yuri, Ritsu maupun Yume terkejut dengan apa yang dilakukan Arashi, ketiganya tau betul bahwa perbuatan Arashi itu memancing para musuh untuk berkumpul.
"Khehehehe..." Arashi tersenyum puas dan berkata dengan entengnya, "Dengan begini mereka para Raja Iblis akan berkumpul dan kami akan mengalahkan mereka semua sekaligus..."
Arashi pun mendeklarasikan perangnya sendiri.
*****
Lalu disuatu tempat Rafathar 'sang raja iblis pelahap' sedang bersama dengan Va'al yang merupakan salah satu Pewaris Kekuatan Hutan.
"Aku mengetahui posisi 'si pengacau' jadi aku akan kesana..." ucap Rafathar setelah mendengar teriakan Arashi, ia yang sebelumnya pernah dikalahkan nampaknya masih menyimpan dendam pada Arashi.
"Pergilah kesana dan aku akan mengurus yang disini saja..." ucap Va'al dengan tersenyum lebar.
"Ya, baiklah kalau begitu..." ucap Rafathar yang kemudian pergi menghilang dengan kemampuan teleport, "Zink!!"
Va'al tersenyum menyeringai lalu berkata dengan entengnya pada seorang pria yang berdiri tepat dihadapannya, "Nah, adikku!! Sebagai sesama Pewaris Kekuatan Hutan tentu saja aku lebih kuat dari pada dirimu..."
"Lalu kau dengan pasukanmu tak mungkin memenangkan peperangan ini jadi bukankah lebih baik bila kalian menyerah saja?"
"Tutup mulutmu, iblis..." pria yang berdiri dihadapan Va'al itu tak lain adalah 'si jenius' Senju Rain, "Kami akan menang apapun yang terjadi!!!!"
__ADS_1
Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1108 : Berkumpul Pada Satu Titik.