Kosuke Arashi 2

Kosuke Arashi 2
Chapter 1121 : Rekan


__ADS_3

"Kau lihat yang barusan?" Ucap Rafathar.


"Ya, tentu saja!! Si pengacau itu sepertinya tengah mencoba suatu teknik..." sahut Leonidas yang juga memperhatikan.


Rafathar 'sang raja iblis pelahap' berkata dengan ekspresi wajah serius, "Kita tak tau apa yang tengah ia coba akan tetapi kita harus menghentikannya sebelum ia berhasil menguasainya..."


"Ya..." jawab Leonidas dengan tegas.


*


Arashi berhadapan secara langsung dengan Kamui 'sang raja iblis cahaya'


"Sialan!!!" Kamui melesat secara zig-zag dan memukul lawan.


Meskipun berkecepatan cahaya tapi Arashi dapat dengan mudahnya menghindarinya,   "Bagus, aku mulai terbiasa dengan teknik ini dan sepertinya teknik ini sangat cocok dalam pertarungan keroyokan..." gumam Arashi dalam hati.


Kamui terlihat sangat kesal karena serangan-serangan cepat darinya terus saja dapat dihindari oleh Arashi, "Brengsek!! Sebenarnya apa yang tengah terjadi? Bagaimana mungkin kau mampu menghindari setiap seranganku?"


"Khehehe..." Arashi malah tertawa lalu mengejek, "Mudah saja menghindari setiap seranganmu karena kau terlalu lambat..."


Kamui yang berkecepatan cahaya menjadi geram dengan ucapan lawannya itu, "Jangan bercanda!! Berhenti mempermainkanku!!" Iapun melesat dengan sangat cepat ke arah Arashi.


'Sang raja iblis cahaya itu' mengepalkan tangan yang berbalutkan kilauan cahaya dan memukul, "HIIAA...!!!"


Arashi mengaktifkan tekniknya yaitu menyebar sedikit energi ke udara bebas sehingga mampu melihat pergerakan lawannya, "Aku dapat melihatnya!! Dia begitu lambat..." gumamnya dalam hati yang kemudian mengepalkan tangan lalu memusatkan energi pada satu titik.


"Jbbllast!!" Kepalan tinju keduanya tepat saling berbenturan akan tetapi Arashi melemparkan semua energinya saat beradu kepalan tangan sehingga membuat tangan Kamui perlahan hancur.


"Apa!!!" Kamui terkejut dan iapun bergegas menjaga jarak.


Tetapi Arashi tak membiarkannya pergi, ia yang melihat pergerakan lambat 'sang raja iblis cahaya' memusatkan energi pada satu titik yaitu kaki kanan dan menendang dari arah samping sambil melemparkan semua energi yang terkumpul sekaligus, "Jbbllast!!"


Kepala Kamui yang terkena tendangan hancur dan ia berakhir dengan jatuh tersungkur, "Khehehe... dengan teknik ini seranganku jadi lebih mematikan dari pada sebelumnya karena bisa tepat mengenai sasaran..."


*


Rafathar dan Leonidas mendadak muncul di samping kanan dan kiri Arashi, "HIIAA...!!!" Keduanya mengepalkan tangan dan memukul dengan tinju berlapis gempa.


"KRAK!! KRAK!!" Retakan-retakan diudara tercipta disamping kiri dan kanan Arashi.


Arashi yang melihat pergerakan lambat lawannya berada ditengah-tengah dua gelombang penghancur bertindak dengan sangat cepat.

__ADS_1


Dua gelombang penghancur itu tercipta bersamaan, berjarak dekat lalu berlawanan arah itupun saling berbenturan, "DHUUAARR...!!!" Ledakan penghancur terjadi dan hal itu menciptakan sebuah cekungan lalu membuat Leonidas dan Rafathar terdorong dari tempatnya berpijak.


"Apa kami berhasil?" Pikir keduanya yang berada didua tempat berbeda.


Leonidas bergumam dalam hati, "Dia terkena telak dua serangan gempa dari dua sisi yang berbeda jadi ku yakin ia sudah hancur lebur tak bersisa..."


Kepulan asap tercipta ditengah-tengah cekungan dan sekarang ke delapan raja iblis telah berkumpul termasuk Kamui yang sekarang tengah memulihkan luka-lukanya.


"Apakah mungkin dia dapat bertahan dari serangan seperti itu?" Tanya Juzo.


"Entahlah, serangan gempa adalah salah satu serangan terkuat jadi jikapun dia selamat luka yang dialaminya pasti akan sangat parah dan disaat itulah kita bisa menghabisinya..." ucap Tesla.


"Ya..." jawab Juzo 'sang raja lautan' setuju.


Ke delapan 'raja iblis' yang ada disana menatap tajam pada kepulan dedebuan pekat yang ada pada cekungan tanah luas itu, "...!!!" Mereka semua mendadak terkejut ketika merasakan energi Arashi masih ada, "Tidak mungkin!!" Pikir mereka.


"Tap... tap... tap..." Arashi secara perlahan berjalan dari kepulan asap itu lalu ia berdiri tegak dihadapan lawannya, "Fiuh, nyaris saja tubuhku hancur lebur tak bersisa..." ucapnya yang berhasil selamat setelah melapisi seluruh permukaan tubuhnya dengan berlian.


"Satu hal yang ku pahami dari pertarungan ini bahwa kalian tak mungkin bisa mengalahkanku dan juga melawan 8 raja iblis sekaligus sangat merepotkan..."


"Omong kosong apa ini!!!!" Blast 'sang raja iblis api penuh dengan emosi, iapun mengarahkan kedua telapak tangannya ke depan lalu menembakan api, "WUUSS..." Bola api berukuran raksasa melesat.


Arashi perlahan menonaktifkan lapisan berlian yang ada diseluruh tubuhnya lalu ia memfokuskan energi elemen es pada kepalan tangannya lalu memukul sambil melemparkan semua energi itu sekaligus, "Jbbllast!!"


Para raja iblis menjadi geram dan sebagian tak dapat menahan emosinya karena menganggap Arashi mengejek mereka.


"Sialan!!!" Dua raja iblis yang tak dapat menahan emosinya langsung melesat ke arah Arashi.


Keduanya adalah Blast dan Kamui.


Blast bergerak cepat bagaikan roket dengan menggunakan kobaran api dikedua kakinya lalu Kamui bergerak dengan kecepatan cahaya.


Arashi tersenyum lebar, ia berdiri tegak dengan menyebarkan sedikit energi yang ketika dua lawannya mendekat pergerakannya terasa lambat.


"Dengan teknik ini aku dapat melihat pergerakan mereka..." gumam Arashi dalam hati ketika Kamui dan Blast berada tepat dihadapannya, iapun mengepalkan kedua tangan lalu memukul wajah keduanya secara bersamaan.


"Jbllast!!!" Kedua raja iblis itupun terlempar dan baik Kamui ataupun Blast terheran pada refleks Arashi yang begitu cepat.


"Baik, waktunya agak serius dengan teknik ini..." ucap Arashi dengan meningkatkan energi, "Mode : Six Elements"


Ya, enam bola elemen melayang dibelakang punggungnya.

__ADS_1


Arashi menarik nafas dan berteriak, "Sekarang giliranku menyerang!!!" Ia meledakan kobaran api dari kedua telapak kakinya lalu melesat bagaikan roket.


"Graviton!!" Tesla dengan cepat menggunakan kemampuannya dan hal itu membuat Arashi mendadak terjatuh ke tanah.


"Ugh!!" Arashi mencoba berdiri lagi akan tetapi Tesla menggunakan kemampuannya lagi, "Gravitasi Zero!!"


Seketika Arashi terangkat ke udara berserta puing-puing bangunan.


Juzo menarik pedangnya lalu dari kejauhan melesatkan tebasan-tebasan, "Sllash!! Sllash!!"


Pisau-pisau air melesat dan memotong setiap apa yang dilaluinya akan tetapi Arashi yang memiliki insting tajam dapat dengan mudah menghindarinya.


"Kalau begitu bagaimana dengan yang ini...!!!" Terik Silka 'si iblis wanita' iapun mengepakan sayap-sayap sehingga bola-bola cahaya seukuran bola kasti melesat ke arah Arashi.


"Jumlahnya sangat banyak dan ukurannya kecil jadi aku tak akan bisa menghindarinya..." pikir Arashi yang segera melapisi seluruh tubuhnya dengan berlian.


"DHUUAARR...!! DHUUAARR...!!" Diudara ledakan-ledakan beruntun terjadi akan tetapi Arashi dengan lapisan berlian diseluruh tubuhnya mampu bertahan.


Iapun jatuh ke tanah dengan pijakan kuat, "Menyebalkan!!"


Dipermukaan tanah Leonidas menyambut Arashi dengan memukul udara yang ada dihadapannya, "Jbbuuak!!"


"Krak!! Krak!!" Atmosfer terpusat lalu retak-retak dan terciptalah gelombang penghancur segalanya.


"Ini buruk!!" Pikir Arashi yang kurang persiapan untuk berahan


"Tap... tap..." secara mengejutkan Yuri, Ritsu dan Yume kembali dan ketiganya.


Arashi terkejut, "Kenapa kalian kembali?"


"Bodoh, kau punya rekan Arashi!! Kami juga akan ikut bertarung!!" Ucap Yuri dengan serius.


Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1122 : Semuanya!!


******


Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini


Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.


Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi

__ADS_1


Terima kasih atas perhatiannya.


*****


__ADS_2