
Leonidas melesatkan tinju berlapiskan kemampuan gempa ke tempat dimana Kaoru dan Yume bersembunyi.
Semuanya hancur tak bersisa, puing-puing berterbangan ke udara lalu semuanya tertutupi oleh debu.
'Si Akhir' berkata, "Hey, siapa yang menyuruhmu menyerang?"
"Tidak ada, aku membuat keputusan sendiri karena mereka mau melarikan diri..."
"Jangan melakukan sesuatu hal tanpa perintahku!! Aku adalah pemimpin kalian jadi jika kalian mau aku dipihak iblis maka turuti semua kata-kataku..." ucap 'si akhir' dengan sorot mata tajam.
"Aku mengerti..." jawab Leonidas dengan merendah diri, ia yang tau betul kekuatan 'si akhir' benar-benar tak ingin cari masalah dengannya.
'Si Akhir' dengan sekali lompatan melesat ke arah puing-puing, "DYYEESS!!!" Ia jatuh dengan sangat keras tepat disamping sebuah dinding bangunan yang runtuh.
Dengan satu tangannya, ia mengangkat bangunan itu dan nampaklah Yume dan Kaoru yang tertimpa.
"Jadi kalian masih hidup rupanya..." ucap 'si akhir' dengan melemparkan bongkahan bangunan jauh-jauh.
Yume segera berdiri tegak meski kakinya mengeluarkan darah karena tertimpa bangunan, ia menarik pedangnya dan menatap tajam, "Kau tak perlu khawatir, Kaoru!! Aku akan melindungimu!!" Ucapnya pada Kaoru yang tak mampu berdiri.
"Hahahaha... lucu sekali!! Kau tak mungkin menang melawan iblis terkuat!!"
Yume memasang sorot mata tajam, "Aku tak peduli!! Akan ku lindungi temanku meski aku harus mati!!"
'Si Akhir' menjadi kesal saat melihat sorot mata Yume yang penuh keteguhan, "Kalau begitu matilah!!!" Iapun memfokuskan energi pada kepalan tangan kanan dan langsung saja memukul dengan tinju api.
"Jbbllast!!" Serangan itupun sangat kuat dan meski Yume berusaha menahan dengan pedangnya tapi tetap saja ia terlempar jauh.
"Ugh!!" Yume memuntahkan darah dan berusaha berdiri lagi akan tetapi tak mampu.
"Sesuai dengan permintaanmu akan ku bunuh kau..." ucap 'si akhir' dengan perlahan berjalan mendekat akan tetapi mendadak Kaoru memegangi satu kakinya.
"Kau tak boleh membunuhnya..."
Si Akhir menghempaskan Kaoru dengan sebuah tendangan, "Hah?? Kenapa aku tak boleh membunuhnya?"
Kaoru kesakitan akan tetapi ia memberanikan diri untuk berbicara pada iblis terkuat itu, "Aku memiliki kemampuan melihat segala hal baik itu masa lalu, masa kini ataupun masa depan..."
"Kau dulu iblis baik dan jika kau tetap dijalanmu yang sekarang aku bisa melihat dimasa depan yang penuh peperangan jadi kembalilah seperti dulu..."
__ADS_1
"Hahahahaha..." 'si akhir' tertawa lepas dan iapun berjalan ke arah Kaoru lalu memegang rambutnya mengangkatnya tinggi-tinggi, "Aku tak akan pernah menjadi baik lagi setelah dikhianati oleh orang-orang yang ku percayai..."
Kaoru kesakitan dan mencoba melepaskan diri akan tetapi 'si akhir' terlihat menikmati lalu tersenyum menyeringai, "Benar sekali!! Kemampuan melihat masa depan pasti menyakitkan bagimu..."
"Ya, aku punya ide bagus!! Aku akan mewujudkan perang besar yang kau lihat itu dan sampai perang besar itu terjadi kau dan temanmu itu tak akan ku bunuh..."
Si Akhir melepaskan rambut Kaoru dan membuatnya terjatuh ke tanah, "Kau harus menjadi saksi pada perang besar itu..."
Kaoru kesakitan akan tetapi ia menatap tajam, "Ku katakan padamu tentang sebuah ramalan!!"
"Aku tak takut!!" Ucap 'si akhir' dengan tatapan merendah.
"Saat dua sayap api dan emas terbang di negeri langit maka saat itulah awal perubahan..."
"Si Akhir akan melawan kekacaun dan disaat itulah tiga senjata terkuat berkumpul lalu mereka yang terburuk akan muncul..."
"Hahahaha..." 'si akhir' malah mentertawai.
Kaoru tersenyum menyeringai, "Kau bisa tertawa sekarang akan tetapi lihat saja, apa kau bisa melawan kekacauan?"
"Cih..." 'si akhir' mulai kesal dan iapun memukul Kaoru hingga tak sadarkan diri.
"Uhuk!!" Yume memuntahkan darah dan tak sadarkan diri.
'Si Akhir' membawa dua gadis itu lalu berkata pada para raja iblis yang lainnya, "Aku sudah selesai bersenang-senang jadi sekarang giliran kalian!!" Iapun tersenyum menyeringai, "Dan sekarang kalian bisa membunuh para dewa sebanyak-banyaknya..."
Mendengar kata-kata 'si akhir' yang merupakan iblis terkuat sekaligus pemimpin mereka maka para raja iblis tersenyum menyeringai dan mulai bergerak sesuai perintah yaitu melakukan pembantaian pada para dewa.
Penaklukan Aera berlanjut dengan mengamuknya para raja iblis diberbagai penjuru negeri langit itu.
Merekapun tanpa belas kasihan menghancurkan apa yang ada, bertindak sepuasnya, menghabisi para dewa sesuka hatinya dan berbuat kerusakan pada negeri langit itu.
Saat itu Aera memasuki masa-masa kelam karena penuh dengan suara jeritan keputusasaan dari para dewa yang tak berdaya.
*****
Sementara itu Arashi dalam wujud naga bergerak terbang menuju Aera dengan Yui berada diatas tubuhnya.
"Sialan si Ryusuke itu!! Sebenarnya apa yang diinginkannya di Aera?"
__ADS_1
"Entah, aku juga tak tau tapi firasatku buruk..." jawab Yui yang terlihat khawatir.
Arashi terdiam sejenak lalu bertanya pada Yui, "Hey, Yui!! Aku tak terlalu mengenal Ryusuke itu jadi orang seperti apa dia?"
"Emm... dia orangnya serius, tegas dan sorot matanya tajam dan yang lebih penting lagi dia sangat membenci iblis meski memiliki kekuatan lengan iblis api..." jelas Yui.
"Cih, asal kau tau saja aku ini sangat membencinya..."
"Kenapa?"
"Jelas saja!! Karena Ryusuke itu pernah mencoba menyerang Yuuki dan hal itu benar-benar membuatku jengkel..." jelas Arashi.
Yui menjadi terdiam, iapun tak mengira Arashi dan Ryusuke punya masalah pribadi.
*****
Sementara itu penaklukan Aera oleh para raja iblis terus saja berlangsung meskipun begitu 'si akhir' malah memutuskan pergi ke pusat pulau yang disana berdiri bangunan megah dan besar.
Iapun masuk bangunan tersebut dengan tersenyum lebar, "Tempat ini adalah pusat dari Kekaisaran Dewa dan tak ku sangka meski waktu telah berjalan 2.000 tahun lamanya tempat ini tetap tak berubah..."
'Si Akhir' berjalan menuju sebuah tangga yang dimana diatasnya ada sebuah singgasana, "Hahahaha..." dengan tawa lepas ia duduk disinggasana tersebut, "Akhirnya setelah sekian lama aku bisa duduk disinggasana sang penguasa dunia!!!"
"Jlleebb...!!!" Secara mendadak sebuah pedang menusuk 'si akhir' dari belakang dan menembus hingga dadanya, "Uhuk..." iapun memuntahkan darah dan melirik ke belakang punggung, "Sialan..."
Ya, orang yang menusuknya adalah Ryusuke, "Aku akan membunuh iblis dengan segala cara meski secara licik sekalipun karena aku sangat membenci iblis..." ucapnya dengan sorot mata tajam, iapun melapisi pedang yang menusuk si iblis dengan kobaran api dan semakin membuatnya kesakitan.
"AAAARRRRGGGHH...!!!!!"
Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 973 : Halo!!
******
Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini
Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.
Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi
Trima kasih atas perhatiannya.
__ADS_1
*****