
Sebelum membaca karya ini author minta tolong untuk pada kalian untuk 'like' ataupun 'vote' agar meningkatkan ringking cerita ini.
Ya, selamat membaca karya ini dan author ucapkan terima kasih pada pembaca setia 'Kosuke Arashi'
Hanya itu pesan dari author sekian dan terima kasih.
Selamat membaca!!
*****
Gelombang penghancur semakin dekat pada pasukan siluman yang terluka akan tetapi sebelum serangan itu mengenai target secara mendadak Arashi berdiri tegak tanpa rasa takut.
Ia mengumpulkan semua energi pada satu titik yaitu kepalan tangan kanan dan memukul gelombang penghancur itu dengan melemparkan semua energi miliknya sekaligus, "Jbbllast!!!" Gelombang penghancur itupun hancur lebur sekali serang.
"...!!!" Semua terkejut pada kemunculannya.
Arashi berdiri tegak lalu berteriak dengan lantang sambil tersenyum lebar, "Kosuke Arashi 'si pengacau' telah tiba jadi persiapkan diri kalian...!!!!!"
"Hahahahahaha...!!!!!"
Para siluman yang berada dibelakang punggung Arashi menjadi sangat terkejut lalu salah satu siluman yaitu siluman kera mendekatinya, "Kau menyelamatkanku, terima kasih..."
"Tak perlu berterima kasih, segera bentuk formasi lagi karena perang baru saja dimulai..." ucap Arashi.
"Baik, aku mengerti..." ucap siluman kera itu.
Arashi meningkatkan energi sehingga kakinya berkobar api dan iapun melesat sangat cepat bagaikan roket menuju ke arah Leonidas.
"Si pengacau!!!" 'sang raja iblis gempa' menatap tajam dan terlihat kesal apa lagi setelah serangan gelombang penghancurnya dihentikan oleh Arashi.
Leonidas memperkuat pijakan kaki lalu mengepalkan tangan berlapiskan kemampuan gempa, "HIIAA...!!" Ia memukul ke depan lalu atmofer memadat lalu tercipta retakan-retakan diudara.
Arashi tak peduli, ia melompat lalu memanjangkan lengan kanannya ke belakang, memusatkan energi pada satu titik dan mengepalkan tangan yang berlapiskan bara besi membara yang ditambahkan dengan pusaran angin peruntuh, "HIIAA...!!!" Ia memukul dengan melemparkan seluruh energi yang dimilikinya.
"JBBLLAAST...!!" Gelombang penghancur segalanya tertembus dan pukulan Arashi langsung beradu dengan kepalan tinju Leonidas dan menghancurkannya.
Leonidas yang kehilangan lengan kanannya terkejut, "Sialan, bagaimana mungkin? Dia menembus gelombang penghancur dan malah membuat lenganku hancur..." pikirnya dengan melompat ke belakang.
Guts dalam wujud raksasa entah bagaimana caranya telah membebaskan diri dari lilitan sulur Senju Rain dan ia telah berada didekat Arashi.
'Sang raja iblis bumi' itupun langsung melesatkan pukulan super besar dari atas pada Arashi, "Hancur leburlah...!!"
Arashi mendongak ke atas dengan sorot mata tajam, "HIIIAAA...!!!" Iapun meledakan kobaran api sehingga membuat sebagian dari lengan raksasa batu hancur.
"Sialan...!!" Guts jadi sempoyongan dan ia melangkahkan kaki ke belakang.
__ADS_1
Dilain sisi Leonidas telah selesai memulihkan lukanya dan ia menatap Arashi dengan penuh kekesalan, "Si pengacau!!!"
'Sang raja iblis gempa' itupun berlari ke arah Arashi lalu melompat tinggi, diudara ia menyatukan dua kepalan tangan dan melapisinya dengan kemampuan gempa, "HIIAA...!!"
Arashi menatap tajam dan menyilangkan kedua tangan untuk menahan serangan gempa itu, "Krak!! Krak!!" Karena kemampuan gempa tanah tempat Arashi berpijak jadi retak dan retakan itu terus meluas lalu tercipta sebuah cekungan luas dan dalam.
Arashi tetap berdiri tegak dengan kokohnya meski dihantam serangan dari atas yang mampu menghancurkan sebuah gunung.
"Cih..." Kaki Arashi mulai bergemetaran karena tak kuat menahan serangan dari atas, ia lalu memfokuskan energi pada kaki kanan dan balas menendang kepala Leonidas yang berada diatas, "Jbbllast!!"
Leonidas terlempar dan kepalanya terputus dari tempatnya setelah terkena tendangan Arashi.
Meskipun begitu Leonidas segera berdiri tegak walau tak memiliki kepala, "Kurang ajar!!" Gumamnya dalam hati dengan perlahan memulihkan kepalanya yang hilang, "Dia kuat sekali!!" Ucapnya setelah kepalanya kembali.
Eden 'sang raja iblis duri' muncul dan langsung berteriak, "Si pengacau!!!!" Iapun menghentakan kaki kanannya ke tanah, "DYYEESS...!!" Duri-duri tajam muncul dari dalam tanah dan mengarah langsung pada Arashi.
"HUUPPSS..." Arashi menarik nafas panjang dan meningkatkan energi dan iapun juga melancarkan serangan andalannya, "Auman Naga Api...!!!!"
"WUUSS...!!!" Kobaran api yang sangat besar menyapu duri-duri itu dan bahkan mengarah pada 'sang raja iblis duri'.
"Apa!!!!" Eden terkejut ketika serangannya dapat dibalikan.
Mendadak Excel muncul tepat dihadapan Eden dan iapun mengarahkan kedua telapak tangannya ke depan lalu dengan kemampuannya sebagai 'raja iblis es' ia mampu meniadakan kobaran api dari Arashi itu.
Dari atas Mogura dengan ribuan lengan melemparkan cero yang jumlahnya ribuan juga.
Setelahnya Arashi menurunkan energinya dan membuat kegelapan yang menyebar ke segala arah menyusut kembali pada pijakan kakinya, "Khehehe..." iapun tersenyum lebar.
"DYYEESS...!!! DYYEESS...!!!" Para raja iblis jatuh dari atas dengan posisi mengelilingi Arashi.
Ya, sekarang Arashi terkepung oleh 7 raja iblis akan tetapi ia tetap tenang seolah biasa saja.
*
Dilain sisi empat anggota Red Eagle yang sebelumnya bertarung mati-matian sekarang berkumpul.
"Kita harus membantu Arashi..." ucap Akiru si sisi dewa es yang khawatir.
"Tunggu dulu!!" Ucap Senju Rain.
"Apanya yang harus ditunggu?" Tanya Akiru si sisi dewa es.
"Dari kabar yang ku dengar Arashi telah berhasil mengalahkan salah satu iblis kelas tertinggi jadi kurasa dia sanggup menahan ketujuhnya..." jelas Senju Rain
"Sehebat itukah dia?" Sena terkejut.
__ADS_1
"Ya, dia hebat..." ucap Daisuke.
Sena merasa iri dan sangat kesal karena dirinya masih lemah, "Sialan..."
Senju Rain berkata, "Aku tak tau apakah Arashi bisa mengalahkan ketujuhnya akan tetapi ku yakin ia bisa menahan mereka jadi selama itu kita harus memulihkan diri dan membantunya nanti..."
"Ya..." jawab Akiru, Daisuke dan Sena setuju.
*
Ketujuh raja iblis telah mengepung Arashi dari berbagai sisi akan tetapi ia biasa saja bahkan malah tersenyu lebar.
"Dia meremehkan kita..." ucap Venom.
"Tapi kita tak bisa meremehkannya..." sahut Excel yang pernah dibunuh oleh Arashi.
"Aku tak mengira bocah yang kemarin bertarung mati-matian denganku bisa mengalahkan 'sang raja iblis pelahap'..." ucap Eden.
"HIIIAAA...!!!!!!" Leonidas meningkatkan energi lalu langsung melompat ke atas Arashi, ia menyatukan dua kepalan tangannya yang sudah terlapisi kemampuan gempa lalu memukul sekuat tenaga.
Arashi dengan instingnya yang tajam mampu mengukur kemampuan lawan, ia melapisi kakinya dengan kegelapan lalu digunakan untuk menahan serangan lawan, "Jbbuuak!!!" Elemen kegelapan itu mampu meniadakan serangan gempa akan tetapi meskipun begitu tanah tempatnya berpijak jadi hancur.
Mogura mengambil tombak yang ada dipunggungnya lalu tanpa ragu melesatkan serangan berupa tusukan.
Arashi yang memiliki insting tajam menghindar dengan melompat ke belakang akan tetapi dibelakangnya ada Guts yang telah siap menghantam dengan kedua lengan.
"Sial..." gumam Arashi yang segera melapisi kedua lengan dengan besi yang dipanaskan lalu ia menyilangkan kedua tangannya itu, "Jbbuuak!!!" Guts menghantam dan tanah tempat Arashi berpijak jadi retak akan tetapi 'sang raja iblis bumi' itu berteriak kesakitan.
"ARRGGH...!! Panas sekali!!" Kedua lengannya melepuh karena bersentuhan dengan besi yang membara.
Venom melesat dengan pukulan penuh otot, "Hahahaha...!!!"
"Jbbllast!!" Arashi yang kurang waspada jadi terlempar akan tetapi ia segera bangkit lagi, "Melawan 7 raja iblis sekaligus adalah tindakan yang gila akan tetapi aku menyukainya..." gumamnya dalam hati dengan tersenyum lebar.
Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1068 : Si Pengacau Melawan Tujuh Raja Iblis II
******
Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini
Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.
Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi
Trima kasih atas perhatiannya.
__ADS_1
*****