
Sebelum membaca karya ini author minta tolong untuk pada kalian untuk 'like' ataupun 'vote' agar meningkatkan ringking cerita ini.
Ya, selamat membaca karya ini dan author ucapkan terima kasih pada pembaca setia 'Kosuke Arashi'
Hanya itu pesan dari author sekian dan terima kasih.
Selamat membaca!!
*****
"Dulu sewaktu Festival Raja Pedang aku memang lemah dan tak sebanding dengan kalian para 'raja iblis' akan tetapi sekarang berbeda!! Aku yang sekarang dapat menghabisi dua 'raja iblis' sekaligus..." ucap Arashi yang mengingat pertama kali ia bertemu dengan para 'raja iblis'
Excel yang teringat kejadian di Festival Raja Pedang bertambah geram, "Kau terlalu sombong, bocah..."
"Kenyataannya memang begitu!! Aku telah melalui banyak hal dan berubah menjadi lebih kuat!! Justru kalianlah yang sombong karena terlalu menganggap remeh kami..."
"Ku yakin kau menyesal karena tak menghabisiku dulu..." ejek Arashi dengan tersenyum lebar.
Excel terdiam sementara itu Mogura teringat pada pertarungannya dengan Arashi yang saat itu dikota yang letaknya dipelabuhan, "Dulu dia pernah melawan 5 'raja iblis' sekaligus dan ia berhasil melarikan diri tapi aku tak pernah menyangka bocah ini bisa sangat kuat..." gumam Mogura.
"Dia harus dihabisi sekarang juga...!!!" Pikir Excel dan Mogura yang sepakat bahwa potensi Arashi sangatlah berbahaya.
Keduanya meningkatkan energi dan energi kuat terasa dari keduanya akan tetapi tekanan energi mereka kali ini terasa lebih pekat dan membuat nafas sesak.
Arashi teringat kata-kata Tuan Kai bahwa kekuatan iblis akan semakin kuat tergantung pada kebencian mereka, "Hoho... jadi ini kekuatan iblis yang sebenarnya?" Ia nampak biasa meski menghadapi tekanan energi yang mengerikan itu.
"Ayo mulai!!" Teriak keduanya serentak dan hal itu membuat Arashi waspada.
Excel menghentakan kaki kanan dan dengan kemampuannya mampu menciptakan gelombang es raksasa.
Arashi yang sebelumnya tenang berubah menjadi serius, "Kekuatan mereka bukan isapan jempol belaka..." iapun memusatkan energi pada kepalan tangan kanannya yang telah berbalutkan api.
"HIIAA...!!!"
"Jbbllast...!!!" Arashi memukul gelombang es itu dengan seluruh kekuatannya.
Gelombang es itupun hancur akan tetapi meski hancur gelombang es itu mampu pulih lagi sehingga menyapu Arashi dan membuatnya terperangkap dalam balokan es.
"Apa-apaan ini!!! Kenapa aku tak bisa menghancurkannya!!" Pikir Arashi yang terkejut, ia meningkatkan hawa panas ditubuhnya agar es yang membekukannya meleleh.
Dilain sisi, Mogura melompat kelangit dan iapun merubah lengan kanannya menjadi super besar dan tentu saja ia langsung memukul Arashi sebelum bebas, "Jbbllast...!!!!"
Arashi terlempar jauh hingga jatuh membekas dipermukaan tanah, "Ugh!! Sakit sekali!! Sepertinya beberapa tulangku ada yang patah..." ucapnya yang dengan cepat menggunakan elemen darah spesial untuk memulihkan diri.
"Krak!! Krak!!" Secara mendadak semua es disegala tempat berubah menjadi retak.
"Apa lagi??" Ucap Arashi yang mulai kehilangan pijakan.
"HIIAA...!!!!" Excel mengendalikan semua es yang ada dan membuat semua es terangkat ke udara, es tersebut mulai membentuk gumpalan.
__ADS_1
Arashi mencoba menjauh agar tak terjebak dalam gumpalan es itu, "Aku harus pergi!!" Ucapnya yang terbang meliuk-liuk menghindari setiap bongkahan es yang melayang.
Tetapi dari balik sebuah bongkahan es secara mendadak Mogura muncul dengan kepalan tangan kanan super besar, "HIIAA...!!!"
Arashi yang memiliki insting tajam mampu menyadari pukulan lawan dan iapun dengan cepat menyilangkan kedua tangan untuk bertahan, "Jbbllast!!" Pukulan Mogura terlalu kuat dan hal itupun membuat Arashi terlempar jauh ke udara menyatu dengan gumpalan es raksasa.
"DYYEESS... DYYEESS..." Excel terus menerus menarik es yang ada dibawah hingga membuat Arashi terperangkap didalamnya.
"Lakukan Mogura!! Aku tak bisa menahannya lebih lama...!!!" Teriak Excel.
"Aku mengerti!!" Jawab Mogura dengan mengangkat dua lengan super besar miliknya.
Ia mengangkatnya ke atas lalu dari telapak tangannya itu muncul lubang dan mulai memfokuskan energi.
Ya, bola hitam cero super besar dengan cepat tercipta dan Mogura tanpa ragu menembakannya, "WUUSS...!!"
"DHHUUAARR...!!!" Bola es raksasa itupun ditembak oleh cero dan menciptakan ledakan hebat yang membuat es terpecah jatuh ke segala penjuru bagaikan hujan.
Mogura dan Excel mendongak ke atas dan berharap serangan gabungan mereka berhasil.
"Apa kita berhasil?"
"Entahlah, aku tak bisa merasakan energinya karena tertutup panasnya ledakan..." jawab Mogura.
"Kalau begitu mungkin dia sudah mati..." ucap Excel.
Mereka berdua berharap Arashi mati akan tetapi secara mendadak kobaran ledakan terserap ke dalam menjadi lebih kecil oleh bola kegelapan.
"Sllash!!"
"DYYEESS...!!!" Arashi jatuh ke tanah dengan pijakan kaki yang kuat sehingga menciptakan cekungan.
"Fiuh, untung saja aku dengan cepat menggunakan kekuatan iblis dan dengan cepat menggunakan dinding kegelapan untuk bertahan..."
"Terlambat sedikit saja aku akan mati hancur berkeping-keping hingga menjadi abu..." ucap Arashi dengan entengnya, ia sekarang dalam mode iblis.
Mogura dan Excel menjadi sangat geram akan tetapi Arashi malah menonaktifkan mode iblisnya.
"Apa yang kau lakukan?" Tanya Excel.
"Benar sekali!! Tekanan energimu melemah jadi apa kau sudah menyerah?" Ucap Mogura.
"Khehehe..." Arashi malah tersenyum menyeringai dan berkata, "Sisa energiku tinggal 20 persen jadi akan ku pertaruhkan semuanya sekarang..."
"Jika aku tak menang dengan kemampuan ini maka aku akan mati..." ucap Arashi yang perlahan meningkatkan energi.
Mogura dan Excel menjadi lebih waspada dari pada sebelumnya karena kali ini tekanan energi Arashi terasa aneh, sangat tenang dan stabil.
Dengan es, Excel menciptakan sebuah trisula dicengkraman tangan kanan dan perisai ditangan kirinya lalu Mogura mengambil dua kapak dipunggungnya.
__ADS_1
"Ini adalah es terkeras yang ku ciptakan dari energiku..." pikir Excel dengan sorot mata tajam.
"Aku tak akan lengah..." gumam Mogura dalam hati.
Ujung rambut Arashi berubah menjadi putih sementara pangkal rambutnya berubah warna menjadi hitam, "Mode : Cahaya Kegelapan"
Ya, Arashi menggunakan kekuatan andalan terakhirnya.
"Ayo mulai!!!!" Teriak ketiganya serentak.
Excel menghentakan kaki dan sebuah gelombang es raksasa melesat.
Arashi mengarahkan jari telunjuk ke depan lalu memfokuskan energi, "Sllash!! Sllash!!" Ia menembaki gelombang es itu dengan laser-laser.
Dengan sekejap saja gelombang es itu hancur lebur tetapi setelah hancur dari baliknya muncul telapak tangan Mogura yang tak terhitung jumlahnya dan telah siap menembakan cero seukuran bola kasti.
"WUUSS... WUUSS..." cero-cero itupun ditembakan akan tetapi Arashi mengarahkan dua telapak tangan ke depan dan menciptakan dinding kegelapan untuk menyerap cero-cero itu.
"Dia dapat bertahan!!!" Pikir Mogura dan Excel yang terkejut pada cara Arashi mengatasi cero.
Arashi dengan sorot mata tajam berteriak, "Aku datang pada kalian!!!" Ia memfokuskan energi pada kedua kaki sehingga bersinar terang sekali.
"Sllash!!" Ia melesat secepat cahaya dan langsung mengarah pada Mogura.
Excel dengan cepat menghentakan kakinya dan menciptakan dinding-dinding es tetapi Arashi menerjangnya begitu saja.
Arashi yang bergerak cepat memfokuskan energi pada kepalan tangannya.
Mogura mengangkat dua kapaknya, "Akan ku belah dia!!!"
Ia menebas akan tetapi sebelum itu Arashi terlebih dahulu memukul dadanya, "Jbbllast...!!" Dalam sekejap saja dada Mogura berlubang.
Arashi segera bergerak cepat dan berdiri dibelakang Mogura, iapun mencabut kepalanya dan meledakannya dengan cengkraman, "Organ vitalnya hancur dan kepalanya hilang..."
Tubuh Mogura yang berlubang dan tanpa kepala jatuh ke tanah, "Satu telah kalah..." ucap Arashi tanpa belas kasihan.
"Tidak mungkin!!!" Gumam Excel yang terdiam dan tak dapat berkata-kata lagi melihat kematian rekannya dalam sekejap itu.
Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 998 : Pohon Raksasa
******
Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini
Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.
Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi
Trima kasih atas perhatiannya.
__ADS_1
*****