
Sebelum membaca karya ini author minta tolong untuk pada kalian untuk 'like' ataupun 'vote' agar meningkatkan ringking cerita ini.
Ya, selamat membaca karya ini dan author ucapkan terima kasih pada pembaca setia 'Kosuke Arashi'
Hanya itu pesan dari author sekian dan terima kasih.
Selamat membaca!!
*****
"Sekarang aku menyadari beberapa hal penting darimu!! Kau petarung yang semakin kuat jadi jika pertarungan berlanjut semakin lama maka hal terburuk akan terjadi..."
"Ya, bisa-bisa aku kalah..." ucap Guts dengan sorot mata tajam, iapun mengakui bahwa Saburo adalah lawan yang berbahaya.
Saburo hanya tersenyum menyeringai lalu dengan mengacungkan pedang ditangan kanannya iapun berkata, "Aku tak mengerti maksud dari ucapanmu itu akan tetapi ku yakin selanjutnya pedangku dapat memotong dirimu..."
'Sang raja iblis bumi' mengambil kembali dua kapak yang ada dipunggungnya, "Kau terlalu sombong, bocah!! Akulah yang akan memenangkan pertarungan ini..." ucap Guts dengan sorot mata tajam.
"Gyahahahaha...!!!" Saburo yang girang nampak bersemangat, ia meningkatkan energi yang kuat dan sangat kuat, "Menarik sekali!!" Iapun langsung berlari dan menebas, "Sllash!!"
"Cruat!!" Guts tak berniat menghindari serangan itu dan sekarang dadanya tertebas lalu mengeluarkan darah meski secara perlahan pulih dengan kemampuan regenerasi.
'Sang raja iblis bumi' itu mengangkat kapak yang ada ditangan kanan dan balas menebas, "Sllash!!"
"Shrriing!!!!" Terdengar suara saat saat kapak Guts menebas kulit keras berlian Saburo, ia tak mampu menggores tubuhnya akan tetapi hanya mampu mendorong Saburo ke belakang, "Cih..."
"Gyahahaha...!!" Saburo menebas lagi dengan pedang yang digenggamnya ditangan kiri, "Sllash!!"
"Cruat!!" Darah sang iblis menyembur lagi.
"Sial..." gumam Guts yang balas menebas akan tetapi serangannya itu tak mampu menggores lapisan berlian Saburo.
Keduanya melangkahkan kaki maju lagi dan saling tebas menebas bergantian tak ada yang mau mengalah tetapi Guts selalu saja mengeluarkan darah setiap kali tertebas sementara ia sendiri tak mampu menggores lapisan berlian ditubuh Saburo.
"Gyahahaha...!!" Saburo tertawa lepas penuh dengan kepuasan tetapi Guts 'sang raja iblis bumi' mulai berfikir was-was, "Mengapa aku mulai berfikir akan kalah..." gumamnya dalam hati.
Guts melompat ke belakang dan iapun memfokuskan energi pada ujung kedua tanduknya dan tak butuh waktu lama bola energi hitam yaitu cero terbentuk, "WUUSS..."
Cero ditembakan tetapi Saburo malah menyarungkan dua pedangnya, ia mengarahkan kedua tangannya ke depan lalu memperkuat pijakan kedua kaki dan tersenyum menyeringai, "Gyahahaha..."
Pria dengan lapisan berlian diseluruh tubuhnya itu menahan tembakan cero dengan tangan kosong dan iapun melemparkan cero tersebut ke atas, "DHUUAARR...!!" Tercipta ledakan hebat diangkasa.
Guts menjadi geram dan iapun berlari ke arah Saburo dengan menyeruduk menggunakan dua tanduknya yang tajam.
__ADS_1
"Gyahahaha..." Saburo bertahan dengan memegang erat dua tanduk lawan meski pada akhirnya ia terdorong juga ke belakang, "Kuat sekali!!" Ucapnya dengan menyeringai.
Saburo meningkatkan kekuatan ototnya dan iapun membanting lawannya ke arah samping, "Jbbuuak...!!" Guts jatuh tersungkur.
'Sang raja iblis bumi' itu segera bangkit lagi tetapi Saburo langsung saja menendang kepalanya sehingga ia jatuh kembali tersungkur.
Saburo segera menarik kembali kedua pedang yang ada dipunggungnya dan iapun segera berlari ke arah lawan lalu memenggal kepalanya, "Sllash!!"
Kepala sang iblis terjatuh ke tanah, "Hah... selesai sudah..." ucap Saburo dengan kecewa, iapun berniat meninggalkan tubuh tanpa kepala itu akan tetapi secara mendadak kepala Guts tumbuh lagi.
Saburo menatap kembali ke belakang.
"Kami iblis kelas atas sangatlah spesial!! Aku tak akan mati jika kau tak memenggal kepalaku lalu menghancurkan jantungku..." ucap Guts dengan rasa bangga.
Saburo menyeringai dan tertawa lepas, "Gyahahahaha...!! Kalau begitu menarik sekali!!" Iapun berlari ke arah Guts dan segera melesatkan tebasan menyilang, "Sllash!!"
"Apa!!!" Guts terkejut ketika menahan dengan menyilangkan kedua kapaknya tapi kapaknya malah terpotong beserta dirinya tersayat.
"Tidak mungkin!!" Gumamnya yang tak percaya.
"Sllash!!" Saburo menebas lagi dan kali ini memotong kepala Guts.
"Gyahahahaha...!!" Ia tertawa lepas dan malah menunggu kepala musuh tumbuh kembali.
Saburo terus maju dan ia yang tersenyum lebar menggenggam erat pedangnya lalu menebas lagi, "Sllash!!" Ia memotong kepala 'sang raja iblis bumi' lagi akan tetapi lagi-lagi Saburo menunggu kepalanya tumbuh kembali.
"Gyahahaha..." dengan tawa lepasnya Saburo memotong kepala lawannya yang tumbuh lagi, "Ini menyenangkan!!" Teriaknya dengan mencabik-cabik tubuh lawannya lalu menunggunya pulih.
Saburo benar-benar menyiksa 'sang raja iblis bumi' itu dengan menebasnya begitu ia pulih.
*
Pertarungan antara 'si tinju penghancur' dan 'sang raja iblis bumi' itu benar-benar menghancurkan kota Altenar.
Kota yang semula berdiri banyak bangunan itupun kini rata dengan tanah dan semua keindahannya telah hancur.
Kota tersebut benar-benar berubah total dari sebelumnya yang megah menjadi rusak parah.
Saburo masih bertarung dengan Guts 'sang raja iblis bumi', ia terus saja menebas dan membiarkan iblis kelas atas itu pulih. Hal itupun dilakukan berulang kali dan Saburo terlihat puas.
Tak butuh waktu lama Empat Pilar Avalon dan Tsuruna sampai.
"Sudah cukup Saburo!!! Berhenti menyiksanya dan segera habisi dia..." ucap Tsuruna dengan sorot mata tajam, ia merasa kasihan pada lawan.
__ADS_1
"Gyahahaha...!! Tidak mau, masih ingin masih ingin bermain-main dengannya!!" Ucap Saburo yang terus menerus menebas Guts.
"Cih..." Tsuruna menjadi jengkel dan iapun mengakhiri riwayat Guts dengan memenggal kepalanya dari belakang lalu menusuk jantungnya.
Saburo menjadi sangat kecewa, "Kau merusak kesenanganku..." ucapnya dengan menyarungkan dua pedangnya dipunggung dan iapun menonaktifkan lapisan berlian yang ada ditubuhnya.
"Kau menyiksa lawan yang tak berdaya dan perbuatanmu itu lebih kejam dari pada mereka para iblis..." ucap Tsuruna yang kesal pada perbuatan rekannya.
Aogami Hiruma memperjelas, "Kenapa kalian para Red Eagle bisa ada dikota Altenar ini?"
"Sudah ku bilang dari awal kami tak sengaja bisa berada disini!! Cerita singkatnya kami menjalankan misi dan dalam perjalanan pulang mampir ke kota ini..." jelas Tsuruna.
"Jadi kalian belum mengetahui bahwa daerah selatan telah jatuh ke tangan para iblis?" Ucap Shiki 'si penyihir merah'
"Apa maksud dari kata-katamu itu?" Tanya Saburo dengan sorot mata tajam.
Raizel berkata, "Aku tak tau situasi pastinya akan tetapi seseorang dari daerah selatan yang bernama Senju Rain datang tepat saat rapat empat kerajaan..."
"Ia meminta bantuan pada empat kerajaan untuk mengalahkan para iblis yang mendiami daerah selatan..."
"Benar, Tsuru-chan..." sahut Yashiru, "Kami dari aliansi empat kerajaan berniat berperang melawan pasukan iblis dan kami di Altenar sedang mengumpulkan pasokan makanan..."
"Jadi apakah kalian akan membantu kami?" Tanya Tsuruna.
Aogami Hiruma yang merupakan pangeran terlihat sangat geram karena seluruh kota hancur karena pertarungan Saburo, "Sayang sekali tapi kami tak ada dipihak kalian!! Kami melawan para iblis untuk kepentingan kami sendiri..."
Tsuruna terdiam lalu ia berkata pada rekannya, "Saburo, aku tak tau secara pasti apa yang dikatakan mereka benar atau salah dan aku juga tak sepenuhnya percaya pada mereka..."
"Mari kita kembali ke kota Kronoz untuk memastikan kondisi disana..."
"Gyahahaha..." Saburo tertawa lepas, "Benar sekali!! Mari kembali dan mari habisi para iblis sialan itu...!!!"
Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1036 : Pertemuan Kelima
******
Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini
Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.
Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi
Trima kasih atas perhatiannya.
__ADS_1
*****