
Masamune muncul dan berhadapan dengan 'sang raja iblis pelahap', "Aku Masamune Ryuzaki 'sang pahlawan hitam' akan menghadapimu...!!!!"
"Omong kosong!!" Rafathar terlihat geram, "Apa kau juga memiliki kekuatan Dewa Kematian?"
"Benar sekali!! Pedang Suciku ini merupakan pecahan kekuatan Dewa Kematian..." teriak Masamune dengan semangat, ia menggenggam erat pedangnya menggunakan kedua tangan lalu meningkatkan energi.
Energi kegelapan meledak dari tubuhnya hingga menyelimutinya, "Jubah Raja Kegelapan!!"
Masamune langsung saja menggunakan kekuatan andalannya karena Rafathar sangat kuat, "Hah..." iapun menghela nafas panjang, "Kita mulai!!!" Teriaknya dengan semangat dan ia melesat dengan sekali pijakan.
"Jangan sombong, bocah!! Hanya karena kau memiliki kekuatan Dewa Kematian, apa kau pikir bisa mengalahkanku?" Ia menghentakan kaki sehingga membuat tanah terangkat hingga membentuk sebuah dinding.
"HIIAA...!!!" Masamune menerjang dinding tanah itu lalu tanpa ragu menebas 'sang raja iblis pelahap'
"Cthing!!!" Rafathar menahan dengan kuku cakarnya yang tajam.
Masamune tak menyerah dan lebih menekan lagi akan tetapi Rafathar langsung saja menghilang dengan kemampuan teleport, "Zink!!"
"Apa!!!!" Masamune terkejut.
"Zink!!" Rafathar muncul lagi dan menendang dari arah samping, "Jbbuuak!!" Masamune terkena tendangan pada wajahnya, ia terlempar akan tetapi ia segera berdiri tegak.
"Aku terlalu meremehkannya..." pikir Masamune dengan sikap waspada.
Rafathar memfokuskan energi pada kepalan tangan kanannya lalu memukul udara bebas yang ada dihadapannya, "Krak!! Krak!!" Atmosfer terpusat lalu muncul retakan-retakan diudara dan kemudian gelombang penghancur segalanya melesat.
"Serangan gempa!!!" Masamune terkejut dan bersiap.
Ia memfokuskan energi pada ujung pedangnya lalu melesat dan menusuh, "HIIAA...!!!!"
"DHUUAARR...!!!" Ledakan kegelapan membumbung tinggi.
*
Disisi lain, Leonidas dan Guts terjatuh ke tanah bersimbah darah dengan luka tembak dikepala mereka.
"Menyedihkan..." Ucap Ashura dengan menodongkan senapannya lagi, "DOORR...!! DOORR...!!" iapun menembaki kepala keduanya berulang-ulang hingga hancur lebur.
"Siapa dia?" Tanya Yume.
"Dia salah satu dari kami..." jawab Ritsu.
Yuri berteriak, "Woi, Ashura!! Jika kau ingin membunuh 'raja iblis' maka kau juga harus menghancurkan jantung mereka...!!!!"
"Diam..." jawab Ashura yang terus menembaki.
"Cih..." Yuri merasa kesal karena diabaikan.
Setelah berulang-ulang menembaki kepala keduanya akhirnya Ashura puas dan iapun berjalan ke arah ketiganya tanpa menghancurkan jantung kedua raja iblis itu.
"Menyedihkan!! Kita disini untuk bertarung tapi kalian malah menjadi beban dengan disandera oleh musuh..."
__ADS_1
"Seharusnya kalian mati saja..." ucap Ashura dengan menodongkan senapan lalu menembak, "DOORR...!!" Ya, tali yang terbuat dari energi yang mengikat ketiganya putus.
"Kami tak akan berterima kasih padamu..." ucap Yuri.
"Jujur saja itu tak perlu..."
Leonidas dan Guts yang kepalanya telah hancur beregenerasi lalu tak butuh waktu lama keduanya berdiri kembali.
"Sialan, aku lengah..." ucap Leonidas yang kemudian meningkatkan energi dan iapun melesat dengan sekali pijakan lalu memukul menggunakan tinju berlapiskan gempa tepat dihadapan Ashura.
Yume, Yuri dan Ritsu segera mengambil jarak dengan melompat ke belakang.
"Krak!! Krak!!" Atmosfer terpusat lalu retakan-retakan tercipta tepat dihadapan Ashura dan gelombang penghancur segalanya melesat menghancurkan segala yang dilewatinya.
"Selesai sudah..." ucap Leonidas saat semua dihadapannya hancur lebur menjadi kepulan debu.
"Kau pikir begitu..." ucap Ashura yang dengan langkah perlahan berjalan keluar kepulan debu.
Leonidas menatap tajam, "Mustahil!! Bagaimana mungkin setelah terkena tinju gempa kau terlihat baik-baik saja?"
"Kau tak perlu tau..." ucap Ashura dengan entengnya, iapun mengarahkan senapannya pada 'sang raja iblis gempa'.
"DOORR...!! DOORR...!!" Guts melompat lalu ia menghentakan kaki sehingga tercipta dinding tanah sehingga tembakan Ashura gagal mengenai sasaran.
"Leonidas, hati-hati!! Aku merasakan sesuatu yang berbahaya dari bocah ini..."
"Aku tau..."
Leonidas mencincingkan tatapan matanya, "Jadi begitu caranya kau mengatasi tinju gempa milikku?"
"Kau sudah tau jadi apa aku harus menjawab pertanyaanmu itu..." jawab Ashura yang secara perlahan mengambil grimoire hitam.
"...!!!" Baik Leonidas maupun Guts terkejut saat aura mengerikan terasa dari dalam grimoire hitam tersebut.
Ashura menarik sebuah senjata yaitu sabit dari dalam grimoire itu, "Kalian terkejut? Ya, itu wajar saja!! Grimoire milikku adalah grimoire kematian dan merupakan pecahan kekuatan Dewa Kematian..." ucapnya yang kemudian melesat ke arah dua 'raja iblis' itu.
Leonidas tanpa pikir panjang langsung saja melesatkan tinju gempa, "Krak!! Krak!!" Atmosfer terpusat lalu tercipta retakan-retakan diudara dan gelombang penghancur segalanya melesat.
Ashura mengaktifkan kemampuan menembus miliknya sehingga ia tak terpengaruh serangan penghancur tersebut, "Sllash!!" Ia menebas Leonidas akan tetapi Guts menghadang dan menahan dengan dua kapaknya, "Cthing!!"
"Oh..." Ashura merespon datar dan iapun mengaktifkan kemampuan menghang.
Leonidas dan Guts mengambil tindakan cepat dengan berdiri saling membelakangi karena tau bahwa Ashura bisa muncul dimana saja dan kapan saja.
"Dia lawan yang merepotkan..." ucap Guts.
"Lengah sedikit saja kita bisa terbunuh..." sahut Leonidas.
Keduanya waspada akan tetapi Ashura muncul ditempat yang tak terduga.
Ia dengan kemampuan menembusnya muncul dari dalam tanah tepat dihadapan Guts dan langsung menebasnya, "Sllash!!" Tubuh Guts terpotong jadi dua bagian.
__ADS_1
"Sialan!!!" Leonidas langsung berbalik dan melesatkan tinju gempa, "Krak...!! Krak...!!" Serangan penghancur melesat akan tetapi Ashura baik-baik saja karena mengaktifkan kemampuan menembusnya.
Leonidas menatap rekannya yang terpotong jadi dua dan tak kunjung pulih juga, "Mengapa tak pulih juga!!! Ada apa dengan regenerasimu, Guts!!" Teriaknya yang panik.
Ashura berkata dengan entengnya, "Grimoire milikku merupakan pecahan kekuatan Dewa Kematian dan juga setiap senjata yang keluar dari grimoireku memiliki energi kematian yang artinya sekali serangan saja cukup untuk merebut nyawa sasarannya..."
"Ya, meski raja iblis yang memiliki regenerasi hebat pun akan tetap mati..."
Leonidas mengerti dan ia semakin geram, "Brengsek!!!"
Ashura tetap tenang dan santai akan tetapi mendadak energi mengerikan terasa dibalik punggungnya, "Zink!!!" Lindouw muncul dan langsung menebas.
Ashura juga langsung berbalik dan menebas, "Sllash!!!"
"Cthing!!!!" Dua sabit yang memiliki aura kematian saling beradu kekuatan sehingga membuat puing-puing disekitar mereka berubah menjadi dedebuan.
"Cih..." Ashura yang kesal langsung menjaga jarak, "Tak ku sangka kau dapat kembali dari neraka..."
Lindouw tak menjawab dan iapun berjalan ke arah Leonidas, "Minggir..." Leonidas menuruti apa perintah 'sang raja iblis kematian' itu.
Lindouw kemudian berdiri dihadapan tubuh Guts yang terpotong jadi dua itu dan iapun mengatifkan sebuah kemampuan mata yang dimana dapat melihat malaikat maut sedang berkerja untuk mencabut nyawa 'raja iblis bumi', "Enyahlah, tak akan ku biarkan kalian membawanya ke akhirat..." ucapnya yang kemudian menebas malaikat maut itu dengan sabitnya.
Ya, setelah itu tubuh Guts secara perlahan menyatu lagi dan mulai beregenerasi.
"Terima kasih..." ucap Leonidas.
"Kalian tak akan mampu melawannya..." Lindouw memasang ekspresi serius, "Dan juga aku punya urusan dengan bocah yang ada disana dan jadi kalian pergilah..."
"Kami mengerti..." jawab Leonidas yang kemudian membawa pergi tubuh rekannya yang sedang dalam pemulihan.
Lindouw berhadapan dengan Ashura, "Kembalikan apa yang seharusnya jadi milikku...!!"
"Sayang sekali aku tak akan memberikannya padamu..." jawab Ashura dengan tenang.
"Kalau begitu aku akan merebutnya dengan cara paksa..." 'sang raja iblis kematian' itupun meningkatkan energi.
*
Dilain sisi, kelima 'raja iblis' yang lainnya bergerak ke arah Arashi yang sedang memulihkan diri.
Mereka yang telah mengetahui seberapa hebat Arashi berfikir untuk tak membiarkannya kembali bertarung lagi.
"DYYEESS...!!" Tetapi sebelum kelimanya sampai ke tempat Arashi terlebih dahulu seseorang jatuh dari langit.
"Sekarang apa lagi?" Ucap Blast dengan sorot mata tajam.
Kelimanya waspada lalu orang yang jatuh itu segera berdiri tegak dan meluapkan energi yang sangat kuat, "Gyahahahahaha...!!!" Dengan tawa lepasnya secara perlahan tubuhnya terlapisi oleh berlian.
"Buat aku lebih senang lagi!!!!!" Teriaknya yang kemudian tanpa ragu melesat ke arah musuh.
Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1126 : Red Eagle Vs 17 Raja Iblis III
__ADS_1