Kosuke Arashi 2

Kosuke Arashi 2
Chapter 1071 : Mesin Pembunuh Iblis


__ADS_3

Sebelum membaca karya ini author minta tolong untuk pada kalian untuk 'like' ataupun 'vote' agar meningkatkan ringking cerita ini.


Ya, selamat membaca karya ini dan author ucapkan terima kasih pada pembaca setia 'Kosuke Arashi'


Hanya itu pesan dari author sekian dan terima kasih.


Selamat membaca!!


*****


Ryusuke menatap tajam pada para iblis yang menjadi lawannya, "Satu telah disingkirkan dan tersisa enam lagi..."


"Sllash!!" Iapun lagi-lagi bergerak sangat cepat bagaikan hembusan angin.


Ryusuke menggenggam erat pedangnya dan langsung saja melesatkan tebasan pada 'sang raja iblis petir'


"Cthing!!!" Karma menahan dengan menyilangkan kedua pedang yang terbuat dari elemen petir sehingga kilatan-kilatan menyebar ke segala arah.


Ryusuke terus saja mendesak akan tetapi Karma tetap bertahan


Dilain sisi, Leonidas segera melesat ke arah Ryusuke dan melesatkan tinju gempa pada dada kirinya, "Jbbuuak...!!!"


"Krak...!! Krak...!!" Tercipta retakan-retakan dan Ryusuke terlempar sangat jauh oleh gelombang penghancur segala.


Meskipun begitu Ryusuke tetap dapat bangkit lagi setelah dipukul langsung dengan kemampuan gempa, "Ada yang aneh?" Pikir Leonidas.


Venom melesat ke arah Ryusuke dengan memperbesar kepalan tangannya menggunakan otot-otot lalu iapun tanpa ragu memukuli Ryusuke dari arah depan, "Jbbllast!! Jbbllast!!"


Ryusuke terlempar sangat jauh dan membentur permukaan tanah berulang kali akan tetapi ia terlihat baik-baik saja, ia perlahan berdiri tegak akan tetapi secepat kilat Karma sudah berada dibalik punggungnya dan langsung melesatkan tebasan pada bagian leher, "Sllash!!"


"Cthing!!" Leher Ryusuke sekeras besi saja sehingga kilatan-kilatan petir menyebar ke segala arah.


"Apa!!!!" Karma dibuat terkejut lalu Ryusuke menatap ke belakang dan membuat 'sang raja iblis petir' itu langsung menjaga jarak.


Dari arah depan Excel segera membekukan permukaan tanah sehingga kedua kaki Ryusuke tak dapat digerakan dan 'sang raja iblis es' itu sendiri meluncur pada permukaan es lalu langsung melesatkan tusukan dengan sebuah tombak yang diciptakan dari elemen es, "Cthing!!!" Ryusuke didorong sekuat tenaga hingga terseret.


"Apa!!!" Excel terkejut ketika tiada sedikipun darah yang mengalir dari tubuh Ryusuke.


Ryusuke menggenggam erat pedang yang ada ditangan kanannya lalu secara mendadak melesatkan sebuah tebasan, "Sllash!!" Kedua tangan Excel yang memegang tombak es terpotong.


Excel terkejut akan tetapi ia juga sangat geram, "Bagaimana mungkin seorang bocah bisa jadi sekuat ini...!!" Teriak iblis yang telah kehilangan kedua lengan itu dan iapun memfokuskan energi pada ujung tanduknya lalu menembakan laser.


"Sllash!!" Laser itupun melesat akan tetapi Ryusuke menahannya dengan telapak tangan kirinya lalu ia balas menebas leher Excel dengan menggunakan pedang berbalut api ditangan kanannya, "Sllash!!!" Kepala sang iblis es itupun terpenggal begitu saja dan tubuhnya secara perlahan berubah menjadi abu.


"Dua telah kalah dan tersisa lima lagi..." ucap Ryusuke dengan entengnya.

__ADS_1


Dibelakang punggungnya, Guts tanpa ragu melesatkan sebuah pukulan batu raksasa ke arah Ryusuke.


Ryusuke menoleh ke belakang dengan sorot mata tajam lalu meledakan pusaran angin pemotong yang berputar mengelilingi tubuhnya, "WUUSS...!!" Dalam sekejap saja kepalan tangan 'sang raja iblis bumi' itu terpotong-potong.


"Apa!!!!" Guts terkejut lalu langsung menjaga jarak.


Leonidas dari kejauhan menatap tajam dan memperhatikan dengan seksama kemampuan dari lawannya, "Dia memiliki dua elemen yaitu api dan angin lalu pedang yang dimilikinya sangat berbahaya saat terlapisi oleh api karena mampu membakar tubuh sampai berubah menjadi abu..."


"Akan tetapi yang paling tak masuk akal adalah bagaimana mungkin semua serangan kami tak mempan padanya?" Pikir 'sang raja iblis gempa' yang sangat heran.


5 raja iblis yang masih tersisa berkumpul.


"Dia hanya bocah jadi mari keluarkan serangan terhebat kita untuk memusnahkannya..." ucap Karma 'sang raja iblis petir' yang terlihat sangat geram karena dua rekannya telah dihabisi oleh Ryusuke.


"Ya...!!" Para raja iblis yang lainnya setuju pada apa yang dikatakan oleh Karma akan tetapi 'sang raja iblis gempa' mempunyai pemikiran yang lain, "Tunggu, kita tak boleh asal serang..."


"Apa maksudmu? Apa kau punya rencana?" Tanya balik 'sang raja iblis petir'


"Tidak, akan tetapi coba saja kau pikirkan!! Dia terkena tepat tebasanmu pada bagian leher dan seharusnya hal itu sudah cukup untuk membunuhnya..."


"Yang artinya serangan asal tak akan bisa membunuhnya jadi meskipun kita menyerang sekuat tenaga sekalipun kurasa hasilnya akan percuma..." jelas Leonidas dan kata-katanya itu membuat 'sang raja iblis petir' terdiam karena benar.


"Tap... tap... tap..." Ryusuke secara perlahan berjalan mendekati kelima raja iblis yang masih tersisa, "Kenapa kalian berhenti menyerangku dan malah sibuk bicara sendiri? Ya, bukankah kita disini untuk bertarung bukan mengobrol?"


Ryusuke menyeringai, "Ya, kalian pasti sangat penasaran mengapa aku tak dapat dilukai? Hmm... meskipun kalian penasaran tapi aku tak akan memberitahu kalian rahasiaku..."


Mereka semakin geram dan Venom yang tak dapat menahan emosi langsung saja melompat ke atas, "Kau pikir siapa dirimu, bocah...!!!!"


"Tunggu, Venon!!!! Jangan gegabah!!" Teriak Leonidas.


Tapi diudara Venon mengepalkan tangan kanannya lalu mengembangkan otot-ototnya sehingga kepalan tangannya berubah menjadi sangat besar, "Akan ku hancurkan kau..." ucap si iblis otot dan tulang itu dengan sorot mata tajam penuh emosi.


Ryusuke tetap tenang dengan menggenggam erat pedang ditangan kanannya, "Majulah!!"


"HIIAA...!!!!" Venom menjatuhkan pukulan sekuat tenaga, "DYYEESS...!!" Kepalan tinju raksasa itupun menghantam permukaan tanah dan menciptakan sebuah getaran yang sangat hebat hingga membuat semua apa yang ada didekatnya terhempas ke angkasa lalu menciptakan sebuah cekungan luas.


"Khehehe..." Venom tersenyum menyeringai akan tetapi mendadak kepalan lengannya terpotong-potong, "Sllash!! Sllash!!"


"ARRGGH...!!!" Iapun berteriak kesakitan.


Ryusuke melesat ke udara lalu mencengkram wajah Venom dengan telapak tangan kiri dan iapun mendorong jatuh lawan ke tanah.


"Mati!!!" Ryusuke langsung saja menusukan pedang pada kening musuh akan tetapi sebelum mata pedangnya mengenai tubuh musuh terlebih dahulu Leonidas mendadak muncul disampingnya.


"HIIAA...!!!" Sang Raja Iblis Gempa itupun langsung melesatkan pukulan tinju gempa pada kepala Ryusuke, "Krak!! Krak!!" Tercipta retakan-retakan tepat dikepala Ryusuke dan iapun terlempar sangat jauh karena kemampuan gempa yang mampu menciptakan gelombang penghancur segalanya.

__ADS_1


"Hah... hah... hah..." Leonidas mencoba mengatur nafas dan menatap tajam ke arah rekannya sendiri.


"Kau menyelamatkanku..." ucap Venom.


"Berhentilah menjadi beban!! Kecerobohanmu sama halnya membuang nyawa sia-sia..." ucap 'sang raja iblis gempa' itu.


"Maaf..." Venom sangat merasa bersalah.


*


Dilain sisi Ryusuke yang terkena serangan gempa pada bagian kepala secara perlahan berdiri tegak, "Sialan!!" Ia merasa sangat kesal karena gagal menghabisi nyawa 'sang iblis tulang dan otot'


"Tap... tap... tap..." secara perlahan Arashi yang menggendong Yugiri dipunggungnya mendekati, "Apa kepalamu merasa pusing?"


"Tidak..." jawab Ryusuke dengan sorot mata tajam, "Bukankah seharusnya kau ikut bertarung agar semua ini cepat selesai?"


Arashi malah tersenyum lebar, "Tidak ah..."


"Kurasa menonton dirimu bertarung lebih seru ketimbang bertarung sendiri dan aku sangat terkesan melihat kehebatan dari 'perisai harapan' yang kau miliki itu..."


Ryusuke terlihat kesal, "Terserah kau saja..."


Yugiri jadi agak rewel, "Papa, bukankah tadi kau akan bertarung tapi kok sekarang malah diam saja..."


"Yah, aku berubah pikiran dan sekarang aku malas..."


"Ah... papa pengecut..." Yugiri agak kecewa.


Arashi tak peduli pada omongan gadis kecil yang ada dipunggungnya itu, "Bodoh ah..."


"Palingan sebentar lagi pertarungan ini akan segera berakhir..."


Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1072 : Mesin Pembunuh Iblis II


******


Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini


Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.


Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi


Trima kasih atas perhatiannya.


*****

__ADS_1


__ADS_2