Kosuke Arashi 2

Kosuke Arashi 2
Chapter 1180 : Satu Melawan Empat


__ADS_3

Kematian Fuyuki, Asuka dan Hayate membuat Jirou yang sedang bertarung melawan Dante kehilangan konsentrasi.


"Bodoh, ku akui kemampuan meniru milik mu memang sangat mengagumkan akan tetapi hal itu tak cukup untuk mengalahkanku..." ucap Dante dengan memperkuat pijakan kedua kakinya, ia pun memfokuskan energi pada kedua ujung tanduknya dan sebuah bola energi perlahan terbentuk.


"Cero!!" secara spontan Jirou terkejut, "Aku juga bisa menirunya..." gumamnya dalam hati yang kemudian melakukan hal yang sama, ia mulai memfokuskan energi pada ujung kedua tanduknya dan tak butuh waktu lama sebuah bola energi terbentuk.


Jiro memang mampu meniru wujud dan serangan lawan akan tetapi karena kapasitas energi yang ia miliki terbatas maka hal itu membuat kualitas serangan yang ia copy berbeda.


Ya, ukuran cero milik Dante 2 kali lipat lebih besar.


"HIIIAAA...!!!"  Keduanya tanpa ragu menembakan cero tersebut dan benturan dua serangan yang memiliki daya ledak tinggi terjadi, "DHHUUAARR...!!"


*


Dilain sisi.


Tsuruna tak terganggu sedikitpun meski ketiga rekannya telah dihabisi, "Ini adalah medan perang dan aku tak punya waktu untuk bersedih..." ucapnya dengan mengacungkan pedang dan ia melesat cepat dengan sekali pijakan.


Leonidas mengepalkan tangan kanan berbalutkan kemampuan gempa dan memukul dari arah samping, "HIIAA...!!"


Tsuruna yang memiliki insting tajam memfokuskan energi pada satu titik yaitu telapak kaki dan melemparkan seluruh energinya sekaligus, "Jbbuuak!!"


Telapak kaki Tsuruna mengenai kepalan tangan Leonidas dan bahkan menghancurkannya, "Apa!! Bagaimana bisa?" Ucap 'sang raja iblis gempa' yang terkejut.


Ia berniat melompat ke belakang untuk menjaga jarak akan tetapi Tsuruna menusuk dari arah depan, "Jlleebb...!!" Pedang Tsuruna menembus dada sang iblis.


Leonidas mencengkram pedang Tsuruna dengan tangan kirinya dan berusaha menarik pedang tersebut akan tetapi dilain sisi Tsuruna menekan lebih kuat bahkan lawan sampai terdorong ke belakang.


"Kurang ajar!!!" Teriak Leonidas yang dipojokkan, ia melepaskan cengkramannya lalu mengepalkan tangan berlapiskan kemampuan gempa dan memukul dari atas.


Tsuruna yang memiliki insting tajam segera mencabut pedangnya dari tubuh musuh dan ia buru-buru melompat ke belakang, "DYYEESS!!" Kepalan tinju Leonidas yang berlapiskan kemampuan gempa mengenai permukaan tanah dan menciptakan cekungan dalam.


"Hah... hah... hah..." Leonidas perlahan mengatur nafasnya, ia memulihkan luka pada dadanya dan lengan kanannya yang hancur dengan kemampuan regenerasi.


"Tap... tap... tap..." Tsuruna berjalan menembus kepulan debu dan berdiri tegak dihadapan lawan.

__ADS_1


Leonidas menatap tajam dan terlihat sangat kesal, "Bagaimana mungkin kepalan tinju milikku dihancurkan oleh telapak kaki milikmu yang terlihat tak bertenaga itu?"


"Itu karena aku memfokuskan energi pada satu titik dan melemparkan energi yang terkumpul sekaligus sehingga meski telapak kakiku tak bertenaga mampu mengakibatkan kerusakan pada tubuhmu..." jelas Tsuruna dengan datar.


Leonidas perlahan berdiri lagi dan kini regenerasinya telah berhasil, "Aku tak mengerti apa yang kau katakan akan tetapi sepertinya aku harus berhati-hati..."


"WUUSS...!!"


"DYYEESS...!! DYYEESS...!!" Mendadak saja Belial dan Guts muncul dan jatuh tepat disamping kanan dan kiri Tsuruna.


"Kami telah menghabisi ketiga temanmu dan selanjutnya adalah giliranmu..." ucap Belial dengan tersenyum lebar yang berada disisi kanan.


"Kau tak apa, kawan?" Tanya Guts pada Leonidas yang berada disisi kiri Tsuruna.


"Ya, aku baik saja..." jawab 'sang raja iblis gempa'


Meski dikepung oleh tiga iblis tingkat atas dan juga telah kehilangan rekan-rekannya, Tsuruna tetap tenang dan sama sekali tak kehilangan fokus, "Majulah dan akan ku habisi kalian...!!!"


"Ku akui keberanianmu itu, gadis kecil!!!" Teriak Leonidas dengan mengepalkan tangan kanan berlapiskan kemampuan gempa dan ia langsung saja memukul dari arah depan, "Krak!! Krak!!" Retakan-retakan diudara tercipta lalu gelombang penghancur segalanya melesat.


Tsuruna tetap tenang dan segera memperkuat pijakan kedua kakinya, ia menggenggam erat pedangnya menggunakan kedua tangannya, "Jubah Raja Besi" Tsuruna mengaktifkan kemampuan dari pedang suci yang digenggamnya.


"DYYEESS...!!!!" Gelombang penghancur segalanya melesat dan menghempaskan Tsuruna ke angkasa meski ia telah memperkuat pijakan kakinya. Gadis itu tetap tenang.


"Kekuatan gempa memang tak bisa dianggap remeh..." gumam Tsuruna dalam hati yang baik-baik saja karena telah mengaktifkan jubah raja.


Diudara bebas Tsuruna berpijak pada puing tanah akan tetapi bahaya yang lain mendekat karena Guts telah berada dalam wujud raksasa batu yang ukurannya super besar.


"Mati kau, gadis kecil...!!!" Guts menyerang dari atas dengan telapak tangannya.


Serangan berjangkauan luas itupun tak dapat dihindari oleh Tsuruna, "DYYEESS...!!" Gadis buta itupun jatuh tepat dalam posisi berdiri.


"Sialan!! Dia masih dapat bertahan..." gumam Guts dalam hati yang kemudian mengepalkan kedua tangan raksasanya lalu melesatkan pukulan bertubi-tubi.


"DYYEESS...!! DYYEESS...!!" Tanah berguncang hebat akibat pukulan 'sang raja iblis bumi' itu.

__ADS_1


Lalu setelah merasa lelah iapun menghentikan serangannya, "Apa berhasil?" Tanya Belial yang berada dibahu sebelah kiri Guts.


"Jubah raja miliknya mempunyai pertahanan yang hebat akan tetapi serangan bertubi-tubi itu pasti menghancurkannya..." ucap Leonidas yang berada dibahu kanan 'sang raja iblis bumi'


Kepulan dedebuan tebal menutupi tempat itu dan Leonidas melesatkan serangan gempa miliknya sehingga kepulan debu tebal tersapu semuanya.


Tsuruna secara perlahan berdiri tegak dari balik reruntuhan dan iapun mengejek, "Apa hanya itu kemampuan kalian?"


"Kurang ajar!!!" Belial langsung tersulut emosi, ia tanpa pikir panjang melompat ke bawah.


"Hati-hati dan jangan terbawa emosi..." teriak Leonidas memperingatkan akan tetapi tak didengar oleh rekannya.


Belial menyerang secara langsung dengan kedua cakarnya, "Cthing!!!" Tsuruna menahan dengan sebilah pedang yang ia genggam dengan dua tangan.


"Jangan sombong, gadis kecil!!!!" Teriak Belial yang melompat ke belakang menjaga jarak lalu melompat lagi ke depan dan melesatkan cakaran tanpa jeda, "Sllash!! Sllash!!"


"Cthing!! Cthing!!" Tsuruna yang memiliki insting tajam mampu menangkis serangan yang mengarah padanya.


Leonidas melompat dari atas dan jatuh dengan pijakan kuat, "Menjauh Belial!!!" Iapun memasang kuda-kuda dan mengepalkan tangan berlapiskan kemampuan gempa, "Krak!! Krak!!"


"Wuuss..." gelombang penghancur segalanya melesat.


Belial segera menjaga jarak dan serangan gempa itupun menghempaskan Tsuruna ke angkasa.


Diangkasa yang tinggi Guts menyambut Tsuruna dengan pukulan golem raksasa sekuat tenaga, "DYYEESS...!!" Tsuruna jatuh ke bawah dengan sangat keras.


Ketiga raja iblis berkumpul dan bahkan Dante yang sebelumnya bertarung melawan Jiro muncul.


"Apa kalian sudah berhasil mengalahkannya?" Tanya Dante.


"Entah..." jawab Leonidas.


"Tap... tap... tap..." Tsuruna keluar dari kepulan asap debu dengan langkah perlahan dan ia berkata dengan tenang, "Untung saja jubah raja besi memiliki pertahanan yang luar biasa dan hal itu sangat melindungiku..."


"Ya, aku juga beruntung kalian berempat telah berkumpul jadi aku bisa menghabisi kalian berempat sekaligus..."

__ADS_1


"Bersiaplah...!!!!!!!!!" ucap gadis buta itu dengan menggenggam erat pedangnya tanpa rasa takut menantang keempat raja iblis sekaligus.


Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1181: Satu Melawan Empat II


__ADS_2