
Asuka secara perlahan mengangkat wajahnya dan ia kembali tenang meski telah kehilangan satu rekannya yang berharga.
"Aku mengerti!! Prioritas terpenting kita adalah memenangkan perang ini..."
Belial nampak jengkel karena semangat keduanya telah kembali lagi, "Konyol sekali!! Bukankah sudah jelas bahwa tak mungkin bagi kalian untuk mengalahkan kami?"
"Bodoh!! Jangan meremehkan kami!!" Teriak Hayate dengan memperkuat pijakan kedua kakinya, iapun mengangkat kipas besarnya dengan dua tangan lalu meningkatkan energi, "HIIIAAA...!!!!" Ia mengayunkan kipas itu sekuat tenaga.
"WUUSS...!!!" Hembusan angin pemotong yang bergerak seperti badai tercipta.
Belial terdorong ke belakang dan tubuhnya terus menerus tercabik-cabik, "Sialan, jika aku tak segera berlindung maka aku akan mati terpotong-potong..." ucapnya yang kebingungan mencari tempat sembunyi.
Hayate mengangkat kipas besarnya dan mengayunkan sekuat tenaganya lagi, "WUUSS...!!!" Badai angin pemotong tercipta lagi dan mengenai segalanya.
Belial selamat karena Guts yang dalam wujud golem raksasa mendekapnya erat-erat agar tak terkena badai angin pemotong.
__ADS_1
Hayate yang melihat hal itu berkata, "Iblis bumi itu sangat merepotkan karena angin pemotong milikku tak sampai menjangkau tubuh utamanya..."
"Kalau begitu simpan energimu untuk nanti dan aku akan menghancurkan lapisan tanah yang melindungi tubuh aslinya..." sahut Asuka dan iapun mengeluarkan sebuah gulungan yang ada pada punggungnya.
"Ini hanya ku gunakan saat terdesak saja..." Asuka membuka gulungan itu, "Boft..." asap tipis tercipta dan munculah senjata andalan Asuka yang berupa robot naga mekanik.
Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1180 : Satu Melawan Empat
Asuka secara perlahan mengangkat wajahnya dan ia kembali tenang meski telah kehilangan satu rekannya yang berharga.
"Aku mengerti!! Prioritas terpenting kita adalah memenangkan perang ini..."
Belial nampak jengkel karena semangat keduanya telah kembali lagi, "Konyol sekali!! Bukankah sudah jelas bahwa tak mungkin bagi kalian untuk mengalahkan kami?"
"Bodoh!! Jangan meremehkan kami!!" Teriak Hayate dengan memperkuat pijakan kedua kakinya, iapun mengangkat kipas besarnya dengan dua tangan lalu meningkatkan energi, "HIIIAAA...!!!!" Ia mengayunkan kipas itu sekuat tenaga.
__ADS_1
"WUUSS...!!!" Hembusan angin pemotong yang bergerak seperti badai tercipta.
Belial terdorong ke belakang dan tubuhnya terus menerus tercabik-cabik, "Sialan, jika aku tak segera berlindung maka aku akan mati terpotong-potong..." ucapnya yang kebingungan mencari tempat sembunyi.
Hayate mengangkat kipas besarnya dan mengayunkan sekuat tenaganya lagi, "WUUSS...!!!" Badai angin pemotong tercipta lagi dan mengenai segalanya.
Belial selamat karena Guts yang dalam wujud golem raksasa mendekapnya erat-erat agar tak terkena badai angin pemotong.
Hayate yang melihat hal itu berkata, "Iblis bumi itu sangat merepotkan karena angin pemotong milikku tak sampai menjangkau tubuh utamanya..."
"Kalau begitu simpan energimu untuk nanti dan aku akan menghancurkan lapisan tanah yang melindungi tubuh aslinya..." sahut Asuka dan iapun mengeluarkan sebuah gulungan yang ada pada punggungnya.
"Ini hanya ku gunakan saat terdesak saja..." Asuka membuka gulungan itu, "Boft..." asap tipis tercipta dan munculah senjata andalan Asuka yang berupa robot naga mekanik.
Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1180 : Satu Melawan Empat
__ADS_1