
Sebelum membaca karya ini author minta tolong untuk pada kalian untuk 'like' ataupun 'vote' agar meningkatkan ringking cerita ini.
Ya, selamat membaca karya ini dan author ucapkan terima kasih pada pembaca setia 'Kosuke Arashi'
Hanya itu pesan dari author sekian dan terima kasih.
Selamat membaca!!
*****
Arashi dibuat jatuh oleh Va'al sementara itu Tuan Kai dibuat tak berdaya karena terliliti akar-akaran yang menyerap energi.
"Sialan, apa yang harus ku lakukan? Jika terus begini kami berdua akan mati..." gumam Tuan Kai yang hampir seluruh kepalanya tertutup akar.
"Sllash!!! Sllash!!" Secara mengejutkan akar-akaran yang meliliti Tuan Kai terpotong oleh beberapa tebasan.
"Apa? Siapa yang melakukannya?"
"Kau tak apa Tuan Kai?" Ucap seorang pria yang melompat ke hadapan Tuan Kai.
Ia adalah salah satu dari empat penguasa penjara Arkstrem dan merupakan anggota Pasukan Bayangan, ia adalah Masamune Hibiki.
Masamune Hibiki datang bersama dengan pasukannya yang merupakan mantan tahanan Arkstrem.
Tuan Kai merasa lega, "Syukurlah, kalian telah kembali!!"
"Kami mendapatkan pesan bahwa markas diserang oleh musuh jadi kami cepat-cepat kembali..."
"Jadi bagaimana situasinya sekarang?" Tanya Masamune Hibiki.
Tuan Kai menjelaskan, "Lawan kita merupakan 3 'raja iblis' akan tetapi 2 dari mereka telah berhasil dikalahkan lalu yang tersisa hanyalah satu iblis kelas tertinggi dan merupakan pewaris kekuatan hutan..."
"Aku mengerti!! Sekarang bagaimana cara kita mengalahkannya?"
"Jika kita bisa menumbangkan pohon raksasa itu kita akan menang..." jawab Tuan Kai.
Masamune Hibiki menatap ke arah pohon raksasa yang dimana disekitarnya banyak sekali cloning Va'al, "Ini tak akan mudah..." gumamnya dalam hati, iapun berteriak dengan lantang, "Semuanya, tumbangkan pohon raksasa itu!!!!!"
"Baik!!!!" Jawab para pasukannya serentak dan mereka pun mulai bergerak mendekat pada pohon raksasa itu lalu menghancurkan setiap cloning Va'al yang menghalangi.
Dilain sisi Arashi yang telah jatuh perlahan berusaha bangkit akan tetapi begitu ia berdiri tegak cloning Va'al sudah mengepung dirinya.
"Sial, aku sudah kehabisan energi dan aku tak mungkin mengalahkan mereka semua..." Arashi terlihat geram saat melihat musuh disekitarnya, "Baiklah, satu-satunya yang dapat ku lakukan sekarang ini adalah bertahan!!"
"Aku yang telah kehabisan energi tak punya jalan lain selain bertarung dengan mengandalkan insting..." ucap Arashi yang terlihat belum menyerah pada keadaan.
Tetapi disaat yang sama para cloning mendadak ditembaki oleh seseorang, "DOORR...!! DOORR...!!"
Arashi mengalihkan pandangan menuju pada orang yang membantunya itu dan iapun terkejut begitu melihat orangnya, "Bukankah kau yang di Arkstrem itu?"
"Benar sekali!!" Ucapnya dengan tatapan dingin, "Kondisimu yang sekarang menyedihkan sekali, 'si pengacau'..."
__ADS_1
Orang itu adalah rekan Masamune Hibiki yang dulu menodongkan senapan dan menembak kepala Arashi.
Masamune Hibiki melompat tepat disamping Arashi, "Kami sudah tau pokok dari permasalahan ini jadi kami akan mengambil alih mulai dari sini..."
"Hah? Apa? Kalian pikir mampu mengalahkannya!!" Ucap Arashi yang merasa diremehkan.
"Sudahlah, percayakan saja semuanya pada mereka..." ucap Tuan Kai yang mendadak muncul.
"Memangnya mereka siapa?" Arashi bertambah kesal.
"Kami adalah pasukan elite dari Pasukan Bayangan yang berada langsung dibawah pemimpin pertama!! Kamilah yang terkuat..." ucap Masamune Hibiki dengan menarik sebilah pedang yang ada dipinggangnya.
Iapun memfokuskan energi pada satu titik dan melesatkan tebasan ke pohon raksasa itu, "SLLAASH...!!!" Angin pemotong melesat cepat membelah para cloning yang menghalangi dan berakhir dengan memotong sebagian batang pohon raksasa itu.
"Hebat..." ucap Arashi yang kagum meski sebelumnya meragukan.
Masamune Hibiki malah sedikit kecewa, "Sial, aku tak bisa menumbangkannya dengan sekali serang..."
Iapun menarik nafas panjang lalu berteriak memberikan perintah, "Semuanya bukakan jalan untuk ku!! Aku harus lebih dekat agar pohon itu dapat ku tumbangkan sekali serang...!!!"
"Kami mengerti...!!!" Teriak para pasukan yang dipimpin Masamune Hibiki itu serentak dan merekapun mulai membentuk formasi.
Arashi yang melihat pergerakan mereka menjadi kagum, "Mereka kompak sekali!!"
"Tentu saja, mereka dibawah pengawasan pimpinan pertama jadi sudah sewajarnya mereka sangat hebat..." jelas Tuan Kai dengan bangga.
"Tapi apakah kau yakin mereka bisa mengalahkan iblis hutan itu?"
"Entahlah, tapi kita yang telah kelelahan tak bisa melakukan apapun selain menonton pertarungan mereka..." ucap Tuan Kai dengan tenang.
*****
Pasukan elite itu bergerak dengan formasi mengalahkan setiap cloning yang menghadang sehingga Masamune Hibiki mempunyai kesempatan untuk menyerang.
"Pohon raksasa itu merupakan iblis dan sepertinya ia merasakan bahaya dari kami..." pikir Masamune Hibiki yang terus berlari tanpa ada yang menghadang.
Ia menggenggam erat sebilah pedangnya dengan tangan kanan lalu memfokuskan energi pada satu titik dan melesatkan tebasan vertikal, "Sllash!!" Angin pemotong berkecepatan tinggi melesat akan tetapi kali ini pohon raksasa itu tak tinggal diam.
Ia menggunakan akar-akaran dari dalam tanah untuk bertahan meski pada akhirnya terpotong juga.
"Sial...." Masamune Hibiki menjadi geram karena lagi-lagi tebasannya hanya mampu menggores batang pohon raksasa itu, "Akar-akar yang bermunculan dari berbagai tempat ini merepotkan saja..."
"Tak apa kapten!!"
"Kau bisa mencobanya lagi!!"
"Kami akan menahan pasukan ini lebih lama lagi!!"
Meski gagal tapi sekali lagi para pasukan itu membukakan kesempatan bagi Masamune Hibiki untuk menyerang kembali.
Masamune Hibiki meningkatkan energi pada sebilah pedang yang ia genggam akan tetapi mendadak tanah berguncang hebat.
__ADS_1
"Apa ini?" Arashi yang duduk bersila sampai kehilangan tempat untuk bersantai.
"Ini buruk!!" Ucap Tuan Kai.
"Memangnya ada apa?"
"Sepertinya kali ini Va'al tak ingin memberikan kesempatan bagi Masamune Hibiki untuk melesatkan serangan..."
"Singkatnya si iblis hutan itu melawan balik..." ucap Tuan Kai serius.
Dihadapan Masamune Hibiki muncul akar-akaran dan memaksanya untuk mundur, "Sial..." dengan sekali tebasan akar-akar tersebut terpotong.
Pasukan elite yang membukakan jalan untuknya mulai kesusahan karena selain melawan para cloning mereka harus menghindari akar-akaran yang muncul dari bawah tanah.
Bahkan sekarang ini jumlah cloning Va'al meningkat menjadi dua kali lipat dari pada sebelumnya.
Masamune Hibiki menyadari bahwa mereka kalah jumlah dan bila berjalan lebih lama dapat dipastikan mereka akan kalah karena kehabisan energi, "Apa yang harus kami lakukan?"
"Kita harus membantu mereka!!" Ucap Arashi yang mulai khawatir.
"Dasar bodoh!! Dengan kondisi kita yang sekarang kita hanya akan menjadi beban..." bentak Tuan Kai dan hal itupun membuat Arashi terdiam.
Keputusasaan datang lagi akan tetapi dikejauhan seorang pria yang dari tadi mengamati mulai meningkatkan energi.
Energinya terasa sangat kuat dan iapun berubah dengan menumbuhkan sepasang sayap dipunggungnya, ekor, taring lalu sisik-sisik keemasan.
"WOOAARRGGH...!!!" Raungan memekikan telinga dan dengan sekali kepakan sayap ia melesat sangat cepat ke arah pohon raksasa itu.
Dengan cakar dikedua kakinya ia menghantam pohon raksasa itu lalu menariknya ke atas kemudian melemparkannya ke atas lagi lalu berakhir dengan merobek-robek pohon raksasa itu menggunakan taring-taringnya yang tajam.
"WOOAARRGGH...!!!!" ia meraung lagi dan mengibaskan sayap keemasan yang menyilaukan.
"Apa yang terjadi??!!!" Arashi yang melihatnya hanya bisa terdiam, terbelalak penuh dengan kekaguman.
"Itu adalah pemimpin pertama Pasukan Bayangan, Sang Naga Emas Legendaris..." ucap Tuan Kai.
"Dia besar sekali!!"
"Ya, dia merupakan legenda dan juga sisa-sisa terakhir dari era purba..." ucap Tuan Kai dengan penuh rasa bangga.
Sang Naga Emas Legendaris mendadak muncul dan ia telah mengalahkan Va'al 'sang raja iblis hutan'
Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1001 : Perang Besar
******
Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini
Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.
Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi
__ADS_1
Trima kasih atas perhatiannya.
*****