
Perang berlanjut.
Terjadi pertarungan dua lawan dua antara dua raja iblis melawan dua kapten Red Eagle.
Yuri terkurung dalam bongkahan es yang melayang diudara karena kemampuan telekinesis Belial mendadak meledakan energi kuat, "DHHUUAARR...!!!" es yang mengurungnya ikut meledak dan iapun jatuh dengan pijakan kuat, "HIIAA...!!!" Dengan sekali lompatan iapun melesat ke arah Belial.
"Cthing!!!" Belial menahan tusukan pedang Ritsu dengan cakarnya yang tajam.
Iapun menggunakan kemampuan telekinesis untuk menghancurkan bangunan disamping mereka, "Krak!! Krak!!" Bangunan tersebut retak-retak lalu hancur lalu Belial mengendalikan puing-puing bangunan dengan mengangkatnya ke udara dan kemudian menjatuhkannya ke arah Yuri.
Yuri terkejut dan iapun terpaksa melompat mundur sambil menghindari puing-puing yang jatuh, "Sial, dia dapat melakukan berbagai hal dengan kemampuan telekinesis..." gumam dalam hati.
Belial tersenyum menyeringai dan berkata, "Bocah itu boleh juga..."
"Aku akan sedikit lebih serius melawannya..." iapun meningkatkan energi dan menghentakan kaki kanan ke depan, "DYYEESS...!!" Hentakan kaki yang dipadukan dengan kemampuan telekinesis itupun menghancurkan permukaan tanah dan membuat tanah berserta bangunan diatasnya terhempas ke angkasa.
"Cih..." Yuri memperkuat pijakan kedua kakinya lalu menggenggam pedangnya dengan dua tangan dan menebas pedangnya dengan energi yang meluap-luap, "Sllash!!" Gelombang es melesat dan membekukan puing-puing bangunan yang terangkat.
"Luar biasa..." ucap Belial dengan tersenyum menyeringai dan iapun menghentakan kaki kanannya lagi, "DYYEESS...!!!" Tanah berserta bongkahan es yang ada diatasnya kembali terhempar ke angkasa.
"Cih" Yuri kesal dan iapun memfokuskan energi pada ujung kedua tanduknya yang tak butuh waktu lama sebuah bola energi hitam yaitu cero terbentuk, "WUUSS...!!" Iapun tanpa ragu menembakan serangan itu.
"Apa!!!" Belial terkejut saat sebuah serangan datang cepat padanya, ia dengan kemampuan telekinesis segera membentuk beberapa dinding tanah untuk menghalau serangan tersebut.
Ya, dengan mudahnya dinding-dinding tanah itu tertembus oleh tembakan cero.
Belial mengepalkan tangan lalu memukul serangan cero tersebut, "DHUUAARR...!!" Ledakan yang besar tercipta tepat dihadapan sang raja iblis.
Meski serangannya berhasil tepat mengenai sasaran akan tetapi Yuri tak menurunkan kewaspadaannya, ia menatap tajam ke arah kepulan asap, "Apa aku berhasil?"
"WUUSS...!!" Sebuah pusaran angin kuat tercipta dan ditengah-tengah pusaran angin tersebut sang raja iblis Belial berdiri tegak, iapun menyembuhkan luka-luka ditubuhnya dengan kemampuan regenerasi dan menatap tajam ke depan, "Aku terlalu meremehkanmu, bocah..."
__ADS_1
Yuri yang berada dikejauhan tak menjawab, ia melesatkan tebasan dari jarak jauh, "Sllash!!"
"Krak!! Krak!!" Gelombang es tinggi menjulang melesat ke arah raja iblis.
Belial dengan sorot mata tajam mengarahkan kedua telapak tangan ke depan, "HIIIAAA...!!!" Iapun menggunakan kemampuan telekinesis dan gelombang es tersebut hancur lebur ketika bersentuhan dengan telapak tangannya.
*
Tak jauh dari pertarungan keduanya, raja iblis Dante sedang bertarung melawan Ritsu.
Dihadapan Ritsu yang mengenakan topeng, Dante tersenyum menyeringai, "Kalian berdua tak akan mungkin menang melawan kami..."
"Dan juga meski kalian menyerah sekalipun kami akan tetap menghabisi nyawa kalian..."
Ritsu menjadi sangat geram dan berkata, "Kami tak akan kalah dari kalian!! Ini adalah rumah kami dan justru kalian yang akan kami habisi..." iapun meningkatkan energi kuat dan memaksa Dante memundurkan langkah kakinya.
"Oh..." Dante merespon datar, "Mari kita lihat dalam perang ini kami atau kalian yang akan tertawa diakhir nanti?"
"Sialan!!!" Ritsu berteriak dengan lantang dan iapun melesat ke arah musuh dengan sekali pijakan kaki, "HIIAA...!!" Kapten Red Eagle itupun menggenggam erat sebilah pedangnya dengan tangan kanannya lalu menebas, "Sllash!!"
Sang Raja Iblis itupun langsung berdiri tegak kembali ke semula lalu meledakan energi dari pijakan kedua kakinya.
"Ugh!!" Ritsu terkena ledakan energi musuh dan iapun segera menjaga jarak dengan sedikit mundur ke belakang.
Dante tersenyum menyeringai lalu tertawa lepas, "Hahahaha..."
Ritsu balas memasang sorot mata tajam dan iapun memulihkan luka-luka ditubuhnya dengan regenerasi, "Apanya yang lucu?"
"Ya, aku mengakuimu, bocah!! Topeng iblis adalah senjata iblis yang paling kuat karena merupakan perwujudan dari segala kebencian para iblis yang telah mati..."
"Aku mengakuimu karena kau dapat mengendalikannya..."
__ADS_1
"Aku tak butuh pengakuanmu..." ucap Ritsu yang dari kejauhan melesatkan tebasan angin pemotong tapi dapat dihindari dengan mudah oleh Dante.
Sang Raja Iblis berkata dengan entengnya, "Yah, meski kau memiliki senjata iblis terkuat yaitu topeng iblis akan tetapi hal itu belum cukup untuk mengalahkanku..."
"Sombong sekali!! Bukankah dari pada hanya bicara lebih baik kita buktikan dengan pertarungan saja?" Ejek Ritsu.
"Bodoh, bukankah perbedaan kekuatan kita sudah jelas?" Ucap Dante dengan balas mengejek, "Setiap 'raja iblis' memiliki kemampuannya masing-masing dan kemampuan khususku adalah memiliki 10 senjata iblis yang berupa tatto..."
Ritsu menatap tajam dan menjadi semakin waspada, ia bergumam dalam hati, "Jika benar ia memiliki 10 senjata iblis yang berupa tatto maka aku harus sangat berhati-hati..."
Dante meningkatkan energi dan tersenyum menyeringai, "Baiklah, akan ku tunjukan kemampuanku yang sebenarnya padamu..." sebuah tatto muncul didada sang raja iblis itu.
Tatto tersebut bergambar dua kapak yang gagangnya menyilang.
"Setiap tatto yang ku gunakan mempengaruhi bentuk tubuhku lalu membuat energi dan kekuatan fisikku meningkat pesat..." ucap Dante yang kedua tangannya berubah menjadi kapak, "Yah, dari pada basa-basi lebih baik kau coba sendiri saja kekuatanku..." iapun memperkuat pijakan kedua kaki lalu melesat maju dengan sekali lompatan.
"WUUSS...!!!"
Ritsu waspada dan ia menggenggam erat pedangnya dengan dua tangan.
"Hahahaha...!!!" Dante menghantam lawan dengan kedua kapaknya, "Cthing!!" Ritsu menahan dengan pedangnya akan tetapi ia malah terhempas jauh ke belakang hingga menembus beberapa bangunan.
Dante tersenyum menyeringai dan berkata, "Ku harap kau tak mati semudah itu, bocah...."
Sebuah bangunan yang membentur tubuh Ritsu perlahan condong lalu runtuh dan berubah menjadi puing-puing, "DHHUUAARR...!!!" Ritsu meningkatkan energi kuat.
Sebagian topeng iblisnya hancur akan tetapi ia dengan cepat memulihkan topeng yang rusak itu dengan meletakan telapak tangan kanannya, "Hah... hah... hah..." nafasnya tak beraturan akan tetapi ia baik-baik saja.
Ritsu nampak kesal dan bergumam dalam hati, "Sial, ia tak bohong!! Kekuatan dan energinya benar-benar meningkat pesat..." iapun melompat tinggi lalu jatuh tepat dihadapan 'sang raja iblis'
"Hahahaha...!!" Dante tertawa lepas akan tetapi Ritsu menatap tajam, "Sudah ku duga kau tak akan mati semudah itu..."
__ADS_1
"Berisik!!" Balas Ritsu dengan meningkatkan energi penuh amarah.
Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1101 : Dia Yang Paling Brengsek!!