Kosuke Arashi 2

Kosuke Arashi 2
Chapter 1030 : Membuka Mata


__ADS_3

Sebelum membaca karya ini author minta tolong untuk pada kalian untuk 'like' ataupun 'vote' agar meningkatkan ringking cerita ini.


Ya, selamat membaca karya ini dan author ucapkan terima kasih pada pembaca setia 'Kosuke Arashi'


Hanya itu pesan dari author sekian dan terima kasih.


Selamat membaca!!


*****


Dipertarungan 'si tinju penghancur' melawan 'sang raja iblis bumi'


"DYYEESS...!!" Guts kehilangan satu kakinya dan iapun terjatuh dengan keras sehingga tanah berguncang hebat.


Saburo berdiri ditenah-tengah cekungan yang sebelumnya tercipta dari hentakan kaki Guts, ia menyeringai lalu berkata, "Sudah lama aku tak merasakan sensasi seperti ini!!!! Aku sangat suka pertarungan!!"


'Si tinju penghancur' itupun melompat ke atas tubuh Guts dan menyeret pedangnya diatas tubuhnya, "Gyahahaha...!!! Buat aku lebih senang lagi!!!!!" Ucapnya dengan tertawa lepas.


Tebasan Saburo melukai dada raksasa batu itu akan tetapi belum cukup untuk membelahnya menjadi dua bagian.


Guts secara perlahan meregenerasi kakinya dan iapun berdiri kembali.


Saburo yang berada dibahu kanan Guts malah menyeringai dan berkata, "Pemulihanmu boleh juga..." iapun memukul kepala lawan dengan sangat kuat, "Jbbuuak!!!" Kepala raksasa batu itupun sampai berputar ke belakang.


"Bocah ini membuatku kesal..." pikir Guts yang dengan tangan raksasanya menangkap Saburo.


Iapun melemparkan ke atas Saburo lalu begitu ia jatuh maka Guts menghantamnya dengan dua telapak tangan dari samping kanan dan kiri bagaikan menepuk tangan.


*


Raizel dan Aogami Hiruma terkejut.


"Serangan itu pasti menghancurkan tubuhnya!!" Ucap sang pangeran.


"Tidak, dia memiliki kulit keras jadi ku yakin petarung Red Eagle itu baik- baik saja..." ucap Raizel dengan sorot mata tajam.


*


Guts secara perlahan membuka kedua telapak tangannya yang menyatu dan secara mengejutkan Tatsumi Saburo baik- baik saja dan malahan ia melesatkan serangan balasan dengan melesat ke arah wajah lalu memukul, "Jbbllast!!"


Raksasa batu itupun goyah lalu secara perlahan ia kehilangan keseimbangan dan berakhir dengan jatuh, "DYYEESS...!!" Guncangan kuat terasa dipermukaan tanah dan Guts yang jatuh menghancurkan banyak sekali bangunan.


"Gyahahahaha...!!" Saburo tak merasa bersalah meski pertarungannya telah membuat kerusakan yang luar biasa.


Iapun melompat ke dada raksasa batu yang jatuh lalu menggenggam erat pedangnya dengan dua tangan, "Maaf, aku sudah bosan jadi ku selesaikan saja..."


"Sllash!! Sllash!!" Iapun memenggal kepala raksasa.


Aogami Hiruma dan Raizel terkejut ketika Saburo melancarkan serangan balasan, "Kepalanya putus!!!!!!" Teriak mereka saat kepala raksasa itu menggelinding dipermukaan tanah.

__ADS_1


*****


Sementara itu kondisi pertarungan ditengah lautan.


"Hey, raja iblis!! Bukankah kemampuanmu jauh lebih merusak tapi mengapa sekarang kau bertarung dengan pedang?" Ucap gadis buta itu dengan suara lemah lembut.


Leonidas menjadi geram dan merasa diremehkan oleh lawan akan tetapi ia berusaha tenang, "Itu karena aku mengakuimu sebagai lawan yang patut diwaspadai, gadis kecil..."


"Oh, terima kasih..." jawab Tsuruna dengan tersenyum manis.


Keduanya saling berhadapan.


Leonidas menggenggam erat pedangnya dengan dua tangan lalu berteriak, "Ayo mulai!!!" Iapun menebaskan pedangnya secara vertikal dan angin pemotong berkecepatan tinggipun melesat.


Tsuruna mempertajamkan insting dan iapun membelokan angin pemotong itu dengan mudah lalu berlari ke samping kiri.


"Dia lincah..." pikir Leonidas dengan mengepalkan tangan dan iapun melesatkan tinju gempa, "Jbuuak!!"


"KRAK!! KRAK!!" Retakan-retakan tercipta diudara dan melesatlah gelombang penghancur segala bersama dengan air laut sehingga terbentuklah tsunami.


Leonidas menatap tajam ke arah depan dan tetap waspada, iapun menyadari bahwa serangannya kurang efektif, "Dia pasti akan muncul dari dalam air..." pikirnya.


Tetapi tak terduga, Tsuruna berlari maju begitu saja dan langsung melesatkan tebasan, "Cthing!!!" Leonidas menangkis dengan pedangnya.


"Bagaimana mungkin kau bisa mengatasi gelombang penghancur?" Ucap Leonidas yang geram bercampur dengan rasa terkejut


"Itu rahasia..." jawab Tsuruna dengan melompat mundur.


Tsuruna yang mengetahui lawannya mengejar langsung saja masuk ke dalam air sehingga membuat Leonidas menghentikan langkah kakinya, "Sekarang apa yang direncanakannya?" Pikir Leonidas yang mewaspadai Tsuruna bisa muncul dimana saja.


Leonidas mengepalkan tangan kirinya yang sudah berlapis gempa, "Kau tak mungkin lari kemanapun..." ucapnya yang berniat memukul dengan kemampuan gempa tapi mendadak Tsuruna berbalik dan langsung saja menebas.


"Cthing!!!" Leonidas menahan dengan pedang ditangan kanannya dan iapun memukul Tsuruna dari arah bawah menggunakan tangan kiri berlapiskan kemampuan gempa, "HIIAA...!!!!"


"Jbbuuak...!!"


"Krak!! Krak!!" Tercipta retakan-retakan udara tepat pada kepalan tangan kiri Leonidas yang memukul perut Tsuruna.


"WUUSS...!!" Gadis buta itupun terlempar tinggi ke angkasa.


Leonidas tersenyum menyeringai dengan menatap ke atas, "Pertarungan ini akhirnya selesai juga..." ucapnya dengan ekspresi senang.


Tetapi mendadak Tsuruna melesat dari atas dengan menggenggam erat dua pedangnya, "...!!!!" Leonidas terkejut saat mengetahui lawannya masih hidup.


"Sllash!!"


"Cruat!!" Tsuruna menebas dari atas dan meskipun Leonidas sempat menghindar tapi tetap saja ia terluka pada separuh tubuhnya bagaikan terbelah.


"Uhuk!!" Meskipun begitu Tsuruna memuntahkan darah, "Sial, aku gagal membelahnya menjadi dua bagian!! Perhitunganku meleset..." gumamnya dalam hati.

__ADS_1


Leonidas menjadi sangat geram meski lukanya dapat pulih dengan regenerasi, "Sialan!!!! Jangan bilang kau sengaja terkena pukulan gempaku agar bisa menebasku dari atas...!!!!"


"Uhuk..." Tsuruna memuntahkan darah lagi, "Ya, aku memang sengaja menerima seranganmu dan hal itu adalah pertaruhan yang besar..."


"Aku gagal membelahmu menjadi dua..." ucap gadis buta itu dengan entengnya meski terluka parah.


"Kurang ajar!!!!" Ucap Leonidas dengan penuh amarah, iapun meluapkan energi yang luar biasa kuat dan pekat, "Harga diriku sebagai iblis kelas atas dengan julukan 'raja iblis gempa' dipertaruhkan dalam pertarungan ini..."


Tekanan energinya meluap-luap hingga membuat air laut disekitarnya bergelombang


Shiki sang penguasa wilayah itu merasakan energi Leonidas dan bergumam, "Apa yang akan dia lakukan? Tekanan energinya membuatku ngeri dan takut..."


Meskipun begitu Tsuruna tetap tenang dan tetap berkonsentrasi, gadis buta itu menggenggam erat pedangnya dengan dua tangan.


"Mode : Devil"


Leonidas menggunakan wujud iblisnya dan kini ia memiliki sepasang tanduk dikening lalu ekor panjang, sorot mata tajam dan kuku cakar yang tajam, "Inilah wujud iblisku dan sekarang aku tak akan menahan diriku lagi..."


Tsuruna yang memiliki insting tajam waspada.


Leonidas memfokuskan kemampuan gempa pada kuku cakarnya lalu melesatkan serangan, "Sllash...!!!" Tiga angin pemotong melesat dengan sangat cepat.


Tsuruna menahannya dengan pedang, "Shriingg...!!!!" Iapun terdorong ke belakang karena kuatnya serangan itu, "Kuat sekali!!" Gumamnya yang memegang pedangnya dengan dua tangan.


Iapun melemparkan serangan itu ke atas lalu mewaspadai gerakan lawan selanjutnya.


"Bagaimana kekuatan penuhku? Mengerikan bukan?" Ucap Leonidas dengan penuh rasa bangga.


Tsuruna yang terpojok dan terluka parah berkata dengan tenang, "Ya, sungguh kekuatan yang mengerikan..." iapun meningkatkan energi dan tubuhnya terselimuti jubah raja berwarna hitam.


"Jubah Raja Besi!!" Ucapnya yang mengenakan jubah energi diseluruh tubuh menutupi dari ujung kepala sampai ujung kaki.


"Jadi itu kekuatanmu, gadis kecil?"


"Ya, inilah kekuatanku dan ini merupakan pertahanan terkuat yang ku punya..." ucap Tsuruna.


"Hahahaha... kalau begitu mari kita lihat pertahananmu atau kekuatan gempaku yang akan menang...!!"


Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1031 : Membuka Mata II


******


Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini


Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.


Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi


Trima kasih atas perhatiannya.

__ADS_1


*****


__ADS_2