Kosuke Arashi 2

Kosuke Arashi 2
Chapter 1012 : Dia Datang!!


__ADS_3

Sebelum membaca karya ini author minta tolong untuk pada kalian untuk 'like' ataupun 'vote' agar meningkatkan ringking cerita ini.


Ya, selamat membaca karya ini dan author ucapkan terima kasih pada pembaca setia 'Kosuke Arashi'


Hanya itu pesan dari author sekian dan terima kasih.


Selamat membaca!!


*****


Shirou dan Torano berjaga diluar tenda sementara itu kedua rekannya yaitu Masamune dan Kiba sedang tidur pulas di dalam tenda.


"Sudah selarut ini tapi daratan pedang tak kunjung muncul juga, apakah kita tak diijinkan masuk ke sana?"


"Entahlah, kami dulu juga secara kebetulan saja bisa masuk ke tempat itu..." jelas Shirou.


Torano menatap ke depan dan yang ia lihat hanya hamparan pasir digelapnya malam, ia berfikir lalu berkata, "Kurasa aku punya sebuah ide yang bisa memaksa membuka portal ke daratan pedang secara paksa..."


Shirou menjadi serius, "Memangnya idemu itu seperti apa?"


"Akan ku katakan nanti tapi bisakah kau membangunkan Ryusaki dan Kiba?"


"Baik, aku akan membangunkan mereka..." ucap Shirou yang kemudian masuk kembali ke dalam tenda.


Tak butuh waktu lama Masamune dan Kiba keluar tenda dengan katup mata setengah terbuka karena masih ngantuk.


"Kau membangunkanku, jadi apa dataran pedangnya sudah terlihat?" Ucap Masamune.


"Belum..." jawab Shirou dengan keluar dari tenda, "Tetapi Torano bilang ia punya ide menuju daratan pedang dengan cara lain..."


"Ide? Ide apa itu?" Tanya Kiba.


Torano yang dari tadi menatap hamparan pasir gurun malam hari berkata, "Aku akan membuka portal menuju dataran pedang dengan cara paksa..."


"...!!!" Ketiga rekannya sontak terkejut pada apa yang dikatakan Torano.


"Hey, apa maksudmu?" Masamune tak mengerti.


"Daratan pedang terletak di dimensi lain lalu saat siang hari batas antara dunia ini dan daratan pedang sangatlah tebal akan tetapi berbeda bila malam..."


"Aku merasa tempat itu sangat dekat jadi aku akan merobek batas dimensi itu dengan kemampuan dari Raja Pedang..." jelas Torano.


"Aku tak mengerti akan tetapi layak untuk dicoba..." ucap Kiba.


"Ya, itu layak dicoba daripada kita menunggu disini tanpa hasil yang jelas..." sahut Shirou setuju.


Merekapun bersiap berangkat apa bila cara yang dikatakan Torano berhasil.

__ADS_1


Torano berdiri didepan menatap hamparan gurun pasir, ia memasang kuda-kuda lalu meningkatkan energi, "HIIAA...!!!!" Kegelapan pekat meledak dari kedua pijakan kakinya.


Kegelapan itupun semakin pekat dan bisa mengakibatkan orang biasa kesulitan atau bahkan pingsan.


Torano menfokuskan seluruh kegelapan itu pada cengkraman tangan kanan dan mulai terbentuklah sebuah pedang, "Aku mulai!!!!" Ucapnya dengan menggenggam erat pedang itu menggunakan dua tangannya, ia memperkuat pijakan kedua kakinya lalu tanpa ragu menebas, "Sllash!!!!!" Ia menebaskan Raja Pedang dan senjata itu menghasilkan angin pemotong yang berlapiskan kegelapan pekat.


Secara perlahan dinding pembatas kedua dunia terbelah dan mereka akhirnya melihat dataran pedang.


"Berhasil!!!!" Ucap ketiganya yang terkejut.


"Ini tak akan lama!! Dimensi yang sobek itu bisa pulih dengan cepat jadi kita harus segera pergi!!!" Ucap Torano.


"Kami mengerti!!!" Ucap ketiganya serentak dan merekapun masuk ke robekan dimensi itu.


*****


Didalam sana Torano yang baru pertama kali datang ke Dataran Pedang menjadi sangat terkejut pasalnya tempat itu sangat terang dengan cahaya matahari terang menyinari.


"Padahal tadi malam hari tapi tak ku sangka disini siang hari..." ucap pria setengah siluman serigala itu.


Masamune menarik nafas panjang lalu menghembuskannya, "Hah... aku tak pernah menyangka akan kembali ke tempat ini lagi..." gumamnya dengan suara pelan.


Torano memperhatikan daerah sekeliling yang terdapat banyak sekali pedang yang tertancap dipermukaan gurun pasir, "Jadi ini daratan pedang itu?" Ucapnya dengan suara pelan dan iapun mendekati salah pedang yang tertancap dan berniat menggenggamnya.


"Apa!!!" Torano terkejut ketika tangannya menembus pedang yang tertancap dipasir.


"Pedang-pedang ini memilih pemiliknya sendiri jadi kau tak bisa sembarangan menyentuhnya..." jelas Shirou.


"Mungkin kita bisa bertanya pada penjaga makam tempat ini?" Ucap Masamune.


"Apa maksudmu dengan makam?" Torano tak mengerti.


"Daratan Pedang dulunya tempat pertarungan antara 10.000 pemilik jubah raja melawan 'si akhir' dengan kemenangan si iblis terkuat itu!! 10.000 petarung mati ditempat ini jadi bisa dikatakan tempat ini adalah makam..." jelas Kiba.


"Oh..." Torano menjadi sedikit mengerti, "Kalau begitu sebaiknya kita segera menemui penjaga makam tempat ini untuk mendapatkan informasi..."


Ketiganya sontak terdiam.


"Kenapa diam saja? Ayo bergerak..." ucap Torano.


"Anu... sayang sekali!! Tapi sepertinya penjaga makam tempat ini sangat membenciku alasannya karena pedang suci yang ku dapat merupakan pedang spesial yang tak boleh dibawa pergi tetapi aku tetap memaksa sehingga terjadi pertarungan antara kami dengannya..." jelas Masamune.


Torano yang mendengarnya menjadi geram, "Sialan, kalian benar-benar tak berguna!! Jika penjaga makam tempat ini adalah musuh kita maka kita tak akan mendapatkan informasi apapun..."


"Maaf..." jawab ketiga dengan wajah tertunduk.


Mendadak terjadi sesuatu yang aneh yaitu langit siang terang dengan cahaya matahari bersinar berubah menjadi gelap gulita dan sebuah tekanan energi yang kuat mendekat ke arah mereka.

__ADS_1


"Waspada..." ucap Torano pada ketiga rekannya.


Seorang pria berjubah hitam melesat cepat dan jatuh tepat dihadapan keempatnya dengan pijakan kaki yang kuat, "DYYEESS...!!" Ya, dia adalah penjaga daratan pedang.


Ia menatap keempatnya dengan sorot mata tajam, "Aku melihat tiga pencuri yang kembali ke tempat ini lalu aura mengerikan ini berasal darimu..."


"Aku tau aura ini milik senjata terkutuk itu..." ucapnya dengan menatap Torano.


Penjaga makam itu segera menarik pedang dari pinggangnya dan melesat ke arah Torano lalu tanpa ragu menebas, "Cthing!!" Torano menahan sebilah pedang dari sang penjaga makam itu dengan kuku-kuku cakarnya.


"Kami tak datang untuk bertarung..." ucap Torano yang geram karena diserang.


"Lalu untuk apa kalian kemari?" Ucap sang penjaga makam itu dengan meningkatkan energi dan berhasil menghempaskan Torano.


Masamune tak tinggal diam, ia yang telah menggenggam tongkat yang merupakan pilar langit melesat dan lansung saja memukul, "Jbbuuak...!!"


Sang penjaga makam terlempar cukup jauh dari tempatnya semula.


"Kami datang bukan untuk bertarung..." teriak Masamume.


"Aku tak bisa percaya padamu, pencuri...!!" Teriak sang penjaga makam itu dengan mengangkat sebilah pedangnya ke atas, ia meningkatkan energi dan pedangnya itu terlapisi oleh kobaran api.


"HIIAA...!!!"


"Sllash...!!!" Ia menebas dan menciptakan gelombang api yang tinggi.


Kanzaki Shirou menghadang dengan berdiri didepan, ia mengambil pedang besarnya, menggunakan kemampuan memperberat lalu mengayunkannya sekuat tenaga, "10 ton!!!!"


"DYYEESS...!!!" Ia menghantamkan pedang tersebut pada tanah sehingga tercipta gelombang angin kuat yang berbenturan langsung dengan gelombang api.


"Mereka kuat..." pikir sang penjaga makam saat melihat serangannya dapat ditahan.


Lalu secara mengejutkan Kiba menerjang kepulan asap tebal dan langsung saja menebas, "Cthing!!!!" Ia beradu pedang dengan sang penjaga makam.


"Dengar!!! Kami tak datang untuk bertarung!!!" Ucap Kiba.


Sang Penjaga Makam menjadi geram, "Lalu untuk apa kalian kemari? Apa kalian datang untuk mencuri lagi!!!!"


Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1013 : Jiwa Para Ksatria


******


Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini


Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.


Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi

__ADS_1


Trima kasih atas perhatiannya.


*****


__ADS_2