
Area pertarungan berpindah pada atap sebuah gedung bertingkat tinggi.
"1 juta tahun!! Kita sudah bertarung selama 1 juta tahun..."
"Apa!!!!!!"
"Aku tak bisa bertarung lebih lama lagi!!" Arashi dalam mode cahaya kegelapan melesat sangat cepat dan memukul secara bertubi-tubi dengan kecepatan cahaya.
Pria itupun mampu menghindari setiap pukulan yang datang dan ia malah tersenyum menyeringai.
"Sial, kemampuannya diluar nalar..." pikir Arashi yang kesal dan iapun menjaga jarak dengan melompat ke belakang secepat cahaya.
"Ayolah, kita sudah bertarung selama 1 juta tahun tapi mengapa kau tak berkembang sedikitpun?" Ejek pria yang jadi lawan Arashi.
"Menyebalkan!!!" Ucap Arashi dengan rasa penuh kekesalan, iapun memusatkan energi elemen kegelapan pada kaki kanan dan menghentakan ke lantai sekuat tenaga, "DYYEESS!!!"
"KRAK!! KRAK!!" Hentakan kaki Arashi sangat kuat sampai membuat lantai retak dan kemudian hancur sampai gedung lantai bawah.
"Hey, apa yang kau rencanakan?"
"Tidak ada!!" Teriak Arashi dan iapun menghentakan kakinya lagi.
"DHUUAARR...!!" Kali ini lantai tempat keduanya berpijak benar-benar hancur sampai ke lantai terbawah dan hal itu membuat keduanya ke hilangan pijakan.
Pria yang jadi musuh Arashi tersenyum menyeringai dan bergumam dalam hati, "Dia mulai berkembang dan mulai berubah bertambah kuat..." iapun menggenggam erat pedangnya dengan tangan kanan dan jadi lebih waspada.
Arashi melesat ke bawah dengan bergerak secara zig-zag berpijakan puing-puing yang jatuh menggunakan kecepatan cahaya.
"Sllash!! Sllash!!" Lawan Arashi menebaskan pedangnya berulang kali dan melesatkan angin pemotong.
Ya, tentu saja serangan itu tak mempan pada Arashi dan semua serangan yang datang dapat dihindari.
Arashi melesat ke bawah tak terhentikan, ia memusatkan energi elemen cahaya pada kepalan tangan kanannya, "HIIAA...!!" Tinju Arashi ditahan menggunakan pedang dan iapun mendorong sekuat tenaga sambil melemparkan semua energi sekaligus.
"DYYEESS...!!" Lawan Arashi terjatuh ke lantai bawah dengan sangat keras bahkan sampai menghancurkan seluruh gedung jadi berkeping-keping.
Meskipun begitu ia segera bangkit lagi seolah tak terjadi apapun, "Ku harap kau tak lupa bahwa aku adalah penguasa tempat ini..." ia menggunakan kemampuan telekinesis dan menggerakan seluruh puing bangunan lalu secara perlahan membangun ulang bangunan.
Lawan Arashi ada dilantai terbawah dan melihat semua akan kembali utuh lagi membuat Arashi jengkel, "Kalau kau bisa membangun ulang tempat ini maka aku juga bisa menghancurkannya lagi..." ucap Arashi dengan memusatkan energi kegelapan pada kepalan tangan kanan dan memukul ke bawah sambil melemparkan semua energi tersebut.
__ADS_1
"DHUUAARR...!!" Serangan tersebut tepat mengenai sasaran dan menghancurkan gedung bangunan yang sedang dibuat ulang.
"Sialan!!!" Lawan Arashi agak kesal, ia menjentikan jari dan kemudian tempat pertarungan berubah jadi hutan belantara dengan pepohonan tumbuh tinggi menjulang.
Arashi yang melihat ke sekeliling jadi sangat kesal, "Dia memindahkan area pertarungan lagi..." iapun memasang sikap waspada
"Satu juta tahun dan waktu berjalan sangat lama sekali hal itu bahkan hampir membuatku lupa apa tujuanku bertarung..." gumam Arashi dalam hati yang jengkel.
"Jleebb!!" Mendadak saja Arashi tertusuk dari belakang.
"Kau lengah..." ucap pria yang jadi lawan Arashi.
Arashi dengan cepat membalikan badan dan melancarkan serangan siku akan tetapi lawan segera melompat ke belakang untuk menjaga jarak.
"Sial..." gumam Arashi yang dadanya berdarah tetapi ia segera memulihkan diri dengan kemampuannya.
Pria yang menjadi musuh Arashi terkesan dengan cara pemulihan Arashi tersebut, "Luar biasa, pemulihan yang benar-benar optimal..."
"Kau menyerap energi dari alam menggunakan elemen kegelapan dan bagaikan waktu yang berjalan mundur kau memulihkan diri dengan mengumpulkan partikel menggunakan elemen cahaya..."
"Singkatnya pemulihan milikmu memulihkan luka fisik dan energi milikmu..."
Arashi yang mendengar penjelasan itupun menjadi sangat kesal, "Kau tau banyak hal..."
"Akan tetapi pertarungan sudah berlangsung selama 1 juta tahun tapi kau belum juga menunjukan kemampuanmu..."
"Apa kau meremehkanku?" Ucap Arashi dengan sorot mata tajam.
Pria yang menjadi lawan Arashi tersenyum menyeringai, "Jika aku menggunakan kemampuanku maka identitasku akan terbongkar dan pertarungan kita yang menyenangkan ini akan segera berakhir..."
"Ya, lagi pula baru pertama kali ini ada orang yang bertarung melawanku selama 1 juta tahun tak menyerah juga..."
"Kau membuatku terkesan..."
Arashi memasang kuda-kuda dan menatap dengan sorot mata tajam, "Aku tak akan pernah menyerah karena ada perang yang menungguku..."
"Dan juga simpan pujianmu nanti setelah kau ku kalahkan..." ucapnya dengan elemen cahaya dikepalan tangan kanan dan elemen kegelapan dikepalan tangan kiri.
Iapun meluapkan kegelapan dari kedua pijakan kakinya dan kegelapan itu menyebar ke segala arah, "Aku mengerti..." ucap lawan Arashi dengan tersenyum menyeringai, "Dia menyebar kegelapan ke segala tempat agar aku tak bisa memindahkan area bertarungnya lagi..." gumamnya dalam hati.
__ADS_1
"Sllash!!" Dengan sekali pijakan Arashi melesat secepat cahaya dan langsung saja memukul, "Jbbllast!!" Lawan Arashi menahan dengan pedangnya meskipun begitu ia sedikit terdorong dari tempatnya berpijak.
"Kekuatanmu bertambah kuat!! Apa kau sedang marah padaku?"
"Tentu saja!! Aku sudah muak dengan pertarungan ini..." ucap Arashi yang kemudian memundurkan satu langkah ke belakang dan melesatkan tendangan dari arah samping, "Jbbllast!!" Lawan Arashi menahan dengan sikunya dan iapun terhempas jauh.
"Aku tak lagi peduli pada kemampuan aslimu akan tetapi yang jelas aku akan menghajarmu..." ucap Arashi yang dengan sekali pijakan melesat secepat cahaya mengejar lawannya.
Pria yang jadi lawan Arashi segera bangkit dan waspada karena dalam sekejap saja Arashi sudah berada tepat dihadapannya, "HIIAA...!!" Arashi melesatkan tendangan kegelapan dari atas, "Jbllast!!"
Lawan Arashi menahan dengan kedua lengannya meskipun begitu tanah tempatnya berpijak hancur dan berubah menjadi cekungan.
Arashi melompat ke belakang akan tetapi melesat lagi dan langsung saja menendang dari arah depan, "Jbbuuak!!"
"Uhuk!!" Serangan itupun tepat mengenai bagian perut lawan dan sukses menghempaskannya jauh-jauh.
"Sllash!!" Arashi melesat secepat cahaya lagi dan memukul secara bertubi-tubi secepat cahaya tanpa memberikan jeda bagi lawan untuk berdiri tegak.
Serangan Arashi benar-benar membuat tempat arena pertarungan hancur lebur lalu setelah dirasa lawan telah kalah iapun menjaga jarak dengan melompat ke belakang.
"Hah... hah... hah..." Arashi mulai mengatur nafas dan menatap ke arah dedebuan tebal yang ada dihadapannya.
"Apa aku menang?" Ucapnya.
"Tap... tap... tap..."
"Tidak, pertarungan belum berakhir..." ucap Arashi yang mendengar langkah kaki dari dalam kepulan dedebuan.
"1 juta tahun pertarungan kita telah berlangsung dan sekarang aku tau kau sudah mencapai level yang setara dengan diriku..."
"Ya, akan ku tunjukan kemampuanku..." ucapnya yang perlahan meningkatkan energi.
Arashi waspada dan bergumam dalam hati, "Aku tau selama ini ia hanya mengetes kemampuanku saja dan jika ia berniat mengalahkanku mungkin pertarungan ini sudah berakhir sejak dulu..."
Sebuah jubah raja kekuning-kuningan yang menyilaukan mata perlahan menyelimuti tubuhnya, "Aku adalah pemilik jubah raja pertama..."
"Dan orang-orang dari eramu mengenalku sebagai Ksatria Emas Legendaris..."
Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1195 : Bangkit!!
__ADS_1