Kosuke Arashi 2

Kosuke Arashi 2
Chapter 1197 : Jubah Raja Kembar


__ADS_3

Pertarungan melawan 'raja monster' dan 'si akhir' dimulai.


Saburo berhadapan dengan Tatsumi Kidou yang tak lain adalah sang kakak.


"Gyahahahaha...!!!" Tatsumi Saburo tertawa lepas sambil melesatkan tebasan, "Shring!!!!!" Serangannya itupun tak mampu menggores lapisan berlian hitam yang ada diseluruh tubuh 'sang raja monster'


"Hahahaha...!!! Aku sangat senang sekali bisa bertemu denganmu, adik kecilku..." ucap Tatsumi Kidou yang juga melesatkan tebasan, "Shrring...!!!" Tebasannya itu juga tak mampu menggores lapisan berlian yang ada diseluruh tubuh Saburo.


Keduanya sama-sama melesatkan tebasan dan sama-sama tak mempan satu sama lainnya.


"Hahahahaha...!! Hey, adikku!! Mengapa kau harus ada dipihak mereka? Kau bisa bergabung denganku lalu pertarungan yang sia-sia ini bisa selesai dengam mudah..."


Tatsumi Saburo 'si tinju penghancur' tersenyum menyeringai, "Sayang sekali kakakku akan tetapi aku tak mau!!! Bersama dengan mereka aku mendapatkan pertarungan-pertarungan yang luar biasa menyenangkan..."


Meski ajakannya ditolak tapi Tatsumi Kidou malah tersenyum menyeringai dan berkata, "Kalau begitu sayang sekali kita berdua ada dipihak yang berbeda, adikku..."


"Maaf saja tapi aku harus menghajarmu..."


"Tak masalah..." jawab Saburo yang malah senang.


Keduanya menghentikan serangan tebas menebas lalu sama-sama melompat ke belakang, keduanya tersenyum lebar sambil memperkuat pijakan kedua kaki lalu mengepalkan tangan kanan dan sama-sama melesatkan pukulan, "Jbbllast!!"


Dua kepalan tinju berlian saling beradu dan sepertinya Tatsumi Saburo tak mampu mengimbangi tinju 'sang raja monster' dan iapun sedikit terdorong ke belakang.


"Gyahahahaha...!!" Saburo malah makin bersemangat, ia dengan sekali pijakan melompat dan langsung saja menghantam wajah Tatsumi Kidou dengan pukulan, "Jbbllast!!"


'Sang raja monster' jatuh tersungkur akan tetapi ia bangkit lagi dengan tersenyum lebar, "Bagus sekali, adikku!!! Pukulanmu mulai terasa padaku!!!" Ia kemudian bertarung lagi.


Minaka dan Jirou hanya bisa diam dan mengamati pertarungan keduanya.


"Pertarungan kakak dan adik, jadi haruskah kita ikut campur?" Ucap Minaka.


"Bodoh, memang mereka berdua memang kakak beradik akan tetapi ini perang kita bukan panggung pertarungan mereka..."


"Kita harus tetap ikut campur atau perang ini akan lebih lama berakhir..." ucap Jirou.


"Kau benar..." Minaka setuju.


'Sang raja monster' sedang berhadapan dengan 'si tinju penghancur' dan keduanya menjaga jarak untuk melancarkan serangan lanjutan akan tetapi mendadak lengan-lengan bayangan muncul dari dalam tanah tempat Tatsumi Kidou berpijak.


"Apa-apaan ini!!!!" Ucap Tatsumi Kidou yang terikat lalu terliliti oleh lengan-lengan bayangan itu, iapun kesulitan bergerak.

__ADS_1


"Sekarang Jirou!! Ini adalah kesempatanmu!!" Teriak Minaka yang meletakan kedua telapak tangan pada permukaan tanah dan menggunakan kemampuannya.


Jirou segera berlari lalu menyentuh tubuh 'sang raja monster' dan perlahan meniru wujudnya, "Sekarang aku mendapatkan rupa dan kekuatanmu..." ucapnya dengan ekspresi senang.


"Tap... tap..." dengan langkah perlahan Tatsumi Saburo berjalan mendekat lalu tanpa ragu menebas punggung Jirou, "Sllash!!!"


"Cruat!!" Darah tercecer ditanah, konsentrasi Jirou terganggu dan teknik meniru wujudnya gagal.


Ia berbalik dan menatap tajam, "Apa yang kau lakukan sialan?"


"Tidak ada!! Hanya saja kau mengganggu urusanku!!" Ucap Saburo dengan mengepalkan tangan lalu menghantam wajah Jirou sekuat tenaga, "Jbbllast!!"


Pria yang memiliki kemampuan meniru wujud itupun seketika tak sadarkan diri.


Minaka terbelalak melihat tingkah Saburo, "Sialan!!! Kau ini ada dipihak siapa??" Teriaknya dengan lantang.


Tatsumi Saburo tersenyum menyeringai lalu melompat ke hadapan Minaka dan langsung saja menendang wajahnya, "Jbbuuak!!!" Minaka jatuh tersungkur ditanah dengan hidung berdarah.


"Kau brengsek, Saburo..." ucap Minaka yang geram.


"Gyahahahaha...!!!!" Saburo malah tertawa lepas dan tak merasa bersalah sedikitpun.


"Maaf, pertarungan kita jadi terganggu, kakak..."


"Tak masalah..." ucap 'sang raja monster' dengan tersenyum lebar, "Mari bertarung sampai mati, adikku..."


"Gyahahahaha...!! Memang hal itu yang sangat ku harapkan, kakak!!!!"


"Ayo buat reuni keluarga ini lebih menyenangkan lagi!!" Teriak Tatsumi Saburo penuh semangat.


*


Dilain sisi.


'Si akhir' menghadapi Ashura yang memiliki grimoire kematian.


"DOORR...!! DOORR...!!" Ashura terus-menerus menembak dan hal itu memaksa 'si akhir' harus menghindar.


'Si akhir' menatap ke arah Shirou yang membawa jasad Hoshimiya-sensei menjauh, "Sial, aku harus mendapatkan kembali mayat pria itu!! Kesenangan pertarungan ini ada padanya..." pikir si iblis.


"Jangan kehilangan fokusmu..." ucap Ashura yang dengan kemampuan teleport sudah berada disamping si iblis dengan menodongkan senapan, "DOORR...!!" 'Si akhir' tak sempat mengelak dan iapun terkena tembakan pada kepala bagian kirinya.

__ADS_1


Iapun terjatuh ke tanah akan tetapi Ashura terus memberondongnya dengan tembakan hingga tubuhnya penuh lubang, "Hanya sebatas inikah kehebatan sang iblis terkuat?" Ucap Ashura yang memandang remeh tubuh 'si akhir' yang hancur.


Ashura yang mengira lawan telah mati mengembalikan senapan pada grimoire kematian akan tetapi hal itu membuatnya lengah.


Sekejap mata saja 'si akhir' pulih dan langsung saja melesatkan tinju pada perut Ashura, "Jbbllast!!" Ashura terhempas dan memuntahkan darah.


Ia terjatuh ditanah dan menatap musuh penuh kekesalan, "Sialan, kau memang sengaja terkena tembakanku dan kau juga pura-pura mati..."


'Si akhir' tersenyum lebar dan mengejek, "Jujur saja tembakanmu benar-benar sakit dan juga aku benar-benar mati tapi hanya saja kematian membenciku dan hal itu membuatku hidup kembali..."


Ashura mencoba berdiri lagi akan tetapi 'si akhir' meletakan kaki kanannya pada punggung Ashura dan menekannya kuat-kuat, "Brengsek!!!!" Teriak Ashura yang tak bisa bergerak.


"Berisik!!!!" Teriak 'si akhir' dengan menekankan kaki sehingga hal itu membuat Ashura kesakitan hingga kemudian ia pingsan.


"Satu tumbang akan tetapi aku belum puas..." ucap 'si akhir' yang kemudian melompat tinggi.


Shirou terus berlari dengan menggendong jasad Hoshimiya-sensei dipunggungnya, ia dikawal oleh Ritsu dan sahabat baiknya Kiba.


"Kita harus membawa jasad sensei sejauh mungkin..." ucap Shirou.


"DYYEESS..." Mendadak saja 'si akhir' jatuh dari atas dan menghadang ketiganya.


Ritsu yang kesal bertanya, "Dia sudah mati tapi mengapa kau masih mengincarnya?"


"Hahahaha...!! Entahlah, hanya saja memancing emosi kalian sepertinya sangat menyenangkan..."


Shirou menyerahkan jasad Hoshimiya-sensei pada Ritsu, "Jaga dia untuk sementara!! Biarkan aku dan Kiba menghadapinya..." ucap Shirou dan Kiba yang melangkahkan kaki maju.


"Apa yang akan kalian lakukan?" Tanya Ritsu.


"Kami akan melakukan sesuatu yang luar biasa..." jawab Kiba.


Dua petarung Red Eagle itu tanpa rasa takut berhadapan dengan sang iblis terkuat, "Hahahaha...!! Kalian berani sekali menantangku secara langsung!!"


Kiba dan Shirou sama-sama menarik pedang mereka dari punggung dan mengacungkan pada sang iblis, "Kau pasti mengenal pedang ini?" Ucap Shirou.


'Si akhir' mendadak berkeringat dingin, "Tidak mungkin!! Bagaimana mungkin kalian bisa memilikinya?"


Kiba berkata, "Benar, ini adalah dua pedang suci dari dua petarung yang kau habisi 2.000 tahun yang lalu..."


Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1198 : Jubah Raja Kembar II

__ADS_1


__ADS_2