
Kiba dan Shirou kehabisan waktu sehingga kekuatan Jubah Raja Kembar hilang dan keduanya terpaksa harus melawan sang iblis terkuat dengan kekuatan yang lain.
"Keberanian kalian membuatku senang..." ucap 'si akhir' dengan tersenyum menyeringai, "Tetapi sayang sekali kalian yang lemah hanya akan buang-buang nyawa melawanku..."
"HIIIAAA...!!" Baik Kiba maupun Shirou tak mempedulikan ucapan musuh keduanya berlari maju tanpa ada rasa takut.
"10 Ton!!" Shirou menghantam dengan pedang besarnya yang super berat.
"Pusaran Petir!!" Kiba menebaskan kedua pedangnya dan terciptalah tornado hitam dengan kilatan petir.
"Bodoh!!" Ucap si iblis yang dengan mudah menahan pedang Shirou menggunakan lengan kanan.
Shirou lalu mundur dan serangan Kiba mengenai si iblis akan tetapi tak berdampak apapun, "Hah... hah... hah..." nafas keduanya tak beraturan karena terlalu lelah.
"Sepertinya kalian sudah melampaui batas jadi ku akhiri saja..." ucap 'si akhir' dengan memfokuskan energi pada ujung kedua tanduknya dan mulai membentuk cero berukuran besar.
"Sial, aku bahkan tak sanggup lagi mengayunkan pedang..." ucap Shirou.
"Akupun juga begitu dan hal ini pasti dampak menggunakan jubah raja tadi..." sahut Kiba.
"Lalu sekarang bagaimana cara kita menghentikan serangan itu?" Ucap Shirou.
"Entahlah..."
'Si akhir' tanpa ragu menembakan cero tersebut, "WUUSS..." tembakan bola energi melesat tak terhentikan kepada dua kapten Red Eagle itu.
Keduanya bahkan tak mampu melarikan diri akan tetapi disaat kritis, Senju Rain muncul dari dalam tanah.
"...!!!" Kiba dan Shirou terkejut pada kemunculan Senju Rain, "Jangan khawatir!!" Ucap Senju Rain dengan mengarahkan kedua telapak tangan ke depan dan menahan langsung tembakan cero itu dengan tangan kosong.
Ya, ia kemudian secara perlahan menyerap cero tersebut.
"Cih, pengganggu..." ucap 'si akhir' yang terlihat jengkel, iapun melesat cepat ke arah 'si jenius' dan tanpa ragu menusuk menggunakan cakarnya yang tajam.
__ADS_1
'Si akhir' melewati tubuh Senju Rain dan berhasil meninggalkan lubang pada tubuh Senju Rain, "Khehehehe...!!" 'Si akhir' tertawa dan merasa sudah menghabisi nyawa Senju Rain.
Tetapi kemudian ia berubah menjadi kesal karena perlahan tubuh Senju Rain pulih bagaikan pohon yang tubuh.
"Cih, rupanya pewaris kekuatan hutan..." 'si akhir' menyadari kemampuan Senju Rain.
Senju Rain mengarahkan telapak tangan ke arah si iblis dan menciptakan sulur-sulur yang bergerak berusaha menangkap 'si akhir'
'Si akhir' melompat mundur akan tetapi ia terus dikejar oleh sulur-sulur yang mampu menyerap energi, "Cara seperti ini tak akan mempan padaku!!" Teriak si iblis dengan mengepalkan tangan berbalutkan api hitam dan memukul.
"DHUUAARR...!!!" Sulur-sulur Senju Rain terbakar oleh ledakan api akan tetapi ia sendiri baik-baik saja.
"Tap... tap... tap..." seluruh anggota Red Eagle berkumpul pada satu titik.
Senju Rain berkata, "Hati-hati dan juga kita harus saling menjaga satu sama lainnya lalu kerahkan semua yang kalian miliki!!!"
"Ya..." jawab semuanya serentak.
Akiru/Akaru memulai serangan lebih dahulu, ia melesat cepat menggunakan lompatan kaki berbalutkan kilatan petir hitam, "Mode : Devil Zero!!" Ia tanpa rasa takut menendang dari arah depan.
"Bagaimana mungkin? Dia memiliki elemen petir akan tetapi aku malah membeku?" Si iblis melepaskan cengkraman tangannya dan ia yang bingung memilih melompat ke belakang.
Akiru/Akaru menghentakan kaki kanan ke tanah sekuat tenaga, "DYYEESS...!!!!"
"Krak!! Krak!!" Secara perlahan permukaan tanah membeku oleh lapisan es.
'Si akhir' nampak tenang dan berkata, "Aku adalah iblis api terkuat dan serangan seperti itu tak akan mempan padaku..." ia mengangkat kaki kanan ke atas lalu menghentakan ke tanah sekuat tenaga, "DYYEESS...!!" Permukaan tanah terbakar oleh api dan bahkan lapisan es dewa milik Akiru/Akaru terbakar.
Akiru/Akaru terlempar akan tetapi Ritsu bergerak, ia mengenakan topeng iblis dan melesat ke arah musuh dengan sekali pijakan dan menebas, "Sllash!!"
'Si akhir' mampu menghindar dengan memiringkan tubuh, ia bergumam dalam hati, "Topeng iblis!!!! Tak ku sangka bocah ini memilikinya..." iapun mengepalkan tangan berbalutkan api dan memukul wajah Ritsu, "Jbbllast!!"
Topeng Ritsu seketika hancur dan iapun terhempas jauh, "Iblis itu kuat sekali!! Pantas saja ia dijuluki iblis terkuat..." ucap Misaki.
__ADS_1
"Apa persiapannya sudah selesai?" Tanya Yemi sisi baik yang memiliki kemampuan teleport.
Misaki yang sedang melukis pada grimoire putih miliknya berdiri tegak dan berkata, "Sudah, aku telah menyelesaikannya..." iapun merobek-robek lembaran pada grimoire putih tersebut dan melemparkan kertas-kertas itu ke udara.
"Buft!! Buft!!" Iblis-iblis keluar dari lukisan-lukisan Misaki.
Ya, iblis-iblis itu adalah 14 clon raja iblis yang sebelumnya telah dikalahkan.
Dengan tatapan serius Misaki berkata pada para clon ciptaannya, "Serang dia!!"
Setelah Akiru/Akaru dan Ritsu dikalahkan, 'si akhir' harus menghadapi Senju Rain.
"Hahahahaha...!!!" 'Si akhir' tertawa lepas sambil menghindari serangan 'si jenius', "Tak pernah ku sangka Sang Penguasa Hutan memilih pewarisnya di era ini!!!"
"Memangnya kenapa bila ia memilihku sebagai pewaris?" Ucap Senju Rain dengan sorot mata tajam, iapun menusukan Tombak Poseidon.
'Si akhir' menghindari tusukan Tombak Poseidon dengan melompat ke belakang, "Aku akan menghancurkan setiap peninggalan dari masa lalu dan akan ku atur ulang dunia sesuai keinginanku sendiri..."
"Cih, kau tak akan pernah mencapai tujuanmu..." Senju Rain menancapkan Tombak Poseidon pada permukaan tanah lalu menyatukan dua telapak tangan dan meningkatkan energi, "HIIAA...!!!!" Tanah tempat Senju Rain berpijak retak-retak lalu akar-akaran muncul dari bawah tanah meliliti tubuh 'si jenius'
Ya, ia berubah menjadi raksasa setinggi 100 meter yang terbuat dari kayu.
"Sial..." gumam 'si akhir' dengan memfokuskan energi pada ujung kedua tanduknya dan sebuah cero terbentuk, "WUUSS...!!!" bola energi itupun ditembakan dan mengenai bahu raksasa Senju Rain akan tetapi hanya meninggalkan luka goresan kecil.
"Percuma saja!!!" Ucap Senju Rain raksasa dan iapun menggenggam Tombak Poseidon yang ukurannya sudah berubah menjadi besar lalu menusuk.
'Si akhir' menangkap ujung tombak dengan kedua tangannya akan tetapi Senju Rain terus mendorong sehingga si iblis mulai kuwalahan.
"Sudah ku bilang kau tak akan pernah mencapai tujuanmu..." teriak Senju Rain yang terus mendorong.
Ujung tombak perlahan mengenai dada si iblis dan akhirnya menusuk dadanya hingga menembus sampai punggung.
"Kau tak akan menang melawan kami..." ucap Senju Rain yang kemudian seluruh anggota Red Eagle berserta 14 raja iblis terlihat sudah bertengger dibadan raksasa Senju Rain.
__ADS_1
Dibawah tanah 'si akhir' menatap ke atas penuh kekesalan, "Sekarang aku mengerti!! Generasi mereka sangat mirip dengan generasi era Enam Pendiri..."
Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1201 : Pemimpin Yang Gagal