
Arashi unggul melawan 'sang raja monster' dan 'si akhir'
"Bocah sialan!! Darimana kau belajar teknik itu?"
"Hah?" Arashi terlihat tak mengerti, "Apa maksudmu?"
"Teknik memfokuskan energi milikmu dan teknik mempertajamkan insting yang kau gunakan mirip sekali dengan teknik milik Naga Emas..."
"Apa itu benar?" Ucap 'si akhir' dengan sorot mata tajam.
Arashi kebinguan menjawab, "Ah, aku tak tau maksudmu itu akan tetapi teknik yang ku gunakan ini diajarkan oleh seorang gadis buta yang merupakan kekasihku..."
"Gadis buta?"
"Yap, benar..." ucap Arashi dan iapun bergumam dalam hati, "Tsuru-chan berasal dari Pasukan Bayangan dan Naga Emas merupakan pemimpin pertama Pasukan Bayangan jadi kalaupun teknik ini berasal dari ajaran Naga Emas maka hal itu bisa saja terjadi..."
"Cih, meskipun teknikmu berasal dari Naga Emas sekalipun aku tak akan kalah..." ucap 'si akhir' dengan sorot mata tajam, iapun meningkatkan energi sehingga kedua pijakan kakinya berkobar api hitam.
Arashi tetap tenang akan tetapi Tatsumi Kidou yang sebelumnya terlempar kini berdiri kembali dan ia berada dibelakang punggung Arashi.
"Bocah kurang ajar!! Tetapi ku akui dia kuat..." pria dengan lapisan berlian hitam diseluruh tubuhnya itupun melesat dan langsung saja melancarkan tinjunya.
Arashi yang memiliki insting tajam menyadari bahwa sebuah serangan mendekat dari belakang, iapun membungkukan badan ke depan untuk menghindar.
"Nyaris saja..." gumam Arashi yang kemudian menjaga jarak.
Tetapi secara tak terduga, 'si akhir' sudah berada dibelakang punggungnya dan langsung saja melesatkan tebasan dari arah belakang, "Ku potong lehermu!!!"
Arashi terkejut akan tetapi ia yang memiliki insing tajam merespon dengan sangat cepat, ia memiringkan kepalanya untuk menghindar, "Yang tadi itu benar-benar buruk..." gumamnya dalam hati.
Tatsumi Kidou menyerang lagi dan kali ini ia melompat dan menginjak Arashi dari atas.
Arashi yang memiliki insting tajam langsung saja melompat ke samping untuk menghindar, "DYYEESS...!!" Hentakan kaki 'sang raja monster' jatuh ke tanah dan menciptakan bekas yang berupa cekungan.
Meski berhasil menghindar tetapi serangan yang lainnya datang, "HIIAA...!!!" 'si akhir' menyerang dengan tusukan pedang yang begitu cepat dari arah samping.
Arashi yang tak memiliki kesempatan menghindar langsung saja melapisi kedua lengannya dengan berlian dan iapun menahan serangan itu dengan menyilangkan tangan, "Cthing!!" Tusukan iblis terkuat itupun tak mampu menghancurkan lapisan berlian dilengan Arashi.
"Sialan!!!!" Meskipun begitu 'si akhir' tetap mendorong sekuat tenaga sehingga hal itu membuat Arashi terseret ke belakang.
"Berbeda dari sebelumnya, mereka yang sekarang menyerangku secara bertubi-tubi dan berkerja sama tanpa memberikan jeda padaku untuk beristirahat..." gumam Arashi dalam hati.
__ADS_1
Arashi sedang fokus pada 'si akhir' lalu tanpa disadarinya Tatsumi Kidou melesat cepat lalu memukul dari arah samping.
"Apa!!!!" Arashi terkejut akan tetapi hal itu sudah terlambat, "Jbbllast!!" Iapun terkena telak pukulan terkuat sehingga terhempas jauh menembus puing-puing bangunan.
'Si akhir' tak membiarkan Arashi bangkit kembali, ia menggenggam erat Pedang Pembelah Benua dengan dua tangan lalu mengaliri senjata itu dengan energinya sehingga berkobar api hitam, "HIIAA...!!!" Iapun menebas.
"WUUSS...!!!!!" Gelombang api hitam yang membakar segalanya melesat.
Tatsumi Kidou bertanya, "Apakah kau pikir serangan kita berhasil?"
"Entahlah, tapi ku akui bocah itu sangat kuat dan memiliki potensi untuk menyamaiku..." jawab 'si akhir' dengan sorot mata tajam.
Semuanya terbakar habis oleh api hitam sang iblis akan tetapi dari balik kobaran api itu Arashi dalam mode naga merah melesat, "HIIAA...!!"
"Dia datang!!" Pikir keduanya yang waspada.
Arashi yang terbang langsung saja menyerang 'sang raja monster' dengan cengkraman cakar tepat pada wajahnya lalu ia terbang menyeretnya ke belakang.
"Sial..." Tatsumi Kidou meronta-ronta berusaha membebaskan diri dan sesekali ia mencoba menyerang dengan pukulan.
Arashi terus menyeret lawan dan tak melepaskan cengkraman cakarnya meski dipukuli, "Keras kepala juga..." ucap Arashi yang membawa terbang 'sang raja monster' ke atas.
Arashi melepaskan cengk.raman kaki cakar lalu terbang ke belakang dan bertengger pada sebuah bangunan, "Serangan seperti itu tak akan mempan padanya..." gumamnya dalam hati.
Ia membuka mulut dan mengumpulkan energi akan tetapi sebelum sempat ia menembakan serangan itu terlebih dahulu 'si akhir' melesat dan menusuk, "HIIAA...!!"
Serangan sang iblis menghancurkan bangunan tempat Arashi berpijak akan tetapi ia sendiri berhasil menghidar.
"Menyebalkan sekali!!" Ucapnya dengan menembakan bola api dari mulutnya ke arah 'si akhir'
"WUUSS...!!"
"DHHUUAARR...!!" ledakan yang besar terjadi.
'Sang raja monster' menarik kepalanya yang tertancap ditanah lalu perlahan berdiri tegak, "Gyahahahaha...!! Sudah lama sekali aku tak merasakan sensasi pertarungan seperti ini!!!" Ucapnya dengan penuh semangat.
Iapun melompat dan langsung saja membalas dengan mencengkram leher Arashi dan menjatuhkannya ke tanah, "DYYEESS...!!"
"Ugh!!"
"Omong kosong!!" Tatsumi Kidou berdiri tegak diatas tubuh Arashi dengan satu kaki berdiri tepat pada lehernya.
__ADS_1
Arashi kesusahan bernafas akan tetapi ia tetap berusaha fokus sehingga berusaha meningkatkan energi.
"Krak!! Krak!!"
"Apa!!" Tatsumi Kidou terkejut begitu melihat secara perlahan tubuhnya membeku.
"Mode : God"
Ya, Arashi meledakan energi dan hawa dingin yang menusuk kulit, ia menggunakan wujud dewa es miliknya.
"Kurang ajar!!" Ucapnya dengan menghirup udara sebanyak mungkin setelah kesusahan bernafas.
Tatsumi Kidou membeku dalam posisi berdiri.
"Tap... tap... tap..." secara perlahan 'si akhir' berjalan mendekati dengan langkah pelan, "Serangan api tak akan mampu melukaiku..."
Arashi menatap tajam, "Kalau begitu akan ku gunakan elemen es saja..." ucapnya dengan menghentakan kaki kanan ke depan.
"Krak!! Krak!!" Gelombang es melesat dan membekukan segala yang dilaluinya.
Tetapi dengan sorot mata tajam 'si akhir' meningkatkan energi sehingga meledakan kobaran api hitam dari kedua pijakan kakinya sehingga berhasil selamat dari pembekuan.
"Meski es dewa sekalipun tetap saja tak akan mempan padaku..."
Arashi sedikit jengkel, "Kurasa julukan iblis terkuat yang kau miliki bukan omong kosong belaka..." ucapnya yang kemudian meluncur ke arah 'si akhir'
Arashi mengepalkan tinju yang terfokus semua energinya, "HIIAA...!!!" Iapun memukul sambil melemparkan semua energinya yang terkumpul.
Dilain sisi 'si akhir' juga mengepalkan tangan yang berbalutkan kobaran api hitam dan juga memukul, "Jbbllast!!" Kedua kepalan tinju mereka saling berbenturan.
Tinju beku melawan tinju api iblis.
"Krak!! Krak!!" Dikejauhan lapisan es yang menutupi tubuh 'sang raja monster' perlahan retak-retak.
*****
Lalu ditepian Aera sebuah portal terbentuk dan dua orang melompati pertal tersebut kemudian menginjakan kaki secara perlahan ditanah.
"Kita sampai juga..." ucap salah satu dari mereka yang merupakan sesosok iblis tipe api.
Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1145 : Adikku!!
__ADS_1