
Sebelum membaca karya ini author minta tolong untuk pada kalian untuk 'like' ataupun 'vote' agar meningkatkan ringking cerita ini.
Ya, selamat membaca karya ini dan author ucapkan terima kasih pada pembaca setia 'Kosuke Arashi'
Hanya itu pesan dari author sekian dan terima kasih.
Selamat membaca!!
*****
Kota Kronoz telah dikuasai oleh musuh dan kota itu sekarang telah dipenuhi oleh iblis dan para kriminal.
Tetapi dua anggota Red Eagle masih bebas berkeliaran dikota itu dan mereka adalah Takayuki Jirou 'si ahli meniru wujud' dan Kitsume 'si ahli menghilang'
Keduanya sangat terkejut karena bisa bertemu secara tak terduga, "Mengapa kau bisa ada disini?" Ucap keduanya serentak.
"Ah... kau dulu!!" Kitsune mengalah.
"Aku membuat keributan dengan melempar peledak pada tumpukan peledak..." jelas Jirou.
"Wah, benar-benar tindakan gila..."
Jirou bertanya balik, "Kalau kau?"
"Yah, aku sembunyi dari musuh..." jelas Kitsune agak malu.
"Cih, kau memang selalu saja begitu..."
Kitsune mendadak meneteskan air mata.
"Hey, mengapa kau menangis?"
"Aku tak menangis tapi hanya saja aku sangat senang bisa bertemu denganmu lagi..." ucap Kitsune dengan mengusap air matanya.
"Cengeng banget!!!" Gumam Jirou dalam hati dan iapun mendadak berubah menjadi serius, "Simpan air matamu itu karena kita akan melakukan sesuatu yang besar..."
"Eeehh...!! Apa maksudmu? Memangnya apa yang akan kita lakukan?"
"Kita akan membebaskan teman-teman kita yang ditangkap dan memulai perlawanan..." ucap si ahli berubah wujud itu.
"Itu benar-benar tindakan yang gila dan jika gagal taruhannya nyawa..." ucap Kitsune dengan rasa khawatir.
Jirou menjadi agak kesal dengan sikap penakut kawannya itu, "Aku lebih baik mati dari pada melihat kota tempat aku lahir dikuasai oleh musuh dan kau berhentilah jadi penakut!!!!"
Kitsune terdiam lalu bertanya, "Memangnya apa yang tengah terjadi diatas sana?"
__ADS_1
"Hah??" Jirou terkejut pada pertanyaan rekannya itu.
"Yah, aku tau para iblis telah menguasai kota Kronoz akan tetapi aku tak tau detailnya karena aku sudah lama berada ditempat ini..." jelas Kitsune.
"Memangnya berapa lama kau berada ditempat ini?"
Kitsune menjawab dengan rasa malu, "Yah, jujur saja pada saat para iblis menginvasi kota ini secara spontan aku kabur akan tetapi tanpa sengaja aku jatuh terperosok ke dalam sumur lalu tau-tau aku berakhir ditempat ini..."
"Apa!!!! Dia beruntung banget!!" Gumam Jirou yang merasa iri pada Kitsune, "Lalu bagaimana caramu mendapatkan makanan?"
"Aku memakan jamur yang tumbuh ditempat ini" jelas Kitsune, "Jadi bagaimana kondisi kota Kronoz sekarang?"
"Kota Kronoz sekarang menjadi tempat yang bagaikan neraka saja dengan para iblis dan kriminal yang bisa kau temui dimana saja..."
"Dan aku memiliki rencana untuk memulai perlawanan dengan membebaskan rekan-rekan kita yang tertangkap..." ucap Jirou dengan serius.
Kitsune menundukan wajah dan ia terlihat murung, "Aku akan berusaha melawan rasa takutku demi mengusir musuh dari Kota Kronoz jadi bagaimana caranya kita menyelamatkan teman-teman?"
Jirou tersenyum dan sedikit bangga dengan perubahan sikap temannya itu, "7 hari telah berjalan dan para musuh memiliki kemampuan yang luar biasa hebat..."
"Mereka mampu memindahkan pepohonan, gedung, membuat terowongan bahkan merekontruksi ulang kota sesuka hati mereka jadi kota Kronoz yang sekarang sangat berbeda dari yang dulu..."
"Dulu kita memang sangat mengenal seluk beluk kota akan tetapi sekarang kita bisa tersesat di Kota Kronoz yang baru..."
"Jangan khawatir!!" Ucap Jirou dengan tersenyum menyeringai dan iapun mengeluarkan selembar kertas yang diatas kertas itu sudah tergambar rute lorong bawah tanah, "Meski kota telah dibangun ulang tapi aku telah melakukan penyelidikan selama 5 hari untuk menemukan dan mengetahui seluk beluk lorong bawah tanah mereka..."
"Teman-teman kita dipenjara diruang bawah tanah jadi mari kita segera kesana..."
Kitsune memberanikan diri, "Siap, mari pergi!!" Meski dalam hati iapun bergumam, "Duh, semoga keberuntungan mutlakku berkerja..." ucapnya dengan menatap kucing hitam yang ada diatas kepalanya.
"Kalau begitu mari secepatnya kita bergerak...!!" Ucap Jirou dengan penuh semangat.
Kedua anggota Red Eagle itupun memulai perjalan bawah tanah mereka didalam menyusuri gua.
Awalnya gua tersebut memang buntu akan tetapi karena ledakan yang diciptakan oleh Jirou beberapa tempat runtuh dan malah lorong bawah tanah terbuka yang kemudian mereka memasukinya.
"Tap... tap... tap..." dengan langkah perlahan pada lorong yang licin mereka melangkahkan kaki secara hati-hati.
"Hey, Jirou!!"
"Apa?"
"Pada saat iblis menginvasi, kita sedang mengadakan Turnament Lima Bintang yang dimana banyak berkumpul petarung dari 5 akademi jadi bagaimana dengan nasib mereka? Apakah mereka dibunuh?" Tanya Kitsune.
"Cih, kau benar-benar tak tau apapun rupanya..." gumam Jirou dengan suara pelan, "Awalnya para peserta turnament membantu kita melawan para iblis yang menginvasi akan tetapi tetap saja semuanya telah dikalahkan..."
__ADS_1
"Kita kalah dan kota direbut lalu semua peserta turnament ditangkap..."
"Mereka semua dikirim ke sebuah koloni yang letaknya dibawah tanah dan disana merekapun disiksa lalu siapapun yang ingin keluar dari segala penderitaan dapat menukarkannya dengan pengabdian pada para raja iblis..."
"Ditengah keputusasaan itu hampir 80 persen peserta turnament bergabung pada musuh..." jelas Jirou.
Kitsune menelan ludah, ia merasa takut akan tetapi ia juga tak ingin kota yang dicintainya dikuasai oleh iblis terus menerus, "Kalau begitu kekuatan militer musuh sangat hebat, ya?"
"Benar..." jawab Jirou dengan sorot mata tajam, "Bukan hanya peserta turnament yang memihak musuh akan tetapi para iblis juga bergerak ke penjara-penjara untuk membebaskan para tahanan dan para tahanan itu yang bebas itupun bergabung pada pihak musuh..."
Kitsune jadi panik dan khawatir, "Kekuatan militer musuh sangat kuat dan aku tak bisa membayangkan dengan cara apa kita merebut kembali Kota Kronoz..."
"Jangan khawatir!! Senju Rain pasti sedang memikirkan cara untuk menyelesaikan masalah ini!! Untuk sekarang 'si jenius' itu memang diam akan tetapi ku yakin bila tiba saatnya nanti pasti ia akan melakukan sesuatu yang besar..."
"Dan sekarang yang perlu kita lakukan adalah menyerang musuh dari dalam..." ucap Jirou yang bersemangat dan hal itupun membuat Kitsune sedikit mendapatkan sifat pemberaninya.
Keduanya berjalan akan tetapi mememukan jalan buntu.
"Kok buntu?"
"Jangan khawatir!!" Ucap Jirou dengan memegang peledak dan menyalakannya, "DHUUAARR...!!" ledakan tercipta dan terowongan itupun runtuh.
"Sialan, kau akan membuat kita terkubur hidup-hidup..." protes Kitsune.
"Jangan khawatir!! Dengan kemampuan Absolute Lucky milikmu ku yakin kita akan baik-baik saja..." ucap Jirou
Secara perlahan debu ledakan menghilang dan nampaklah ruangan luas lalu disana ada banyak sekali musuh.
"Mulai sekarang semuanya akan jadi lebih sulit dari pada yang sebelumnya..." ucap Jirou dengan sorot mata tajam penuh dengan keseriusan.
Sementara itu si penakut Kitsune merasa merinding, "Kita mungkin akan mati ditangan musuh..." gumamnya dalam hati yang pesimis.
Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1055 : Menyerang Dari Dalam II
******
Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini
Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.
Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi
Trima kasih atas perhatiannya.
*****
__ADS_1