
Sebelum membaca karya ini author minta tolong untuk pada kalian untuk 'like' ataupun 'vote' agar meningkatkan ringking cerita ini.
Ya, selamat membaca karya ini dan author ucapkan terima kasih pada pembaca setia 'Kosuke Arashi'
Hanya itu pesan dari author sekian dan terima kasih.
Selamat membaca!!
*****
Arashi yang terluka mulai menyembuhkan diri dengan kemampuan regenerasi dan elemen darah spesial, iapun juga dibantu oleh kemampuan medis milik Yui.
"Emm... kenapa kalian bisa tau terjadi hal yang buruk pada Turnament ini?"
"Jawabannya mudah saja, kami adalah panitia yang tugasnya membentuk dan menjaga segel empat sisi jadi begitu segel itu hancur maka kami segera tau..."
"Terlebih mereka para 'raja iblis' meluapkan energi yang luar biasa jadi kami dapat merasakan hal yang tak beres..." jelas Yui yang sedang mengobati.
"Oh..." Arashi hanya mengangguk.
"Ngomong-ngomon Arashi, bagaimana caramu masuk ke dalam penghalang tanpa terdeteksi oleh kami para panitia?"
"Yah, tentu saja aku menggunakan kegelapan iblis untuk melubangi segelnya dan hal itu sukses membuat diriku tak ketahuan..." jelas Arashi dengan bangga.
"Dasar kau ini!! Selalu saja membuat kekacauan..." ucap Yui yang agak jengkel.
"Khehehe..." Arashi membalasnya dengan tawa.
*****
Ditempat lain, 'sang pahlawan hitam' Masamune Ryuzaki sedang bertarung dengan 'raja iblis cahaya' Kamui.
"Sialan, aku akan membunuhmu!!!" Teriak Kamui dengan melesatkan tebasan-tebasan dua pedang cahaya yang ia genggam.
"Sllash!! Sllash!!"
Masamune cukup kesulitan akan tetapi dengan kehati-hatiannya, ia mampu menahan serangan lawan itu.
"Khehehe... apa hanya itu kemampuanmu, 'raja iblis'?" Ejek Masamune meski kesulitan dan hal itupun sukses membuat lawan emosi.
Kamui melesat tinggi ke angkasa, "Aku tak peduli lagi!! Aku akan menghancurkan semuanya..." ucapnya dengan mengangkat kedua tangan dan mengumpulkan energi.
Ya, tak butuh waktu lama bola energi super raksasa berwarna putih terbentuk.
"Sialan, dengan ukuran sebesar itu dia akan menghancurkan segalanya..." ucap Masamune yang terkejut bercampur dengan panik, iapun bingung harus melakukan apa.
__ADS_1
"Cih..." Masamune memfokuskan energi pada kedua kakinya dan dengan sekali pijakan melesat tinggi ke angkasa, "Sialan!!!" Iapun memfokuskan energi pada ujung mata pedangnya sehingga kegelapan meluap-luap.
"...!!" Kamui terkejut begitu lawannya mendekat dan iapun langsung saja melemparkan serangan itu.
"WUUSS...!!" Begitu dilemparkan Masamune langsung menusuknya.
"DHUUAARR...!!" Ledakan yang sangat besar tercipta dan keduanya terkena dampaknya.
Misaki, Rikie, Hinowa dan yang lainnya hanya bisa mendongak ke atas tanpa bisa berkata-kata, merekapun sangat khawatir pada keadaan Masamune.
"Apakah Ryuzaki-senpai akan baik-baik saja?" Tanya Hinowa.
"Entahlah, tapi yang jelas dia menyelamatkan kita..." jawab Misaki.
Rikie berkata, "Kita tak boleh menyia-nyiakan pengorbanan mereka jadi kita harus segera pergi dari sini!!"
"Emm..." Yuuki, Yuuka dan Yuzuru menjawab dengan mengangguk, ketiga anak kecil itupun paham akan keadaan.
*****
Ditempat lain Venom dihadang oleh dua petarung tangguh White Tiger yaitu Gora dan Torga.
Venom mengangkat kedua tangannya dan menghantamkannya ke tanah, "HIIAA...!!!!"
"DYYEESS...!!!" Hantaman itu membuat tanah terangkat ke udara dan melesat cepat ke arah Gora dan Torga.
"Ya..."
Keduanya melompat maju tanpa ragu, Torga menarik pedangnya dan memotong-motong setiap puing-puing yang menghalangi jalannya sementara itu Gora mengikuti dari belakang.
"Apa!!" Venom terkejut begitu mengetahui keduanya mampu menembus puing-puing yang berterbangan.
Torga melompat ke atas dan melapisi pedangnya dengan angin pemotong menebas kepala lawan secara langsung, "Sllash!!"
Venom yang memiliki insting tajam mampu menghindar dengan melompat sedikit ke belakang.
Dilain sisi Gora melesatkan cakaran dari arah samping akan tetapi dengan instingnya yang tajam sekali lagi Venom mampu menghindar dengan bersalto ke belakang, "Khehehe..." si iblis itupun tersenyum menyeringai.
"Meskipun tubuhnya besar tapi refleksnya sangat luar biasa..." ucap Gora.
"Jangan lupa, dia juga memiliki kecepatan dan kekuatan yang tak dapat diremehkan..." sahut Torga.
Keduanya terlihat sangat waspada akan tetapi dilain sisi Venom malah tertawa, "Hahahahaha...!! Aku tak tau tempat apa ini akan tetapi disini sangat menyenangkan karena bisa berhadapan dengan bocah-bocah seperti kalian..."
Venom menghentakan kaki kanannya ke depan dengan kuat sehingga menghempaskan tanah, "Ya, aku sudah memutuskannya!! Aku akan bertarung secara serius..." ucapnya dengan sorot mata tajam yang mendadak energinya terasa meledak-ledak.
__ADS_1
Gora berkata, "Apa yang akan dia lakukan?"
"Aku tak tau tapi sepertinya bukan hal yang bagus..." ucap Torga dengan yang memegang pedangnya didepan menggunakan dua tangannya.
"HIIAA...!!!" Venom terus meningkatkan energinya hingga tanah tempatnya berpijak berubah menjadi cekung, otot-ototnya terus mengembang akan tetapi ia terus meningkatkan energi.
"Mode Devil"
Venom meledakan energi yang hebat dan ia menggunakan perubahan wujudnya.
Saat ini ukurannya berubah menjadi 20 meter, ia memiliki tubuh besar dengan otot-otot kekar lalu dua lengan tambahan yang muncul dari kedua bahunya.
"Khehehe... inilah wujud asliku..." ucap Venom dengan tersenyum lebas, "Plak!!!" Iapun menepukkan kedua telapak tangan dan menciptakan hembusan angin kuat ke arah depan.
Gora dan Torga terkejut dengan perubahan lawannya yang terasa begitu kuat dan kaya akan energi.
"DYYEESS...!!!" Venom sekali lagi menghentakan kaki kanannya ke depan dan menciptakan cekungan, iapun tersenyum lebar, "Baiklah, karena aku terlalu kuat maka ku biarkan kalian menyerangku lebih dulu..." ucapnya dengan sombong.
Keduanya sama sekali tak gegabah meski diremehkan oleh lawan, baik Torga ataupun Gora menyadari bahwa Venom benar-benar kuat jadi menyerangnya secara asal sama halnya bunuh diri.
"Ayolah, serang aku!! Apalagi yang kalian tunggu?"
"Cih..." Gora kehilangan kesabaran, iapun melesat dengan sangat cepat, "Akan ku buat kau menyesal, iblis...!!!" Iapun melesatkan cakaran pada dada Venom secara menyilang, "Sllash!! Sllash!!"
"Apa!!!!" Gora terkejut karena serangannya tak mampu menggores tubuh lawan.
Dari belakang Torga mengangkat pedangnya tinggi-tinggi dengan dua tangan dan langsung saja menebas leher Venom, "Sllash!!"
"Cthing!!" Torga berniat memenggal lawan akan tetapi ia malah terpental karena kerasnya kulit 'si iblis'
Venom malah menyeringai dan karena gagal keduanya langsung memundurkan langkah, "Hahahaha... dalam wujudku yang sekarang seluruh energiku terfokus ke seluruh tubuh sehingga aku bisa membuat tubuhku sekeras baja..."
Gora dan Torga menjadi geram.
"Nah, aku sudah memberikan giliran pada kalian untuk menyerang jadi sekarang adalah giliranku..." Venom menyatukan dua kepalan tangan dan mengangkatnya ke atas lalu menghantam tanah dengan keras.
"DYYEESS...!!!" Semuanya terhempas ke udara dan Torga maupun Gora dipaksa melompat ke udara.
Semuanya tertutupi oleh debu dan begitu melihat ke bawah keduanya terkejut karena melihat duri-duri muncul dari dalam tanah.
"Apa itu?" Pikir keduanya.
Venom berteriak dari balik dedebuan, "Semua ini adalah tulang-tulangku dan sekarang tempat ini menjadi areaku...!!!!"
SANG RAJA IBLIS PERLAHAN MULAI MENUNJUKAN KEKUATAN ASLINYA!!!!
__ADS_1
Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 960 : Melawan Petir Dan Angin