Kosuke Arashi 2

Kosuke Arashi 2
Chapter 1089 : Pahlawan Hitam Melawan Iblis Kematian


__ADS_3

Pertarungan berlanjut.


'Sang raja iblis kematian' bergerak ke arah Rikie lalu Rikie yang kedua kakinya telah patah hanya bisa pasrah.


"Hahahaha...!!! Ku dapatkan lengan Naga Emas!!!" Ucap 'sang raja iblis kematian' dengan eksperesi senang.


"Sllash!!!" Secara menadak seseorang melesatkan tebasan dari jarak jauh dan serangan itupun sukses memotong lengan Lindouw sebelum menjangkau Rikie.


"ARRGGH!!!!" Lindouw menatap ke arah orang yang menyerangnya, "Siapa lagi kau!!!!!"


Dikejauhan Masamune berdiri tegak diatas sebuah batangan besi raksasa, "Aku adalah Masamune Ryuzaki 'sang pahlawan hitam'...!!!!"


"Apa!!!" Semua anggota Red Eagle terkejut saat melihat kemuncul Masamune itu.


Yugiri yang berada dibelakang punggung Masamune berkata, "Anu... Paman Ryuzaki, kenapa kita muncul dengan banyak gaya seperti ini?"


"Biar keren saja..."


"Jadi paman tak punya strategi?"


"Tidak, aku hanya ingin terlihat bergaya saja..." ucap Masamune dengan percaya diri.


"Hadeh..." Yugiri mengeplak keningnya dan bergumam dalam hati, "Apakah kami bisa menang melawan iblis kelas tertinggi dengan mengandalkan orang seperti dia ini?"


Masamune mendadak menatap tajam dan terlihat sangat serius, "Yugiri, hati-hati!! Dia datang!!"


"Apa?" Yugiri tak mengerti akan tetapi 'sang raja iblis kematian' mendadak muncul dibelakang punggung Masamune dengan kemampuan teleport, "Zink!!" Iapun tanpa ragu melesatkan ayunan sabit raksasa.


Masamune dengan sorot mata tajam memutar-mutar tongkat yang merupakan pilar langit dan juga memukul, "Cthing!!!" Dua senjata mereka saling berbenturan dan meski ukurannya terpaut sangat jauh tapi hantaman tongkat Masamune mampu mengimbangi sabit raksasa 'sang raja iblis kematian'


Akibat dua serangan mereka berbenturan langit yang gelap gulita penuh dengan kilatan petir itu terbelah.


"Apa-apaan serangan mereka itu...!!!!" Para anggota Red Eagle yang melihatnya hanya bisa terbelalak.


'Sang raja iblis kematian' nampak geram begitu serangannya dapat ditahan oleh Masamune, "Bagaimana mungkin bocah sepertimu bisa sangat ahli menggunakan aura kematian?"


"Khehehehe..." Masamune tersenyum lebar dan berkata dengan entengnya, "Tentu saja itu karena aku berlatih dengan sangat keras...!!!"


'Sang raja iblis kematian' memundur satu langkah ke belakang dan meningkatkan energi, "Aku merasa kau tak boleh dibiarkan hidup..." dari pijakan kedua kakinya ia meledakan kegelapan pekat.


Masamune tak merasa takut sedikitpun meski lawan memancarkan aura kematian yang dalam sekejap saja mampu menghabisi nyawa.

__ADS_1


Ia malah tersenyum lebar dan berkata dengan entengnya, "Khehehe... dengan ingatan dari masa depan yang telah dibangkitkan oleh Isla aku merasa mampu mengalahkanmu..." iapun melemparkan tongkat yang merupakan pilar langit ke angkasa.


Satu tongat berubah menjadi sangat banyak begitu dilemparkan lalu diangkasa tongkat-tongkat itupun membesar berubah menjadi batangan besi raksasa.


"DYYEESS...!! DYYEESS...!!" Tongkat-tongkat itupun jatuh mengitari 'sang raja iblis kematian'


"Paman Ryuzaki untuk apa kau melakukannya?"


"Untuk mengurangi pergerakannya..." Jawabnya dengan singkat, "Dan sekarang Yugiri bisakah kau tunjukan kemampuanmu?"


"Emm..." Yugiri yang ada dibelakang punggung hanya mengangguk, iapun memancarkan cahaya menyilaukan lalu berubah menjadi sebilah pedang.


Masamune mengulurkan tangan kiri dan meraih pedang itu, "Ya, mari kita coba kemampuanmu itu!!!" Ucapnya dengan semangat.


'Sang Raja Iblis Kematian' menggenggam erat sabitnya menggunakan dua tangan lalu ia mengangkat sabitnya ke atas tinggi-tinggi, "Sllash!!!!" Iapun menebas.


Masamune juga menggenggam pedangnya dengan dua tangan dan menebas, "Cthing!!!" Dua senjata mereka saling berbenturan lagi.


"Cih..." Sang Raja Iblis Kematian mengangkat senjatanya lagi.


"Api!! Angin peruntuh!!" Pedang yang ada digengaman tangan Masamune mendadak terlapisi oleh kobaran api dan pusaran angin peruntuh.


'Sang raja iblis kematian' menebaskan sabitnya akan tetapi Masamune meningkatkan kecepatan kedua kakinya sehingga dikedua kakinya muncul kilatan-kilatan petir.


"Sllash!!!" Lawan menebas akan tetapi Masamune menghindar dengan melompat ke batangan besi yang lainnya, "HIIAA...!!!!" Iapun menebaskan pedangnya, "Sllash!!"


"WUUSS...!!!" Pusaran tornado angin peruntuh yang bercampur dengan api melesat.


"DYYEESS...!!!" 'sang raja iblis kematian' terkena serangan telak dan iapun terjatuh menimpa batangan besi yang lain.


"Es!! Petir!!" Ucap Masamune dan pedang yang digenggamnya terlapisi oleh es yang penuh, iapun melompat ke arah lawannya yang tengah terjatuh, "HIIAA..." Iapun mengarahkan ujung mata pedangnya ke bawah.


"Jleebb...!!" Dada 'sang raja iblis kematian' tertusuk, ia membeku lalu bagian yang terkena ujung pedang tercabik-cabik oleh elemen petir.


"ARRGGH...!!!" Iblis kelas tertinggi itupun berteriak kesakitan.


Ya, lalu setelah menusuk musuh Masamune kembali lagi melompat ke atas batangan besi, "Khehehe..." iapun tersenyum lebar.


Yugiri yang telah berubah menjadi pedang dan dalam genggaman tangan Masamune berbicara melalui telepati, "Hey, Paman Ryuzaki!!"


"Apa?"

__ADS_1


"Lihat saja, serangan kita berhasil melubangi dada musuh jadi apakah kita telah berhasil menghabisinya..."


Masamune yang tersenyum lebar berkata, "Yugiri, kau adalah pedang yang luar biasa dan juga asal kau tau saja dia itu pemilik kekuatan Dewa Kematian jadi serangan seperti apapun tak akan pernah bisa membunuhnya..."


"Apa!!"


"Hehehe... jangan terkejut seperti itu!! Ia memang tak bisa mati akan tetapi dia bisa merasakan sakit jadi mari berikan rasa sakit terhebat padanya agar ia nanti menyerah dan lari terbirit-birit..." uca


Masamune dengan tersenyum lebar.


"Eemm..." jawab Yuugiri dengan semangat.


Luka tusukan itupun meninggalkan sebuah lubang yang sangat besar akan tetaph meskipun begitu 'sang raja iblis kematian' tetap saja bisa bangkit lagi, "Sialan!!!!" Teriaknya penuh emosi yang mendadak lubang didadanya terisi oleh kegelapan dan pulih kembali.


"Akan ku potong-potong batangan besi yang mengganggu ini..." teriaknya dengan menggenggam erat sabit besarnya menggunakan kedua tangan, iapun melesatkan tebasan dari arah samping, "Sllash!!!"


Masamune menatap tajam dan merasakan aura berbahaya dari serangan musuh, "Mengecil!!!" Dengan sekali perintah saja iapun mengecilkan batangan-batangan besi itu.


"WUUSS...!!" Angin pemotong yang berlapiskan aura kematian tak mengenai batangan-batangan besi raksasa akan tetapi serangan itu melesat sangat cepat dan memotong sebuah gunung yang letaknya sangat jauh.


Masamune bergumam dalam hati, "Sial, ku yakin meski Pilar Langit tapi kalau serangan tadi kena pasti Pilar Langitnya akan terpotong..." iapun memberikan perintah lagi, "Membesar seperti semula..."


Ya, Pilar Langit yang tak terhitung jumlahnya itu membesar berubah menjadi batangan-batangan besi raksasa yang tingginya mencapai kepala 'sang raja iblis kematian'


'Sang raja iblis kematian' menjadi sangat geram karena serangannya dapat diatasi Masamune dengan taktik remeh, iapun kembali menggenggam erat sabit raksasanya dengan dua tangan lalu menebaskan dari arah samping, "Sllash!!"


Masamune tak tinggal diam dan tak membiarkan musuh bertindak sesuka hati, ia melompat dari atas batangan besi dan juga menebas, "Cthing!!!!" Pedang segala elemen itupun beradu dengan sabit raksasa.


"HIIAA...!!!!" Masamune mendorong sabit musuh sekuat tenaga meski senjata itu terlapisi oleh aura kematian.


"Cih...." Lindouw sangat geram karena serangannya dapat diimbangi, "Jangan sengan dulu, bocah!!!!!" Teriaknya dengan kekuatan penuh.


Masamune kalah dalam hal kekuatan dan iapun terlempar jauh tinggi ke angkasa.


"Ugh!! Dia kuat sekali!!" Ucap Masamune dengan menatap awan-awan disekelilingnya.


"Lalu pamam Ryuzaki, apa yang harus kita lakukan agar bisa menang?" Tanya Yugiri dalam wujud pedang melalui telepati.


Masamune menjadi geram dan menjawab dengan sepatah kata, "Entahlah..."


Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1090 : Sesama Pewaris

__ADS_1


__ADS_2